Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kampanye Vaksinasi dengan Sikap Followers untuk Divaksin Abdullah Mufty Machmud; Ani Yuningsih
Jurnal Riset Public Relations Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.175 KB) | DOI: 10.29313/jrpr.v1i2.502

Abstract

Abstract. Recorded cases of Covid-19 in Indonesia reached 1.6 million (26/04/2021). With the outbreak and the dangerous characteristics of this virus, the Indonesian government has focused on handling the virus as a priority, and efforts to prevent its spread continue to be carried out. One of the programs is a vaccination program for all people in Indonesia. Until now, the vaccination program is still ongoing, and the vaccination program is planned to be completed in March 2022. However, several obstacles occur in expanding the vaccination program to the community, one of which is the reluctance to be vaccinated by individuals for various reasons. In this study, we will discuss the relationship of the campaign carried out by the Indonesian Ministry of Health on Instagram to its followers in relation to attitudes to vaccines. This quantitative study aims to determine how big the relationship between vaccination campaign activities and the attitude of followers to be vaccinated. This study uses the theory of Diffusion of Innovations in guiding the implementation of campaign activities that emphasize campaign actors, message content, and the structure of campaign messages with the attitude of followers to be vaccinated and which will be discussed in the form of attitudes from cognitive, affective, conative aspects. The sample to be studied is 100 active Instagram followers with multistage random sampling technique. The result in this research that there’s a correlation between vaccination’s campaign with followers’s attitude that lead will of getting vaccination. Abstrak. Tercatat kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.6 juta (26/04/2021). Dengan adanya wabah dan bahayanya karakteristik virus ini, pemerintah Indonesia memfokuskan penanganan virus menjadi sebuah prioritas, upaya pencegahan penyebaranpun terus dilakukan. salah satunya program ialah program vaksinasi untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Hingga kini program vaksinasi masih terus berlanjut, dan rencananya program vaksinasi akan selesai pada Maret 2022. Namun beberapa kendala terjadi dalam memperluas program vaksinasi ke masyarakat, salah satunya ialah rasa enggan untuk divaksin yang dimiliki oleh individu dengan berbagai alasan yang dimiliki. Di dalam penelitian ini, akan dibahas tentang hubungan daripada kampanye yang dilakukan oleh kementerian kesehatan RI di Instagram terhadap followersnya terkait dengan sikap untuk vaksin. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan kegiatan kampanye vaksinasi dengan sikap followers untuk divaksin. Penelitian ini menggunakan teori Diffusi Inovasi dalam memandu penyelenggaraan kegiatan kampanye yang ditekankan pada aktor kampanye, isi pesan, dan struktur pesan kampanye dengan sikap followers untuk divaksin dan yang akan dibahas berupa sikap dari aspek kognitif, afektif, konatif. Sampel yang akan diteliti ialah followers aktif Instagram sebanyak 100 orang dengan teknik multistage random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan kampanye vaksinasi kemenkes RI di Instagram dengan sikap followers untuk divaksin.
Implementasi Human Relations Pattaya Steamboat Yakiniku melalui Program Achievement Motivation Andini Rahmania Nurhakim; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.977 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v1i1.55

