Thamrin Kamaruddin, Thamrin
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTROVERSIAL ISSUES BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Fitri, Dita; Kamaruddin, Thamrin; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9888

Abstract

Penerapan merupakan suatu perbuatan untuk memperaktekkan teori, metode demi mencapai tujuan tertentu. Controversial issue yaitu model pembelajaran yang menyajikan suatu isu yang mudah diterima oleh seorang atau kelompok, tetapi juga mudah ditolak oleh seorang atau kelompok lainnya. Video yaitu salah satu jenis media audio-visual yang dapat memberikan gambaran mengenai suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara lain yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan controversial issue berbantuan video. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI-IS3 SMA Negeri 4 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Pre-test dan post-test; (2) Pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 61,29% di siklus ke I menjadi 74,19% di siklus ke II dan 93,54% di siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II dan 100% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 11 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,7 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 3,2 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,4 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya respon siswa sangat bagus (baik) terutama mereka menyatakan menarik, menyenangkan, memahami, dan membuat siswa bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan guru
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA ANIMASI DAN LKS UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X IS SMA NEGERI 12 KOTA BANDA ACEH Natasya Keumala, Cut Lidya; Kamaruddin, Thamrin; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9886

Abstract

Model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Maksud dari Penelitian ini adalah mengetahui: (1) menaikan hasil belajar anak didik; (2) kegiatan guru dan anak didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon anak terhadap model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan media animasi dan LKS. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 27 orang. Data terkumpul dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test; (2) pengamatan aktivitas guru dan anak; (3) pengamatan keterampilan guru; dan (4) respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 21 siswa tuntas pada siklus II, dan 25 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 40% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,49 kemudian siklus I dengan kategori sedang, skor 2,86 ditemukan pada siklus II dengan baik, dan 3,41 pada siklus III dengan kategori baik; (4) ketertarikan anak didik terhadap model penemuan terbimbing berbantuan media animasi dan LKS dikatakan baik
PENERAPAN PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM MULTIMEDIA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXILAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH MJ, Rizqi Amalia; Kamaruddin, Thamrin; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5375

Abstract

Penerapan Maxilab dalam pembelajaran merupakan sistem kontrol audio laboraturium bahasa yang bekerja di jaringan LAN komputer. Menggunakan audio streaming menghasilkan komunikasi suara yang jernih yang disertai sistem kontrol PC sehingga dapat juga digunakan sebagai alat pengajaran dalam sebuah laboraturium komputer biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dan 93% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,5 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 90,33% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2015/2016 Ritonga, Rini Hardiyanti; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Diah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5374

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan hasil belajar siswa yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Take And Give dan model Pembelajran make a matc di MTsN Model Banda Aceh. Permasalahan yang terdapat di MTsN Model Banda Aceh adalah siswa memiliki nilai ulangan yang rendah dan di bawah nilai KKM, siswa tidak memperhatikan guru ketika kegiatan pembelajaran berlangsung, banyak siswa yang malu bertanya kepada guru dan lebih memilih diam atau bertanya kepada temannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar IPS yang menggunakan model pembelajaran take and give lebih baik daripada make a match siswa MTsN model Banda Aceh. Siswa MTsN model Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 308 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-4 dan VII-5 yang berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan pre test dan post-test kepada siswa. Hipotesis diuji dengan menggunakan rumus statistik Uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,91. Nilai tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikan () = 5% dengan derajat kebebasan (dk) = + 2 maka diperoleh nilai ttabel = 1,67. Berdasarkan hasil ini ternyata nilai thitung ttabel 2,91 1,67. menggunakan model pembelajaran take and give lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran make a match
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 UNGGUL DARUL IMARAH Haryani, Putri; Kamaruddin, Thamrin; Harun, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5373

