Claim Missing Document
Check
Articles

Konsentrasi Klorofil-a di Muara Upang Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Ulqodry, Tengku Zia; Isnaini, Isnaini; Surbakti, Heron
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.24295

Abstract

Muara Sungai Upang merupakan salah satu muara yang terletak di pesisir Sumatera Selatan. Muara sungai banyak menerima masukan bahan organik dari lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a yang dapat digunakan untuk mengetahui status kesuburan di Perairan Muara Sungai Upang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus 2020. Pengambilan sampel air dan pengukuran parameter ditentukan secara purposive sampling method. Analisis klorofil-a dilakukan dengan metode spektrofotometri. Konsentrasi klorofil-a dan parameter lingkungan perairan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Data konsentrasi klorofil-a selanjutnya dianalisis untuk melihat kesuburan perairannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang tergolong oligotrofik dengan rata-rata 1,04 mg/m3 pada bulan Februari dan tergolong mesotrofik dengan rata-rata 6,63 mg/m3 pada bulan Agustus. Konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang cenderung tinggi pada daerah bagian muara menuju perairan laut dan lebih rendah di daerah sungai.
FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN ORGANIK DI PERAIRAN SUNGAI MUSI BAGIAN HILIR SUMATRA SELATAN Aryawati, Riris; Ulqodry, T. Zia; Isnaini; Surbakti , Heron
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.25498

Abstract

Sungai Musi merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Sumatra Selatan. Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi dapat berpengaruh terhadap kualitas air sungai dan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Tingginya aktivitas industri maupun rumah tangga di sepanjang Sungai Musi menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan di DAS Musi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran yang terjadi di DAS Musi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui tingkat saprobitas di sepanjang DAS Musi bagian hilir berdasarkan nilai SI (Saprobik Indeks), serta mengetahui tingkat pencemaran air menggunakan penilaian saprobitas perairan. Penelitian ini menggunakan plankton sebagai bioindikator pencemaran organik perairan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survei, dan penetapan stasiun pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton di perairan Sungai Musi pada rentang 123-2581 sel/liter atau rata-rata sebesar 1397 sel/liter. Indeks Saprobik di perairan Sungai Musi berkisar antara 0,63-1, digolongkan pada fasesaprobik, yaitu β-Mesosaprobik, sehingga pada perairan Sungai Musi digolongkan pada tingkat pencemaran ringan.
Status Cemaran Logam Berat pada Sedimen Ekosistem Mangrove di Muara Sungai Banyuasin Novitasari, Tri Ayu; Ulqodry, Tengku Zia; Putri, Wike Ayu Eka; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Barus, Beta Susanto; Aryawati, Riris; Hendri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.29506

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang penting karena mampu melindungi garis pantai, menyerap karbon, menyediakan habitat bagi biota, serta berperan sebagai penyaring polutan. Namun, tekanan aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti keberadaan pelabuhan, aktivitas perikanan, dan masukan limbah domestik dari daratan, dapat berkontribusi terhadap masukan logam berat baik di air maupun terakumulasi dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status cemaran Pb dan Cu pada sedimen mangrove di Muara Sungai Banyuasin yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Api-api. Pengukuran konsentrasi logam berat dilakukan dengan metode Flame Atomic Absorption Spectrophotometry. Rata-rata kandungan Pb (20,71–21,61 mg/kg) dan Cu (10,81–10,99 mg/kg) masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan (Pb 50 mg/kg; Cu 65 mg/kg). Nilai Faktor Kontaminasi menunjukkan Pb termasuk kategori sedang, dan Cu tergolong rendah. Nilai Indeks Geoakumulasi ≤ 0 menunjukkan sedimen berada pada kondisi tidak tercemar dan Indeks Beban Pencemaran > 0–2 mengindikasikan berada dalam kondisi tercemar ringan. Secara keseluruhan, kualitas sedimen di Muara Sungai Banyuasin tidak menimbulkan risiko signifikan terhadap biota perairan, serta menunjukkan peran penting mangrove sebagai penahan akumulasi logam berat. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan lingkungan pesisir, khususnya sebagai acuan dalam pemantauan kualitas sedimen dan pencegahan potensi pencemaran logam berat di sekitar pelabuhan.
THE CRAB SILVOFISHERY SYSTEM AS A CONSERVATION STRATEGY IN MANGROVE RESTORATION AREA: A CASE STUDY ON THE COAST OF BANYUASIN, SOUTH SUMATRA Apriyanto, Apriyanto; Suwignyo, Rujito Agus; Ulqodry, Tengku Zia; Sarno, Sarno; Aryawati, Riris; Muhtadi, Muhtadi; Purnomo, Herry; Okarda, Beni
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthropogenic activities such as logging and converting mangrove forests into plantations have degraded coastal ecosystems and reduced their ecological stability. Silvofishery is a restoration system that balances the ecological and economic functions of mangroves. In Marga Sungsang Village, South Sumatra, mangrove restoration was integrated with mud crab (Scylla spp.) cultivation through a crab silvofishery system. This study aimed to analyze the contribution of mangrove restoration with a mud crab silvofishery system to mud crab growth. The study was conducted from August 2024 to January 2025. Growth parameters included carapace length, width, and body weight. Analyses covered absolute growth and the correlation between carapace width and body weight. Results showed that in non-mangrove ponds, Scylla tranquebarica males exhibited negative allometry (prominent carapace width), while females showed positive allometry (prominent body weight). Scylla paramamosain showed negative allometry in both sexes. In contrast, in mangrove ponds, both species showed positive allometry for both sexes, indicating higher weight gain. These findings suggest that mangrove vegetation provides optimal habitat conditions by increasing nutrient availability, protecting crabs during molting, and improving substrate quality. The results not only demonstrate the bioecological relationship between mangrove vegetation and mangrove crab growth but also highlight the role of crab silvofishery systems in supporting food security, mitigating climate change, and conserving coastal ecosystems. These results align with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically goal 2 (end hunger, achieve food security and improved nutrition, and promote sustainable agriculture), goal 13 (climate action), and goal 14 (life below water). Although informative, this study was limited by temporal observations conducted only at the start of seed stocking and at harvest. Further research with continuous monitoring and environmental parameter analysis is needed. The findings can support mangrove restoration policies that integrate vegetation recovery with sustainable community-based aquaculture and promote blue economy development.
Effect of Seagrass Density on Fish Abundance in the Seagrass Ecosystem of Pahawang Island, Lampung Syahira, Nyimas Nanda; Sunaryo, Anna Ida; Aryawati, Riris; Isnaini, Isnaini; Hartoni, Hartoni
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10814