Abstract

Abstract. This research aims to find out and review the increasing motivation of outstanding employees who are focused on human relations activities between employees within the scope of the company that is given more attention to foster work motivation the key to human relations activity is motivation. Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY) through achievment motivation activities.Achievment motivation is tied to this study using the motivation theory approach put forward by McClelland.This theory provides a brief explanation of how individual behavior in employee work activities can be reviewed from various aspects that contribute to the emergence of such behavior, causal factors, and things that can foster motivation.Both personality and motivation of achievement are measured using interview methods, observation and down directly into the field.The subjects of the study were three people, who were Finance and Communication Bussines Manager Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY) as well as two employees of Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY).So that the continuity of the outstanding motivation program can run well because Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY) has had the knowledge and various ways to maintain the work motivation of its employees to continue to increase and the employees who participate in the implementation of the motivation program continues to be motivated. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji peningkatan motivasi berprestasi karyawan yang difokuskan pada kegiatan human relations antar pegawai dalam ruang lingkup perusahaan yang diberikan perhatian lebih untuk menumbuhkan motivasi kerja. Kunci aktivitas human relations adalah motivasi. Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY) melalui kegiatan achievement motivation. Motivasi berprestasi atau achievment motivation terikat pada penelitian ini menggunakan pendekatan teori motivasi yang dikemukakan oleh McClelland. Teori ini memberikan penjelasan singkat bagaimana prilaku individu dalam aktivitas kerja karyawan dapat ditinjau dari berbagai aspek yang melatari munculnya prilaku tersebut, faktor penyebab, serta hal-hal yang dapat menumbuhkan motivasi. Baik kepribadian maupun motivasi berprestasi diukur menggunakan metode wawancara, observasi dan turun langsung ke lapangan. Subyek penelitian berjumlah tiga orang, yang merupakan Finance and Communication Bussines Manager Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY) serta dua karyawan Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY). Sehingga keberlangsungan program motivasi berprestasi tersebut dapat berjalan dengan baik karna pihak Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY) telah memiliki pengetahuan dan berbagai cara untuk menjaga motivasi kerja karyawannya agar terus meningkat dan para karyawan yang ikut serta dalam pelaksanaan program motivasi berprestasi terus termotivasi.
Strategi Manajemen Public Relations dalam Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Aziz Setiyawan; Husen Fahmi; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.923 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1376

Abstract

Abstract. In today, the creative wedding business is very strong, one of which is wedding organizer. The trend of organizing events also continues to grow. Organizing an event that is "current" and liked by millennials is one of them is marriage, this is inseparable from the help of a creative and professional wedding organizer. With limited resource conditions, using a wedding organizer is the right choice to keep the event memorable. Wedding organizer is a business that applies the concept of management continuously and consistently in exploring the world of entertainment as deeply as possible. For a wedding organizer, it is important for public relations management, both small-scale companies and large-scale companies. Through public relations management, two-way communication between organizations and the public (society) is reciprocal in order to support the functions and objectives of management by improving the development of cooperation and fulfillment of common interests. Including one of them for His Kologdam, is a company that provides services in the field of wedding organizers In this study researchers use qualitative methods using a case study approach that aims to find out how the public relations management strategy of His Kologdam in maintaining customer loyalty. From research that uses interview data collection techniques, observations, and documentation found the conclusion that his Public Relations management strategy is to conduct fact finding up to evaluation and create transactional communication to establish closeness with customers and make innovations and provide one stop service for customers. Abstrak. Di masa kini, bisnis pernikahan kreatif sangatlah kuat yaitu salah satunya Wedding organizer. Tren penyelenggaraan acara juga terus berkembang. Penyelenggaraan acara yang "kekinian" dan disukai para millennial salah satunya adalah pernikahan , ini tidak terlepas dari bantuan Wedding organizer yang kreatif dan profesional. Dengan kondisi sumber daya yang terbatas, menggunakan wedding organizer adalah pilihan tepat agar acara tetap berkesan. Wedding organizer adalah bisnis yang menerapkan konsep manajemen secara berkesinambungan dan konsisten dalam mengeksplorasi dunia entertainment sedalam-dalamnya. Bagi suatu wedding organizer penting adanya manajemen public relation, baik perusahaan yang berskala kecil maupun perusahaan berskala besar. Melalui manajemen public relation, komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik (masyarakat) secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan pembinaan kerja sama serta pemenuhan kepentingan bersama. Termasuk salah satunya bagi His Kologdam, merupakan suatu perusahaan yang menyediakan jasa di bidang wedding Organizer Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahu bagaiamana strategi manajamen Public relations dari His Kologdam dalam mepertahankan loyalitas pelanggan. Dari penelitian yang menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi ditemukan kesimpulan bahwa strategi manajemen Public Relation His adalah dengan melakukan fact finding sampai dengan evaluation dan menciptakan komunikasi transaksional untuk menjalin kedekatan dengan pelanggan serta membuat inovasi dan memberikan layanan one stop service untuk pelanggan.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Sarana Corporate Branding Rico Muhamad Zen; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.741 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1386

