Thamrin Kamaruddin, Thamrin
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DEEP DIALOGUE DENGAN TIPE READ PADA PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 6 BANDA ACEH Ermilawati, .; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13233

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil belajar siswa menggunakan dua model pembelajaraan yaitu model pembelajran deep dialogue dan model pembelajaran read pada mata pelajaran Geografi SMA Negeri 6 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah, apakah hasil belajar siswa yang dengan menggunakan model kooperatif tipe Deep Dialogue lebih baik daripada tipe Read pada mata pelajaran geografi siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Banda Aceh. Tujuan pepenelitian ini adalah untuk melihat apakah perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe Deep Dialogue lebih baik daripada tipe Read pada mata pelajaran georgrafi siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Banda Aceh. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Populasi dalam peneltian ini ialah siswa Kelas XIIS 1 merupakan Kelas eksperimen I dan XI-IS II merupakan Kelas eksperimen II. Cara mengumpulkan data dilakukan dengan memberi tes kepada siswa, yaitu pretest dan posttest. Hasil pengolahan data penelitian dengan perolehan thitung = 15,71 dan ttabel = 1,69 dengan taraf signifikan 5% dengan dk= 41 artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima dan H0 ditolak . Dengan diterima Ha berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasill eksperimen yang telah dilakukan, maka dapat di simpulkan bahwa hipotesisi dalam penelitian ini menyatakan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa menggunakan model Read di SMA Negeri 6 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya.Kata Kunci : perbandingan, hasil belajar, deep dialogue, read, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS K13 REVISI 2017 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SEMESTER GANJIL 2018 DI SMA NEGERI 5 TAKENGON Bayangkara, Andika; Kamaruddin, Thamrin; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13231

Abstract

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar haruslah memiliki sesustu hal yang dapat meningkatakan hasil belajar siswa dan keterampilan guru dalam sustu pembelajaran sehingga perlua adanya metode dan kurikulum yang singkron sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan maka dari itu peneliti menerapkan Metode inkuiri untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan metode inkuiri merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa untuk mencari, menyelidiki, dan menyimpulkan jawaban dari suatu masalah dengan kemampuannya sendiri. Sehingga peneliti dengan Kurikulum K13 Revisi 2017 yang telah di susun oleh pemerintah sebagai pedoman.Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 28 orang. Analisis data dengan hasil sebagai berikut Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 61% siklus II dan 82% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% siklus II dan 87,5% pada siklus III. aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III.Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,48 kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 kategori baik pada siklus II dan 3,37 kategori baik pada siklus III. Umumnya siswa menyatakan setuju bahwa penerapan metode Inkuiri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran Inkuiri berbasis k13 revisi 2017 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: Pelaksanaan, Metod Inkuiri, K13 Revisi, Hasil Belajar, XI IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT DENGAN ARTIKULASI PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN 3 PIDIE KECAMATAN KEMBANG TANJUNG KABUPATEN PIDIE Daiyana, Ully; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13226

Abstract

Percobaan ini berhubungan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik dari dua model pembelajaran yakni Cooperative Script dengan Artikulasi. Rumusan masalah dalam percobaan ini yaitu apakah hasil belajar peserta didik yang dibimbing dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script lebih unggul daripada model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Maksud dilakukan percobaan ini untuk melihat apakah hasil belajar peserta didik yang dibimbing dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script lebih unggul daripada model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Dalam pemeriksaan ini memakai pendekatan hitungan dan jenis penelitian eksperimen. Peserta didik kelas VIII MTsN 3 Pidie sebanyak 148 menjadi populasi percobaan ini. Pemilihan sampel diambil dengan cara purposive sampling, dipakai hanya dua kelas yaitu kelas VIII-C sebanyak 25 siswa dan kelas VIII-D sebanyak 27 siswa. Cara mendapatkan data berbentuk tes awal dan tes akhir. Cara pengerjaan data dilakukan dengan uji beda didapat thitung= 2,20 ttabel= 1,68 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 50 makanya Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Cooperative Script lebih unggul daripada hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, Cooperative Script, Artikulasi, IPS Terpadu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA SAMAHANI ACEH BESAR Uwaimir, Ummu; Kamaruddin, Thamrin; Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13227

