Ussy Andawayanti
Unknown Affiliation

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Data Satelit untuk Menganalisis Indeks Kekeringan Meteorologi di Sub DAS Slahung Kabupaten Ponorogo Friyana, Acha Octa; Donny Harisuseso; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.024

Abstract

Kabupaten Ponorogo dalam beberapa tahun terakhir rentan terjadi bencana kekeringan. Kekeringan disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu curah hujan yang rendah atau dibawah normal. Secara hidrologi, komponen utama dalam menganalisis indeks kekeringan meteorologi adalah curah hujan yang panjang, lengkap dan persebarannya merata diseluruh DAS. Namun, stasiun hujan yang berada di Sub DAS Slahung perletakannya kurang tersebar dan kurang mewakili daerah – daerah yang kosong. Hal ini dapat diantisipasi dengan memanfaatkan data curah hujan satelit dimana digunakan sebagai stasiun hujan bayangan yang membantu stasiun eksisting dalam mengisi ruang kosong di Sub DAS Slahung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kekeringan serta dapat memprediksi kejadian kekeringan di Sub DAS Slahung. Perhitungan indeks kekeringan meteorologi menggunakan metode EDI (Effective Drought Index). Hasil analisis menunjukkan bahwa kekeringan terparah terjadi pada tahun 2005 (indeks min -2.41), 2007 (indeks min -1.94), 2012 (indeks min -1.55), 2017 (indeks min -1.62) dan 2019 (indeks min -1.50). Berdasarkan pola kekeringan pada tahun kering tersebut, diperkirakan kejadian kekeringan di Sub DAS Slahung terjadi 2 hingga 5 tahun sekali.
Studi Kekeringan Meteorologi dengan Pemanfaatan Data Satelit Chirps Pada Das Rondoningo Kabupaten Probolinggo As'idatu Viddaroini; Donny Harisuseso; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.031

Abstract

Abstrak: Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami bencana kekeringan, terkhusus DAS Rondoningo. Kekeringan yang terjadi pada Kabupaten Probolinggo disebabkan oleh intensitas curah hujan yang rendah atau curah hujan dibawah curah hujan normal, maka diperlukan perhitungan nilai indeks kekeringan untuk mengidentifikasi keparahan kekeringan yang terjadi pada lokasi studi. Namun terdapat kendala dimana data hujan pada lokasi studi dinilai kurang sempurna karena pos pengamatan curah hujan masih belum merata, maka akan dilakukan pemanfaatan data curah hujan CHIRPS. Data curah hujan CHIRPS akan dikalibrasikan dengan data curah hujan pengamatan menggunakan persamaan regresi. Metode yang digunakan dalam perhitungan nilai indeks kekeringan adalah Percent Normal Index (PNI). Hasil indeks kekeringan kemudian akan digunakan untuk pembuatan peta sebaran kekeringan metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW) menggunakan aplikasi ArcGIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan dengan nilai determinasi paling baik dalam mengestimasi nilai curah hujan CHIRPS adalah persamaan regresi linier intercept. Kemudian perhitungan indeks PNI menunjukkan indeks kekeringan terparah sebesar 0% dengan status “Amat Sangat Kering” pernah terjadi pada seluruh tahun pengamatan (2002-2021). Hasil peta sebaran kekeringan metode IDW menunjukkan hasil yang sangat bagus karena memilki kecocokan dengan peta kekeringan yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo.
Evaluasi Saluran Drainase pada Kelurahan Tulusrejo Kata Malang Menggunakan Aplikasi SWMM 5.2 Billah Taufik Hidayah; Linda Prasetyorini; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.037

Abstract

Perubahan tata guna lahan di Kelurahan Tulusrejo menjadikan Kelurahan Tulusrejo menjadi langganan banjir atau genangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem drainase dengan model Strom Water Management Model (SWMM) dengan solusi evaluasi dimensi atau alternatif ramah lingkungan yaitu rain harvesting. Tahapan pemodelan meliputi: analisis hidrologi, perhitungan intensitas curah hujan,jam-jaman kala ulang 5 tahun, pemodelan hidrolika dan LID (low impact development) pada SWMM. Hasil pemodelan dengan kala ulang 5 tahun pada SWMM didapat 4 titik genangan dengan 7 saluran yang perlu dievaluasi. Dari hasil pemodelan pendekatan hidrolika direkomendasikan untuk evaluasi dimensi saluran pada 7 titik. Sedangkan dari hasil pendekatan pemodelan LID disarankan menambahkan rain harvesting pada 10 subcatchment yang berjumlah 263.
Upaya Pengendalian Genangan Menggunakan Metode Hec-Ras Dengan Konsep Low Impact Development (LID) di Daerah Jalan Soekarno Hatta Kota Malang fauzan, ahmad; Ussy Andawayanti; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.048