Abstract

Model pembelajaran merupakan deskripsi atau perilaku yang dilakukan oleh seorang guru ketika dalam kegiatan pembelajaran untuk mempresentasikan suatu yang akan diberikan dalam bentuk pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan bertujuan agar terjadi peningkatan terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang biasanya digunakan dalam pembelajaran di antaranya model pembelajaran rotating trio exchange dan model two stay two two stray yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran rotating trio exchange lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran two stay two stray pada mata pelajaran Geografi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran rotating trio exchange lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran two stay two stray mata pelajaran Geografi siswa SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah. Populasi pada penelitian yang dilaksanakan ini siswa kelas perminatan X-IPS berjumlah 73 siswa, sampel yang diambil hanya dua kelas yaitu kelas X-IPS-2 dengan jumlah 23 siswa serta kelas X-IPS-3 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan pemberian test kepada siswa, yakni tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Teknik yang digunakan untuk pengolahan data menggunakan teknik uji-t. hasil pengolahan diperoleh thitung=5,87 dan ttabel=1,68 pada taraf signifikansi = 0,05 dan dk = 45, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima.Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa lebih baik meggunakan model pembelajaran rotating trio exchange dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model two stay two stray pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah terutama pada materi pembentukan tanah dan pemanfaatannya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK-STRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS-TERPADU SISWA KELAS VIII-4 SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Mirza, Muhammad; Kamaruddin, Thamrin; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5286

Abstract

Penerapan model pembelajaran picture and picture lebih inovatif karena dalam pelaksanaannya ditambahkan penggunaan media pembelajaran komik-strip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pree-test post_test; (2) Kesesuaian aktivitas guru siswa; (3) Lembar pengamatan ketrampilan guru; dan (4) angket respon sisw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Presentase ketuntasan secara individual meningkat dari 13 siswa menjadi 22 siswa yang tuntas belajar, presentase ketuntasan clasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%. (2) Jumlah Keseuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas yang sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II, lalu pada siklus III meningkat menjadi 10 aktivitas yang sesuai dari 10 aktivitas yang direncanakan. (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,57 dengan kategori sedang menjadi 3,29 dengan kategori baik, dan terakhir meningkat kembali menjadi 3,77 dengan kategori sangat baik dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip dapat dikatakan baik. 85 persen dari 24 siswa atau pada umunya berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DAN SIKAP SISWA TERHADAP PEKERJAAN RUMAH DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 11 BANDA ACEH Syarifuddin, Idami; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5274

Abstract

Dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan mengenai minat belajar dan sikap siswa terhadap pekerjaan rumah dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Banda Aceh. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan minat belajar dan sikap siswa terhadap pekerjaan rumah dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII yang berjumlah 38 siswa dan semua siswa dijadikan sebagai sampel karena jumlahnya 100 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Uji prasyarat dilakukan menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan linieritas. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi ganda dan korelasi ganda. Berdasarkan data yang telah diolah diperoleh nilai R (koefisien korelasi) adalah 0,453 pada kategori cukup tinggi dengan kontribusi secara simultan sebesar 20,52%. Hasil uji signifikansi menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan dengan nilai Fhitung = 4,52 dan Ftabel = 3,27 pada taraf signifikansi ( )=0,05 maka diperoleh Fhitung Ftabel sehingga tolak dan terima . Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan sikap siswa terhadap pekerjaan rumah dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Banda Aceh memiliki hubungan yang positif dan signifikan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Patikawa, Nince; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5088

Abstract

Model pembelajaran student facilitator and explaining merupakan model yang penyajian materi ajar diawali dengan menyampaikan kompetensi lalu menjelaskan dengan mendemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulangi kembali dan menjelaskan pada rekan-rekannya. Media gambar adalah simbol-simbol kumunikasi saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test soal, (2) pengamatan aktivitas guru dan siswa,(3) pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan (4) angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitan menunjukan bahwa; (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 81 persen pada siklus I menjadi 84 persen siklus II, dan 90 persen siklus III; Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60 persen pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian guru dan siswa dari 9 aktivitas, diperoleh 4 aktivitas sesuai di siklus I menjadi 5 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III dari 9 aktivitas guru dan siswa yang ada. (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran yaitu dengan skor 2,68 dengan kategori baik untuk siklus I, menjadi 3,08 kategori baik untuk siklus II dan 3,50 dengan kategori baik pada siklus III; (4) Pada umumnya respon siswa atau sebanyak 95 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model student facilitator and explaining berbantuan media gambar sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran student facilitator and explaining sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR STRUKTUR BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH Irha, M. Firman; Kamaruddin, Thamrin; Harun, M. Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5083