Abstract

Abstract. PT. X is a media company that was built with the aim of helping young Indonesian businessmen to be able to move up the class to become world-class business people. By utilizing the media as a forum for information, currently PT. X use Instagram social media under their @pebisnismuda account as a means of doing corporate branding. Corporate branding is a way that can be used if a company wants the products or services it offers to always be remembered and become the main choice by consumers from the intense business competition in the market. So the object in this research is PT. X. he purpose of this study is to find out the form of using Instagram social media is carried out by a company in carrying out the company's communication strategy in conducting corporate branding programs. The research method used is a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques in this study were interviews, documentation studies and field observations. The result of this research is that the use of Instagram social media in doing corporate branding is carried out with a series of stages that are communicated in a planned manner to the wider community on the @pebisnismuda account. The company holds a virtual business discussion event that is able to attract the general public who is able to improve the image and sharpen the company's identity as a mentor for young entrepreneurs in the publics. Abstrak. PT. X merupakan suatu perusahaan media yang dibangun dengan tujuan untuk membantu pebisnis-X untuk dapat naik kelas menjadi pebisnis kelas dunia. Dengan memanfaatkan media sebagai wadah informasi, saat ini PT. X memanfaatkan media sosial Instagram dalam akun @pebisnismuda sebagai sarana untuk melakukan corporate branding. Corporate branding menjadi jalan yang bisa digunakan apabila perusahaan menginginkan produk atau jasa yang ditawarkannya selalu diingat dan menjadi pilihan utama oleh konsumen dari ketatnya persaingan bisnis dipasaran. Maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah PT. X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pemanfaatan media sosial Instagram yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan strategi komunikasi perusahaan dalam melakukan program corporate branding. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi dilapangan. Hasil dari penelitian ini adalah Pemanfaatan media sosial Instagram dalam melakukan corporate branding dilakukan dengan rangkaian tahapan yang dikomunikasikan secara terencana kepada masyarakat luas pada akun @pebisnismuda. Perusahaan menyelenggaran event virtual diskusi mengelola bisnis yang mampu menjadi daya tarik khalayak umum yang mampu meningkatkan citra serta mempertajam identitas perusahaan sebagai mentor bagi pengusaha muda dimata publiknya.
Strategi Marketing Public Relations Burger King Indonesia dalam Meningkatkan Brand Awareness Aditya Dharmawan; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.926 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1555

