Ussy Andawayanti
Unknown Affiliation

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Sistem Distribusi Air Baku di Desa Galeo Baru dengan menggunakan Aplikasi WaterCAD V8i Nuryatim, Moch Rendy Dwi Laksana; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.028

Abstract

Desa Galeo Baru terletak pada pulau Kalimantan lebih tepatnya di Kecamatan BarongTongkok Kabupaten Kutai Barat, dalam rutinitas sehari-hari kebutuhan air baku masyarakat di Desa Galeo Baru sangat mengandalkan sumber air tanah, namun tidak semua masyarakat memilikinya. Dengan adanya sungai Goohaq nantinya dapat dijadikan suplai air baku guna memenuhi kebutuhan air baku di Desa Galeo Baru. Tujuan dari studi ini merupakan untuk merencanakan sistem jaringan air baku dari sungai Goohaq ke Desa Galeo Baru, meliputi kuantitas air, hidrolika dan rencana anggaran biaya. Untuk perencanaan jaringan dan perhitungan hidrolika menggunakan aplikasi WaterCAD V8i. Dari hasil analisa didapatkan kondisi hidrolis jaringan pipa masih memenuhi persyaratan teknis yang ditentukan, untuk kecepatan sebesar 0,100 m/dt – 2,5 m/dt, tekanan 0,5 atm – 10 atm, headloss gradient 0 m/km – 15 m/km. Dengan total rencana anggaran biaya (RAB) untuk perencanaan distribusi air baku di Desa Galeo Baru Kecamatan BarongTongkok Kabupaten Kutai Barat dengan nilai proyek sebesar Rp. 713.177.000.
Studi Evaluasi Sumur Resapan di Kelurahan Cipinang Besar, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Bagaskara, Daffa Fajar; Mohammad Bisri; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.007

Abstract

Permasalahan banjir di wilayah DKI Jakarta semakin hari semakin pelik dikarenakan semakin berkurangnya daerah resapan di wilayahnya. Maka dari itu pihak pemerintahan DKI Jakarta baik tingkat Pemprov maupun Pemkot membangun sumur resapan yang dipelopori oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada masa kepemimpinannya. Salah satu wilayah yang menjadi tempat dibangunnya sumur resapan di wilayah DKI Jakarta adalah di lokasi studi, tepatnya di jalan DI. Panjaitan Kelurahan Cipinang Besar, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur dengan jumlah sumur resapan sebanyak 86 buah. Alasan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi efisiensi daya tampung sumur resapan eksisting dengan menganalisa curah hujan tahunan maksimal, hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahunan, hujan jam- jaman, debit banjir rancangan, debit tampungan drainase eksisting dikarenakan inlet dari sumur resapan berasal dari saluran drainase, serta menyarankan jumlah dan daya debit tampungan dari sumur resapan yang berada di lokasi studi. Hasil dari studi ini, disarankan jumlah sumur resapan untuk menampung debit hujan yang berada pada lokasi studi sebanyak 12 buah dengan debit tampungan total sebesar 1,49 m3/detik.
Studi Erosivitas Hujan Akibat Variasi Intensitas Hujan pada Pasir Kuarsa menggunakan Alat Rainfall Simulator Nur Hadiansyah, Muhammad Safri; Jadfan Sidqi Fidari; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.065

