Thamrin Kamaruddin, Thamrin
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Nurasma, Cut; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5077

Abstract

Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IIS SMAN 7 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IIS SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 89 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IIS 1 sebanyak 29 siswa kelas XI-IIS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 1,5 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 52, artinya thitung ttabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Take And Give sama dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh
HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABAR Safitri, Ayu; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5075

Abstract

Hasil belajar merupakan tolak ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang hasil belajarnya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Hasil belajar Mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro belum sesuai dengan harapan, Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya minat baca siswa dan siswa belum memiliki motivasi belajar yang baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 102 siswa, sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai korelasi antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar sebesar R = 0,60. Untuk menyatakan apakah korelasi ini signifikan atau tidak maka dilakukan uji F dengan ketentuan terima Ha jika Fhitung Ftabel untuk taraf signifikansi 5%. Hasil uji F yang diperoleh yaitu Fhitung = 18 dan Ftabel = 3,18, berarti Fhitung Ftabel. Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUTA BARO Putra, Arifsah; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4995

Abstract

Penggunaan model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi optimal. Adapun beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran picture and picture dan examples non examples yang dapat melatih siswa meningkatkan kerjasama dalam kelompok, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu menggunakan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran examples non examples pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Baro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu yang menggunakan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran examples non examples pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Baro. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 59 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VIII-A sebanyak 20 siswa dan kelas VIII-B sebanyak 19 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 6,74 dan ttabel = 1,68 padataraf signifikansi 5% dengan dk = 37, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran examples non examples pada mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Baro
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN REACT DAN QUANTUM TEACHING DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Husna, Amalia; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4994

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan perbandingan hasil belajar siswa dengan mengunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran REACT dan Quantum Teaching pada siswa SMP Negeri 8 Banda Aceh. Model pembelajaran REACT mengajarkan siswa untuk dapat mengaitkan pengetahuan lama dan pengetahuan baru dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki dengan langkah pembelajaran yang tercermin dari akronimnya yakni Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring. Model Quantum Teaching menekankan kegiatannya pada pengembangan potensi siswa secara optimal melalui cara - cara yang mudah dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 174 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-5 sebanyak 22 siswa dan kelas VIII-8 sebanyak 21 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS Terpadu dengan pokok bahasan keragaman sosial budaya sebagai modal dasar pembangunan nasional yang menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 4,77 lebih besar dari ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 41. Maka H0 ditolak dan Ha diterima
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DENGAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY BERBASIS BUKU GURU IPS TERPADU EDISI REVISI 2014 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH Maulana, Agus; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4993

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif adalah model pembelajaran discovery-inquiry. Model ini merupakan salah satu dari tiga model yang disarankan dalam buku guru IPS Terpadu edisi revisi 2014 keluaran Kemendikbud dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada saat pembelajaran siswa akan dieksplorasi kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dipelajari, mulai dari mengamati video pembelajaran yang ditampilkan, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data dan mempresentasikan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa ketika pembelajaran menggunakan model discovery-inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-4 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 36 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 70% (siklus I) menjadi 91% (siklus III). Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan keterlaksanaan model discovery-inquiry. Pada siklus I, terdapat 4 dari 11 aktivitas guru dan siswa yang masih belum sesuai. Kemudian pada siklus II, terdapat 2 dari 10 aktivitas yang masih belum sesuai. Lalu pada siklus III, hanya terdapat 1 aktivitas dari 12 aktivitas yang belum sesuai. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari 2,66 kategori baik (siklus I), 2,98 kategori baik (Siklus II) dan meningkat menjadi 3,29 kategori baik (Siklus III). Respon siswa terhadap model pembelajaran discovery-inquiry dapat dikatakan baik, yaitu 94 persen dari 36 siswa mengatakan bahwa dengan belajar menggunakan model discovery-inquiry dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS Terpadu yang dipelajari
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Ridha, Rahmat; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1728