Abstract

Abstract. At this time, many fast-food restaurants are developing in Indonesia, where they have their respective advantages. One of them is Burger King. Burger King is a fast-food restaurant that offers hot and fresh food products with delicious food tastes. With the intense competition between fast-food restaurants, Burger King is not one of the fast-food restaurants in Indonesia. The number of fast-food restaurants in Indonesia has become an increasingly fierce competition with the higher level of maturity of a product. Sometimes a company needs to rebrand. This study uses a qualitative method with the approach carried out by using a case study approach. The purpose of this research is that the first to know the Rebranding Concept carried out by Burger King, the second to find out steps taken by Burger King's Management in doing Rebranding, and the third to find out the reason for Burger King to rebrand using the old logo. Informants in this study were Burger King Indonesia's Brand Manager, Social Media Executive, and Burger King Indonesia's consumers. The results of this study are in the concept carried out by management in carrying out this rebranding, there are three points, namely brand identity, conformity with the philosophy of commitment, and healthy life. The steps taken in this rebranding are five stages, namely holding a board meeting, determine the target audience, target time, campaign, and use of media. The reason Burger King uses the old logo is to maintain authenticity and respect heritage. Efforts to increase brand awareness were carried out by Burger King through the implementation model of the Marketing Public Relations strategy. It carried with campaigns and use of social media owned by Burger King. Abstrak. Pada saat ini maraknya restoran cepat saji yang berkembang di Indonesia yang dimana mereka memiliki keunggulannya masing-masing. Salah satunya adalah Burger King, Burger King merupakan restoran fastfood yang menawarkan produk santapan yang panas dan segar dengan cita rasa santapan yang lezat. Dengan ketatnya persaingan antar restoran kilat saji, Burger King ini tidaklah salah satunya restoran fastfood di Indonesia. Banyaknya restoran cepat saji di Indonesia tentunya menjadi sebuah persaingan yang semakin ketat seiring dengan semakin tingginya juga tingkat kedewasaan suatu produk yang terkadang suatu perusahaan perlu untuk melakukan rebranding. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Tujuan adanya penelitian ini yaitu yang pertama mengetahui Konsep Rebranding yang dilakukan oleh Burger King, yang kedua mengetahui langkah-langkah yang dilakukan Management Burger King dalam melakukan Rebranding, dan yang ketiga mengetahui alasan Burger King melakukan Rebranding menggunakan logo lama. Informan pada penelitian ini adalah Brand Manager Burger King Indonesia, Sosial Media Executive dan para konsumen Burger King Indonesia. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam konsep yang dilakukan management dalam melakukan rebranding ini yaitu ada tiga poin, yaitu brand identity, kesesuaian dengan filosofi pada komitmen, dan healthy life sedangkan langkah yang dilakukan dalam rebranding ini yaitu ada lima tahapan yang dilakukan, yaitu mengadakan board meeting, menentukan target audience, target waktu, campaign, dan penggunaan media. Adapun alasan Burger King menggunakan logo lama yaitu mempertahankan keaslian dan menghargai heritage. Upaya peningkatan brand awareness yang dilakukan oleh Burger King melalui model implementasi strategi Marketing Public Relations ini dilakukan dengan campaign dan pemanfaatan media social yang dimiliki oleh Burger King.
Strategi Humas Lookatmewear dalam Membangun Brand Image Local Brand Farhan Riedha Safarie; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.64 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1618

Abstract

Abstrak. Skripsi ini membahas strategi humas merupakan pilihan terbaik yang dipilih untuk mencapai tujuan public relations dalam kerangka rencana public relations. Lookatmewear yaitu brand yang bergerak dibidang clothing khususnya blazer wanita. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi humas Lookatmewear dalam meningkatkan brand image local brand dan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Brand image yaitu, suatu hal yang mewakili keseluruhan pandangan terhadap merek. Dengan kata lain, brand image adalah hal yang terlintas dipikiran konsumen ketika melihat atau mendengar suatu merek produk tertentu baik barang atau jasa. Lookatmewear ingin menjadi sebagai pelopor local brand blazer yang menjadikan blazer sebagai pakaian yang bisa dipakai kemanapun secara nyaman atau menjadi daily outfit karena selama ini image blazer melekat pada pekerja kantoran atau acara formal saja. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk melakukan penelitian ini. Abstract. This thesis discusses public relations strategy is the best option chosen to get public relations within the framework of the public relations. Lookatmewear is a brand that is engaged in clothing, especially women's blazers. This study was used to determine the Lookatmewear public relations strategy in increasing the brand image of the local brand and marketing strategies to increase sales. Brand image is something that represents the overall view of the brand. In other words, brand image is something that comes to mind when consumers see or hear a particular product brand, either goods or services. Lookatmewear wants to be a pioneer of a local blazer brand that makes a blazer a garment that can be worn anywhere comfortably or as a daily outfit because so far the blazer image is attached to office workers or formal events. Researchers used qualitative research methods with a case study approach to conduct this research.
Pola Komunikasi “Gelar Perkara” di Polresta Bandung Alya Luthfianty Noor Wahyono; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.742 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1635