Abstract

Erosi hujan yang terjadi dapat mengakibatkan berbagai macam masalah. Erosi yang terjadi terus-menerus menjadi salah satu faktor penurunan kualitas lahan. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erosivitas hujan dan laju erosi akibat dari variasi intensitas hujan pada lahan pemodelan menggunakan pasir kuarsa. Dalam penelitian ini digunakan pemodelan hujan menggunakan alat Rainfall Simulator. Rangkain percobaan dilakukan dalam kondisi terkontrol dengan menggunakan 3 variasi intensitas hujan yaitu 1 liter/menit, 2 liter/menit, dan 3 liter/menit. Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap nilai erosivitas hujan dan laju erosi antara menggunakan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation), laju erosi alat Rainfall Simulator, dan laju erosi Grid. Dari perhitungan erosivitas hujan didapatkan hasil pada intensitas hujan 1 liter/menit R sebesar 7,57 ton.m.cm.ha-1, kemudian pada intensitas 2 liter/menit didapatkan R sebesar 16,76 ton.m.cm.ha-1, dan pada intensitas 3 liter/menit didapatkan R sebesar 26,54 ton.m.cm.ha-1. Dapat dilihat bahwa intensitas hujan linier atau berbanding lurus dengan nilai erosivitas hujan.Selain itu, menggunakan rumus USLE didapatkan nilai laju erosi pada intensitas hujan 1 liter/menit sebesar 0,486 ton/ha/tahun, intensitas hujan 2 liter/menit sebesar 1,075 ton/ha/tahun, dan intensitas hujan 3 liter/menit sebesar 1,703 ton/ha/tahun. Dari hasil laju erositersebut, dapat disimpulkan bahwa intensitas hujan linier atau berbanding lurus dengan laju erosi.
Pemanfaatan Data Satelit untuk Menganalisis Indeks Kekeringan Meteorologi di Sub DAS Slahung Kabupaten Ponorogo Friyana, Acha Octa; Donny Harisuseso; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.024

Abstract

Kabupaten Ponorogo dalam beberapa tahun terakhir rentan terjadi bencana kekeringan. Kekeringan disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu curah hujan yang rendah atau dibawah normal. Secara hidrologi, komponen utama dalam menganalisis indeks kekeringan meteorologi adalah curah hujan yang panjang, lengkap dan persebarannya merata diseluruh DAS. Namun, stasiun hujan yang berada di Sub DAS Slahung perletakannya kurang tersebar dan kurang mewakili daerah – daerah yang kosong. Hal ini dapat diantisipasi dengan memanfaatkan data curah hujan satelit dimana digunakan sebagai stasiun hujan bayangan yang membantu stasiun eksisting dalam mengisi ruang kosong di Sub DAS Slahung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kekeringan serta dapat memprediksi kejadian kekeringan di Sub DAS Slahung. Perhitungan indeks kekeringan meteorologi menggunakan metode EDI (Effective Drought Index). Hasil analisis menunjukkan bahwa kekeringan terparah terjadi pada tahun 2005 (indeks min -2.41), 2007 (indeks min -1.94), 2012 (indeks min -1.55), 2017 (indeks min -1.62) dan 2019 (indeks min -1.50). Berdasarkan pola kekeringan pada tahun kering tersebut, diperkirakan kejadian kekeringan di Sub DAS Slahung terjadi 2 hingga 5 tahun sekali.
Studi Kekeringan Meteorologi dengan Pemanfaatan Data Satelit Chirps Pada Das Rondoningo Kabupaten Probolinggo As'idatu Viddaroini; Donny Harisuseso; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.031

Abstract

Abstrak: Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami bencana kekeringan, terkhusus DAS Rondoningo. Kekeringan yang terjadi pada Kabupaten Probolinggo disebabkan oleh intensitas curah hujan yang rendah atau curah hujan dibawah curah hujan normal, maka diperlukan perhitungan nilai indeks kekeringan untuk mengidentifikasi keparahan kekeringan yang terjadi pada lokasi studi. Namun terdapat kendala dimana data hujan pada lokasi studi dinilai kurang sempurna karena pos pengamatan curah hujan masih belum merata, maka akan dilakukan pemanfaatan data curah hujan CHIRPS. Data curah hujan CHIRPS akan dikalibrasikan dengan data curah hujan pengamatan menggunakan persamaan regresi. Metode yang digunakan dalam perhitungan nilai indeks kekeringan adalah Percent Normal Index (PNI). Hasil indeks kekeringan kemudian akan digunakan untuk pembuatan peta sebaran kekeringan metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW) menggunakan aplikasi ArcGIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan dengan nilai determinasi paling baik dalam mengestimasi nilai curah hujan CHIRPS adalah persamaan regresi linier intercept. Kemudian perhitungan indeks PNI menunjukkan indeks kekeringan terparah sebesar 0% dengan status “Amat Sangat Kering” pernah terjadi pada seluruh tahun pengamatan (2002-2021). Hasil peta sebaran kekeringan metode IDW menunjukkan hasil yang sangat bagus karena memilki kecocokan dengan peta kekeringan yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo.
Evaluasi Saluran Drainase pada Kelurahan Tulusrejo Kata Malang Menggunakan Aplikasi SWMM 5.2 Billah Taufik Hidayah; Linda Prasetyorini; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.037

