Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MANAJEMEN BURSA KERJA KHUSUS DALAM MENINGKATKAN PENYERAPAN LULUSAN DI DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI: (STUDI MULTI SITUS DI SMK NEGERI 1 SIDAYU GRESIK DAN SMK NEGERI 1 CERME) Nurul Aisyah; Amrozi Khamidi; Kaniati Amalia
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 2 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pengelolaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Sidayu Gresik dan SMK Negeri 1 Cerme berkontribusi pada peningkatan peluang kerja lulusan di sektor industri dan bisnis (DUDI). Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran SMK dalam menciptakan tenaga kerja kompeten dan mengatasi masalah pengangguran lulusan, yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 9,01% (data BPS). Akar permasalahan ini terletak pada disparitas antara kebutuhan industri dan jumlah lulusan, serta adanya ketidaksesuaian keterampilan. Dalam situasi ini, BKK, yang diatur oleh Permenaker No. 39 Tahun 2018, menjadi jembatan utama dalam menyediakan informasi pekerjaan dan memfasilitasi penempatan kerja. Kendati BKK memegang peranan penting, penelitian terdahulu mengindikasikan perlunya peningkatan efektivitas, terutama dalam hal kerjasama dengan DUDI dan pengelolaan informasi alumni. Pengamatan awal di kedua SMK menunjukkan bahwa, meskipun terdapat upaya yang kuat dalam memberikan bimbingan karir dan pelatihan, sejumlah besar lulusan (25% dari SMK Negeri 1 Sidayu dan 11% dari SMK Negeri 1 Cerme) masih belum bekerja atau sedang aktif mencari pekerjaan. Studi ini secara khusus menganalisis manajemen BKK melalui lensa kerangka kerja POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Evaluasi). Tujuan utamanya adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam: (1) proses perencanaan BKK, (2) struktur pengorganisasian BKK, (3) implementasi program-program BKK, dan (4) penilaian kinerja BKK di kedua sekolah dalam kaitannya dengan peningkatan penyerapan lulusan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur (melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang humas, ketua BKK, dan alumni), observasi, serta analisis dokumen. Diharapkan, temuan dari penelitian ini akan memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang praktik manajemen BKK dan mengidentifikasi area-area spesifik yang memerlukan perbaikan untuk mengoptimalkan penyerapan lulusan di dunia usaha dan industri.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEGAWAI (STUDI MULTI KASUS DI MTS NEGERI 1 DAN MTS NEGERI 3 KOTA SURABAYA) Kamelia Musa’ad; Kaniati Amalia; Ayu Wulandari; Muffarihul Hazin; Ima Widiyanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42516

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Personnel Management Information System (SIMPEG) at MTs Negeri 1 and MTs Negeri 3 Surabaya using a qualitative approach with a multi-case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and their validity was tested using source and technique triangulation. The findings show that the implementation of SIMPEG in both madrasahs has gone through the stages of execution and evaluation. The implementation of SIMPEG has proven to accelerate personnel services, although it still requires technical assistance and simplification of workflows to enhance user-friendliness. Meanwhile, periodic evaluations are utilized to improve procedures, enhance data quality, and serve as a basis for structuring teachers’ ranks, grades, and positions. SIMPEG has a positive impact on teacher professionalism through the availability of performance data, training histories, self-development records, as well as the strengthening of orderly administrative culture and work discipline. At the same time, it reinforces data-based teacher governance, minimizes misunderstandings in personnel services, and supports leadership decision-making related to assignments and career development. Supporting factors for SIMPEG implementation include policy support from the Ministry of Religious Affairs and madrasah leaders, the availability of ICT facilities and internet networks, the presence of competent operators, and a culture of mutual assistance among teachers. In contrast, inhibiting factors include limited information technology skills among some teachers, heavy teaching workloads, technical system and network constraints that are not always accompanied by detailed technical guidelines. The implications of this study emphasize that optimizing SIMPEG requires strengthened continuous assistance, improved digital literacy, reorganization of administrative workloads, and consistent data updating so that SIMPEG truly functions as a strategic instrument in personnel governance and teacher professional development.