Ussy Andawayanti
Unknown Affiliation

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Evaluasi Genangan pada Saluran Drainase di Desa Menala Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Reviko, Mikhaillieno; Ussy Andawayanti; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.099

Abstract

Banjir merupakan permasalahan lingkungan yang seringkali terjadi di kota-kota besar Indonesia, termasuk di Desa Menala, Kabupaten Sumbawa Barat. Penyebabnya adalah kurangnya perhatian terhadap sistem drainase, penyempitan dan pendangkalan saluran drainase, serta perubahan tata guna lahan yang pesat. Sistem drainase berperan penting dalam mengatasi banjir, dan mengubahnya dapat berdampak buruk pada infrastruktur. Untuk mengevaluasi permasalahan banjir, pemodelan dengan perangkat lunak HEC-RAS menjadi solusi yang diusulkan. Pemodelan ini membantu dalam mengevaluasi sistem drainase perkotaan dan merancang solusi efektif. Studi ini menyajikan hasil penelitian menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.2 satu dimensi untuk mengevaluasi permasalahan banjir di Desa Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa debit banjir dengan kala ulang 5 tahun berkisar antara 0,005 m3/detik hingga 1,016 m3/detik. Ditemukan 30 saluran drainase yang tidak mampu menangani debit banjir, menyebabkan ketinggian banjir berkisar antara 15 cm hingga 50 cm. Solusi alternatif berupa perbaikan dimensi saluran dengan beton precast U-Ditch berhasil mengatasi masalah, dan perkiraan biaya untuk implementasi solusi ini sekitar Rp 2.007.342.165.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Konstruksi Main Dam Bendungan Cibeet Kabupaten Bogor Pramudya, Rafi Rizky; Ussy Andawayanti; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.079

Abstract

Suatu manajemen konstruksi serta penjadwalan proyek digunakan dengan tujuan pengaturan kegiatan, pengelolaan sumber daya dan menghadapi konflik dalam pelaksanaan suatu proyek. Studi ini memiliki tujuan untuk pengoptimasian proyek konstruksi Main Dam Bendungan Cibeet dalam pencapaian standar mutu, biaya, maupun penyelesaian konflik jadwal dalam melaksanakan proyek sesuai kesepakatan pelaksanaan proyek. Pada studi ini, pemecahan masalah dilakukan dengan pembuatan jadwal proyek serta memberikan alternatif mengenai percepatan proyek. Adapun dua pilihan alternatif yang akan diimplementasikan dalam memecahkan permasalahan pada studi ini, yakni penambahan durasi jam kerja per harinya serta penambahan jumlah alat berat. Menurut analisis didapatkan bahwasanya bahwa alternatid penambahan durasi kerja per hari memiliki output efisiensi waktu sebanyak 5,67% serta mengurangnya biaya sebanyak 1,41% jika dibandingkan dengan rencana anggaran biaya kontrak. Disamping itu, alternatif penambahan jumlah alat berat menghasilkan output efisiensi waktu sebanyak 4,73% serta mengurangnya biaya sebesar 1,43% jika dibandingkan dengan rencana anggaran biaya kontrak. Dengan demikian, pada studi ini, pilihan alternatif penambahan durasi jam kerja perharinya disimpulkan sebagai pilihan terbaik menurut pertimbangan aspek durasi maupun biaya apabila dibandingkan terhadap alternatif lainnya pada proyek Main Dam Bendungan Cibeet.
Studi Evaluasi dan Penanganan Genangan Menggunakan Aplikasi Swmm 5.1 pada Sistem Drainase Medokan Semampir Kota Surabaya Mohammad Dahlan Firmansyah; Ussy Andawayanti; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.085

Abstract

Sistem Drainase Medokan Semampir di Surabaya, khususnya di Kecamatan Sukolilo, sering mengalami masalah genangan akibat perubahan tata guna lahan dari pertanian menjadi pemukiman. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan analisis drainase komprehensif menggunakan aplikasi SWMM 5.1. Analisis ini mencakup konversi data curah hujan ke intensitas hujan per jam dengan memakai Rumus Mononobe. Disamping itu, analisis ini melibatkan pemetaan daerah tangkapan air dan pembuatan model jaringan drainase yang sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil analisis mengidentifikasi empat saluran penting, yaitu C2, C10, C16, dan C22, sebagai daerah yang rawan terjadi banjir. Temuan ini kemudian dikalibrasi secara ketat menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE), dengan nilai rendah sebesar 0,42, menunjukkan kesalahan yang minimal antara debit yang dihitung dan yang terukur, mencerminkan akurasi analisis tersebut. Dalam upaya manajemen banjir, penerapan Rain Harvesting sebagai solusi yang sangat efektif, dengan tingkat pengurangan genangan sebesar 60,22% di saluran C2 mengubah debit menjadi 1,04 m3/detik, dengan biaya sekitar Rp 1.995.626.169. Selain itu, dalam strategi manajemen banjir, ter pilih alternatif lain yaitu dengan meningkatkan dimensi saluran. Tercatat, saluran C22 menunjukkan tingkat pengurangan tertinggi, dengan ketinggian air setelah perbaikan sebesar 1,91 meter, dengan biaya total alternatif solusi perbaikan dimensi sekitar Rp 9.667.016.838.
Pemetaan Sebaran Indeks Bahaya Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan di Sub DAS Brantas Hulu Kota Batu Berbasis Sistem Informasi Geografis Deny Ainur Rosidin; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.018