Abstract

Fish communities in seagrass ecosystems are known to play a vital role in maintaining coastal biodiversity due to the provision of essential habitat, food, and shelter. This study investigates the structure of fish communities associated with seagrass habitats and evaluates the influence of seagrass density on fish abundance in the coastal waters of Pahawang Island, Lampung. Field surveys were conducted in October 2025 at three purposively selected stations. Fish assemblages were sampled using gill nets, while seagrass density and coverage were quantified along transect–quadrat lines. Three seagrass species Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Halodule uninervis were identified, exhibiting spatial variability in coverage ranging from 18% to 44%. A total of 87 individual fishes, comprising nine species, were recorded, with Siganus spp. being the most abundant genus. Diversity, evenness, and dominance indices indicated a stable and well-balanced community structure. Statistical analyses revealed a significant positive relationship between seagrass cover and fish abundance, underscoring the ecological importance of seagrass meadows in supporting coastal fish populations. These findings provide critical insights for enhancing management and conservation strategies in the marine environment of Pahawang Island.
Evaluasi Eko-Teknis Struktur Habitat Lamun dan Kelimpahan Echinodermata di Pulau Pahawang Nurdiana, Nurdiana; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Aryawati, Riris; Isnaini, Isnaini; Hartoni, Hartoni
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i4.943

Abstract

Seagrass ecosystems serve as important habitats for various marine organisms, including Echinodermata. This study aims to examine the relationship between seagrass cover and the abundance of Echinodermata in the waters of Pahawang Island. Sampling was conducted at four stations using the transect–quadrat method, followed by species identification and measurements of seagrass cover. Three seagrass species were recorded: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Halodule uninervis. Eight species of Echinodermata from four classes were found, with Diadema setosum being the most abundant and occurring at all stations. Other species appeared selectively, depending on local habitat conditions. Higher Echinodermata abundance was observed in areas with greater seagrass cover. Regression analysis revealed a positive relationship between seagrass cover and Echinodermata abundance, indicating that denser seagrass beds support higher population levels. Overall, the condition of seagrass ecosystems plays a key role in shaping the abundance and distribution of Echinodermata, highlighting the importance of conserving seagrass habitats around Pahawang Island.
Bank Sampah sebagai Media Edukasi Lingkungan Laut untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sungsang Aryawati, Riris; Ulqodry, T.; Melki; Utami, Risnita; Purwiyanto, Anna; Hendri, Muhammad; Isnaini; Surbakti, Heron
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1810