Abstract

Perubahan tata guna lahan di Kelurahan Tulusrejo menjadikan Kelurahan Tulusrejo menjadi langganan banjir atau genangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem drainase dengan model Strom Water Management Model (SWMM) dengan solusi evaluasi dimensi atau alternatif ramah lingkungan yaitu rain harvesting. Tahapan pemodelan meliputi: analisis hidrologi, perhitungan intensitas curah hujan,jam-jaman kala ulang 5 tahun, pemodelan hidrolika dan LID (low impact development) pada SWMM. Hasil pemodelan dengan kala ulang 5 tahun pada SWMM didapat 4 titik genangan dengan 7 saluran yang perlu dievaluasi. Dari hasil pemodelan pendekatan hidrolika direkomendasikan untuk evaluasi dimensi saluran pada 7 titik. Sedangkan dari hasil pendekatan pemodelan LID disarankan menambahkan rain harvesting pada 10 subcatchment yang berjumlah 263.
Upaya Pengendalian Genangan Menggunakan Metode Hec-Ras Dengan Konsep Low Impact Development (LID) di Daerah Jalan Soekarno Hatta Kota Malang fauzan, ahmad; Ussy Andawayanti; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.048

Abstract

Pada musim hujan, kelebihan air seringkali menjadi masalah di perkotaan. Kelebihan air kemungkinan berasal dari kotoran manusia seperti limbah rumah tangga, limbah industri atau air hujan. Oleh karena itu, drainase harus dikelola dengan baik untuk menampung dan mengurangi genangan air di Kota Malang, hal ini terjadi karena lubang inlet terlalu kecil, minimnya saluran air di sepanjang jalan sehingga air menumpuk di saluran yang ada, dan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan. Solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan pemodelan yakni menggunakan aplikasi HEC-RAS. Aplikasi ini dapat menganalisis saluran dalam menangani debit air yang mengalir di saluran tersebut. Penelitian ini menawarkan solusi lain dengan membangun infrastruktur drainase alternatif menggunakan konsep LID (Low Impact development) seperti sumur resapan. Hasil analisis dan perhitungan menggunakan aplikasi HEC-RAS di jalan Soekarno Hatta Malang menunjukkan terdapat 12 saluran drainase yang dibuat untuk mengalirkan air dan mencegah genangan saat hari hujan. Ada 6 titik saluran yang dibangun jembatan karena memiliki ketinggian air yang melebihi kapasitas saluran. Hasil juga menyatakan bahwa kesepakatan biaya untuk redesign adalah Rp. 205.310.490,00.
Studi Evaluasi Kinerja Bangunan Pengendali Sedimen (Check Dam) di Sungai Rado Desa Rado Kabupaten Teluk Wondawa Provinsi Papua Barat Simanjuntak, Rizal; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.042

