Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pemanfaatan Bambu sebagai Perkuatan Lereng di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat Mahmud, Fathmah; Hariyadi, Hariyadi; Merdana, Merdana; Ngudiyono, Ngudiyono; Kencanawati, Ni Nyoman; Ali, Ahmad Muhammad
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i1.550

Abstract

Guntur Macan Village is a hilly area located in the Gunung Sari sub-district, West Lombok Regency. The sandy hill soil, characterized by a significant slope, lacks cohesion, making the area prone to landslides, especially during heavy rainfall, flooding, or tectonic earthquakes. Landslides are further exacerbated by soil cracks filled with water, either from rain or other sources, which reduce the safety factor compared to soil without cracks. The closer the cracks are to the sliding surface, the more the safety factor decreases. In Guntur Macan Village and the surrounding areas of Gunung Sari sub-district, bamboo is widely planted. Bamboo, being cost-effective and environmentally friendly, can be utilized as a retaining structure to mitigate landslides. This Community Empowerment Program (PKM) commenced with a location survey conducted two weeks before implementation, followed by a two-day execution phase. On the first day, educational sessions were provided, covering topics such as bamboo cutting, preservation, and the construction of bamboo retaining walls. On the second day, bamboo retaining walls were built on residential land in Guntur Macan Village. Through this PKM activity, the residents of Guntur Macan are now capable of constructing bamboo retaining walls to prevent landslides.
DURABILITAS MORTAR DENGAN REPLACEMENT BAHAN POZZOLAN TERHADAP LINGKUNGAN AGRESIF: Durability of Mortar with Replacement Pozzolan Material on the Agresive Environment Eniarti, Miko; Ngudiyono, Ngudiyono; Merdana, I Nyoman; Sulistyowati, Tri; Rawiana, Shofia; Natasya, Rahma Dwi; Maulana, Olan
Spektrum Sipil Vol 12 No 1 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i1.379

Abstract

Bahan pozzolan bisa digunakan sebagai salah satu material alternatif natural SCM (Suplementary Cementing Material) karena komponen utamanya adalah silika. Pemakaian bahan pozzolan (serbuk batuan silika, serbuk batu apung) sebagai replacement semen diharapkan dapat meningkatkan durabilitas mortar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang datanya dianalisis lebih lanjut secara deskriptif. Benda uji berbentuk kubus dengan panjang, lebar dan tinggi 50 mm. Pengujian yang dilakukan meliputi : konsistensi normal, waktu pengikatan (setting time), temperatur hidrasi, kuat tekan mortar, kadar klorida dan pengujian pH. Persentase  replacement semen oleh pozzolan adalah 15% dari berat semen, sedangkan nilai faktor air semen 0,5 dan sebagai pembanding dibuat mortar tanpa bahan pozzolan.  Perawatan benda uji dilakukan dengan merendam benda uji selama  28 hari pada kondisi air normal dan 90 hari pada lingkungan agresif (air laut dan larutan asam sulfat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak lingkungan agresif mortar tanpa pozzolan, replacement pozzolan serbuk batu apung, replacement pozzolan serbuk batuan silika  kuat tekan berturut-turut  16,60 Mpa, 20,6 MPa, 23,16 Mpa diekspose air laut nilainya paling rendah. Mortar yang diekspose larutan asam sulfat berturut turut 22,11 MPa, 25,47 MPa, 28,39 MPa. Mortal pada kondisi normal kuat tekannya paling tinggi, yaitu 23,45 MPa, 26,69 MPa, 29,09 MPa. Konsistensi normal mortar dengan replacement pozzolan jumlah airnya meningkat hingga 6,22 % dan setting time meningkat hingga 41,46 %. Sebaliknya untuk temperatur hidrasi,  puncaknya terjadi pada pasta semen murni pada suhu 38oC.
Kekuatan Lentur Balok Beton Dengan Perkuatan Ferrocement Sebagai Bahan Bangunan Non-Engineered Construction Merdana, INyoman; Mahmud, Fathmah; Hariyadi, Hariyadi; Ngudiyono, Ngudiyono; Kencanawati, Ni Nyoman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1252

