Thamrin Kamaruddin, Thamrin
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA SMART CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Anggrela, Mera; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15126

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media smart card. Terkait dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, kegiatan guru dan peserta didik, keterampilan guru, dan respon terhadap pembelajaran. Subjeknya yaitu peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa post-test, lembar kegiatan guru dan peserta didik, lembar pengamatan keterampilan guru, dan angket respon peserta didik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual terjadinya peningkatan yaitu pada percobaan I dari 62% menjadi 78% pada percobaan II, sedangkan 88% pada percobaan III. Secara klasikal persentase ketuntasan pada percobaan I mencapai 43%, kemudian percobaan II yaitu 71%, dan meningkat menjadi 86% pada percobaan III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik pada percobaan I dari 11 kegiatan secara keseluruhan yaitu 4 yang sesuai dan 7 yang tidak sesuai dengan perencanaan, percobaan II yaitu 7 sesuai dan 4 yang tidak sesuai, sedangkan pada percobaan III meningkat menjadi 9 kegiatan sesuai dan 2 kegiatan yang tidak sesuai; (3) Keterampilan guru pada percobaan I memperoleh skor 2,14 dikategorikan sedang, sedangkan percobaan II memperoleh skor 3,01 dapat dikategorikan baik, selanjutnya pada percobaan III meningkat menjadi 3,59 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon peserta didik dalam pembelajaran menyatakan bahwa 88% atau pada umumnya memberikan respon yang sangat baik.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAM QUIZMATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 2 MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE Husna, Aswatul; Taher, Alamsyah; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15124

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran snowball throwing dan model pembelajaran team quiz. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah hasil belajar siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran team quiz pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Muara Tiga Kabupaten Pidie? Tujuan penelitian untuk mengatahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran team quiz pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Muara Tiga kabupaten Pidie. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dengan mengambil populasi kelas VIII di SMP Negeri 2 Muara Tiga berjumlah 139 orang. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik purposive sampling yakni di ambil dua kelas yaitu kelas VIII-1 yang berjumlah 25 siswa dan kelas VIII-2 yang berjumlah 25 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan soal kepada murid yaitu pre-test dan post-test, selanjutnya diolah menggunakan uji-t. pada pengolahan data tersebut diperoleh thitung = 1,35 dan ttabel = 1,68 dengan taraf signifikan 5% dan dk = 48, berati thitung ttabel sehingga hipotesis Ha ditolak. Jadi, kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasile belajar murid mata pelajaran IPS Terpadu yang di ajarkan dengan model snowball throwing tidak lebih baik atau sama dengan hasil murid yang di ajarkan dengan tipe team quiz SMP Negeri 2 Muara Tiga, Kabupate Pidie
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) BERBANTUAN MEDIA MACROMEDIA FLASH PLAYER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMAN 4 KOTA BANDA ACEH Yulisa, Arfa; Kamaruddin, Thamrin; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15123

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) berbantuan media macromedia flash player untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi SMAN 4 Kota Banda Aceh . Percobaan ini dikerjakan demi memahami (1) peningkat hitungan belajar siswa; (2) aktivitas pengajar dan siswa; (3) keahlian pengajar saat mengatur pembelajaran beserta (4) balasan siswa atas penerapan bentuk Rotating Trio Exchange (RTE). Poin ketika percobaan adalah siswa kelas XIIS3 SMAN 4 Banda Aceh dengan total 28 orang. Akumulasi bahan dikerjakan menggunakan (1) ujian awal dan ujian akhir; (2) lembar kontrol aktivitas pengajar serta siswa; (3) lembar kontrol keahlian pengajar beserta (4) kuisioner balasan siswa atas penerapan model. Ulasan bahan memakai rumus statistik deskriptif persentase. Akibat dari percobaan menghasilkan (1) persentase keberhasilan individual bertambah 28% dalam Tahap I naik 67% dalam Tahap II serta 93% dalam Tahap III. Bagian keberhasilan klasikal bertambah 30% dalam Tahap I naik 50% dalam Tahap II serta 90% dalam Tahap III; (2) total aktivitas pengajar serta siswa yang sinkron mengalami peningkatan, 5 pada Tahap I menjadi 8 dalam Tahap II serta menjadi 11 dalam Tahap III; (3) keahlian pengajar saat mengatur pembelajaran bertambah dari 2,21 dalam Tahap I menjadi 2,82 dalam Tahap II serta menjadi 3,63 dalam Tahap III (4) balasan siswa atas penerapan bentuk ini pada umumnya atau 96% menyatakan dapat memahami dengan mudah materi yang diajarkan. Ikhtisar percobaan ini adalah penerapan Model Rotating Trio Exchange (RTE) Berbantuan alat Macromedia Flash Player dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-IS3
KORELASI NILAI MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN NILAI MATA KULIAH MAGANG III MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2014-2015 Rangga, Yuswardi Crysia; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i1.15121