Abstract

Model pembelajaran ARIAS ditujukan agar dapat menanamkan rasa yakin dan percaya diri dan dapat membentuk keadaan belajar yang mana siswa berperan dalam kegiatan pembelajaran dengan dibantu media audio visual. Hal-hal yang dikaji dalam masalah ini yaitu (1) nilai yang akan didapatkan siswa ketika belajar (2) hal-hal yang akan dilakukan oleh siswa dan pengajar di dalam kelas (3);baik-buruknya guru dalam mengatur pembelajaran dikelas (4) tanggapan siswa selama mengitu kegiatan belajar. Sasaran yang diteliti ini adalah siswa dari kelas VIII-1 MTs Swasta Samahani Aceh Besar yang berjumlah 17 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan pertanyaan berupa soal pre-test dan post-test, lembar kegiatan antara siswa dan guru didalam kelas, lembar untuk mengetahui baik atau tidaknya guru dalam mengatur pebelajaran. dan tanggapan mereka terhadap apa yang sudah dipelajari.data ini dikaji dengan menggunakan penjelasan secara rinci dan persentase. Kemudian data yang dari lapangan tersebut menunjukan bahwa: (1) ketuntasan masing-masing siswa pada saat penelitian berlangsung mengalami peningkatan dari percobaan pertama hingga percobaan ketiga. Percobaan pertama terdiri dari 9 siswa yang mampu menghasilkan nilai yang baik.pada percobaan kedua meningkat menjadi 13 siswa, dan menjadi 15 siswa saat percobaan ke III. Nilai dari hasil secara keseluruhan juga mengalami peningkatan , 40% saat percobaan kegiatan pertama , 80% pada percobaan kedua, 90% pada percobaan ketiga; (2) hal-hal yang dilakukan oleh guru dan siswa didalam kelas sudah memenuhi kriteria dari model ARIAS dengan media audio visual, pada kegiatan percobaan pertama, terdapat 5 kegiatan dikategorikan sesuai, selanjutnya 8 kegiatan pada percobaan ketiga dan menjadi 10 dari 12 kegiatan pada percobaan ketiga ini. (3) Keterampilan guru dalam menyisipkan model ARIAS didalam kelas dibantu dengan media audio visual juga berpengaruh baik dengan nilai 3.11 percobaan pertama, nilai 3.56 pada percobaan kedua dan meningkat menjadi 3.72 pada percobaan ketiga dengan hasil baik sekali; dan (4) siswa secara keseluruhan menganggap bahwa pembelajaran dengan menggunakan model ARIAS dapat memudahkan mereka dalam memahami materi dengan persentase 94.70..Kata Kunci: Model Pembelajaran ARIAS, Media Audio Visual, Hasil Belajar
PENERAPAN PENDEKATAN KOOPERATIF DENGAN BANTUAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 PEUREULAK Askari, Rinda Kemala; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13222

