Ussy Andawayanti
Unknown Affiliation

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi EPA SWMM 5.1. pada Perencanaan Sistem Drainase Kawasan Perumahan El Banna City Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Luiz Agusta Musa Pradana; Ussy Andawayanti; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.004

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Malang menyebabkan peningkatan kebutuhan perumahan. El Banna City adalah contoh perumahan yang mengubah lahan hijau menjadi pemukiman, mengurangi area penyerapan air dan meningkatkan risiko banjir. Kabupaten Malang telah menghadapi masalah banjir akibat pengelolaan drainase yang kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang perancangan drainase berkelanjutan di area ini. Penelitian ini melibatkan perhitungan analisa hidrologi dan hidrolika serta penggunaan software EPA SWMM 5.1, menghasilkan 102 saluran persegi. Debit air dari perhitungan adalah 1,307 m³/det dan dari simulasi 1,352 m³/det, dengan selisih 0,045 m³/det. Total jumlah sumur injeksi yang diperlukan adalah 96 buah. Dengan perencanaan drainase yang tepat, risiko banjir di Kabupaten Malang diharapkan dapat berkurang, meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan.
Studi Analisa Pola Operasi Embung G Wilayah KIPP Sebagai Upaya Percepatan Forest City Pada Ibu Kota Nusantara (IKN) Intan Khusniatul Hanifah; Ussy Andawayanti; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.041

Abstract

Kebutuhan air untuk tanaman meningkat secara signifikan karena tingkat penguapan yang tinggi dan kurangnya hujan saat musim kemarau. Salah satu kawasan yang memilki sedikitnya persediaan air adalah di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan telah dilakukan perencanaan pembangunan Embung Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola operasi embung G di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya percepatan pembangunan Forest City. Lokasi studi berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan luas Daerah Tangkapan Air (DTA) sebesar 36 ha. Metode analisa hidrologi digunakan untuk memprediksi ketersediaan air di masa mendatang. Hasil analisa menunjukkan bahwa Embung G memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan air penyiraman tanaman sebesar 1,83 m3/hari, terutama pada musim kemarau. Perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman Modifikasi dan analisis ketersediaan debit aliran menggunakan metode F.J Mock, dan pola operasi dengan rencana penyiraman selama 6jam/hari menunjukkan bahwa embung G dapat memenuhi kebutuhan air tanaman dengan efektif, dan Embung G dapat berperan penting dalam mempercepat pembangunan Forest City di IKN melalui pengelolaan air yang efektif.
Analisis Laju Erosi dan Sedimentasi Berbasis Arcgis pada DAS Garang Jawa Tengah Arif, Khumaira; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.055

Abstract

Perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan arahan fungsi kawasan akan memicu terjadinya erosi dan sedimentasi. Penelitian ini mengkaji analisis laju erosi dan sedimen beserta pemetaan sebaran indeks bahaya erosi pada DAS Garang sehingga dapat menghasilkan arahan konservasi yang optimal. Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) digunakan untuk menghitung laju erosi kemudian memetakan sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada DAS Garang dengan bantuan ArcGIS. Berdasarkan tata guna lahan eksisting tahun 2019 diperoleh rerata laju erosi sebesar 39,56 ton/ha/tahun atau 3,30 mm/tahun dan pada tahun 2022 laju erosi sebesar 47,08 ton/ha/tahun atau 3,92 mm/tahun. Sementara itu nilai laju sedimentasi pada tahun 2022 sebesar 56.433,54 ton/tahun dengan ketebalan sedimen 0,38 mm/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) tahun 2019 dan 2022 didapatkan 4 kriteria dengan yaitu rendah dengan selisih -11,72%, sedang bertambah 9,61%, tinggi bertambah 0,86% dan sangat tinggi bertambah 1,31%. Dengan menggunakan konservasi vegetatif dan mekanik diperoleh penurunan laju erosi dan sedimentasi pada DAS Garang yaitu Indeks Bahaya Erosi (IBE) rendah bertambah 39,06% dan penurunan sangat tinggi sebesar 100% dari kondisi eksisting. Sedimen setelah konservasi mengalami penurunan 75,43% yaitu 13863,19 ton/ha/tahun atau 0,21 mm/tahun. Hasil tersebut menunjukkan konservasi lahan dapat mengurangi laju erosi pada DAS Garang.
Analisa Laju Erosi dan Sedimentasi Pada Sub DAS Tanggul Menggunakan Metode USLE dan MUSLE Karunianto Dhalame, Sammy Caesar; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.065