Abstract

Abstrak   Non-Engineered Construction merupakan bangunan sederhana yang dikerjakan oleh tenaga tak terlatih tanpa pendampingan dari ahli bangunan. Bangunan Non-Engineered construction tersebut paling banyak mengalami rusak saat terjadi gempa. Bangunan seperti demikian itu seringkali berupa bangunan rumah sederhana, baik dengan ataupun tanpa perkuatan kerangka beton. Untuk tujuan perkuatan dapat digunakan Ferrocement dengan tulangan berupa kawat Wire-mesh. Studi ini ditujukan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton yang diperkuat dengan Ferrocement dengan tulangan PVC Coated Welded wire-mesh. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan benda uji balok beton bertulang diperkuat dengan Ferrocement yang dibebani secara statis. Adapun variable dalam kajian ini adalah Fraksi volume dari Welded wire-mesh. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua balok uji berperilaku daktail. Lebar retak dan jarak retak pada balok dipengaruhi secara nyata oleh perkuatan Ferrocement dengan tulangan Welded wire-mesh. Kuat lentur nominal dari balok meningkat tidak signifikan dengan penambahan Ferrocement namun lebar retak menurun seiring dengan bertambahnya nilai Fraksi volume wire-mesh.   Kata kunci: Non-Engineered construction, Fraksi Volume tulangan, Kuat lentur, Pola retak   Abstract   Non-Engineered Constructions are simple buildings established by non-skilled building workers without supervisions of an architect. Non-Engineered constructions are frequently damaged because of earthquakes. Such buildings are simple housing, either Unconfined masonry building or Simple concrete building. In order to strengthening these type of buildings, Ferrocement with Wire-mesh reinforcement can be used. This study is intended to explore the flexural behavior of reinforced concrete beam plastered with PVC Coated Welded wire-mesh Ferrocement. This study is conducted experimentally using reinforced concrete beams strengthened with Ferrocement loaded statically. The Volume Fraction of Welded wire-mesh is considered as variable in this study. From the tests carried out, it is concluded that all of the beams tested exhibit ductile behavior. The crack width and crack distance observed on the beam are significantly affected by the Ferrocement. Nominal flexural strength of the beams increases lightly as the Volume fraction of reinforcement increase; however, the crack width is reduced remarkably as the Volume Fraction of wire-mesh rise.   Keywords: Non-Engineered construction, Volume fraction of reinforcement, Flexural strength, Crack patern
MENGGUGAH KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PEMBUATAN BAK SAMPAH DAN PLANG HIMBAUAN DI KELURAHAN PANJI SARI, KECAMATAN PRAYA LOMBOK TENGAH Fatmayanti, Fatmayanti; Husnawati, Nila; Alieni, Karimannisa; Aulia, Natasya Difa; Paramesty, Ristawidya; Bahtiar, Gian Agisna; Hudaeri, Huzrullah; Azima, M. Fauzan; Khoarizmi, M. Syatho; Ngudiyono, Ngudiyono
Jurnal Wicara Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v1i4.3395

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) is a form of community service activities carried out by universities. In KKN activities carried out in Panji Sari Village, Praya District, Central Lombok Regency, groups of students and lecturers of Mataram University carry out various activities with the main target of Village Community Empowerment. Panji Sari is one of the villages located in Praya District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province with an area of 118.33 Ha. The large area in the village also has environmental problems. The lack of public awareness of waste owned by this region is very alarming, this is due to the absence of Waste Disposal Sites (TPS) and Signs of Appeal for orderly waste disposal. Therefore, to increase public awareness of the dangers of waste and as a step towards a clean environment and minimize community littering, the KKN-PMD team made bamboo garbage bins and environmental appeal signs. The method used in this activity is counseling and demonstration. The community paid attention to the material presented during the socialization and then continued with the demonstration of making and assisting in making garbage bins and appeal signs. From the evaluation results, it was found that the community felt helped by this activity and gained knowledge about the dangers of waste for the surrounding environment.
PENERAPAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN UMKM: STUDI KASUS PEMASARAN KAIN TENUN DI DESA PRINGGASELA Haq, Habil; Nurlaili, Nurlaili; Sari, Adinda Kumala; Yuhinis, Baiq Ilil; Iqbal, Iqbal; Wicaksana, M. Arman Adhi; Febrianti, Ni Luh Riska; Moerad, Siti Huwayda; Prajasa, Syakira Mala; Ngudiyono, Ngudiyono
Jurnal Wicara Vol 2 No 5 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i5.5558