Abstract

Tidak terawatnya Bangunan Pengendali Sedimen dapat menimbulkan banjir yang dapat menimbulkan kerusakan pada daerah musibah atau bahkan memakan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dari Bangunan Pengendali Sedimen di Sungai Rado Desa Rado Kebupaten Teluk Wondawa. Dari hasil dokementasi yang didapat di tempat penelitian bisa didapat data yang berguna untuk invetarisasi dan skoring. Invetarisasi dilakukan untuk melihat kondisi bangunan pengendali banjir dan skoring dilakukan untuk menilai besar kerusakan yang terjadi di tiap bangunan. Setelah skoring dilakukan, tiap bangunan akan diberi pemeliharaan berdasarkan tingkat kerusakan. Kerusakan berat akan dilakukan pemeliharan rehabilitatif, pemeliharaan sedang dilakukan pemeliharaan preventif dan jika kerusakan kecil atau tidak terjadi kerusakan maka dilakukan pemeliharaan korektif. Setelah mendapat hasil rekomendasi tiap pemeliharaan, dapat dilakukan operasi pada Bangunan Pengendali Sedimen.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada DAS Mayang Hulu Kabupaten Jember Jawa Timur Mochammad Fikri Raihan Firdausy; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.114

Abstract

Permasalahan yang terjadi di DAS Mayang terutama di wilayah hulu, disebabkan oleh pemanfaatan Sungai Mayang yang tidak tepat oleh masyarakat. Perubahan tata guna lahan di wilayah hulu DAS menyebabkan air hujan yang turun mengalir langsung ke sungai karena kurangnya tumbuhan yang dapat menahannya, sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di Sungai Mayang serta perlu adanya upaya untuk manajemen DAS. Studi ini menggunakan bantuan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model ArcSWAT untuk perhitungan nilai erosi dan sedimentasi. Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh nilai potensi laju erosi 43,356 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi 27,778 ton/ha/tahun. Hasil analisis indeks bahaya erosi diperoleh dua kriteria yaitu sedang dengan luas 28.750 ha atau 64,463 % dari luasan total dan tinggi dengan luas 15.849 ha atau 35,537 % dari luasan total. Berdasarkan hasil simulasi setalah dilakukan arahan penggunaan lahan, nilai potensi laju erosi diperoleh 28,604 ton/ha/tahun dan sedimentasi 17,969 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting.
Analisis Laju Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan Berdasarkan RLKT pada DAS Bedadung Hulu Kabupaten Jember Faris Risal Ramadhan; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.123

Abstract

DAS Bedadung Hulu merupakan DAS yang memiliki permasalahan tata guna lahan pada wilayah hulunya yang tergolong kritis. Dari kondisi tata guna lahan yang kritis menyebabkan erosi dan sedimentasi yang meningkat sehingga menjadikan wilayah DAS Bedadung Hulu terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Untuk mengurangi besarnya erosi dan sedimentasi yang ada, perlu dilakukan analisis rancangan untuk mengurangi nilai erosi dan sedimentasi yang ada. Pada studi ini dilakukan dengan metode ArcSWAT untuk menghitung nilai laju erosi dan sedimentasi. Dari hasil simulasi eksisting diperoleh nilai erosi sebesar 39.117 ton/ha/thn dan sedimentasi sebesar 29.201 ton/ha/thn. Lalu untuk IBE eksisting diperoleh 3 kriteria, rendah seluas 9.559 ha (0.013% dari luasan lahan), sedang seluas 49056.802 ha (67.943% dari luasan lahan), dan tinggi seluas 23136.269 ha (32.044% dari luasan lahan). Setelah diperoleh nilai-nilai eksisting, dibuat analisis berupa arahan penggunaan lahan baru yang sesuai dengan kondisi. Dari arahan penggunaan lahan yang baru diperoleh nilai erosi sebesar 28.743 ton/ha/tahun dan sedimentasi sebesar 20.792 ton/ha/tahun. Untuk IBE diperoleh 2 kriteria, rendah seluas 6272.721 ha (8.688% dari luasan total), sedang seluas 65929.909 ha (91.312% dari luasan total). Dari hasil yang ada, disimpulkan hasil arahan penggunaan lahan yang baru berhasil menurun.