Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Sejarah Lahirnya Pancasila Marzuki, Marzuki; Claudia, Wiji Audi; Andriani, Yulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, yang dirumuskan pada 1 Juni 1945 oleh Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pancasila muncul sebagai respons terhadap keragaman budaya, etnis, dan agama di Indonesia, bertujuan untuk menyatukan bangsa dalam semangat persatuan dan kesatuan. Proses perumusan Pancasila melibatkan diskusi mendalam antara para tokoh nasionalis dan pemimpin agama, yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Akhirnya, Pancasila diresmikan sebagai dasar negara dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, menjadi landasan ideologis bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat Indonesia hingga saat ini.
Pelatihan Media Siber Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Literasi Media Pekebun Dalam Mendukung Program Sawit Rakyat Bersinergi Dengan ISPO Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Kausar, Kausar; Arifuddin, Arifuddin; Retuhadi, Fajar; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Andriani, Yulia; Muwardi, Didi; Septya, Fany; Bakar, Mustaqim Abu; Andriana, Hanifaturrahmi; Phreti, Phreti; Hidayat, Imam; Hamidi, M. Rasyid
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.728-734

Abstract

The community of Lubuk Bendahara Village on oil palm plantations for their livelihood. Currently, the oil palm farmers are organized into five active farmer groups. The implementation of sustainable plantation practices, as required by the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) certification, presents both a challenge and a necessity for these farmers. According to Presidential Regulation No. 44 of 2020 and the Ministry of Agriculture Regulation No. 38 of 2020, companies and independent farmers must adopt sustainable practices by 2025. This situation requires the farmer groups to continually update their information. Website serves as an effective information system, providing accurate and beneficial information to enhance the role of these groups. The purpose of this community service activity is to provide training on the use of the website luben.id, managed by the village and the farmer groups. The website contains information about the village profile, farmer groups, ISPO materials, and details about oil palm plantations. This activity, conducted from July to August 2024, involves MBKM student interns as agents of change. The outcomes include the establishment of website management, knowledge transfer, and enhanced media literacy among palm oil farmers, particularly in accessing information to support ISPO implementation.
Penguatan Kelembagaan Pekebun Kelapa Sawit dalam Upaya Sertifikasi ISPO di Desa Koto Tibun Kabupaten Kampar Andriani, Yulia; Kurnia, Deby; Yusri, Jum'atri; Restuhadi, Fajar; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Maharani, Evy; Muwardi, Didi; Kusumawaty, Yeni; Septya, Fanny; Angraini, Elisya; Nurfitasari, Mimi; Hamidi, Muhammad Rasyid
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5242

Abstract

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai dan mendukung perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pembinaan tentang penerapan ISPO khususnya penguatan kelembagaan pekebun kepada mitra pengabdian yaitu pekebun kelapa sawit swadaya di Desa Koto Tibun. Kegiatan pengabdian dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan diskusi tim pengabdian Unri dan juga dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar. Pendampingan secara berkala terus dilakukan dalam upaya kelanjutan dari materi yang diperoleh dari pelatihan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian dilakukan pengukuran peningkatan pemahaman pekebun. Dari hasil posttest 62.5% pekebun meningkat pengetahuannya tentang kelembagaan pendukung, pekebun memahami bahwa dengan adanya kelembagaan, khususnya kelompok tani maka pekebun akan bisa mendapatkan informasi tentang budidaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan, meskipun masih ada pekebun menganggap bahwa tujuan kelembagaan adalah untuk mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah. Kesimpulan dari kegiatan ini, berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang kelembagaan petani kelapa sawit, tujuan pembentukan kelompok tani, pengaruh kelompok tani terhadap hasil panen kelapa sawit, dan pentingnya partisipasi dalam kelompok taniDari kegiatan pengabdian ini selanjutnya diinisiasi pembentukan kelompok tani dalam persiapan sertifikasi ISPO
STRATEGI GERAKAN SOSIAL DAN RESOLUSI KONFLIK LAHAN PERKEBUNAN PENDEKATAN BERBASIS MASYARAKAT ANTARA MASYARAKAT DESA SENAMA NENEK TERHADAP PTPN V SEI KENCANA KECAMATAN TAPUNG HULU KABUPATEN KAMPAR Kausar, Kausar; Andriani, Yulia; Pratama, Herfran Riansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9731