Abstract

Pada musim hujan, kelebihan air seringkali menjadi masalah di perkotaan. Kelebihan air kemungkinan berasal dari kotoran manusia seperti limbah rumah tangga, limbah industri atau air hujan. Oleh karena itu, drainase harus dikelola dengan baik untuk menampung dan mengurangi genangan air di Kota Malang, hal ini terjadi karena lubang inlet terlalu kecil, minimnya saluran air di sepanjang jalan sehingga air menumpuk di saluran yang ada, dan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan. Solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan pemodelan yakni menggunakan aplikasi HEC-RAS. Aplikasi ini dapat menganalisis saluran dalam menangani debit air yang mengalir di saluran tersebut. Penelitian ini menawarkan solusi lain dengan membangun infrastruktur drainase alternatif menggunakan konsep LID (Low Impact development) seperti sumur resapan. Hasil analisis dan perhitungan menggunakan aplikasi HEC-RAS di jalan Soekarno Hatta Malang menunjukkan terdapat 12 saluran drainase yang dibuat untuk mengalirkan air dan mencegah genangan saat hari hujan. Ada 6 titik saluran yang dibangun jembatan karena memiliki ketinggian air yang melebihi kapasitas saluran. Hasil juga menyatakan bahwa kesepakatan biaya untuk redesign adalah Rp. 205.310.490,00.
Studi Evaluasi Kinerja Bangunan Pengendali Sedimen (Check Dam) di Sungai Rado Desa Rado Kabupaten Teluk Wondawa Provinsi Papua Barat Simanjuntak, Rizal; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.042

Abstract

Tidak terawatnya Bangunan Pengendali Sedimen dapat menimbulkan banjir yang dapat menimbulkan kerusakan pada daerah musibah atau bahkan memakan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dari Bangunan Pengendali Sedimen di Sungai Rado Desa Rado Kebupaten Teluk Wondawa. Dari hasil dokementasi yang didapat di tempat penelitian bisa didapat data yang berguna untuk invetarisasi dan skoring. Invetarisasi dilakukan untuk melihat kondisi bangunan pengendali banjir dan skoring dilakukan untuk menilai besar kerusakan yang terjadi di tiap bangunan. Setelah skoring dilakukan, tiap bangunan akan diberi pemeliharaan berdasarkan tingkat kerusakan. Kerusakan berat akan dilakukan pemeliharan rehabilitatif, pemeliharaan sedang dilakukan pemeliharaan preventif dan jika kerusakan kecil atau tidak terjadi kerusakan maka dilakukan pemeliharaan korektif. Setelah mendapat hasil rekomendasi tiap pemeliharaan, dapat dilakukan operasi pada Bangunan Pengendali Sedimen.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada DAS Mayang Hulu Kabupaten Jember Jawa Timur Mochammad Fikri Raihan Firdausy; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.114

Abstract

Permasalahan yang terjadi di DAS Mayang terutama di wilayah hulu, disebabkan oleh pemanfaatan Sungai Mayang yang tidak tepat oleh masyarakat. Perubahan tata guna lahan di wilayah hulu DAS menyebabkan air hujan yang turun mengalir langsung ke sungai karena kurangnya tumbuhan yang dapat menahannya, sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di Sungai Mayang serta perlu adanya upaya untuk manajemen DAS. Studi ini menggunakan bantuan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model ArcSWAT untuk perhitungan nilai erosi dan sedimentasi. Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh nilai potensi laju erosi 43,356 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi 27,778 ton/ha/tahun. Hasil analisis indeks bahaya erosi diperoleh dua kriteria yaitu sedang dengan luas 28.750 ha atau 64,463 % dari luasan total dan tinggi dengan luas 15.849 ha atau 35,537 % dari luasan total. Berdasarkan hasil simulasi setalah dilakukan arahan penggunaan lahan, nilai potensi laju erosi diperoleh 28,604 ton/ha/tahun dan sedimentasi 17,969 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting.
Analisis Laju Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan Berdasarkan RLKT pada DAS Bedadung Hulu Kabupaten Jember Faris Risal Ramadhan; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.123

Abstract

DAS Bedadung Hulu merupakan DAS yang memiliki permasalahan tata guna lahan pada wilayah hulunya yang tergolong kritis. Dari kondisi tata guna lahan yang kritis menyebabkan erosi dan sedimentasi yang meningkat sehingga menjadikan wilayah DAS Bedadung Hulu terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Untuk mengurangi besarnya erosi dan sedimentasi yang ada, perlu dilakukan analisis rancangan untuk mengurangi nilai erosi dan sedimentasi yang ada. Pada studi ini dilakukan dengan metode ArcSWAT untuk menghitung nilai laju erosi dan sedimentasi. Dari hasil simulasi eksisting diperoleh nilai erosi sebesar 39.117 ton/ha/thn dan sedimentasi sebesar 29.201 ton/ha/thn. Lalu untuk IBE eksisting diperoleh 3 kriteria, rendah seluas 9.559 ha (0.013% dari luasan lahan), sedang seluas 49056.802 ha (67.943% dari luasan lahan), dan tinggi seluas 23136.269 ha (32.044% dari luasan lahan). Setelah diperoleh nilai-nilai eksisting, dibuat analisis berupa arahan penggunaan lahan baru yang sesuai dengan kondisi. Dari arahan penggunaan lahan yang baru diperoleh nilai erosi sebesar 28.743 ton/ha/tahun dan sedimentasi sebesar 20.792 ton/ha/tahun. Untuk IBE diperoleh 2 kriteria, rendah seluas 6272.721 ha (8.688% dari luasan total), sedang seluas 65929.909 ha (91.312% dari luasan total). Dari hasil yang ada, disimpulkan hasil arahan penggunaan lahan yang baru berhasil menurun.
Analisis Indeks Bahaya Erosi dan Upaya Konservasi Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Sanenrejo Kabupaten Jember Jawa Timur Mahaputra, Muhammad Bintang Mahaputra; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.124