Abstract

Abstract. Communication is something that every human being uses. Included in an organization, communication and the model used is always different from one organization to another. This study will focus on discussing the form of communication used between members and leaders, how the message is packaged, how the process of exchanging information between members and leaders is, what are the forms of obstacles in the interpretation of messages that have been received by members of the Bandung Police Criminal Investigation Unit when conducting their degree. case. By using qualitative methods and symbolic interactionism studies, this research will discuss more deeply what codes are commonly used by members of the Bandung City Police. Qualitative methods make it easier for researchers to get deeper results regarding the model or communication pattern used. Symbolic interactionism is the exchange of symbols that have meaning. The meaning that appears about a symbol or object is created because of an interaction between individuals. The meaning that appears will develop, change, through the process of interaction with other people and other meeting processes. The pattern of communication that occurs uses three different models in each activity, communication in a downward or downward direction, an upward or upward direction and a horizontal or horizontal direction. Every pattern that occurs because of interactions that occur between members who have interests. Abstrak. Komunikasi adalah hal yang selalu digunakan oleh setiap manusia. Termasuk didalam sebuah organisasi , komunikasi dan model yang digunakan selalu berbeda satu organisasi dengan yang lainnya. Penelitian ini akan memfokuskan untuk membahas bagaimana bentuk komunikasi yang digunakan antar anggota dan pimpinan, bagaimana cara pengemasan pesan yang dilakukan, bagimana proses pertukaran informasi antar anggota dan pimpinan, bagaimana bentuk hambatan dalam interpretasi pesan yang telah diterima anggota satuan reskrim tipiter polresta bandung saat melakukan gelar perkara. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi interaksionime simbolik, penelitian ini akan lebih dalam membahas apa saja kode yang biasa digunakan oleh anggota kepolisian polres kota Bandung. Metode kualitatif memudahkan peneliti untuk mendapatkan hasil yang lebih dalam mengenai model atau pola komunikasi yang digunakan. Interaksionisme simbolik merupakan pertukaran simbol yang memiliki makna. Makna yang muncul tentang suatu atau simbol tersebut tercipta karena adanya sebuah interaksi antar individu. Makna yang muncul akan berkembang, berubah, melalui proses interaksi dengan orang lain dan proses pertemuan lainnya. Pola komunikasi yang terjadi menggunakan tiga model yang berbeda di setiap kegiatannya, komunikasih arah kebawah atau Downward, arah ke atas atau Upward dan arah mendatar atau Horizontal. Setiap pola yang terjadi karena adanya interakshi yang terjadi antar anggota yang memiliki kepentingan.
Strategi Public Relations Politik pada Pilkada Kabupaten Bandung Mochamad Jatty Ningrat; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.656 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1650

Abstract

Abstrak. Era reformasi yang berlangsung hingga saat ini melahirkan berbagai kebijakan, salah satunya adalah pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang biasa disingkat dengan pilkada. Pada pilkada serentak tahun 2020 Kabupaten Bandung termasuk daerah yang menyelenggarakan gelaran demokrasi tersebut. Pilkada kabupaten Bandung tahun 2020 diikuti oleh pasangan calon Nia Kurnia Agustina dan Usman Sayogi. Namun pada pencalonan nya ini terdapat konotasi negatif dari publik mengenai politik dinasti yang mempengaruhi elektabilitas dari pasangan calon Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk komunikasi public relations politik yang dilaksanakan oleh paslon Nia-Usman, bagaimana penggunaan media yang dilakukan oleh paslon Nia-Usman, mengapa paslon Nia-Usman menggunakan media tradisional dan media sosial dalam kampanye program “Kanyaah Teh Nia dan Kang Usman”. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi. Pada hasil penelitian bentuk-bentuk komunikasi public relations politik pasangan calon Nia-Usman berupa program, pengemasan pesan politik, kampanye, penentuan saluran politik, media relations, publisitas politik, pelaksanaan event dan manajemen isu mengenai politik dinasti. Penggunaan media berupa memanfaatkan media-media yang dipilih untuk menyampaikan gagasan-gagasan politik nya seperti penyampaian program politik, kampanye politik, publikasi dan menjawab isu-isu mengenai kandidat itu sendiri dan isu-isu yang berada di lingkungan Kabupaten Bandung. Alasan menggunakan media sosial dilakukan karena memiliki arus pertukaran informasi yang cepat dan luas, Alasan menggunakan media tradisional sebagai pendukung poin program kampanye “Kanyaah Teh Nia dan Kang Usman” pada sektor kultural budaya. Abstract. The reformation era that has been going on until now has spawned various policies, one of which is the direct election of regional heads or commonly abbreviated as Pilkada. In the simultaneous regional elections in 2020, Bandung Regency is one of the regions that organizes the democratic event. The 2020 Bandung regency election was attended by candidate pairs Nia Kurnia Agustina and Usman Sayogi. However, in this nomination, there is a negative connotation from the public regarding dynastic politics that affects the electability of the candidate pair Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi. The purpose of this study was to find out how the forms of communication public relations political were carried out by the Nia-Usman candidate pair, how the Nia-Usman candidate pair used media, why the Nia-Usman candidate pair used traditional media and social media in the campaign for the program "Kanyaah Teh Nia and Kang Usman". The methodology in this study uses qualitative methods with a case study approach, and data collection techniques through interviews, observations, documentation, and literature studies. In the results of the research, the forms of communication public relations political for the Nia-Usman candidate pair are in the form of programs, packaging of political messages, campaigns, determination of political channels, media relations, publicity, event and issue management regarding dynastic politics. The use of media is in the form of utilizing the selected media to convey political ideas such as the delivery of political programs, political campaigns, publications and answering issues regarding the candidates themselves and issues that are in the Bandung Regency environment. The reason for using social media is because it has a fast and wide flow of information exchange, the reason for using traditional media as a supporter of the "Kanyaah Teh Nia and Kang Usman" campaign program points in the cultural sector.
Impression Management Dokter di RSUD Kab Tangerang Wiyanie Putri Pangesty; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.674 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1895

