Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERBANDINGAN RESPON SEISMIK STRUKTUR GEDUNG SISTEM KONVENSIONAL DENGAN SISTEM ISOLASI DASAR (STUDI KASUS: GEDUNG TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA, BANGSAL, KABUPATEN LOMBOK UTARA): Seismic Structural Responses Comparison of Conventional System and Base Isolation System Building (Case Study: Temporary Shelter Building in Bangsal, Nothern Lombok) Kencanawati, Ni Nyoman; Aprianingsih, Lia; Hariyadi, Hariyadi; Ngudiyono, Ngudiyono; Mahmud, Fathmah; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 10 No 1 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i1.297

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi gempa tinggi, untuk itu perlu usaha mereduksi dampak yang timbul akibat gempa terutama pada struktur bangunan. Struktur yang dianalisis adalah gedung Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang berada di Bangsal, Lombok Utara.  Gedung ini terdiri dari 4 lantai dan akan dilakukan analisis tiga dimensi pada struktur fixed base dan struktur yang menggunakan base isolator bertipe lead rubber bearing (LRB), friction pendulum system (FPS) dan high damping rubber bearing (HDRB). Berdasarkan hasil analisis didapatkan diameter isolator tipe LRB dan HDRB sebesar 750 mm, sementara diameter FPS sebesar 1180 mm. Dengan menggunakan base isolator terjadi peningkatan periode struktur untuk tipe LRB, FPS dan HDRB berturut-turut sebesar 1,812 detik; 1,957 detik dan 1,435 detik. Terjadi juga peningkatan pada simpangan dasar arah x dan y pada tipe LRB, HDRB dan FPS, yakni berturut-turut sebesar 96,42%; 96,99%; 94,15% dan 93,84%; 93,16%; 89,97%. Sementara itu, terjadi penurunan pada simpangan antar lantai arah x berturut-turut sebesar 64,2%; 63,73%, 64,7% dan arah y sebesar 60,65%; 62,61%; 56,67%. Base isolator tidak langsung menyentuh pondasi melainkan dihubungkan dengan kolom pedestal yang berdiameter 1500 mm dengan tulangan 54 D25. Sementara itu untuk menghubungkan antara isolator dengan kolom pedestal digunakan base plate dengan tebal 20 mm dan panjang baut angkur sebesar 700 mm. Hasil analisis menunjukkan penggunaan base isolator dapat secara efektif memperbaiki respon struktur terhadap bahaya gempa, pada kasus ini pada gedung berlantai 4.
ANALISIS PENANGANAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SUB SEKTOR PERUMAHAN PASCA GEMPA BUMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DI KABUPATEN LOMBOK UTARA: Rehabilitation and Reconstruction Management Analysis of the Post-Earthquake Housing Subsector of West Nusa Tenggara Province in North Lombok Regency Fradana, Yaya; Ngudiyono, Ngudiyono; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 10 No 1 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i1.304

Abstract

Pada tahun 2018 terjadi gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, gempa ini diawali pada tanggal 28 Juli 2018 dengan kekuatan Magnitude 6,5 SR yang kemudian diikuti puluhan gempa susulan, setelah itu gempa yang signifikan terjadi lagi pada tanggal 5 Agustus 2018 dengan kekuatan Magnitude 6,9 SR. Salah satu daerah yang mengalami kerusakan berat yaitu Kabupaten Lombok Utara, namun penanganan perbaikan infrstruktur terutama subsektor perumahan pasca bencana mengalami keterlambatan, yang sampai saat ini belum terselesaikan di wilayah ini. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui pelaksanaan di lapangan dan strategi yang optimal sehingga mempercepat pemulihan infrastruktur subsektor perumahan dengan menggunakan metode AHP dan SWOT. Analisa AHP menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan pertimbangan tertentu. Sedangkan, analisis SWOT menggunakan teknik proportionate stratified random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional. Dari hasil dan pembahasan diperoleh strategi alternatif menggunakan metode SWOT dengan analisis matriks IFAS dan EFAS, untuk grand strategi masuk dalam kuadran III yaitu strategi W-O (Weakness-Opportunity). Kemudian, alternatif strategi SWOT dengan antar kriteria yang dianalisis menggunakan AHP diperoleh bobot nilai Global Priorty yaitu Alternatif 1 = 36,3%, Alternatif 2 = 31,6%, selanjutnya Alternatif 3 = 32,2%. Pelibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi baik dalam penentuan kebijakan serta pelaksanaan di lapangan menjadi strategi optimal dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi subsektor perumahan pasca gempa bumi NTB 2018 di Kabupaten Lombok Utara.
IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI KOLABORATIF DALAM MENDUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BONJERUK Hakti, Mualan Tunandar; Putra, Galih Wirabhakti Widhiantara; Krowin, Enrique Suban Putra Damian; Mahardini, Haulia; Deedat, Syach; Nabila, Nabila; Safitri, Rizki; Pendika, Kinanta Arseti Marga; Sari, Sri Maunanda; Sanobadi, Ihwan; Ngudiyono, Ngudiyono
Jurnal Wicara Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wyx42w77