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran; (3) Keterampilan Guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa setelah mengituki pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 23 siswa menjadi 28 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus II telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual, pada siklus satu dari 12 aktivitas diperoleh 6 aktivitas yang sudah sesuai, sementara pada siklus kedua aktivitas guru maupun aktivitas siswa sudah mengalami perubahan lebih baik dan sudah dikatagorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,58 dengan katagori sedang menjadi 3,29 dengan katagori baik; dan (4)Respon siswa terhadap pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual dapat dikatakan baik yaitu 96,6 persen dari 30 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual siswa dapat memahami materi yang telah mereka ikuti.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN MEDIA KOLASE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP 18 BANDA ACEH Ikram, .; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5080

Abstract

Media belajar merupakan suatu alat bantu yang dapat ditangkap oleh pancaindera yang berisi pesan yang ingin disampaikan kepada siswa yang dapat digunakan oleh setiap orang dan berhubungan dengan materi ajar dengan fungsi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang membantu menjelaskan materi, adapun media pembelajaran yang dapat digunakan adalah audio visual dan kolase. Media audio visual dan Kolase memiliki kesamaan dalam penyajian materi sedangkan perbedaannya adalah media audio visual dapat menampilkan sesuatu yang detail dari benda yang bergerak sedangkan kolase menekankan pada indera penglihatan dan tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 152 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-3 sebanyak 30 siswa dan kelas VIII-4 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,31 yang lebih besar dari ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 0,05 dan dk = 58, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar IPS Terpadu yang menggunakan media pembelajaran Audio Visual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran kolase pada siswa SMP Negeri 18 Banda Aceh.
Co-Authors . Hasmunir, . . Ikram . Muzkan, . Abdul Wahab Abdi, Abdul Wahab Afzal, Zamalun Agus Maulana Agustina, Liana Alamsyah Taher, Alamsyah amalia husna, amalia Amalia, Nabila Amsal Amri Anggia Murni Anggrainy, Silvya Anggrela, Mera Arhas, Fahmi Rija Askari, Rinda Kemala Asra, Siti Ayu Safitri Bayangkara, Andika Daiyana, Ully Daska Azis Daska Aziz, Daska Dewi Melati Dwiyanniza, Alfina Ekawati, . . Ermilawati, . Fatahillah, Nur Febrian, Risda Dian Fiki Munazar, Fiki Fitri, Dita Hanum, Lailisa Harun, Muhammad Yusuf Harun, Yusuf Haryani, Putri Husna, Aswatul Irha, M. Firman Iskandar, Wido Kasihani, . M. Yusuf Harun, M. Yusuf Maulidian, Muhammad Okta Ridha Maulidin, . Mirza Desfandi Mirza Fuadi, Mirza Mirza, Muhammad MJ, Rizqi Amalia Muhammad Rizki Muhammad Sarif Muhsinah, . Muliani Muliani, Muliani Munasti, Raudhah Musniati, Musniati Muzakkir, . Natasya Keumala, Cut Lidya Nataya, Dina Nisak, Khairun Nufus, Vivi Hayatun Nurasma, Cut Octavia, Ade Ira Rahayu Parasati, Maysila Patikawa, Nince Penona, Sara Purnomowati, Diah Rahmani Purnomowati, Dyah Rahmani Putra, Arifsah Qamarina, Nur Rahmani, Dyah Rahmatul Husna, Rahmatul Rangga, Yuswardi Crysia Ridha, Muhammad Okta Ridha, Rahmat Ritonga, Rini Hardiyanti Rusliana, . Santi, Yuni Sari, Mega Novita Sasri, Jumaida Siti Hasanah Supri Ariu, Supri Sutriani, . Syaidil Ade Triannur, Syaidil Ade Syamsul Bardi, Syamsul Syarifuddin, Idami Tri Puji Astuti Tusyifa, Lina Usrah, Vergi Raudatul Uwaimir, Ummu Winda Fahrunnisa, Winda Winda Maulina, Winda Yana, Ulli Yulisa, Arfa Yuswar, Edi