Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Uji Kadar Fenolik Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun, Batang, Akar Tumbuhan Sungkai (Peronema canescens Jack) Fendri, Sandra Tri Juli; Verawati, Verawati; Fauzi, Sellia; Ferilda, Siska
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30735

Abstract

ABSTRAKSungkai (Paronema canescens Jack) merupakan tumbuhan liar yang memiliki beragam khasiat tradisional dan banyak dibudidayakan oleh masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, batang, akar tumbuhan sungkai. Ekstrak diperoleh dengan metoda maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Metoda yang digunakan dalam menguji kadar fenolik total yaitu Folin-Ciocalteu dengan panjang gelombang serapan maksimum 759,5 nm dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metoda DPPH dengan panjang gelombang serapan maksimum 518 nm. Hasil ekstraksi dari masing-masing bagian tumbuhan sungkai diperoleh rendemen pada ekstrak daun 11,89 %, ekstrak batang 5,88 %, dan ekstrak akar 4,87 %. Hasil penetapan kadar fenolik total dari ekstrak daun, batang, akar secara berurutan adalah 19,45 %b/b, 12,86 %b/b, 11,74%b/b. Nilai IC50 dan Akitvitas antioksidan dari ektrak daun, batang, akar secara berurutan adalah 45,81 ppm (sangat kuat), 110,42 ppm (sedang), 117,92 ppm (sedang). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada bagian daun tumbuhan sungkai memiliki kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dibandingkan bagian batang dan akar.Kata kunci : Sungkai (Paronema canescens Jack), Ekstraksi, Fenolik, Antioksidan  ABSTRACTSungkai (Paronema canescens Jack) is a wild plant that has various traditional properties and is widely cultivated by the community. This study aims to determine the total phenolic content and antioxidant activity of extracts of leaves, stems and roots of the sungkai plant. The extract was obtained by maceration method using 70 % ethanol. The method used in testing the total phenolic content is Folin- Ciocalteu with a maximum absorption wavelength of 759,5 nm and the antioxidant activity test using the DPPH method with a wavelength of 518 nm. The results of the extraction of each part of the sungkai plant obtained yields of 11.89 % leaf extract, 5.88 % stem extract, and 4.87 % root extract. The results of the determination of the total phenolic content of the leaf, stem, root extracts respectively were 19.45%w/w, 12.86 %w/w, 11.74 %w/w. The IC50 and antioxidant activity of leaf, stem, root extracts were 45.81 ppm (very strong), 110.42 ppm (moderate), 117.92 ppm (moderate). From this study it can be concluded that the leaves of the sungkai plant have very strong total phenolic levels and antioxidant activity compared to the stems and roots.Key words : Sungkai (Paronema canescens Jack), Extraction, Phenolic, Antioxidant
Profil Interaksi Obat Antidiabetes pada Pasien Geriatri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penyakit Komorbid di Instalasi Rawat Inap RSI Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2024 Ferilda, Siska
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30593

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat sekresi insulin yang tidak normal. Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang memiliki angka morbiditas, komplikasi, dan mortalitas yang lebih tinggi pada populasi usia lanjut dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda. Pada usia lanjut, seseorang umumnya menderita lebih dari satu penyakit kronis yang memerlukan penanganan khusus. Pasien yang mengalami komplikasi seringkali memerlukan terapi dengan banyak jenis obat yang meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pola pengobatan dan interaksi obat yang terjadi pada pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta di Instalasi Rawat Inap RSI Siti Rahmah Kota Padang. Sampel yang digunakan sebanyak 62 rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien rawat inap RSI Siti Rahmah Kota Padang. Hasil studi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan menunjukkan keparahan sedang sebanyak 42 kasus (59,15%), keparahan ringan sebanyak 28 kasus (39,44%), dan keparahan berat sebanyak 1 kasus (1,41%).Kata Kunci: Obat antidiabetik, Komorbid, DM tipe 2, Interaksi Obat
Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Solok Selatan Di Puskesmas Sangir Ferilda, Siska; Rasyadi, Yahdian; Elvionita, Cindy; Ayudia, Elisa; Ningsih, Wida; Arel, Afdhil; Juli Fendri, Sandra Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7496

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pengobatan gratis menjadi salah satu upaya institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Sangir, Kabupaten Solok Selatan, dengan tujuan memberikan layanan pemeriksaan oleh berbagai dokter spesialis dan pemberian obat secara gratis kepada warga. Setelah dilakukan pemeriksaan gratis, masyarakat memperoleh resep dari dokter, dan menebus obat sekaligus menerima obat dari Apoteker dan diedukasi guna meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat yang benar. Mitra yang terlibat mencakup Puskesmas Sangir, tenaga medis, serta perangkat nagari. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi koordinasi, pemetaan kebutuhan, dan penyediaan obat; tahap pelaksanaan yang mencakup registrasi pasien, pemeriksaan, konsultasi dokter, penyerahan obat, dan edukasi oleh tim dosen Farmasi serta mahasiswa; serta tahap evaluasi melalui wawancara singkat untuk menilai kebermanfaatan kegiatan bagi peserta. Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil melayani 254 resep yang diberikan kepada masyarakat. Peserta menunjukkan penerimaan yang baik dan merasa terbantu dengan layanan yang diberikan. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam praktik pelayanan farmasi di lapangan. Pelaksanaan pengabdian ini memberikan gambaran bahwa kegiatan layanan kesehatan berbasis komunitas mampu memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat serta memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI KOSMETIK AMAN DI MADRASAH ALIYAH SWASTA AL-FALAH PADANG Ferilda, Siska; Elvionita, Cindy; Pasalina, Putri Engla; Aisyah, Intan Kamala; Fendri, Sandra Tri Juli
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30785

Abstract

Penggunaan kosmetik pada remaja putri cenderung meningkat seiring dengan pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan, namun belum diiringi dengan pengetahuan yang memadai mengenai keamanan kosmetik. Kurangnya pemahaman terkait bahan berbahaya, izin edar, dan cara penggunaan kosmetik yang benar dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kulit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kosmetik aman di Madrasah Aliyah Swasta Al-Falah Padang. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, dengan sasaran remaja putri tingkat Madrasah Aliyah sebanyak 35 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, yang secara statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai pre-test dan post-test (p = 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi mengenai kosmetik aman efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk perilaku penggunaan kosmetik yang aman dan rasional pada remaja, serta menjadi upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan kulit.Kata kunci: kosmetik aman, remaja putri,  peningkatan pengetahuan
PENYULUHAN JAJANAN AMAN PADA SISWA SD NO.29 GUNUNG SARIAK PADANG Fitriyasti, Betty; Ferilda, Siska
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30786

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Penyuluhan Jajanan Aman pada Siswa SD No. 29 Gunung Sariak Padang” yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman, sehat, dan bergizi. Latar belakang kegiatan ini adalah masih tingginya konsumsi jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah yang berpotensi mengandung bahan berbahaya serta dapat berdampak negatif terhadap kesehatan anak. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025 di SD No. 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan jumlah peserta sebanyak 79 siswa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran media edukasi, diskusi tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa sebesar 30% setelah diberikan penyuluhan. Siswa menjadi lebih mampu mengenali ciri-ciri jajanan yang aman dan tidak aman, memahami risiko kesehatan akibat konsumsi jajanan berbahaya, serta menunjukkan sikap yang lebih selektif dalam memilih makanan jajanan di lingkungan sekolah. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SD terhadap jajanan aman. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak sekolah dan orang tua guna mendukung perilaku konsumsi makanan sehat sejak usia diniKata kunci : pengetahuan, jajana aman, anak