Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN GOWA NO. 6 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH Latifah, Humairah; Amir, Rahma
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 3 No 1 (2022): SIYASATUNA
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to find out how the management of traditional markets and the role of the Gowa Regency Government in the empowerment of sungguminasa traditional markets. This research is qualitative research with a syar'i approach, normative and sociological juridical. The results showed that the management of traditional markets by the Gowa Regency Government has been carried out in accordance with the provisions stipulated in the Perda, such as kiosk and los licensing, SIML ownership, SIMK and merchant cards. The role of the government in the empowerment of sungguminasa traditional markets is quite maximal, including coaching to traders, providing subsidies, market development and business actors. Basically, traders appreciate the management that has been done by the government, it's just that there are things that need to be improved including the maintenance of public facilities. In the Islamic constitutional system, every citizen is obliged to obey every rule issued by authoritative institutions for the sake of mutual benefit, but the facts on the ground show that there are still traders who are ignorant of the applicable provisions.
PERAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP AKTIVITAS PENAMBANGAN DI DESA PAKKASALO KABUPATEN BONE PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH Qonitah, Ayu; Sastrawati, Nila; Amir, Rahma
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penambangan merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam. Pertambangan mempunyai peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah secara berkelanjutan, termasuk penambangan yang dilakukan oleh warga Desa Pakkasalo dengan memanfaatkan peralatan sederhana. Pengelolaan pertambangan rakyat banyak memunculkan persoalan, seperti perizinan dan pelbagai permasalahan lainnya, sehingga dibutuhkan peran pemerintah daerah untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan yuridis normatif, normatif syar’i, dan sosiologis. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa kegiatan penambangan yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone sangat bermanfaat bagi pembangunan desa dan berperan penting dalam perekonomian warga setempat, akan tetapi sampai saat ini, hampir semua aktivitas penambangan yang beroperasi belum memiliki izin mesikpun sudah berulang kali dimohonkan. Pemerintah Daerah Kabupaten Bone terkendala dalam menerbitkan izin yang dimohonkan oleh warga, karena Desa Pakkasalo tidak termasuk dalam wilayah pertambangan yang telah ditentukan dalam Perda RTRW Kabupaten Bone. Dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah, tidak ada ketentuan yang secara spesifik melarang aktivitas penambangan, tetapi Islam sangat menganjurkan untuk menghindari kegiatan-kegiatan usaha yang dapat merusak kelestarian lingkungan, apalagi jika wilayah dimaksud telah ditentukan sebagai zona bebas penambangan oleh umara (pemerintah/pemimpin), maka akan berlaku kaidah menaati perintah ulil amri juga bagian dari menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.Kata Kunci: Peran; Pemerintah Daerah; Penambangan; Siyasah Syar’iyyah
PERAN KANTOR KELURAHAN BATUA KOTA MAKASSAR DALAM MELAKUKAN PENAGIHAN PAJAK Tri Fadhillah Yusuf, Andi; Syamsuddin, Darussalam; Amir, Rahma
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak merupakan salah satu sektor yang berkontribusi secara finansial dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, sehingga dalam pengelolaannya, termasuk dalam proses penagihannya memerlukan peran dari pelbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kantor Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar dalam melakukan penagihan pajak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan. Adapun hasil penelitian menunjukkan, bahwa sejak tahun 2019, pihak kelurahan, termasuk Kelurahan Batua tidak lagi terlibat dalam melakukan penagihan Pajak Bumi dan Bangungan (PBB). Meskipun demikian, pihak kelurahan tetap bertanggungjawab mendorong masyarakat untuk melakukan pembayaran PBB tepat waktu, yang secara faktual dilakukan dalam bentuk himbauan pada setiap kegiatan kelurahan yang melibatkan masyarakat. Sementara faktor yang memengaruhi penagihan pajak di wilayah Kelurahan Batua diantaranya: 1) adanya perlawanan pasif dari wajib pajak seperti banyaknya lahan kosong yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya; 2) perlawan aktif untuk menghindari kewajiban membayar pajak, seperti penghindaran pajak, pengelakan pajak, dan melalaikan pajak. Kendala lainnya adalah tingkat pendidikan dan rendahnya pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan dari pajak yang dibayarkan.Kata Kunci: Kelurahan Batua; Pajak; Hukum Tatanegara Islam
