Claim Missing Document
Check
Articles

Foreign Exchange Transactions (Sharf) in the Perspective of Fiqh Muamalah: Between Classical Traditions and the Challenges of the Contemporary Global Economy Syaripuddin, Syaripuddin; Sunarta, Desy Arum; Mashuri, Arif; Mulyawan, Andi Wawan; Khaeriyah, Hamzah; Wijaya, Abdi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.1119

Abstract

The rapid development of the global economy has increased the need for foreign exchange (Sharf) transactions across individuals, financial institutions, and nations. However, concerns about the permissibility of foreign exchange transactions from the perspective of Islamic law (fiqh muamalah) have become increasingly relevant. This study examines the sharia principles governing Sharf transactions, focusing on the application of fiqh muamalah to both classical and contemporary foreign exchange practices, particularly those involving digital technology. The research employs a descriptive qualitative method through a literature-based approach, exploring the views of classical and contemporary scholars, and analyzing the role of fatwas in ensuring compliance with sharia principles. The findings reveal that foreign exchange transactions must fulfill requirements such as immediate mutual exchange (taqabudh fi al-majlis) and avoid elements of usury (riba), uncertainty (gharar), and gambling (maysir). In the digital era, new challenges have emerged with the rise of financial instruments such as forex margin trading and cryptocurrency, requiring adaptive legal interpretations within the framework of fiqh muamalah to maintain sharia compliance. Thus, contemporary ijtihad and fatwas from sharia financial authorities are essential in guiding technology-based foreign exchange transactions to remain within Islamic legal boundaries.
Transformasi Wakaf Konsumtif ke Wakaf Produktif: Studi Fikih Akad dan Tantangan Implementasi Kontemporer: Transformation of Consumptive Waqf into Productive Waqf: A Study of Fiqh of Contracts and Contemporary Implementation Challenges Farida Aprianti; Andi Amma Ruhmah; Hamzah Haeriyah; Abdi Wijaya; Muhammad Rusdin
AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 1 (2026): AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, IndonesiaInstitut Agama Islam STIBA Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/al-khiyar.v6i1.2913

Abstract

This study examines the transformation of consumptive waqf into productive waqf through the lens of fiqh contracts and contemporary governance challenges. The urgency of the study arises from the paradox between Indonesia’s large waqf assets and the limited productive utilization of those assets. Official data reported in 2024 show that Indonesia has hundreds of thousands of waqf land locations, while only a small proportion is optimally utilized for productive purposes. This study employs qualitative library research with normative-juridical and conceptual approaches. Data were obtained from classical fiqh literature, statutory regulations, fatwas, recent reputable journal articles, and official reports from waqf authorities. The findings indicate that the transformation of waqf is not a deviation from the principle of perpetuity, provided that the substance of tahbis al-ashl and tasbil al-manfa’ah is preserved. The reconstruction of contracts can be carried out through controlled istibdal, long-term ijarah, mudharabah, musyarakah mutanaqisah, wakalah bi al-istitsmar, and Build-Operate-Transfer schemes, depending on asset characteristics and risk profiles. The main contemporary challenges consist of legal-administrative fragmentation, limited nazhir competence, low public literacy, financing constraints, weak accounting transparency, and insufficient integration between waqf assets and the halal industry value chain. The novelty of this study lies in proposing a layered contract reconstruction model that integrates fiqh legitimacy, governance safeguards, digital accountability, and halal industry orientation. The study recommends strengthening nazhir certification, standardizing contract-based risk mitigation, and developing an integrated digital reporting system for productive waqf.
KESESUAIAN AKAD FIKIH MUAMALAH DALAM PRAKTIK ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA: KAJIAN NORMATIF FATWA DSN-MUI Abdul Malik; Tri Subegti Fatchul Muin; Hamzah Haeriyah; Abdi Wijaya
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v8i1.6967