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Kecamatan Tempurejo dikarenakan berubahnya tata guna lahan di wilayah hulu, yakni Taman Nasional Meru Betiri. Ketika tanaman tidak mampu untuk mengikat air hujan, air akan langsung menuju sungai yang menyebabkan erosi dan sedimentasi pada Sungai Sanen, serta diperlukan adanya upaya pengelolaan DAS. Perhitungan nilai erosi dan sedimentasi pada studi ini menggunakan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model SWAT.  Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh potensi nilai laju erosi sebesar 46,802 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi sebesar 37,046 ton/ha/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) diperoleh dua kriteria, yaitu sedang dengan luas 19.955 ha atau 63,898 % dari luasan total dan tinggi dengan luas 11.275 ha atau 36,102 % dari luasan total. Hasil simulasi setelah dilakukan upaya konservasi lahan, nilai potensi laju erosi diperoleh 27,154 ton/ha/tahun dan sedimentasi 18,666 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting.
Analisis Kerawanan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis Sebagai Upaya Mitigasi Pada DAS Kedunggaleng Kabupaten Probolinggo Rendra, Rendra Apriananta; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.139

Abstract

DAS Kedunggaleng merupakan salah satu DAS di Wilayah Sungai Welang-Rejoso yang seringkali mengalami banjir akibat luapan sungai Kedunggaleng. Oleh sebab itu, diperlukan adanya peta rawan banjir untuk memberikan informasi mengenai bencana banjir pada DAS tersebut. Pemetaan daerah rawan banjir dilakukan melalui pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan parameter hujan rancangan, kemiringan lereng, ketinggian lahan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan kerapatan sungai. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa daerah Sangat Tidak Rawan seluas 2,78 km2 (1%), Tidak Rawan seluas 90,30 km2 (33,8%), Sedang seluas 121,61 km2 (45,5%), Rawan seluas 30,58 km2 (11,5%) , dan Sangat Rawan seluas 21,72 km2 (8,1%) yang mendominasi daerah hilir DAS. Berdasarkan peta rawan banjir tersebut, dilakukan arahan mitigasi banjir melalui perencanaan embung kecil, kolan retensi, dan sistem peringatan dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tujuh buah embung kecil dan kolam retensi yang direncanakan dapat mereduksi volume pada saat debit puncak banjir sebesar 2,3% sampai 11,6% pada setiap sub-DAS embung dan 1,48% sampai 15,49% pada setiap catchment area kolam retensi. Kemudian, tingkan status sistem peringatan dini dilakukan berdasarkan tinggi muka air sungai dan didapatkan bahwa tinggi muka air pada kelas Normal 0,20 - 0,57 meter, Waspada 0,57 – 0,93 meter, Siaga 0,93 – 1,30 meter, Awas >1,30 meter.
Analisis Hidrologi dan Hidrolika Pada Kawasan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta Untuk Mitigasi Banjir Winata, Noval Adji; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.028

Abstract

Banjir di Sungai Bengawan Solo disebabkan kurangnya kesadaran warga untuk memelihara lingkungan. Akibatnya banyak warga yang terdampak oleh adanya banjir. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menentukan debit banjir rancangan di Sungai Bengawan Solo, lalu melakukan pemodelan genangan banjirnya dengan bantuan software HEC-RAS, serta menentukan upaya mitigasi banjir di Sungai Bengawan Solo. Berdasarkan analisis hidrologi, debit banjir rancangan dengan kala ulang 25 tahun bernilai 1453,47 m3/detik, dimana Sungai Bengawan Solo tidak dapat menampung luapan air tersebut. luas genangan pada kedua cathchment area seluas 230 Ha. Tinggi genangan dari kedua catchment area bervariasi, pada Kecamatan Jebres antara 0.100 hingga 3.512 m dan pada Kecamatan Pasar Kliwon antara 0.175 hingga 3.043 m. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dilakukan upaya mitigasi berupa pembuatan peta rute evakuasi bencana banjir. Ditetapkan delapan titik kumpul awal yang tersebar di dua kecamatan di sepanjnag Sungai Bengawan Solo dan tiga titik akhir jalur evakuasi yang memiiliki delapan rute.