Abstract

Kualitas tenaga pendidik akan tercapai diantaranya dengan melakukan suatu kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran akan berkualitas apabila pengajar menguasai 4 kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Kompetensi tersebut diajarkan diantaranya melalui mata kuliah strategi pembelajaran geografi, perencanaan pembelajaran geografi dan magang III. Rumusan masalah ialah apakah terdapat korelasi nilai Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi dan Perencanaan Pembelajaran Geografi dengan nilai Mata Kuliah Magang III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Angkatan 2014-2015. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi nilai Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi dan Perencanaan Pembelajaran Geografi dengan nilai Mata Kuliah Magang III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Angkatan 2014-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini ialah keseluruhan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan tahun 2014 dan 2015 yang telah mengambil Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi, Perencanaan Pembelajaran Geografi serta Mata Kuliah Magang III, dimana angkatan 2014 berjumlah 46 orang dan angkatan 2015 berjumlah 19 orang. Objek dalam penelitian ini berjumlah kurang dari 100 orang, maka penulis mengambil semua data sehingga merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi spearman. Dari hasil pengolahan data dan pembahasan maka diambil simpulan nilai Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi dan Perencanaan Pembelajaran Geografi dengan nilai Mata Kuliah Magang III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan 2014-2015 memiliki korelasi yang cukup kuat
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA BERDASARKAN JALUR SNMPTN DAN SBMPTN ANGKATAN TAHUN 2015 2017 Kasihani, .; Kamaruddin, Thamrin; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i1.15114

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian guna membadingkan prestasi pembelajaran mahasiswa melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala melalui jalur SNMPTN lebih baik dibandingkan dengan SBMPTN angkatan tahun 20152017. Tujuan dalam penelitiakan ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala melalui jalur SNMPTN lebih baik dibandingkan dengan SBMPTN angkatan tahun 20152017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari angkatan tahun 20152017 yang berjumlah 142 mahasiswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, di ambil dari 3 angkatan yang berjumlah 57 mahasiswa. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 5,68. Selanjutnya untuk membuktikan hipotesis maka data perhitungan tersebut dianalisis menggunakan nilai ttabel pada taraf signifikansi yang berjumlah 5% (terdapat di uji satu sebagai pihak sebelah kanan) atau dengan perolehan dk = 29 + 28 - 2 = 55 dari tabel distribusi t dan didapatkan jumlah ttabel sebanyak 2,000. Pada kriteria pengujian, akan dikatakan menerima Ha apabila thitung ttabel, selain itu terima Berdasarkan data diatas diketahui bahwa thitung ttabel sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Jurusan FKIP Geografi Universitas Syiah Kuala, melalui jalur masuk SNMPTN lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa SBMPTN pada angkatan tahun 2015-2017
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMAN 5 TAKENGON Agustina, Liana; Kamaruddin, Thamrin; Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i1.15115

Abstract

Penelitian ini berjudul perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning dengan model pembelajaran Discovery Learing pada mata pelajaran geografi siswa SMAN 5 Takengon. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran geografi di SMAN 5 Takengon. Tujuan dalam Penelitian yakni guna mengetahui hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada model Discovery Learning pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dan juga berbentuk eksperimen. Popolasi pada penelitian yakni semua siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 51 siswa. Teknik mengumpulan data menggunakan tes kepada siswa, yaitu dengan memberikan soal pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data diperoleh thitung = 1,06 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dengan dk=49 artinya thitung ttabel sehingga H0 diterima. Dapat disimpulkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning tidak lebih baik atau sama dengan model pembelajaran Discovery Learning pada materi interaksi keruangan desa kota, mata pelajaran geografi di SMAN 5 Takengon Kabupaten Aceh Tengah.
ANALISIS BUTIR SOAL GEOGRAFI KELAS XI SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018 DI SMA NEGERI KOTA LHOKSEUMAWE Amalia, Nabila; Kamaruddin, Thamrin; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13243