Abstract

Penelitian ini berjudul penerapan pendekatan kooperatif dengan bantuan LKPD untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Peureulak. Rumusan masalah penelitian yaitu: apakah penerapan Lembar Kerja Peserta Didik dapat meningkatkan hasil belajar siswa; bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam penerapan pendekatan kooperatif bantuan LKPD;bagamana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan bagaimana respon siswa dalam penerapan pendekatan kooperatif bantuan LKPD pembelajaran geografi siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Peureulak. Penelitian dilakukan di Kelas XI IS SMA Negeri 1 Peureulak Kabupaten Aceh Timur semester genap tahun ajaran 2017/2018. Pencarian data menggunakan pre-test dan post-test, lembar pengamatan keterampilan guru, lembar aktivitas siswa guru, dan angket respon siswa, menggunakan analisis statistik deskriptif persentase. Subjek penelitian adalah seluruh siswa XI IS4 SMAN 1 Peureulak sebanyak 25 orang. dikatakan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 60% siklus jadi 68% siklus II dan 100% siklus III. Ketuntasan klasikal dari 28,5% pada siklus I jadi 71,4% siklus II dan 85% siklus III. Jumlah kesesuaian aktivitas guru siswa dari 4 aktivitas sesuai siklus I menjadi 6 aktivitas sesuai siklus II dan 8 aktivitas sesuai siklus III. Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,23 dengan kategori sedang siklus I menjadi 2,9 dengan kategori baik siklus II dan 3,35 dengan kategori baik siklus III. Pada umumnya siswa memberikan respon dengan baik dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan guru. Maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan hasil belajar dengan pendekatan kooperatif bantuan LKPD terhadap hasil belajar siswa Kelas XI IS4 SMA Negeri 1 Peureulak..Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, LKPD, Hasil Belajar
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN DENGAN MAKE A MATCH SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 BANDA ACEH Husna, Rahmatul; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13220

Abstract

Tujuan daripada penelitian untuk membandingkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Time Token dengan Make A Match siswa kelas X SMA Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan merupkan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Banda Aceh yang berjumlah 341 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan secara teknik Purposive Sampling yaitu berdasarkan pertimbangan siswa kedua kelas adalah sama, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS 1 merupakan kelas percobaan I diajarkan memakai model Time Token dan kelas X IS 2 merupakan kelas percobaan II diajarkan memakai model Make A Match. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes. Berdasarkan hasil uji hipotesis membuktikan bahwa thitung = -2,23 ttabel = 1,68, taraf signifikansi 5% dengan dk = 49 maka hasil belajar siswa menggunakan model Make A Match tidak lebih baik daripada hasil model Time Token pada mata pelajaran geografi kelas X SMA Negeri 2 Banda Aceh. Artinya tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas percobaan I dengan kelas percobaan II, yaitu perolehan nilai rata-rata 76,53 pada kelas percobaan I dan 77,8 pada kelas percobaan II.Kata Kunci : Perbandingan, Hasil belajar, Time Token, Make A Match
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Qamarina, Nur; Kamaruddin, Thamrin; Rahmani, Dyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13217

Abstract

Model pembelajaran Think Pair Share adalah suatu cara atau pengaplikasian yang dapat menciptakan waktu berfikir kepada peserta didik sehingga dapat membantu dalam menciptakan variasi suasana pola diskusi. Media gambar merupakan suatu alat peraga yang menggabungkan antara fakta dan gagasan dengan cara mengkombinasikan gambar dan kata-kata. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, (1) Meningkatkan hasil belajar siswa; (2) Mengetahui aktivitas guru dan siswa; (3) Melihat keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yaitu seluruh siswa-siswi kelas VII-6 SMP Negeri 2 Banda Aceh. Data dikumpulkan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post -test; (2) Lembar aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar keterampilan guru; dan (4) Angket siswa. Menganalisis data dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan yaitu, (1) Persentase hasil belajar yang diukur dengan ketuntasan individual dan klasikal mengalami peningkatan yaitu pada ketuntasan individual siklus I 76% meningkat menjadi 88% pada siklus II, sedangkan pada ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 60% mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 80%. (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat pada siklus II menjadi seluruhnya sesuai dengan standar waktu yang telah direncanakan dari 5 aktivitas yang belum sesuai pada siklus I. (3) Kriteria guru dalam mengelola pembelajaran mengalami meningkat dari skor 2,6 pada siklus I menjadi skor 3,4 dengan kategori baik. (4) Sebanyak 89,2% siswa menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan model TPS berbantuan media gambar ini dapat mempermudah siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa lebih mudah memahami materi.Kata kunci: Penerapan, Think Pair Share, Gambar, Hasil belajar, IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN CHANGE OF PAIRS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IS DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Arhas, Fahmi Rija; Amri, Amsal; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13214