Abstract

Pringgasela is one of the villages in East Lombok regency that has strength in the development of MSMEs (micro, small and Medium Enterprises). One of the mainstay business sectors in Pringgasela Village is weaving, various activities have been carried out to identify and provide solutions to existing problems, activities begin with observations and interviews with local people, especially weaving cloth craftsmen and MSME actors. The identification results show that although Pringgasela village has great potential in MSMEs, especially in the production of woven fabrics, there are significant constraints in market access, caused by the lack of utilization of digital media. In response to these problems, the solution implemented is to organize socialization and training focused on improving the use of digital media as a marketing method. It is expected that the program can increase the income and welfare of the community, especially MSME actors. This Program shows that the use of digital technology can be an effective solution in overcoming economic challenges in the village, as well as strengthening existing local potential.
PEMBUATAN BATU BATA RINGAN DARI SAMPAH PLASTIK DAN CAMPURAN FLY-ASH SEBAGAI BENTUK PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA WISATA BONJERUK Anang Fakhrrurahman; Kumala, Malya; Rosalia, Lutfiah Ayu; Siptiani, Eka; Ambarwati, Zaskia Putri; Hamsy, Lalang Setiawan; Setiawan, Yahya; Sari, Mauliya Alina; Jannah, Rafaatul; Misrohatun, Misrohatun; Mahendra, Yusril Iza; Ngudiyono, Ngudiyono
Jurnal Wicara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i2.6768

Abstract

The Community Service Program (KKN) of Mataram University in Bonjeruk Village aims to address the issue of plastic waste management by educating the community on utilizing waste into economically valuable products. One of the proposed solutions is training in the production of lightweight bricks made from plastic waste mixed with fly ash from the Jeranjang Steam Power Plant (PLTU Jeranjang). The activities are carried out through a participatory approach, involving the community in various stages, including an initial survey, socialization, training, mentoring, as well as documentation and publication. The brick-making process includes burning plastic waste, mixing it with fly ash and used oil, molding, cooling, and drying before it is ready for use. The results of this program indicate that processing plastic waste into lightweight bricks can be an innovative and sustainable solution for reducing waste while also providing economic opportunities for the people of Bonjeruk Village.
DETEKSI PENURUNAN KADAR KEBASAAN BETON PASCA BAKAR SEBAGAI ESTIMASI AWAL TERJADINYA KOROSI PADA BAJA TULANGAN: Alkaline Onset Detection of Concrete after Fire as a Preliminary Estimation of Steel Reinforcement Corrosion Kencanawati, Ni Nyoman; Mahmud, Fatmah; Merdana, I Nyoman; Ngudiyono, Ngudiyono
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki ketahanan terhadap kebakaran yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan material konstruksi lain. Walaupun demikian, perilaku beton terhadap bahaya kebakaran masih terus tetap di pelajari karena reaksi fisik dan kimia pasti terjadi bila beton dipanaskan yang mengakibatkan kekuatan dan kekakuannya menurun. Sifat mekanik seperti kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton pasca bakar telah banyak diteliti. Demikin pula perubahan warna pada permukaan beton pasca bakar telah menjadi suatu pedoman umum dalam investigasi konstruksi beton setelah mengalami kebakaran. Penelitian ini mencoba mengangkat tentang kadar kebasaan beton pasca bakar mengingat sifat basa beton memiliki arti penting dalam menjaga baja tulangan agar tidak terjadi korosi.pH meter digunakan untuk mendeteksi pH beton pasca bakar pada suhu 3000C, 5000C, dan 7000C. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, didapatkan onset temperatur peralihan kondisi asam ke basa beton pasca bakar yaitu pada suhu 6600C. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam investigasi, audit, dan perbaikan struktur beton bertulang pasca bakar.
KAJIAN KAPASITAS EKSISTING DAN PERKUATAN STRUKTUR BETON BERTULANG MASJID AGUNG KOTA BIMA: Study of Existing and Strengthening Capacity of Reinforced Concrete Structure of Bima City Great Mosque Ngudiyono, Ngudiyono; Joedono, Joedono; Ainuddin, Nurun
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan pada struktur beton bertulang akan menyebabkan penurunan kinerja pada sebuah bangunan. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian terhadap bangunan Masjid Agung di Kota Bima yang telah mengalami kerusakan akibat beban gempa. Untuk keperluan analisis dan justifikasi terhadap permasalah yang ada, maka dilakukan inverstigasi dilapangan. Inverstigasi tersebut meliputi uji Hammer Test, pengamatan dan pengukuran lebar retak, dimensi penampang, diameter dan jumlah tulangan, bentang balok dan tinggi kolom. Selain itu data sekunder berupa informasi tambahan diperoleh dari Gambar Rencana. Hasil kajian menunjukan bahwa retak-retak pada struktur balok dan pelat disebabkan karena mutu beton yang terpasang tidak memenuhi persyaratan kuat tekan rencana, sehingga menyebabkan kapasitas balok induk tidak mampu menerima beban layan. Sedangkan korosi pada tulangan terjadi, karena tulangan tidak tertutup dengan baik dengan selimut beton. Agar struktur dapat berfungsi dengan baik maka retak-retak yang terjadi harus dilakukan injeksi/grouting dengan bahan epoxy resin, demikian juga dengan korosi-korosi yang terjadi harus dibersihkan dan ditutup kembali dengan mortar. Untuk meningkatkan kapasitas balok/kolom dilakukan dengan menambahkan tulangan dan pelat baja. Dari hasil analisis terbukti mampu meningkatkan kapasitas tahanan kondisi existing.
PEMANFAATAN ABU LIMBAH KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN BETON NORMAL: The Utilization of Wood Waste Ash as Additive Material to the Normal Concrete Mixture Ngudiyono, Ngudiyono; Sulistyowati, Tri
Spektrum Sipil Vol 9 No 2 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i2.251