Abstract

The collaborative literacy program is a strategic effort to improve the quality of education and community empowerment through synergy between schools, Community Reading Gardens (TBM), village government, and student community service programs (KKN). This program was implemented in Bonjeruk Village, Jonggat District, Central Lombok Regency for 45 days, involving the Girang Bace TBM, elementary schools, and the village community. The implementation method used a descriptive qualitative approach through observation, participatory education, and mentoring children in creative literacy activities such as reading aloud, retelling, book reviews, reading-based projects, and literacy and arts competitions. Results showed an increase in children's interest in reading, reading comprehension skills, and the children's courage to express their opinions publicly. Furthermore, the community began to actively participate in supporting village literacy facilities. The collaborative literacy program has proven effective in creating a sustainable literacy ecosystem, strengthening a reading culture, and contributing to human resource development in Bonjeruk Village.
Kinerja Beton Polimer dengan Agregat Kasar Daur Ulang Metode Termal-Mekanik-Kimia Kencanawati, Ni Nyoman; Ngudiyono, Ngudiyono; Biomantara, I Nyoman Hari; Mahmud, Fathmah; Merdana, I Nyoman; Hariyadi, Hariyadi
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.906

Abstract

The use of natural coarse aggregate in large-scale concrete production can be avoided using recycled coarse aggregate as a substitute for natural aggregate. However, using recycled coarse aggregate can generally affect the quality of concrete. The excessive interfacial transition zone (ITZ) is formed due to the old mortar that is still attached, which is the weakest contact zone in recycled aggregate concrete. The addition of polymers such as Styrene Butadiene Rubber (SBR) to the recycled aggregate concrete mixture is expected to increase the strength in this area. The addition of SBR content of 0%, 2.5%, 5%, and 10% to the weight of the mixture water was carried out to review the performance of concrete in terms of its physical properties and mechanical properties. The coarse aggregate used came from recycled coarse aggregate using the Heating-Grinding-Acid Solvent (H-G-A) method. The results of the study show that H-G-A concrete with an additional SBR content of 5% exhibits superior quality compared to normal aggregate concrete. The addition of SBR shows a denser ITS area resulting in the quality of concrete increases.
Co-Authors Achmad Basuki Agung Prabowo Agustono Setiawan Ainuddin, Nurun Ali Awaludin Ali Awaludin Ali, Ahmad Muhammad Alieni, Karimannisa Ambarwati, Zaskia Putri Anang Fakhrrurahman Aprianingsih, Lia Aprilia, Uswatun Aulia, Natasya Difa Ayu Sinta Aprilia Azima, M. Fauzan Bahtiar, Gian Agisna Baiq Elny Susanti Biomantara, I Nyoman Hari Buan Anshari Deedat, Syach Desi Widianty Didi Supriyadi Agustawijaya Eniarti, Miko Fathmah - Mahmud Fathmah Mahmud Fatmayanti, Fatmayanti Febrianti, Ni Luh Riska Fradana, Yaya Hakti, Mualan Tunandar Hamsy, Lalang Setiawan Haq, Habil Hariyadi Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Heni Pujiastuti Hudaeri, Huzrullah Husnawati, Nila I Made Merdana I Nyoman Merdana Ika Kurnia Mustika Iqbal Iqbal Ismail Hoesain Muchtaranda Jannah, Rafaatul Jauhar Fajrin, Jauhar Joedono, Joedono Khoarizmi, M. Syatho Krowin, Enrique Suban Putra Damian Kumala, Malya Mahardini, Haulia Mahendra, Yusril Iza Mahmud, Fathmah Mahmud, Fatmah Maulana, Olan Merdana, I Nyoman Merdana, INyoman Miko Eniarti Misrohatun, Misrohatun Moerad, Siti Huwayda Muhajirah Muhajirah Nabila, Nabila Natasya, Rahma Dwi Ni Nyoman Kencanawati Novia Hilda Silviani Nurlaili Nurlaili Paramesty, Ristawidya Pendika, Kinanta Arseti Marga Prajasa, Syakira Mala Putra, Galih Wirabhakti Widhiantara Rawiana, Shofia Rosalia, Lutfiah Ayu Safitri, Rizki Sanobadi, Ihwan Sari, Adinda Kumala Sari, Mauliya Alina Sari, Sri Maunanda Setiawan, Yahya Siptiani, Eka Suprapto Siswosukarto Suryawan Murtiadi Suryawan Murtiadi, Suryawan Syahrani, Iram Tri Sulistyowati Tri Sulistyowati Wicaksana, M. Arman Adhi Yuana Pratiwi Ningsih Yuhinis, Baiq Ilil