Abstract

SubDAS Brantas Hulu termasuk dalam salah satu area DAS yang mengalami perubahan terhadap berkurangnya kemampuan DAS dari segi menyimpan air dan semakin besarnya laju erosi maupun sedimentasi. Terkait dengan penanganan yang akan dilakukan, perlu dilakukan adanya analisis terhadap besaran laju erosi dan sedimentasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks bahaya erosi (IBE) oleh Hammer (1981) yang merupakan salah satu parameter untuk mengukur kepekaan tanah dan lahan terhadap kemungkinan erosi yang akan terjadi. Metode MUSLE dipilih sebagai metode utama dalam penentuan laju sedimentasi dengan kombinasi Sedimen Delivery Ratio (SDR) sebagai sarana untuk mendapatkan nilai erosi ditinjau dari hasil analisis sedimentasi. Hasil analisis menunjukkan rerata sedimentasi eksisiting adalah 22.97 mm/tahun. Sedangkan hasil IBE Eksisiting diperoleh indeks kriteria sedang (1.0 – 4.0) seluas 350.660 ha (2.19%), indeks kriteria tinggi (4.01 – 10.00) seluas 589.059 ha (3.68%) dan indeks kriteria sangat tinggi (>10.01) seluas 15053.150 ha (94.12%). Hasil dari skenario baru yang mengusung arahan penggunaan lahan berdasarkan ketentuan RLKT dan perubahan pengelolaan lahan (Faktor P) menunjukkan penurunan sedimentasi sebesar 88.30% menjadi 2.69 mm/tahun. Hasil IBE skenario baru diperoleh indeks rendah sampai tinggi (0.01 – 10.00) seluas 14820.89 ha (92.67%) dan indeks sangat tinggi (>10) seluas 1171.97 ha (7.33%). Selain itu diusulkan checkdam pada lahan skenario baru dengan IBE sangat tinggi dengan efektifitas reduksi sedimentasi sebesar 13.46%.
Analisis Efektivitas Perencanaan Pengendalian Banjir di Sungai Tenggang, Kota Semarang Habib Haidar, Fauzan; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.18

Abstract

Banjir merupakan permasalahan yang secara historis sering terjadi di Kota Semarang. Penelitian ini secara komprehensif menganalisis kondisi eksisting di Sungai Tenggang, Kota Semarang menggunakan Software HEC-RAS 6.3 serta memberikan referensi perencanaan pengendalian banjir. Setelah melakukan hitungan debit banjir rencana dengan Hidrograf Sintetis Nakayasu 25 th, diperoleh Q25 68,290 m3/detik. Selain itu, melalui pemodelan menggunakan HEC-RAS 6.3, luas genangan juga dihitung. pada kondisi eksisting dengan 6 unit pompa berkapasitas 2 m3/detik seluas 60,276 Ha. Maka dari itu, dibutuhkan perencanaan pengendalian banjir berupa penambahan pompa eksisting sebanyak 3 unit pompa berkapasitas 2 m3/detik.
Studi Evaluasi dan Perencanaan Pengendalian Banjir di Sungai Beringin Kota Semarang Adnan, Muhammad Fawwaz Aydin; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.32

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang kerap dilanda banjir. Salah satu sungai di kota ini, yaitu Sungai Beringin, menunjukkan penurunan fungsi, yang tercermin dari seringnya terjadi banjir di kawasan sekitarnya, terutama di bagian hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting Sungai Beringin dan merencanakan alternatif pengendalian banjir berupa kolam retensi. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit banjir rancangan dengan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu, dengan hasil perhitungan debit Q25th sebesar 91,79 m³/detik. Pemodelan hidraulik dilakukan menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.3 dengan debit 91,79 m³/detik sebagai data input. Pemodelan dilakukan melalui pendekatan aliran dua dimensi dan simulasi aliran tidak permanen. Hasil simulasi menunjukkan bahwa wilayah hilir Sungai Beringin tidak mampu menampung besarnya debit yang mengalir. Hal ini ditunjukan dengan terjadinya genangan banjir di area permukiman dan sawah. Setelah dilakukannya evaluasi dan perencanaan pengendalian banjir, didapatkan bahwa perencanaan tiga unit kolam retensi mampu mengurangi genangan banjir di wilayah hilir Sungai Beringin.
Analisis Laju Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Waduk Saguling Kabupaten Bandung Jawa Barat Putra, Qhemal Pratama; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.35