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kualitas butir soal Geografi Kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe telah memenuhi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal Geografi Kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penyusunan butir soal geografi kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe belum memenuhi standar kualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMAN Modal Bangsa Arun, SMAN 5 Lhokseumawe, dan SMAN 6 Lhokseumawe sebagai sampel penelitian. Objek penelitian meliputi butir soal tes dan hasil tes yang telah diujikan pada siswa. Pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil analisis data soal geografi menunjukkan bahwa validitas butir soal masih tergolong rendah dimana sebanyak 65,5% dari 96 butir soal tidak valid. Sedangkan reliabilitas butir soal berada pada interpretasi 0,200-0,399 dengan kategori rendah. Daya pembeda soal sebanyak 67,7% dari 96 butir soal berada pada kategori jelek, sehingga soal tersebut harus direvisi kembali. Tingkat kesukaran butir soal masih belum baik karena belum memenuhi kriteria tingkat kesukaran soal yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara keseluruhan soal yang digunakan guru geografi pada kelas XI semester ganjil di SMA Negeri Kota Lhokseumawe belum memenuhi standar kualitas soal yang baik untuk digunakan sebagai alat ukur hasil belajar siswa.Kata Kunci : validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BELAJAR EVERYONE IS A TEACHER HERE PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Sari, Mega Novita; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13239

Abstract

Proses belajar merupakan perencanaan dasar bagi seorang guru mengenai tata cara pelaksanaan belajar secara tanggung jawab dalam mengorganisasikan pengetahuan belajar guna mempreoleh tujuan belajar dan diharapkan mampu meningkat aktivitas siswa dalam proses belajardan hasil belajar yang optimal. Terdapat beberapa proses belajar Student Facilitator and Explaining dan Everyone is a Teacher Here yang dapat meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa selama proses belajar. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus dari model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus daripada model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa Kelas VII dengan jumlah 135 siswa. Purposive Sampling adalah tehknik yang digunakan pada pengambilan sampel, yaitu hanya 22 siswa dari Kelas VII-1 dan21 siswa dari Kelas VII-2. Total sampel yang digunakan sebanyak 43 siswa. Dimana 43 siswa tersebut akan diberikan pre-test dan post-test sebagai teknik pengambilan data dan teknik pengolahan data menggunakan uji-t. Hasil data yang diolah pada penelitian ini, peneliti memperoleh thitung= 3,80 dan ttabel =1,68 dimana taraf signifkansi 5% dan dk = 41, artinya thitungttabelHa diterima. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih baik dibandingkan dengan model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Nilai rata-rata siswa pada belajar model Student Facilitator and Explaining adalah 74,77 dan di belajar model Everyone is a Teacher Here adalah 68,07.Kata Kunci: hasil belajar, Student Facilitator and Explaining, Everyone is a Teacher Here, IPS Terpadu.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE TALKING CHIP DENGAN MODEL PEBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X S MA NEGERI 4 BANDA ACEH Sasri, Jumaida; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13235