Abstract

Pengelolaan DAS adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjaga, mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam di wilayah DAS agar dapat berkelanjutan. Pengelolaan DAS yang salah mendorong terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis perbandingan laju erosi dan sedimentasi pada Sub DAS Tanggul dengan menggunakan metode USLE dan MUSLE. Metode USLE mengestimasi erosi berdasarkan erosivitas hujan, sedangkan metode MUSLE menggunakan erosivitas limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi pada Sub DAS Tanggul adalah 889.310,583 ton/ha/tahun dengan metode USLE dan 816.092,088 ton/ha/tahun dengan metode MUSLE. Sedimentasi berdasarkan USLE adalah 27.239,757 ton/tahun dan berdasarkan MUSLE adalah 24.997,060 ton/tahun. Indeks Bahaya Erosi pada metode USLE menunjukkan 76,572% kategori sangat tinggi, sementara metode MUSLE menunjukkan 76,525% kategori sangat tinggi. Karena memiliki nilai penyimpangan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode MUSLE, metode USLE lebih cocok untuk Sub DAS Tanggul.
ANALISIS LAJU EROSI DAN SEDIMEN DI DAS BANJIR KANAL TIMUR KOTA SEMARANG Adelia Riska Pratama; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i6.576

Abstract

The East Flood Canal watershed in Semarang City is experiencing serious problems due to high erosion and sedimentation caused by land use change and hydrological imbalance. This study analyzed erosion and sediment rates using ArcSWAT modeling based on Geographic Information System (GIS). Data on climatology, rainfall, soil type, slope and land use were used for model simulations, which were then calibrated to make the results more accurate. The results showed that the average erosion rate in this watershed during 2021-2023 was 42.22 tons/ha/year, with the erosion hazard level dominated by the medium (42%) and high (43%) categories.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dengan Algoritma Genetik di DAS Welang Kabupaten Pasuruan Achmad Yuda Ramadhan Wijanarto; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.093

Abstract

Alih Ragam hujan menjadi debit merupakan pemodelan dalam mendapatkan data debit dari data hujan yang ada. Data debit diperlukan untuk mengetahui sumber daya air yang ada pada suatu DAS, dan dapat dimanfaatkan untuk segala kebutuhan. Tetapi pada kenyataannya, data debit seringkali tidak lengkap dan mengalami kerusakan pada alat ukurnya. Maka dari itu diperlukan pemodelan pengalih ragam hujan menjadi debit pada DAS Welang, Kabupaten Pasuruan. Pengalih ragam hujan menjadi debit pada studi ini menggunakan metode NRECA yang dikombinasikan dengan Algoritma Genetik dalam menentukan parameter GWF dan PSUB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode NRECA cocok digunakan di DAS Welang, dengan hasil kalibrasi terbaik sebesar 0,965 dengan klasifikasi “Sangat Baik” (NSE) dan 0,983 dengan klasidikasi “Sangat Kuat” (Koefisien Korelasi). Sedangkan hasil kalibrasi terbaik sebesar 0,758 dengan klasifikasi “Sangat Baik” (NSE) dan 0,733 dengan klasifikasi “Kuat” (Koefisien Korelasi). Untuk perhitungan debit andalan didapatkan Q80% sebesar 1,459 m3/dt dan untuk Q90% sebesar 0,981 m3/dt.
Perencanaan Bangunan Pengendali Sedimen Berdasarkan Nilai Laju Erosi dan Sedimen Pada DAS Bringin Kota Semarang Az Zahrah Tsaniyah Permata; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.098

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bringin di wilayah Sistem Sungai Semarang Barat mengalami penurunan fungsi akibat perubahan penggunaan lahan, yang memicu terjadinya limpasan permukaan, dan laju erosi serta sedimen. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, sehingga diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dengan pemodelan ArcSWAT untuk menganalisis tingkat erosi dan penyebaran sedimen di DAS Bringin. Hasil simulasi tahun 2023 menunjukkan rata-rata laju erosi sebesar 36.540 ton/ha/tahun dan sedimen sebesar 6.808 ton/ha/tahun. Berdasarkan Indeks Bahaya Erosi (IBE) diperoleh dua kriteria IBE yaitu wilayah DAS dengan peringkat sedang sebesar 21.082 ha (72,67%) dan tinggi sebesar 7.927 ha (27,32%). Dari hasil simulasi tersebut, direncanakan pembangunan Check Dam di sub-DAS 21, 22, 23, 24, dan 25 yang memiliki tingkat indeks bahaya erosi tinggi. Anggaran pembangunan Check Dam area 1 sebesar Rp1.419.747,00 dan area 2 sebesar Rp519.732.000, dengan efektivitas penurunan sedimen masing-masing sebesar 136,25% dan 120,21%. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar perencanaan konservasi dan pengendalian sedimen di DAS Bringin.
Pendugaan Laju Erosi dan Sedimen Serta Perencanaan Bangunan Pengendali Sedimen di DAS Guritwesi Kabupaten Pasuruan Ghania Nur Aisyiyah; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.085

