Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pernikahan Dini dalam Pandangan Hukum Islam dan Dampaknya dalam Berbagai Aspek Lubis, Nurasiah; Adenan, Adenan; Nurdila, Siti; Izat, Qomarul; Audrian, Dimas; Fauzi, Rama Risky; Martua, Luthfi Ilham
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan sebuah upacara sakral untuk menyatukan ikatan perkawinan antara wanita dan pria secara sah di mata agama maupun hukum. Upacara pernikahan dilakukan dengan resepsi berbagai ragam ciri khas, sesuai dengan agama, adat istiadat, serta suku budaya masing-masing. Namun kebanyakan pasangan muda cepat-cepat melangsungkan pernikahan, hal itu disebut dengan pernikahan dini. Tulisan ini menggunakan metode kajian kepustakaan (Library Reasearch) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Tulisan ini menemukan bahwa pernikahan dini adalah kedua belah pihak atau salah satu orang masih berusia dibawah 18 tahun. Dalam pandangan Islam pernikahan dini mempunyai norma hukum bahwa pernikahan bisa berubah tergantung kondisi orang yang menikah, dan pernikahan dini tidak dilarang di dalam Islam asalkan kedua belah pihak telah baligh dan telah mampu menjalankan kewajiban sebagai pasangan baik itu kewajiban jasmani dan rohani serta mampu menjalankan pernikahan sebagai ibadah. Sehingga dari tulisan ini menegaskan bahwa pernikahan dini yang diperbolehkan harus mengutamakan pertimbangan yang penting yaitu pada aspek sebagai perlindungan pada agama, harta, jiwa, keturunan dan akal. Selain itu juga dampak negatif dan positif yang akan dialami pasangan pernikahan yang memutuskan untuk menikah pada usia dini meskipun menikah dini dalam pandangan hukum Islam memperbolehkan tersebut.
The Wasathiyyah Political Movements of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah in North Sumatra Post-1998 Reform Era Jailani, Muhammad; Katimin, Katimin; Warjio, Warjio; Harahap, Elly Warnisyah; Adenan, Adenan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of religious-based organizations, especially Islam after the 1998 reformation, led to a contestation between radical and moderate (wasathiyyah) streams. Organizations within the wasathiyyah group also experienced conflict. This study is an exploration of the wasathiyyah political movement carried out by Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah in North Sumatra to explore the ontology of the wasathiyyah political movement of the organization, the construction of the movement, and the practice of the wasathiyyah political movement of NU and Muhammadiyah. This comparative qualitative study found that 1) Muhammadiyah's Wasathiyyah is based on the thoughts of KH. Ahmad Dahlan in 7 philosophies of life which are summarized into the nature of religion, renewal-purification (tajdid), education, and social charity, the theological basis of Al-Ma'un and openness is central to the Muhammadiyah's approach, while Nahdlatul Ulama (NU) adopts the term Ahlussunnah Wal Jamaah, characterized by tawasut}, I'tidal, tawa>zzun, and tasa>muh. The construction of NU's wasathiyyah political movement is rooted in moral and value-based principles, focusing on cultural politics and actively influencing electoral processes through non-formal organizational channels. On the other hand, Muhammadiyah places emphasis on cultural politics, modernizing education, health, and social work, alongside charitable efforts and tajdid to purify Islamic teachings in line with the Qur'an and Sunnah. In the context of North Sumatra, NU's wasathiyyah political movement actively engages in electoral politics and strives to enhance religious understanding internally and externally through educational and religious activities, while maintaining religious traditions based on the teachings of Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Conversely, Muhammadiyah prioritizes the renewal and purification of Islamic teachings, with a focus on education, health, and charitable efforts for its members and externally.
Relevansi Filsafat Islam dengan Tantangan Dunia Modern: Globalisai dan Pluralisme Ibad, Maulana; Adenan, Adenan; Hajar, Siti; Putri, Aulia Dinda; Aditya, Rifal; Saputri, Intan Ayu
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2205

Abstract

Globalisasi dan pluralisme merupakan tantangan utama dalam masyarakat modern yang berdampak pada identitas, nilai, dan interaksi sosial. Filsafat Islam, dengan integrasi antara rasio, wahyu, dan etika, menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merespons dinamika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), berupa analisis konseptual-filosofis terhadap pemikiran filsuf Islam klasik maupun kontemporer, seperti Al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Rusyd, Fazlur Rahman, Seyyed Hossein Nasr, Mohammed Arkoun, Nurcholish Madjid, dan M. Amin Abdullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Islam mampu memberikan paradigma pengetahuan yang holistik dan etis, membangun kerangka etika global, serta mendukung dialog dan koeksistensi dalam masyarakat plural. Dengan demikian, filsafat Islam dapat berperan sebagai landasan teoretis dan normatif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pluralisme, serta menjadi paradigma alternatif bagi pembangunan peradaban modern yang berkeadaban, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Qaulan Sadidan in QS. An-Nisa Verse 9 and Its Ethical Relevance for Generation Z’s Digital Communication Ependi, Mahdar; Adenan, Adenan
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/sinthop.v4.i2.66.259-270