Abstract

Judul penelitian adalah Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chip dengan Model Pembelajaran Everyone is Tacher Here Berbantuan Media Audio-visual Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh rumusan masalahnya apakah hasil pembelajaran siswa menggunakan model talking chip dengan model pembelajaran every one is teacher here berbantuan media audio-visual. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pembelajaran siswa Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh. Hipotesis penelitian, apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran tipe talking chips lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe everyone is tecaher here berbantuan media audio-visual mata pelajaran Geografi SMA Negeri 4 Banda Aceh. Populasi yang diambil peneliti adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Banda Aceh tahun ajaran 20018/2019. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, diambil hanya kelas X IPS-1 berjumlah 21 siswa dan kelas IPS-3 berjumlah 19 siswa. Data diperoleh dengan melakukan observasi dan memberikan soal test kepada siswa dalam bentuk soal pri-test dan soal post-test. Data yang telah diolah menggunakan uji t-test menyakan tolak Ha dan H0 di terima. Simpulan yang dapat diambil dari hasil pembelajaran siswa Geografi di SMA Negeri 4 Banda Aceh pembelajaran dengan model talking chip tidak lebih baik dibandingkan model pembelajaran everyone is teacher here berbantuan media audio-visual.Kata Penting : Model Pembelejaran, Talking Chip, Everyone Is Teacher Here, Geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE DEMONSTRATION DENGAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 1 SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Tusyifa, Lina; Kamaruddin, Thamrin; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13237

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu rangcangan atau skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru guna meningkatkan partisipasi optimal siswa ketika pembelajaran berlangsung. Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dua diantaranya adalah model Demonstration dan Examples Non Examples. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan pada populasi siswa kelas XI yang berjumlah 72 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling yaitu diambil hanya siswa kelas XI IS-1 sejumlah 27 orang dan XI IS-2 sejumlah 22 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik pemberian tes kepada siswa, yaitu tes awal dan tes akhir. Data diolah menggunakan teknik uji beda, dan hasilnya diperoleh thitung = 0,03 sedangkan ttabel = 1,68 dengan tingkat signifikansi 5% dan dk = 47, artinya thitung ttabel sehingga Ha ditolakdan H0 bisa diterima. Simpulan dari pencapaian penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diterapkan dengan pembelajaran model Demonstration dan pembelajaran model Examples Non Examples adalah tidak ada lebih baik atau sama.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, Examples Non Examples, Demonstration, geografi
Co-Authors . Hasmunir, . . Ikram . Muzkan, . Abdul Wahab Abdi, Abdul Wahab Afzal, Zamalun Agus Maulana Agustina, Liana Alamsyah Taher, Alamsyah amalia husna, amalia Amalia, Nabila Amsal Amri Anggia Murni Anggrainy, Silvya Anggrela, Mera Arhas, Fahmi Rija Askari, Rinda Kemala Asra, Siti Ayu Safitri Bayangkara, Andika Daiyana, Ully Daska Azis Daska Aziz, Daska Dewi Melati Dwiyanniza, Alfina Ekawati, . . Ermilawati, . Fatahillah, Nur Febrian, Risda Dian Fiki Munazar, Fiki Fitri, Dita Hanum, Lailisa Harun, Muhammad Yusuf Harun, Yusuf Haryani, Putri Husna, Aswatul Irha, M. Firman Iskandar, Wido Kasihani, . M. Yusuf Harun, M. Yusuf Maulidian, Muhammad Okta Ridha Maulidin, . Mirza Desfandi Mirza Fuadi, Mirza Mirza, Muhammad MJ, Rizqi Amalia Muhammad Rizki Muhammad Sarif Muhsinah, . Muliani Muliani, Muliani Munasti, Raudhah Musniati, Musniati Muzakkir, . Natasya Keumala, Cut Lidya Nataya, Dina Nisak, Khairun Nufus, Vivi Hayatun Nurasma, Cut Octavia, Ade Ira Rahayu Parasati, Maysila Patikawa, Nince Penona, Sara Purnomowati, Diah Rahmani Purnomowati, Dyah Rahmani Putra, Arifsah Qamarina, Nur Rahmani, Dyah Rahmatul Husna, Rahmatul Rangga, Yuswardi Crysia Ridha, Muhammad Okta Ridha, Rahmat Ritonga, Rini Hardiyanti Rusliana, . Santi, Yuni Sari, Mega Novita Sasri, Jumaida Siti Hasanah Supri Ariu, Supri Sutriani, . Syaidil Ade Triannur, Syaidil Ade Syamsul Bardi, Syamsul Syarifuddin, Idami Tri Puji Astuti Tusyifa, Lina Usrah, Vergi Raudatul Uwaimir, Ummu Winda Fahrunnisa, Winda Winda Maulina, Winda Yana, Ulli Yulisa, Arfa Yuswar, Edi