Abstract

Abstrak: Sub-DAS Waduk Saguling yang merupakan bagian dari DAS Citarum Hulu mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan laju erosi dan sedimentasi, yang berdampak pada kerusakan material dan potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa. Untuk menanggulangi ermasalahan tersebut, diperlukan pendekatan hidrologis melalui analisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode ArcSWAT (Soil and Water Assessment Tool). Analisis dilakukan berdasarkan data penggunaan lahan tahun 2013, 2017, dan 2022, serta peta jenis tanah, kemiringan lereng, dan data klimatologi. Proses dalam ArcSWAT mencakup delineasi batas DAS, pembentukan HRU (Hydrologic Response Unit), pembangunan basis data ArcSWAT, serta simulasi model yang dikalibrasi menggunakan data lapangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimentasi mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke tahun 2017, namun menurun pada tahun Rata-rata laju erosi dan sedimentasi pada tahun2013 masing-masing sebesar 69,58 ton/ha/tahun dan 47,65 ton/ha/tahun. Pada tahun 2017, terjadi peningkatan menjadi 86,26 ton/ha/tahun dan 54,64 ton/ha/tahun. Kemudian pada tahun 2022, terjadi penurunan menjadi 68,76 ton/ha/tahun dan 53,64 ton/ha/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap dinamika erosi dan sedimentasi di wilayah Sub-DAS Waduk Saguling.
Studi Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Effendi, Muhammad Daffa; Ussy Andawayanti; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.25

Abstract

Desa Pulung yang terletak di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, telah lama mengalami kekurangan air, terutama selama musim kemarau, sehingga pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengatasi masalah kekeringan pada lokasi penelitian, dengan cara mengoptimalisasi pemanfaatan air tanah dan merencanakan jaringan distribusi air bersihnya. Meotode yang digunakan adalah metode geolistrik dan perencanaan sistem distribusi air bersih melalui software WaterCAD v8i. Hasil dari pendugaan geolistrik di tiga titik uji di area studi, setelah diolah dengan program IPI2WIN dan Progress 3.0, mengidentifikasi empat lapisan litologi: Andesit, Tufa, Breksi-Lava, dan Breksi, yang diklasifikasikan berdasar resistivitasnya. Potensi debit air tanah dihitung dengan persamaan Darcy, menghasilkan total potensi debit sebesar 5,78 liter/detik. Rencana sistem distribusi air bersih melibatkan penggunaan sumur bor, pompa submersible, tandon, dan pipa PVC. Berdasarkan Permen PU No. 18/PRT/M/2007, analisis hidraulik menunjukkan bahwa sistem distribusi memenuhi standar yang ditetapkan, dengan kecepatan aliran antara 0,1 – 0,67 m/s, headloss gradient antara 0,037 – 6,372 m/km, dan tekanan antara 1,26 – 7,97 atm. Total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan jaringan distribusi air bersih di Desa Pulung adalah Rp3.029.379.466,42.
Evaluasi Saluran Drainase Pada Kecamatan Gayamsari Dengan Berwawasan Lingkungan Napitupulu, Nehemia; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.21

Abstract

Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang merupakan salah satu daerah dengan potensi banjir yang tinggi. Salah satu faktor penyebab banjir pada kecamatan ini adalah saluran drainase yang tidak mampu menampung debit hujan dan kurangnya daerah resapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saluran eksisting objek penelitian yang berada di Kecamatan Gayamsari sehingga dapat menentukan penanggulangan banjir berwawasan lingkungan yang tepat untuk mengatasi masalah banjir pada Kecamatan Gayamsari. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari analisis hidrologi, memodelkan saluran drainase eksisting menggunakan SWMM 5.2, menerapkan penanggulangan berwawasan lingkungan pada pemodelan, menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan. Hasil analisis hidrologi merupakan curah hujan rancangan berbagai kala ulang yang akan digunakan untuk simulasi pemodelan. Berdasarkan simulasi pemodelan menggunakan kala ulang 10 th didapatkan hasil evaluasi bahwa sejumlah 2 saluran meluap dari total 4 saluran yaitu pada saluran C1 dan C4 yang dapat dilihat dari tinggi air melebihi tinggi saluran. Penanggulangan berwawasan lingkungan yang akan digunakan pada 2 saluran tersebut adalah parit resapan namun untuk saluran C1 akan digabungkan dengan rehabilitasi saluran. Setelah penerapan penanggulangan berwawasan lingkungan didapatkan hasil bahwa pada saluran C1 dan C4, tinggi air tidak melebihi tinggi maksimum saluran maka dapat dinyatakan penerapan parit resapan dapat menanggulangi banjir yang terdapat di objek penelitian.