Abstract

This study examines the meaning of qaulan sadidan in Q S An Nisa verse 9 and its relevance for the communication practices of Generation Z in contemporary digital environments. While previous research has described the moral significance of qaulan sadidan, few studies have explored how its exegetical interpretations can be connected to current theories of digital communication. This study addresses this gap by combining a thematic reading of classical and modern tafsir with insights drawn from Digital Communication Ethics, Media Ecology, and Self Presentation Theory. Using a qualitative descriptive approach, the analysis engages major exegetical works such as those of al Tabari, Ibn Kathir, al Qurṭubi, Wahbah al Zuhayli, Quraish Shihab, and Zainul Arifin in order to map the development of meaning across interpretive traditions. The findings show that classical exegetes frame qaulan sadidan as upright and fair speech that protects vulnerable individuals and prevents intergenerational injustice, while contemporary exegetes extend its relevance to education, family communication, and public discourse. When viewed in relation to the digital habits of Generation Z, these ethical principles become highly pertinent. They encourage clarity, verification, empathy, and responsibility in navigating rapid information flows, emotionally charged content, and the risks of misinformation and online aggression. The study therefore proposes a Qur’anic ethical communication framework that integrates exegetical insights with contemporary communication theory. This framework contributes to strengthening both Qur’anic literacy and ethical digital literacy among young Muslims and provides a conceptual basis for further research on Islamic communication ethics in the digital age.
ANALISIS ISU-ISU AQIDAH DI INDONESIA DALAM MEMILIH PEMIMPIN NON MUSLIM PERSPEKTIF WALA’ DAN BARA’ Safitri, Yuli; Adenan, Adenan; Katimin, Katimin
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 2 (2025): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v6i2.402

Abstract

Isu kepemimpinan non-Muslim di Indonesia telah menjadi perdebatan hangat dalam wacana keagamaan dan politik, terutama di kalangan umat Islam. Perdebatan ini bukan hanya menyangkut aspek politik semata, tetapi juga bersinggungan langsung dengan isu-isu aqidah, terutama terkait prinsip wala' dan bara', serta interpretasi terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang berbicara tentang loyalitas dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana umat Islam di Indonesia memahami dan merespons isu pemilihan pemimpin non-Muslim dari perspektif aqidah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder dalam Islam, ditemukan bahwa perbedaan pandangan muncul karena adanya variasi dalam penafsiran teks keagamaan dan perbedaan mazhab berpikir di kalangan umat Islam. Sebagian kelompok menilai memilih pemimpin non-Muslim sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip aqidah, sedangkan kelompok lain melihatnya dalam konteks kemaslahatan, pluralisme, dan kewarganegaraan. Kajian ini merekomendasikan perlunya dialog intra dan antar umat beragama untuk membangun pemahaman bersama yang seimbang antara nilai-nilai aqidah dan realitas kebangsaan dalam konteks negara demokratis seperti Indonesia.
Occupational Noise Exposure in Open-Pit Coal Mining: Implications for Auditory Health, Safety Risks, and the Need for Real-Time Monitoring Adenan, Adenan; Yamin, Imam Syahputra
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 4 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i4.562

Abstract

Introduction: Noise is a dominant physical hazard in the mining industry that is often overlooked, despite its significant impact on auditory health and occupational safety risks, including fatigue and accidents. Objective: This study aims to identify the profile of noise exposure, analyze its impact on workers' hearing function and safety risks, and formulate optimal control strategies at a major coal mining services company. Methods: A descriptive observational case study was conducted in August 2025 at critical operational areas (Pit Road and Workshop). Primary data were collected using a calibrated Sound Level Meter referring to SNI 7231:2009 standards, while secondary data were obtained from workers' audiometric Medical Check-Up (MCU) results. Results and Discussion: Measurements indicated that 80% of sample points exceeded the Threshold Limit Value (85 dBA), with the highest intensity reaching 98 dBA in the Workshop area. MCU analysis revealed a prevalence of hearing impairment indications of 35% among operators with a service period of >5 years. High noise levels were also identified as potential factors reducing vigilance and hindering operational communication. Conclusion: Current administrative controls and the use of Personal Protective Equipment (PPE) are insufficient in reducing risks. The study recommends a transition towards technology-based continuous noise monitoring (IoT) and the integration of health data for more proactive OHS risk management