Abstract

Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran dengan membawa suatu pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan pembelajaran Konvensional Dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh ini mengangkat masalah yakni apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh? Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 10Banda Aceh yang berjumlah 407 siswa. Sampel yang diambil hanya dua kelas, yakni kelas VIIICsebanyak 21 siswa dan kelas VIIID sebanyak 20 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data post test yang diperoleh adalah thitung = 4,43 dan nilai ttabel pada taraf signifikan = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk = + 2= 21 + 20 2 = 39 adalah 1,68. Oleh karena itu terima Ha jika thitung ttabel dengan thitung = 4,43 dan ttabel = 1,68 atau 4,431,68, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Numbered Heads Together lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACIEVEMENT DIVISION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF QUIZ TEAM PADA KELAS X SMA NEGERI 16 BANDA ACEH Muhsinah, .; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1715

Abstract

Pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar geografi siswa. Salah satunya adalah model quiz team dan STAD. Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Geografi Siswa yang Menggunakan Model Quiz Team dengan Student Team Achievement Division pada kelas X IPS di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa dan mana yang lebih baik dari kedua model yang diterapkan. Sementara itu, hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran quiz team lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran student team achievement division pada kelas X IPS di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 67 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPS1 yang berjumlah 16 orang, dan X IPS2 sebanyak 15 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa pree test dan post test. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model quiz team adalah 73,25, sedangkan hasil belajar siswa yang menggunakan model student team achievement division adalah 72,15. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t dengan hasil pengolahan data post test diperoleh nilai thitung = 2,04 dan nilai ttabelpada taraf signifikansi 5%(Uji satu pihak) dan derajat kebebasan t adalah (N1 + N2 - 2) adalah ttabel= 1,68. Berdasarkan hipotesis penelitian jika nilai thitungttabelmaka Haditerima yang artinya hipotesis yang diajukan terbukti bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajarann quiz team lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran student team achievement division
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE DAN MODEL COMPLETE SENTENCE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM ACEH BESAR Sarif, Muhammad; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1714

Abstract

Hasil belajar adalah hasil yang didapatkan setelah adanya peroses pembelajaran melalui evaluasi dalam membentuk perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Concept Sentence dan Model Complete Sentence pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar penelitian ini mengangkat masalah yakni apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Concept Sentence lebih baik dibandingkan dengan model Complete Sentence pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Concept Senntence lebih baik dibandingkan dengan model Complete Sentence pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 85 orang siswa. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII1berjumlah 21 siswa, dan kelas VIII2berjumlah 21 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan memberikan pre-test dan post-test. Hipotesis diuji dengan statistik Uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,85. Nilai ini selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikan 5% dengan (dk) = n1 + n2 2, maka diperoleh nilai ttabel=1,68. Berdasakan hasil tersebut terbukti bahwa nilai thitung ttabel. Sesuai kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Concept Sentence lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Complete Sentence.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING BERBANTUAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH Rizki, Muhammad; Kamaruddin, Thamrin; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1713

Abstract

Model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan adalah metode mind mapping berbantuan gambar. Saat pembelajaran berlangsung siswa melakukan serangkaian kegiatan mencatat atau menginventaris alternatif jawaban hasil diskusi pada tiap kelompok, tiap kelompok akan membacakan hasil diskusinya dan guru mencatat di papan tulis, selanjutnya siswa membuat kesimpulan dan guru memberikan bandingan sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode mind mapping berbantuan gambar IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa dalam penerapan metode mind mapping berbantuan gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMPN 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan klasikal siklus I 78.12%, siswa yang tuntas sebanyak 25 orang dan yang tidak tuntas 7 orang. Siklus II ketuntasan klasikal 96.9% siswa yang tuntas naik menjadi 31 orang dan yang tidak tuntas hanya 1 orang. Aktivitas guru yang dominan adalah saat guru menunjukkan/memanggil salah satu siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis dan menanyakan dasar alasan dasar mengurutkan tersebut. Keterampilan guru dalam menerapkan metode mind mapping berbantuan gambar selama siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan yaitu dapat dikategori baik dengan perolehan skor 2.62, dan siklus II mendapat skor 2.87. Respon siswa terhadap metode mind mapping berbantuan gambar dapat dikatakan baik, siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui metode mind mapping berbantuan gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT DENGAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VIII SMP NEGERI 9 BANDA ACEH Muzkan, .; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i1.466