Abstract

Abu limbah kayu merupakan salah satu bahan limbah yang dihasilkan industri pengolahan kayu atau sisa pembakaran batu bata merah yang banyak terdapat di Indonesia, sehingga abu limbah kayu (wood waste ash) relatif murah dan mudah mendapatkannya. Pemanfaatan abu limbah kayu sebagai bahan tambah campuran beton terutama pada beton normal belum banyak dilakukan, sehubungan dengan sifat kimia abu limbah kayu yang mengandung silica dan aluminat, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan abu limbah kayu terhadap kekuatan beton (kuat tekan dan modulus elastisitas). Pada penelitian ini kuat tekan rencana beton normal adalah 20 MPa. Selanjutnya pada campuran beton normal ditambahkan abu limbah kayu dengan presentase 0,  5, 10, 15 dan 20% dari berat semen. Abu limbah kayu yang dipakai merupakan hasil pembakaran batu bata merah. Benda uji  silinder diameter 150 mm dengan tinggi 300 mm dibuat untuk mengetahui kuat tekan dan modulus elastisitas. Uji kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan setelah benda uji mencapai umur 28, 60 dan 90 hari mengacu standar ASTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu limbah kayu pada campuran beton menyebabkan peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas dibandingkan dengan beton normal (tanpa abu limbah kayu). Kuat tekan dan modulus elastisitas maksimum tercapai pada umur 90 hari ini masing-masing sebesar 31,843 MPa dan 31389,086 Mpa atau meningkat sebesar 36,683%  dan 21,751% pada pada presentase abu limbah kayu 5%.
PERILAKU JOINT BALOK-KOLOM BETON FIBER BENDRAT: The Beam-Column Joint Behavior of Bendrat Fiber Concrete Ngudiyono, Ngudiyono
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.273

Abstract

Joint balok-kolom merupakan bagian yang penting dalam bangunan bertingkat dari beton bertulang, dimana daerah ini berfungsi meneruskan gaya-gaya dari balok dan kolom. Oleh karena itu joint balok-kolom harus direncanakan dan dibuat lebih kuat serta berperilaku daktail daripada daerah yang lain. Salah satu cara untuk merubah joint balok-kolom berperilaku daktail dan mudah pelaksanaan di lapangan adalah dengan menambahkan fiber bendrat pada campuran beton. Benda uji telah dibuat untuk mengetahui kapasitas geser dan daktiitas joint balok-kolom. Benda uji dikelompokkan menjadi 4 yaitu joint balok-kolom normal dengan jarak sengkang 50 mm (JBN) dan beton fiber bendrat  dengan perbandingan variasi jarak sengkang 50 mm (JBF1), 100 mm (JBF2) dan 150 mm (JBF3). Pembebanan diberikan adalah beban statik, diberikan secara bertahap hingga joint balok-kolom runtuh, besarnya lendutan dicatat dan pola retak yang terjadi diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fiber bendrat sebesar 1% dari volume beton pada joint balok-kolom mampu meningkatkan kapasitas geser joint balok-kolom sebesar 8,67% sampai dengan 10,89% dan daktlitas 34,88% sampai dengan 186,04%  serta merubah dan memperlambat pola retak ke arah kolom.