Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MEMBANGUN LITERASI DIGITAL YANG KUAT : KEBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENCEGAH PENYEBARAN HOAKS Ulum, Panji; Al Hidayat, Nanang; Sari, Mela; Esdhona, Ha; Tarjo; Mardansyah; Z, Zahlimar
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 4 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i4.8250

Abstract

This community engagement aims to discuss and implement strategies for building strong digital literacy to enhance community empowerment in tackling the spread of hoaxes. Through a series of activities such as counseling and training sessions digital literacy, we actively involve the community to improve their understanding of digital media, information verification, and hoax identification. The results show a significant increased in digital literacy skills and community awareness of invalid information. The program also provided a platform for collaboration between academics, practitioners, and the community to build a sustainable digital literacy ecosystem. In conclusion, this collaborative effort promotes community empowerment in combating the spread of hoaxes and strengthens collective defenses against misinformation.
Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Mediasi Widyastuti, Ira; Yasmir, Yasmir; Esdhona, Ha; Rusnaini, Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5296

Abstract

Kinerja karyawan merupakan faktor penting dari keberhasilan suatu organisasi, berbagai faktor yang memengaruhinya menjadi fokus utama studi MSDM. Lingkungan kerja fisik maupun nonfisik adalah salah satu faktor yang dinilai yang memiliki dampak signifikan. Lingkungan kerja dapat meningkatkan kenyamanandan produktivitas karyawan. Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan tidak selalu bersifat langsung, sebaliknya, faktor psikologis lain, seperti motivasi kerja. Motivasi kerja dapat berperan sebagai variabel mediasi antara pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja, sehingga kondisi lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan motivasi dan berdampak pada peningkatan kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dan peran motivasi kerja sebagai variabel mediasi.Dimana lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan motivasi karyawan dan berdampak pada peningkatan kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan survei. Responden yang menjadi sampel penelitian ini menerima kuesioner dengan skala Likert untuk mengumpulkan data. Uji regresi linear berganda dan uji mediasi Sobel Test digunakan untuk menganalisis data dalam SPSS. Hasil penelitian menunjukkan (1) lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja; (2) lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (3) motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja; dan (4) motivasi kerja tidak berperan memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan kerja dan motivasi yang baik tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan kinerja. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi organisasi untuk tidak hanya memperbaiki aspek fisik dan nonfisik lingkungan kerja, tetapi juga penting memperhatikan faktor psikologis untuk mendorong karyawan bekerja secara optimal.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MENGHADAPI REKRUTMEN KERJA MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI JOB INTERVIEW Ira Widyastuti; Sasmita Rusnaini; Siti Rahmiati; Ha Esdhona; Feri Antoni; Silvia Jesika
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5682

Abstract

Kemampuan mahasiswa untuk menghadapi proses rekrutmen kerja masih menjadi masalah, terutama dalam hal kemampuan mereka untuk wawancara kerja. Banyak mahasiswa berprestasi tinggi, tetapi mereka gagal menyampaikan potensi mereka dalam proses seleksi agar mampu bersaing. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi mahasiswa kesempatan untuk berlatih dalam wawancara kerja dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja. Hasil dari kegiatan yang dilakukan yaitu simulasi wawancara kerja berbasis praktik, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami metode wawancara dan lebih percaya diri untuk memulai proses rekrutmen. Diharapkan program ini akan meningkatkan persaingan lulusan di tempat kerja
PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KOPERASI DI DESA BANGUN HARJO KUAMANG KUNING Ira Widyastuti; Syah Amin Albadry; Deni Handani; Sasmita Rusnaini; Panji Ulum; Siti Rahmiati; Ade Sofa; Mardansyah Mardansyah; Haesdhona Haesdhona
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3933