Abstract

Abstract. Life according to dramaturgy theory is like a theater, a social interaction similar to a drama show, which presents a role. In playing the role of using verbal language and non-verbal behavior and wearing certain attributes. Social life is divided into the front region (front region), which refers to social events in which the individual is stylish in displaying his role and the back region. In this study, who were taken as informants were 2 doctors on duty at the RSUD Kab Tangerang Hospital. This research is limited to studying and analyzing the front stage and back stage in dramaturgy theory to determine the impression management that is formed. This type of research uses qualitative research with a dramaturgy approach. The result of this research is that the front stage is very influential when building impression management, because it is the first thing that can be seen and judged by the public. The front stage is also related to personal branding which is supported by the credibility and skills of a doctor to build impression management. The strategy carried out by the two informants was based on the aspect of self promotion, favor doing. Abstrak. Kehidupan menurut teori dramaturgi adalah ibarat teather, interaksi sosial yang mirip pertunjukan drama, yang menampilkan peran. Dalam memainkan peran menggunakan bahasa verbal dan perilaku non verbal dan mengenakan atribut tertentu. kehidupan sosial dibagi menjadi wilayah depan” (front region) yang merujuk peristiwa sosial bahwa individu bergaya menampilkan perannya dan wilayah belakang (back region). Dalam penelitian ini, yang diambil sebagai informan adalah 2 Dokter yang bertugas di RSUD Kab Tangerang . Penelitian ini dibatasi untuk mengkaji dan menganalisis panggung depan dan panggung belakang pada teori dramaturgi untuk mengetahu impression management yang terbentuk. Tipe penelitian ini memakai penelitian kualitatif dengan pendekatan dramaturgi. Hasil penelitian ini adalah panggung depan sangat mempengaruhi saat membangun impression management, karena hal itu menjadi hal yang pertama dapat dilihat dan dinilai oleh khalayak. Dalam panggung depan ini juga berkaitan dengan personal branding yang didukung dengan kredibilitas dan keterampilan seorang dokter untuk membangun impression management. Strategi yang dilakukan oleh kedua informan berdasarkan dari segi aspek self promotion, favor doing.
Komunikasi Hiperpersonal dalam Presentasi Diri Annisa Divia Zaliyanti; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.968 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1920