Abstract

Perkembangan asuransi syariah di Indonesia menuntut kejelasan landasan hukum dan konsistensi penerapan akad agar sejalan dengan prinsip syariah dan tujuan perlindungan risiko. Asuransi syariah dibangun atas dasar mekanisme risk sharing yang diwujudkan melalui struktur akad Tabarru’, Wakalah bil Ujrah, dan Mudharabah Musytarakah sebagaimana diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Artikel ini bertujuan menganalisis kepatuhan normatif dan implementatif ketiga akad tersebut dalam praktik asuransi syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh analisis dokumen fatwa DSN-MUI, literatur fikih muamalah, serta laporan praktik industri asuransi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa akad Tabarru’ berfungsi sebagai fondasi solidaritas kolektif peserta, sementara Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah Musytarakah membentuk kerangka pengelolaan dana dan pembagian risiko yang berbeda. Meskipun secara umum praktik industri telah mengacu pada ketentuan fatwa, masih ditemukan variasi tingkat transparansi dan konsistensi implementasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola dan standardisasi praktik akad menjadi kunci untuk meningkatkan kepatuhan syariah dan keberlanjutan asuransi syariah di Indonesia
Islamic Law and Social Change: Contemporary Applications of Fiqh in Muslim Societies Sahal Hanafi; Deo Renaldi Saputra; Elinda Novita Dewi; Alya Nabila Adistia; Yusril Ihza Mahendra; Zulfikri Akramul Akbar; Abdi Wijaya
Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences Vol. 1 No. 1 (2026): January: Safīnah: Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic law has long been perceived as a normative system rooted in classical jurisprudence, yet contemporary social developments have necessitated renewed interpretations and applications of fiqh. This article examines the relationship between Islamic law and social change by analyzing how contemporary fiqh responds to evolving social, economic, technological, and cultural contexts in Muslim societies. Employing normative legal research based on doctrinal analysis, this study explores classical legal principles alongside modern reformist approaches, including maqāṣid al-sharīʿah, ijtihād maqāṣidī, and collective ijtihād. The findings indicate that contemporary fiqh increasingly emphasizes public interest, legal objectives, and contextual reasoning to address modern challenges such as family law reform, healthcare ethics, digital transactions, and social justice. These developments reflect a shift from rigid textualism toward a more purposive and socially responsive jurisprudence. The article argues that this transformation does not undermine the authority of Islamic law but rather strengthens its legitimacy and relevance. By integrating ethical values with social realities, contemporary fiqh serves as an effective legal instrument for managing social change while preserving the core principles of Islamic jurisprudence.
Efektivitas Pemanfaatan Dana Zakat Produktif dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Pendapatan Mustahik: Effectiveness of Productive Zakat Fund Utilization and Its Impact on Mustahik Income Levels Azwan Zah Kadir; Muhammadiyah Amin; Abdi Wijaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5511

Abstract

Pokok Masalah penelitian ini Bagaimana efektivitas pemanfaatan dana zakat produktif dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan mustahik. Terdapat dua rumusan masalah mengenai faktor-faktor mempengaruhi pemanfataan dana zakat produktif dan pengaruh tingkat pendapatan mustahik dan penerapan prosedur pemanfaatan dana zakat produktif terhadap tingkat pendapatan mustahik Penelitian ini dilakukan bagaimana mengetahui efektivitas pemanfaatan dana zakat produktif dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan mustahik. Jenis penelitian yang digunakan Penelitian kualitatif, studi lapangan, dilakukan dengan pendekatan empiris. Sumber data ialah wawancara serta dokumentasi pada Pegawai BAZNAS Kabupaten Pinrang, dan Mustahik. Dalam program dana zakat produktif yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pinrang untuk meningkatkan pendapatan usaha mustahik, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa efektif pemanfaatan dana zakat produktif dan peningkatan pendapatan usaha mustahik. Faktor-faktor tersebut termasuk ketepatan sasaran program dan pembinaan porogram dengan metode pembinaan seperti sosialisasi atau edukasi program kepada masyarakat dan anggota mustahik, serta pembinaan melalui pemantauan dan pengawasan mustahik. Dana zakat produktif yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Pinrang kepada mustahiq didistribusikan dan digunakan untuk program pemberdayaan seperti dana bergulir dan modal usaha. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) BAZNAS Kabupaten Pinrang perlu meningkatkan manajemen dan penggunaan dana zakat produktif untuk meningkatkan kinerjanya. 2) BAZNAS Kabupaten Pinrang perlu meningkatkan kemampuan untuk melakukan sosialisasi dan pemantauan dengan lebih baik.