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa bangun harjo. Dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami prosedur pembentukan koperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Indonesia. Jumlah masyarakat yang tidak memahami manfaat dan tujuan bergabung dalam koperasi adalah masalah yang sering ditemui. Banyak masyarakat di desa tidak memiliki koperasi unit desa (KUD) ataupun bentuk koperasi lainnya. Meskipun demikian, desa memiliki banyak potensi untuk menghasilkan produk rumah tangga dan produk pertanian dari kelompok usaha kecil yang ada di masyarakat. Sementara itu, materi yang disampaikan memberikan pemaparan teoritis dan praktis, tanya jawab dan diskusi menentukan sejauh mana peserta memahami proses pendampingan pembentukan koperasi. serta masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya memahami proses pembentukan koperasi sesuai dengan Undang-Undang perkoperasian No.25/1992. Hasil dari evaluasi kegiatan pengabdian pendampingan pembentukan Koperasi Desa menunjukkan bahwa masyarakat telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat koperasi Desa, lebih banyak pengetahuan dan pemahaman tentang cara membentuk koperasi Desa, dan lebih banyak kesadaran dan keinginan untuk bergabung dengan koperasi
PELATIHAN DAN PEMDAMPINGAN PROSES PRODUK HALAL DAN PENERBITAN SERTIFIKAT HALAL BAGI PELAKU UMKM DI DESA BANGUN HARJO KUAMANG KUNING Ira Widyastuti; Ramadhani Adi Nugroho; Syah Amin Albadry; Deni Handani; Silvia Jesika; Sasmita Rusnaini; Siti Rahmiati; Haesdhona Haesdhona; Yasmir Yasmir
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4431

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menerapkan prinsip halal pada produk yang mereka hasilkan. Meskipun kesadaran terhadap pentingnya produk halal terus berkembang, masih banyak UMKM yang menghadapi kesulitan dalam memahami regulasi dan prosedur sertifikasi halal. Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep halal, alur sertifikasi menggunakan platform SIHALAL, serta persiapan dokumen yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kehalalan produk dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses sertifikasi. Sebagian peserta bahkan telah berhasil menyelesaikan tahap awal dalam pendaftaran sertifikasi halal. Hal ini membuktikan bahwa dengan pelatihan dan bimbingan yang tepat, pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing produk mereka melalui pemenuhan aspek kehalalan yang kini semakin menjadi perhatian utama pasar
PELATIHAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL BAGI MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KESIAPAN KERJA Ira Widyastuti; Syah Amin Albadry; Deni Handani; Sasmita Rusnaini; Siti Rahmiati; Ha esdhona; Feri Antoni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4975

Abstract

Dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, mahasiswa dituntut memiliki kompetensi yang seimbang antara hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non-teknis). Fakta menunjukkan bahwa kurangnya kesiapan kerja dan persaingan yang rendah masih menyulitkan banyak lulusan perguruan tinggi untuk masuk ke dunia kerja. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui pelatihan yang menggabungkan hard skill (seperti keterampilan digital, penggunaan teknologi, dan analisis data) dengan soft skill (seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, dan kerja sama tim). Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan interaktif, simulasi kasus dan pendampingan intensif oleh narasumber. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membuat mahasiswa lebih siap kerja, kompetitif di seluruh dunia, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa yang berpartisipasi; itu juga dapat berfungsi sebagai model pembinaan kompetensi yang dapat direplikasi yang menekankan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia demgan itu mereka bisa bersaing di pasar kerja global.
Makna Work life Balance di Tengah Tekanan Kerja Perawat Generasi Milenial dalam lingkungan Kerja Rumah Sakit Ira Widyastuti; Ha Esdhona; Sasmita Rusnaini; Feri Antoni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10953

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna work life balance di tengah tekanan kerja yang dialami perawat generasi milenial di rumah sakit. Dengan tingginya tuntutan pelayanan kesehatan, sistem kerja shift, beban kerja, serta tekanan emosional dalam pekerjaan menjadikan perawat rentan mengalami ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan pekerjaan. Kondisi tersebut semakin kompleks pada generasi milenial yang cenderung memiliki perhatian tinggi terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Kondisi tersebut semakin komplek pada generai milenial yang mana memiliki orientasi tinggi kepada kualitas hidup, kesehatan mental, kesejahteraan psokologis dan dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pangalaman subjektif perawat generasi milenial yang bekerja di rumah sakit swasta dan menjalankan pekerjaan dengan sistem shift. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi makna pengalaman yang dialami informan. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap bahwa work life balance bagi perawat generasi milenial tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tetapi juga sebagai upaya mencapai kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial. Penelitian ini juga diharapkan menemukan berbagai strategi coping yang dilakukan perawat, seperti manajemen waktu, pemanfaatan dukungan keluarga dan rekan kerja, serta pengelolaan kesehatan mental. Temuan penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan tenaga kesehatan, serta menjadi masukan bagi rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan perawat.