Abstract

Abstract. Self-presentation usually individuals will do impression management (impression management). The goal is that we can influence other people, so that we are liked by others, want to improve our position, maintain status and so on. Self-presentation identifies two components in impression management, first, impression-motivation, which describes how our motivation is to control other people who see us or to create certain impressions in other people's minds. In this study, researchers used qualitative research methods with a phenomenological approach. The theory used in this research is the theory of computer mediated communication (CMC), which is in accordance with the focus of the problem of social media activities in it. This study took the research subject of pontianak city youth with the object of research being activities on Instagram social media accounts with anonymous username. The results of this study, the intertwined communication process builds and responds to statements from communication opponents and creates relationships without distraction from the reality environment. Abstrak. Presentasi diri biasanya individu akan melakukan impression management (pengelolaan kesan). Tujuannya adalah supaya seorang individu dapat mempengaruhi orang lain, supaya kita disukai orang lain, ingin memperbaiki posisi, memelihara status dan sebagainya. Presentasi diri mengidentifikasikan dua komponen dalam pengelolaan kesan yaitu pertama, impression-motivation (motivasi pengelolaan), yang menggambarkan bagaimana motivasi yang kita miliki untuk mengendalikan orang lain yang melihat kita atau untuk menciptakan kesan tertentu dalam pikiran orang lain. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori computer mediated communication (CMC), yang sesuai dengan fokus permasalahan kegiatan bermedia sos perbaiki ial didalamnya. Penelitian ini mengambil subjek penelitian mahasiswa kota pontianak dengan objek penelitiannya adalah aktivitas dalam akun media sosial Instagram dengan username anonym. Penelitian ini akan menghasilkan model proses komunikasi yang terjalin antara satu dengan yang lain dan menciptakan hubungan tanpa gangguan dari lingkungan realitas.
Co-Authors 10080021059, Devarizandy Nandawan 10080021145, Jullanaar Wina Tsara Auliya Abdullah Mufty Machmud Achmad Arvian Noerdjamil Adinda Rizki Afifa Aditya Dharmawan Afif Akbar Kadarusman Akbar Maulana Isman Alexandria Cempaka Harum Alfidas Refky Bandarea Alya Luthfianty Noor Wahyono Alya Salsabila Ana Rosyana Andini Rahmania Nurhakim Aning Sofyan Sadikin Anne Ratnasari Annisa Divia Zaliyanti Ari Usman Ari Usman Arief Rachman Lumban Batu Atie Rachmiatie Avifah, Rosidah Ayuni Raina Noviane Aziz Setiyawan Chika Salsabilla Kusumah Dadan Mulyana Dea Nabila Fitri Devarizandy Nandawan Dhia Fakhri Fadlurrohman Eka Susilawati, Eka Elsa Oktaviyanti Farhan Riedha Safarie Ferry Setiawan Helmy Shafwan Muzhaffar Husen Fahmi Ike Junita Triwardhani Izni Nur Indrawati Maulani Karmila, Leti Khairunisa Shafira Firdaus Kiki Zakiah Darmawan Kirana Rizky Kurnia, Dadi Layla Roseanne Karin M. Arif Dhifan Surahman Maemunah Maman Suherman Maulana, Faisal Mesya Febriana Mochamad Jatty Ningrat Muhammad Fathan Ayfa Syauqi Muhammad Irsyad Sabiq Mujianto, Haryadi Nabila Muthia Khansa Nadhifa Luthfiah Naila Salma Fakhira Najwa Khaila Registha AR Nanda Nabila Zavirah Naufal, Yogascitra Naviel Abrar Neni Yulianita Nico Amri Nurahmawati Nurahmawati Puja Kharisma Nurfauziah Putri Iranda Tedy Rafly Zainal Rahmalia Nur Fitriani Reni Mustikasari Rico Muhamad Zen Ridha Rihadatul'aisy Rifqi Zaeni Achmad Syam Rijal Akbar Nashrullah Rini Rinawati Salma Dhiya Fatharani Wibawa Sayyidini Putri Saumi Sharifah Khairany Sofia Rizki Irma Suja’i, Imam Sukwatus Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa Tita Rahmayadi Tresna Wiwitan Udung Noor Rosyad Vindiyani Wiyanie Putri Pangesty Yenni Yuniati