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau satu sisi menguntungkan bagi pendapatan daerah dan negara yang peruntukannya untuk kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain perkebunan sawit menyisakan permasalahan agraria khususnya konflik Desa Senama Nenek dengan PTPN V Sei Kencana lahan seluas 2.800 hektar. Tujuan penelitian ini: mengidentifikasi strategi gerakan sosial menuju resolusi konflik, pendekatan berbasis masyarakat, model resolusi konflik melalui mediasi yang dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi gerakan sosial ini masyarakat tidak memiliki organisasi luar dalam berjuang namun asli pergerakan dari dalam mereka dengan melakukan lobi kepada pemerintah daerah setempat untuk membantu dalam mencari solusi, melakukan aksi ke perusahaan hingga ke kantor gubernur agar lahan mereka kembali, menggunakan pihak ketiga yaitu pemerintah daerah dan pusat dalam pencarian solusi. Pendekatan berbasis masyarakat di mana perusahaan memberi bantuan  masyarakat setempat agar hubungan mereka tetap baik-baik saja dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Model solusi dengan mediasi dilakukan dengan cara mempertemukan kedua pihak yang bersengketa untuk menyampaikan tuntutan masing-masing dan dimediasi oleh pihak pemerintah daerah juga pemerintah pusat, sampai akhirnya solusi dari permasalahan ini dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 3 Mei 2019 di istana negara dengan membuat program TORA.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Kegiatan Wisata di Taman Wisata Alam Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nadira, Rahma Dini; Qomar, Nurul; Andriani, Yulia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16497

Abstract

Taman Wisata Alam Buluh Cina merupakan kawasan konservasi yang berasal dari hutan adat yang dihibahkan oleh masyarakat adat Desa Buluh Cina dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan kegiatan wisata alam di TWA Buluh Cina seperti belum terorganisir pengelolaan kegiatan wisata alam dan adanya konflik antara masyarakat Desa Buluh Cina dengan pihak pengelola TWA Buluh Cina. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan wisata alam, mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam dan mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Buluh Cina. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sampel berasal dari pihak pengelola dan masyarakat sekitar kawasan TWA Buluh Cina yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara campuran deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Variabel eksogen yang diuji dalam penelitian ini adalah: sikap masyarakat, peran serta masyarakat, lapangan pekerjaan, dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata yang telah dikembangkan di TWA Buluh Cina adalah kegiatan wisata edukasi satwa yang dilindungi, berkemah, hiking, bersampan di danau, dan fotografi alam. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam termasuk dalam kategori baik dan faktor yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat tersebut adalah sikap masyarakat.
Analisis Jaringan Komunikasi Pekebun Kelapa Sawit Yang Menggunakan Smartphone dan Yang Tidak Menggunakan Smartphone di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Syahri Wahyuda Warman; Yulida, Roza Yulida; Andriani, Yulia; Rosnita, Rosnita
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/b4n66q94