Abstract

Alternatif dalam meningkatkan motivasi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar adalah merubah media pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa sebagai subyek belajar, salah satu pemecahan permasalahan adalah penerapan media pembelajaran powerpoint dan konvensional sehingga membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran powerpoint dan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu kelasVIII SMP Negeri 9 Banda Aceh. Dalam penelitian ini, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 121 orang. Pemilihan kelas sampel siswa dilakukan secara purposive. Dengan cara ini yang menjadi sampel adalah kelas VIII-2 dengan jumlah 30 orang siswa. Kelas ini menggunakan media pembelajaran powerpoint sebagai kelas eksperiment I dan kelas VIII-3 dengan jumlah 29 orang siswa sebagai kelas dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional sebagai kelas eksperiment II. Teknik pengumpulan data digunakan tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pre-test digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Dari hasil analisis pre-test kedua kelas, yaitu diperoleh nilai Fhitung = 0,693 dan Ftabel = 4,02 dengan dk pembilang 2 - 1 = 1 dan dk penyebut 59 2 = 57. Dengan demikian, kemampuan kedua kelas adalah sama. Selanjutnya H0 diterima, dikarenakan nilai Fhitung = 0,693 Ftabel = 4,02. Pada data post-test diperoleh nilai thitung = 1,84 dan nilai ttabel pada taraf signifikan = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk = n1 + n2 2 = 30 + 29 2 = 57 adalah 1,67, karena thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Yang berarti hasil belajar IPS Terpadu siswa dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint lebih baik dibandingkan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran konvensioanal di SMP Negeri 9 Banda Aceh.
Co-Authors . Hasmunir, . . Ikram . Muzkan, . Abdul Wahab Abdi, Abdul Wahab Afzal, Zamalun Agus Maulana Agustina, Liana Alamsyah Taher, Alamsyah amalia husna, amalia Amalia, Nabila Amsal Amri Anggia Murni Anggrainy, Silvya Anggrela, Mera Arhas, Fahmi Rija Askari, Rinda Kemala Asra, Siti Ayu Safitri Bayangkara, Andika Daiyana, Ully Daska Azis Daska Aziz, Daska Dewi Melati Dwiyanniza, Alfina Ekawati, . . Ermilawati, . Fatahillah, Nur Febrian, Risda Dian Fiki Munazar, Fiki Fitri, Dita Hanum, Lailisa Harun, Muhammad Yusuf Harun, Yusuf Haryani, Putri Husna, Aswatul Irha, M. Firman Iskandar, Wido Kasihani, . M. Yusuf Harun, M. Yusuf Maulidian, Muhammad Okta Ridha Maulidin, . Mirza Desfandi Mirza Fuadi, Mirza Mirza, Muhammad MJ, Rizqi Amalia Muhammad Rizki Muhammad Sarif Muhsinah, . Muliani Muliani, Muliani Munasti, Raudhah Musniati, Musniati Muzakkir, . Natasya Keumala, Cut Lidya Nataya, Dina Nisak, Khairun Nufus, Vivi Hayatun Nurasma, Cut Octavia, Ade Ira Rahayu Parasati, Maysila Patikawa, Nince Penona, Sara Purnomowati, Diah Rahmani Purnomowati, Dyah Rahmani Putra, Arifsah Qamarina, Nur Rahmani, Dyah Rahmatul Husna, Rahmatul Rangga, Yuswardi Crysia Ridha, Muhammad Okta Ridha, Rahmat Ritonga, Rini Hardiyanti Rusliana, . Santi, Yuni Sari, Mega Novita Sasri, Jumaida Siti Hasanah Supri Ariu, Supri Sutriani, . Syaidil Ade Triannur, Syaidil Ade Syamsul Bardi, Syamsul Syarifuddin, Idami Tri Puji Astuti Tusyifa, Lina Usrah, Vergi Raudatul Uwaimir, Ummu Winda Fahrunnisa, Winda Winda Maulina, Winda Yana, Ulli Yulisa, Arfa Yuswar, Edi