Abstract

DAS Guritwesi di Kabupaten Pasuruan mengalami permasalahan banjir yang disebabkan oleh erosi dan sedimen akibat perubahan tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat erosi dan sedimen di DAS Guritwesi dengan menggunakan model Soil Water Assessment Tool (SWAT) untuk memberikan arahan konservasi yang tepat. Hasil pemodelan ArcSWAT 2012 menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimen masing-masing sebesar 30,746 ton/ha/tahun dan 12,064 ton/ha/tahun. Indeks Bahaya Erosi menunjukkan bahwa 12% wilayah DAS masuk kategori rendah, 64% kategori sedang, dan 24% kategori tinggi. Untuk mitigasi dampak erosi dan sedimen, dilakukan perencanaan pembangunan check dam dengan volume tampungan bervariasi antara 9.537,82 m³ hingga 11.353,57 m³, usia guna antara 1,19 hingga 1,32 tahun, serta tinggi bendung utama antara 10,00 m hingga 12,00 m. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan check dam sebesar Rp14.008.016.000. Studi ini memberikan rekomendasi konservasi yang efektif dalam mengurangi risiko banjir di DAS Guritwesi.
Pengendalian Erosi dan Sedimen Berbasis SIG dengan Perencanaan Check Dam di DAS Parangan Kabupaten Pasuruan Almadilla Setya Putri, Jihan; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.099

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Parangan di Kabupaten Pasuruan mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali, yang berkontribusi terhadap peningkatan erosi dan sedimen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi dan sedimen menggunakan model Soil and Water Assessment Tools (SWAT) yang terintegrasi dengan perangkat lunak ArcGIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju erosi pada tahun 2023 mencapai 42.70 ton/ha/tahun dengan laju sedimen sebesar 4.25 ton/ha/tahun. Indeks Bahaya Erosi (IBE) mengindikasikan bahwa 17.30% wilayah DAS berada dalam kategori bahaya erosi sangat tinggi. Untuk mengurangi dampak erosi dan sedimen, dirancang tiga bangunan pengendali sedimen tipe Check Dam yang ditempatkan pada lokasi dengan IBE tinggi dan sangat tinggi. Estimasi biaya pembangunan keseluruhan Check Dam adalah Rp7.88 miliar.
Penerapan Metode NRECA dalam Analisis Alih Ragam Hujan Satelit CHIRPS Menjadi Debit pada DAS Gembong Athaya Oktavianisa; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.102

Abstract

Pemantauan hidrologi yang akurat menjadi poin penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan data pengamatan. Namun, tidak semua Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki data debit dan curah hujan yang lengkap karena keterbatasan alat pengamatan dan kelalaian pencatatan. Untuk mengatasi permasalahan ini, sudah banyak dimanfaatkan data satelit, salah satunya yaitu Climate Hazards Center InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) yang dapat menjadi solusi alternatif dalam melengkapi data hujan yang tidak tersedia. Dalam penelitian ini, data curah hujan satelit CHIRPS digunakan sebagai input dalam pemodelan National Rural Electric Cooperative Association (NRECA) untuk mengestimasi debit air di DAS Gembong, Kabupaten Pasuruan, yang rawan kekeringan dan memiliki keterbatasan data hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalibrasi data curah hujan satelit CHIRPS menghasilkan nilai NSE sebesar 0.683, yang dikategorikan sebagai "Baik", dan Koefisien Korelasi sebesar 0.832, yang dikategorikan sebagai "Sangat Kuat". Sementara itu, hasil kalibrasi dan validasi debit model NRECA dengan data debit AWLR menunjukkan bahwa skenario terbaik diperoleh pada komposisi 15:5 (15 tahun untuk kalibrasi dan 5 tahun untuk validasi) dengan nilai NSE sebesar 0.999 untuk kalibrasi (kategori "Sangat Baik") dan 0.538 untuk validasi (kategori "Memenuhi"), serta Koefisien Korelasi masing-masing sebesar 0.999 dan 0.718 (kategori "Sangat Kuat" dan "Kuat"). Dengan demikian, NRECA dapat digunakan sebagai alternatif dalam memperkirakan debit pada DAS yang memiliki data pengamatan yang kurang atau bahkan tidak punya sama sekali. Hal ini berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya air di DAS terkait.