PERAN PENYULUH AGAMA TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT KAKI GUNUNG LOMPOBATTANG DALAM MENENTUKAN WAKTU SHALAT DAN ARAH KIBLAT Yani, Ahmad; Amir, Rahma
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The main issue in this study is the role of religious counselors in shaping the understanding of the community living at the foot of Mount Lompobattang in determining prayer times and the direction of the Qibla. This main issue is then elaborated into sub-questions, namely: How do religious counselors play a role in helping the community at the foot of Mount Lompobattang, Cikoro Sub-district, Gowa Regency, to understand how to determine prayer times and the direction of the Qibla? How does the community at the foot of Mount Lompobattang, Cikoro Sub-district, Gowa Regency, understand the determination of prayer times and the direction of the Qibla?. This study aims to understand the role of religious counselors in providing the community with knowledge about how to determine prayer times and the direction of the Qibla, and to examine how the community in Cikoro Subdistrict comprehends prayer times and the Qibla direction. The approach used in this research combines a normative theological (shar’i) and formal juridical approach, employing field research as the research type. Data collection methods include interviews, observation, and documentation. The data sources in this study are religious counselors and community members in Cikoro Subdistrict, Tompobulu District, Gowa Regency. The data processing techniques used in this research are data collection, data analysis, and data interpretation. The results of the study indicate that some people rely solely on applications or printed schedules without understanding the underlying principles, making them unable to verify independently. Moreover, there is a lack of regular programs or adequate learning media to convey falakiyah (astronomical) knowledge to the general public. This is due to the fact that religious counselors may not have fully maximized their educational role in conveying information about prayer times and qibla direction to the community. The implications of this research are the role and duties of religious counselors in providing understanding regarding the determination of prayer times and the direction of the Qibla are expected to enhance outreach and education for communities that still lack knowledge in these areas also through this written work, it is hoped that the public will gain a better understanding of and pay more attention to the correct procedures for performing prayers, including facing the Qibla properly and observing the correct prayer times.
PENINGKATAN PERAN KELEMBAGAAN PEGAWAI SYARA’ DI KECAMATAN SOMBA OPU, KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN Amir, Rahma; HR, Sabriadi
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang peningkatan peran kelembagaan pegawai syara’ di kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, sehingga penelitian ini berfokus pada peran pegawai syara’ bidang keagamaan dalam meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat di kecamatan Somba Opu, juga berfokus pada hambatan dan pendukung serta usaha yang dilakukan pegawai syara’ dalam meningkatkan pengabdian kepada masyarakat pula. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui usaha yang dilakukan pegawai syara’ bidang keagamaan dalam menjawab hambatan, dukungan sehingga meningkatkan peran pengabdiannya kepada masyarakat di kecamatan Somba Opu secara khusus dan pada masyarakat pada umumnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode pendekatan secara ilmiah dan syar’i. Hasil penelitian ditunjukkan melalui profil Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa semakin meningkat dan ideal dalam pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut terekam pada data-data yang menunjukkan peningkatan peran kelembagaan pegawai KUA kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa yang mengantarkan sebagai KUA Teladan pada tingkat kabupaten/kota hingga Nasional adalah sebagai upaya strategi untuk memotivasi dan memberi semangat bagi jajaran KUA lainnya untuk berkopetensi menjadi yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan peran pegawai kelembagaan KUA kecamatan Somba Opu yang kualitas pelayanannya sudah memenuhi standar perlu sosialisasi secara langsung tentang bidang-bidang pelayanan yang ada di Kantor Urusan Agama sehingga lebih dikenal luas ke pelosok pedesaan.