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pencemaran sampah di wilayah pesisir Sungsang, Banyuasin, yang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terorganisir. Rendahnya kesadaran masyarakat, tingginya sampah anorganik yang masuk ke laut, serta belum adanya lembaga pengelola sampah menjadi isu utama yang perlu diatasi. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi, pembentukan kelembagaan bank sampah, pelatihan daur ulang, dan digitalisasi pencatatan sampah. Program ini melibatkan 31 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa, kelompok ibu rumah tangga, pemuda, dan komunitas nelayan. Hasil analisis SWOT menunjukkan potensi besar bagi pertumbuhan program melalui penguatan kesadaran lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Solusi utama yang diterapkan meliputi: Edukasi lingkungan laut, untuk meningkatkan literasi dan perubahan perilaku masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan tingkat pemahaman peserta hingga ≥80% berdasarkan hasil pre-test dan post-test; pembentukan Bank Sampah Sungsang, lengkap dengan SOP, alat pendukung, dan tim pengelola lokal; pelatihan pengolahan sampah, seperti pembuatan ecobrick dan kerajinan bernilai ekonomi; sistem dokumentasi digital, menggunakan spreadsheet untuk transparansi dan pelaporan. Target luaran meliputi modul edukasi, bank sampah aktif, pelatihan daur ulang, produk hasil olahan sampah, sistem pencatatan digital, serta peningkatan volume sampah terpilah. Seluruh kegiatan dirancang melalui metode partisipatif, workshop, pendampingan lapangan, dan evaluasi berkala selama enam bulan. Manfaat program bagi masyarakat antara lain meningkatnya kesadaran lingkungan, peluang ekonomi baru dari penjualan sampah dan produk kreatif, serta lingkungan pesisir yang lebih bersih. Bagi institusi desa, program ini menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Variasi Lingkungan Perairan dan Respons Komunitas Lamun di Pulau Pahawang Lestari, Tridyah; Aryawati, Riris; Aryawati, Wike Ayu Eka; Melki; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo
Biosel Biology Science and Education Vol. 15 No. 1 (2026): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v15i1.12453

Abstract

Seagrass ecosystems play a crucial role in maintaining coastal environmental stability, yet their presence in Pahawang Island shows a declining trend due to human activity pressures and changes in aquatic conditions. This study aims to describe the structure of the seagrass community and analyze its correlation with environmental parameters at four stations with different characteristics. Seagrass data collection was conducted using the transect-quadrant method to measure coverage, density, and species composition, while environmental parameters observed included temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), current, and water clarity. The results showed the presence of three seagrass species, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Halodule uninervis, with varying coverage and density across locations; the best condition was found at the natural station and the lowest at the pier area. The diversity index was classified as low, while uniformity and dominance varied according to human activity levels around the water. PCA analysis indicated that salinity, current, clarity, DO, pH, and temperature contribute differently at each station and collectively influence the variation in the seagrass community. These findings emphasize that differences in environmental quality and the intensity of anthropogenic disturbances are key factors determining the condition of the seagrass beds in Pahawang Island.  Keywords: Seagrass, Water Quality, Community Structure, PCA, Pahawang Island
Co-Authors Afan Absori Afan Absori Ahmad Firdaus Ahmad Firdaus, Ahmad Amanda AP Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim, Andi Andreas Eko Aprianto Andrian Saputra Andrian Saputra Anna Ida Sunaryo Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo, Anna Ida Anna IS Purwiyanto Apri Suganda Apriyanto, Apriyanto Arsyei, Laksamana Fachryzal Aryawati, Wike Ayu Eka Ayu Pratiwi Ayu Pratiwi, Ayu Barus, Beta Susanto Bayu Dwinata Putra Bengen, Detriech G Beta S Barus Beta Susanto Barus Che Abd Rahim Mohamed De Karo, Fransiskus Dianysah, Gusti Dietriech Geoffrey Bengen Dilah Zulhaniarta Dilah Zulhaniarta, Dilah Efriadi Muslim Sz Elfita . Elyakim Sitorus FAUZIYAH Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febrianti, Amanda AP Fery Pratama Fitri Agustriani Freddy Supriyadi Freddy Supriyadi Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hary Widjajanti Hasan, Winanda Muhammad henny dede ismail henny dede ismail, henny dede Heron Surbakti Heron Surbakti Heron Surbakti Herry Purnomo Hikmah Thoha Hikmah Thoha Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli Hutapea, Oliver Alexander I Wayan Nurjaya Inda Azhara Isnaini Isnaini . Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Khotimah, Nadila Nur Kurniawan, Mardian Candra Lestari, Tridyah M. Yosi Prasetyo Mardian Candra Kurniawan Meiyerani, Jeni Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Muhammad Didi Tantria Muhammad Fadli Muhammad Fadli Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mulyadi Mulyadi Munthe, Yunita Veronika Nadila Nur Khotimah Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novitasari, Tri Ayu Novyandi, Reza Nurdiana Nurdiana Nurul Fitriya Nurul Fitriya Nurul Fitriya Okarda, Beni Oliver Alexander Hutapea Purwiyanto, Anna Purwiyanto, Anna IS Puspa Deka Sari Putra, Bayu Dwinata Raihan, Muhammad Ramadoni Ramadoni Ramadoni, Ramadoni Ramses Redho Yoga Nugroho Reza Novyandi Rezi Apri Rian Andriansyah Robinson Sitepu Rozirwan . Rujito Agus Suwignyo Sahrul Ramadhan Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno Sarno Sefti Heza Dwinanti Siddik, Judistira Suai Batul Aslamiah Surbakti , Heron Susanti, Ester Mei Syahira, Nyimas Nanda Syamsiar, Syamsiar T. Zia Ulqodry Tantria, Muhammad Didi Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono TRY WIJAYANTO Ulqodri, Tengku Zia Ulqodry, T Z Ulqodry, T. Utami, Risnita Widada Sukrisna Wijayanto, Try Wike Ayu Eka Putri Winanda Muhammad Hasan Yundari, Yundari Yunita Veronika Munthe Yusni Ikhwan Siregar