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor perkebunan. Kelapa sawit merupakan komoditi yang berpotensi besar dalam membangun perekonomian Indonesia, Provinsi Riau dikenal sebagai daerah perkebunan kelapa sawit, dengan luas lahan pada tahun 2021 sebesar 1.534,581 Ha (Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, 2022). Perkembangan teknologi informasi berdampak pada semua sektor di Indonesia, tidak terkecuali pekebun kelapa sawit. Salah satu alat komunikasi yang menghubungkan pekebun dengan pekebun kelapa sawit yang laiinya adalah Smartphone. Pekebun kelapa sawit di Kecamatan Mempura menggunakan komunikasi dengan secara langsung dan menggunakan Smartphone. Komunikasi yang dilakukan pekebun kelapa sawit secara langsung terjadi pada waktu-waktu yang tidak terduga atau pada waktu berkumpul. Sedangkan komunikasi dengan menggunakan Smartphone tejadi kapan dan dimana saja. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara wawancara kepada pekebun kelapa sawit yang menggunakan Smarpone dan yang tidak menggunakan smartphone di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pekebun kelapa sawit, Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Jaringan komunikasi yang terbentuk pada empat subsistem agribisnis yang menggunakan smartphone memiliki pola roda yang lebih beraturan sedangkan yang tidak menggunakan smartphone memiliki pola roda tidak beraturan. Hal ini dikarenakan pada pekebun yang menggunakan smartphone jaringan komunikasi nya lebih terpusat pada aktor ketua koperasi (SS), aktor kepala desa (MK), aktor pedagang saprodi yang menggunakan adalah grup WA sebagai wadah dalam menyebarluaskan informasi kepada seluruh anggota pekebunKarakteristik eksternal memanfaatkan pertemuan untuk berdiskusi pekebun yang menggunakan smartphone dan yang tidak menggunakan smartphone berada pada kategori jarang, tingkat kehadiran penyuluh rendah, alat peraga yang digunakan dapat dikategorikan cukup mengerti, penyuluh memanfaatkan media elektronik dapat dimengerti, pemanfaatan sumber informasi untuk meningkatkan/memperluas pengetahuan dengan kategori tinggi. Pemanfaatan sumber informasi yang berasal dari mana saja juga sama-sama dengan kategori tinggi.  
Peran Opinion Leader Dalam Komunikasi Pada Kelompok Tani Padi di Desa Mentayan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Nurazira, Nurazira; Rosnita, Rosnita; Andriani, Yulia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v6i1.4940

Abstract

Opinion leader adalah aktor yang memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan petani. Opinion leader berperan melakukan komunikasi dan membina petani dalam usaha tani padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik petani, karakteristik opinion leader serta mengidentifikasi peran opinion leader di Desa Mentayan. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dan wawancara. Populasi penelitian berjumlah 516 petani dan sampel digunakan sebanyak 84 dengan teknik proportional random sampling, sedangkan opinion leader dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik internal petani pada usia produktif, tingkat pendidikan level SMP, pengalaman usaha tani >15 tahun, luas lahan <0,5 Ha, tanggungan keluarga 3-4 orang dan kosmopolitan petani tinggi. Karakteristik eksternal petani yaitu intensitas penyuluhan, ketepatan saluran penyuluh dan jumlah sumber informasi pada kategori sangat tinggi. Karakteristik internal opinion leader berada pada umur produktif, tingkat pendidikan tinggi, jumlah tanggungan rendah, pengalaman berusaha tani lama, luas lahan sempit, status sosial ekonomi, inovatif, pengenalan media, empati, partisipasi sosial, dan kekosmopolitan berada pada kategori sangat tinggi. Karakteristik eksternal opinion leader yaitu intensitas penyuluhan, ketepatan saluran penyuluhan, dan jumlah sumber informasi pada kategori sangat tinggi. Peranan opinion leader di Desa Mentayan pada kategori berperan. Peran opinion leader tertinggi pada peran penyaring informasi dengan kategori sangat berperan dengan rataan skor 4,42 dan peran opinion leader yang masih kurang dijalankan adalah peran pengambil inisiatif dengan kategori cukup berperan dengan rataan skor 3,26
PEMETAAN POTENSI SUMBER DAYA KELURAHAN KULIM KOTA PEKANBARU Andriani, Yulia; Ramadhan, Dimas Damarreza; Yuli, Enok; Pratiwi, Farikha Dinda; Konita, Fhatia; Widia, Grace Tiana Widia; Wijaksono, Kristian Adi Wijaksono; Syukri, M.Riski Ananda; Nabila, Nesya Ayu; Nurvazira, Nurvazira; Br.Sirait, Odilia Anastasia; Simanjuntak, Riski Suprianto
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Special Edition
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/ncwhbf90