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share merupakan suatu cara efektif yang dapat menciptakan variasi diskusi dalam ruangan. Penerapan cara belajar Think Pair Share saat proses belajar mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengingat informasi. Model ini menciptakan siswa lebih aktif dalam mencari dan menyampaikan setiap informasi. Penelitian ini mengangkat permasalahan perbandingan hasil belajar geografi mengunakan model kooperatif TPS dengan Change of Pairs dari kelas XI IS di SMAN I Baitussalam. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan perbandingan hasil belajar peserta didik memakai kedua model tersebut. Subjek pada pengamatan adalah siswa ruang XI IS1 dan ruang XI-IS2. Teknik pengamatannya dimulai dengan Pretest dan Posttest. Pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan rumus ANOVA dan uji beda (uji-t). Hasil dari penerapan pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar geografi dengan cara belajar kooperatif TPS lebih baik jika dibandingkan dengan cara belajar kooperatif Change of Pairs. Hal ini berlandaskan pada perhitungan statistik t-test dengan siswa kelas XI IS, hingga didapatkan nilai th = 2,6 dan tt = 1,68 dengan taraf signifikasi 5% dengan derajat kebebasan = 47, yaitu sesuai pada kriteria uji 2,6 1,68 hingga Ha diterima. Hal ini dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa geografi yang menerapkan cara belajar kooperatif tipe TPS lebih bagus jika dibandingkan dengan menerapkan cara belajar kooperatif tipe Change of Pairs.Kata Kunci : perbandingan hasil belajar, cara belajar kooperatif, model TPS, model Change of Pairs.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBLEM BASED LEARNING DAN SPONTANEOUS GROUP DISCUSION DALAM PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Maulidin, .; Amri, Amsal; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13216

Abstract

Kegiatan belajar mengajar menjadikan guru sebagai contoh untuk mendukung dan membimbing siswa agar berhasil menempuh pendidik annya. Karena itu dalam proses pembelajaran guru harus menyajikan model-model pembelajaran yang berpaut pada keaktifan siswa sehingga mendapatkan hasil yang baik. Model yang baik digunakan ialah model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning dan Spontaneous Group Discussion. Rumusan dalam penelitian ini yaitu apakah belajar siswa yang diajarkan memakai model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan hasil belajar dengan memakai model pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam mata pelajaran Geografi. Capaian penelitian ini yakni agar mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan cara pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan perolehan hasil belajar dengan menggunakan cara pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam pelajaran Geografi kelas XI di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Pemeriksaan ini memakai pedekatan hitungan dengan jenis penelitian eksperimen. Jumlah data adalah semua siswa kelas XI IS di SMA Negeri 12 Banda Aceh sebanyak 74. Pegambilan data dengan cara sampling puiposive, dua kelas yaitu XI-IS I sebanyak 26 dan XI-IS II sebanyak 25. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes kepada siswa, yaitu pre-test dan post-test. Cara olahan data memakai rumus uji beda, diperoleh nilai tthitung= -1,01 ttabel =1,68 pada taraf signifikasi 0,05 dengan dk = 49 berarti thitung ttabel, akibatnya Ha ditolak. Kesimpulan dari yang di teliti yakni hasil belajar siswa yang diajarakan dengan model Kooperatif Tipe Problem Based Learning tidak lebih baik atau sama dengan hasil belajar siswa memakai model Spontaneous Group Discussion pada pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, Problem Based Learning,Spontaneous Group Discussion
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE CONSEPT MAPPING DENGAN MODEL DISCOVERY TIPE GUIDED DISCOVERY SISWA SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Nataya, Dina; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13213

Abstract

Tujuan penataran sangat tergantung pada proses penelaahan, salah 1 cara yang dilaksanakan pengajar saat penataran adalah pemilihan metode dan model yang cocok maksudnya para pengajar bisa mengambil model yang cocok dan efektif agar menggapai target penataran. Terdapat banyak model penelaahan yang dapat dijadikan pilihan, diantaranya adalah model pembelajaran Consept Mapping dan Guided Discovery yang dapat meningkatkan hasil belajar, berpikir kritis dan jeli dalam menjawab soal. Rumusan masalah saat studi ini ialah apakah hasil belajar murid yang mempergunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar murid yang menggunakan model Guided Discovery pada materi keragaman budaya Indonesia mapel Geografi di SMAN 11 Banda Aceh. Tujuan studi ini adalah agar mengetahui hasil belajar murid mempergunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar murid yang menggunakan model Guided Discovery dalam mapel Geografi di SMAN 11 Banda Aceh. Studi ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis telaah eksperimen. Populasi di studi ini ialah murid ruang 11 yang berjumlah 67 murid dengan reprensentatif yaitu Kelas XI-1 sebanyak 22 murid dan Kelas XI-2 sebanyak 20 murid. Teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil pengolahan diperoleh dan . Sesuai dengan kriteria pengujian terima jika . Berasaskan hasil pengolahan data diketahui sehingga diterima. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu Hasil belajar Geografi dengan menggunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Guided Discovery.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, consept mapping, guided discovery
Co-Authors . Hasmunir, . . Ikram . Muzkan, . Abdul Wahab Abdi, Abdul Wahab Afzal, Zamalun Agus Maulana Agustina, Liana Alamsyah Taher, Alamsyah amalia husna, amalia Amalia, Nabila Amsal Amri Anggia Murni Anggrainy, Silvya Anggrela, Mera Arhas, Fahmi Rija Askari, Rinda Kemala Asra, Siti Ayu Safitri Bayangkara, Andika Daiyana, Ully Daska Azis Daska Aziz, Daska Dewi Melati Dwiyanniza, Alfina Ekawati, . . Ermilawati, . Fatahillah, Nur Febrian, Risda Dian Fiki Munazar, Fiki Fitri, Dita Hanum, Lailisa Harun, Muhammad Yusuf Harun, Yusuf Haryani, Putri Husna, Aswatul Irha, M. Firman Iskandar, Wido Kasihani, . M. Yusuf Harun, M. Yusuf Maulidian, Muhammad Okta Ridha Maulidin, . Mirza Desfandi Mirza Fuadi, Mirza Mirza, Muhammad MJ, Rizqi Amalia Muhammad Rizki Muhammad Sarif Muhsinah, . Muliani Muliani, Muliani Munasti, Raudhah Musniati, Musniati Muzakkir, . Natasya Keumala, Cut Lidya Nataya, Dina Nisak, Khairun Nufus, Vivi Hayatun Nurasma, Cut Octavia, Ade Ira Rahayu Parasati, Maysila Patikawa, Nince Penona, Sara Purnomowati, Diah Rahmani Purnomowati, Dyah Rahmani Putra, Arifsah Qamarina, Nur Rahmani, Dyah Rahmatul Husna, Rahmatul Rangga, Yuswardi Crysia Ridha, Muhammad Okta Ridha, Rahmat Ritonga, Rini Hardiyanti Rusliana, . Santi, Yuni Sari, Mega Novita Sasri, Jumaida Siti Hasanah Supri Ariu, Supri Sutriani, . Syaidil Ade Triannur, Syaidil Ade Syamsul Bardi, Syamsul Syarifuddin, Idami Tri Puji Astuti Tusyifa, Lina Usrah, Vergi Raudatul Uwaimir, Ummu Winda Fahrunnisa, Winda Winda Maulina, Winda Yana, Ulli Yulisa, Arfa Yuswar, Edi