Abstract

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki susunan asli berdasarkan hak asal-usul yang bersifat istimewa. Dalam konteks pengelolaan wilayah, peta berperan sebagai alat bantu utama untuk menjelaskan kondisi geografis suatu daerah serta untuk memperoleh informasi spasial yang akurat. Pemetaan lokasi dan sumber daya di Kelurahan Kulim, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Riau pada tahun 2025 merupakan suatu upaya strategis untuk mengidentifikasi, dan menganalisis potensi sumber daya yang ada di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai berbagai sumber daya, baik yang bersifat alamiah maupun buatan, serta infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Metode pembuatan peta potensi dan sumber daya yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi, survei lapangan, pengumpulan data sekunder, dan pemanfaatan teknologi informasi geografis (GIS) untuk menghasilkan peta yang akurat dan informatif. Hasil dari pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kulim. Selain itu, informasi yang diperoleh juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengembangan wilayah. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di daerah tersebut. Kata Kunci: Desa, Peta, GIS, Sumber Daya.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL UMKM MELALUI PELATIHAN QRIS BERBASIS APLIKASI GoBiz DI KELURAHAN PEMATANG KAPAU Fahmi, Muhamad Ikhwanul; Maharani, Kinanti; Supriadi, Alya Regina; Simatupang, Rut Damayanti; Padhilla, Rizky; Azis, Arya Mandar; Handayani, Natasya; Nugraheni, Noviska Indah; Grealdi, Viery; Andriani, Yulia; Qahtani, Muhammad Zidane; Cantika, Dea Yoshan
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Special Edition
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/86k45130

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan adopsi teknologi pembayaran digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pematang Kapau melalui pelatihan penggunaan QRIS yang terintegrasi dalam aplikasi GoBiz. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang melibatkan 86 anggota PKK, yang mayoritas merupakan pelaku usaha di sektor kuliner, kerajinan, dan jasa. Pelatihan mencakup tiga sesi utama: sosialisasi manfaat digitalisasi, praktik instalasi dan registrasi aplikasi, serta simulasi transaksi non-tunai. Evaluasi keberhasilan diukur secara kuantitatif melalui rekapitulasi transaksi dan kuesioner, serta secara kualitatif melalui wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana frekuensi transaksi non-tunai meningkat dari nol menjadi rata-rata 1-2 transaksi per hari per peserta dalam minggu pertama pasca-pelatihan. Sebanyak 60% peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengoperasikan aplikasi keuangan digital. Selain itu, terbentuk jejaring dukungan informal (peer-to-peer support) antarpeserta yang efektif dalam memecahkan masalah teknis. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan konektivitas internet (ditemukan pada 15% kasus) dan kendala penggunaan pada gawai model lama (10%). Rekomendasi strategis mencakup pengembangan modul lanjutan mengenai promosi digital dan kolaborasi dengan penyedia layanan internet lokal untuk penguatan infrastruktur.
Hubungan Pekebun dan Tauke Kelapa Sawit di Desa Puo Raya Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Teresia, Yossi; Restuhadi, Fajar; Andriani, Yulia
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jalow.v6i1.29848

Abstract

This study aims to find out the relationship between smallholders and tauke. The data analysis methods employed were descriptive analysis, Cartesian diagram analysis, and the Fishbein multi-attribute attitude model. The research findings indicate that for the sale of oil palm, farmers utilize the services provided by the oil palm patron. The characteristics of oil palm farmers in Puo Raya Village show that on average, they are aged between 31-40, have an average education level of junior high school and high school, have 4-10 years of experience in oil palm cultivation, have 2-3 dependents, produce 4300-7500 kg permonth, and have an average income of Rp 9,300,000-14,500,000 with average expenses of Rp 5,300,000-8,500,000. The characteristics of the oil palm patron in Puo Raya Village show that on average, they are aged between 31-40, have an equivalent education level of high school, have 10-15 years of farming experience, have 0-1 or 4-5 dependents, produce more than 8000 kg per month, and have an average income of more than Rp 15,000,000 permonth with average expenses of Rp 6,100,000-9,000,000 per month. The dominant method of selling oil palm by farmers is through the transportation services provided by the patron. Attributes such as fast and good service, upfront payment, provision of holiday allowances (THR), loan provision, and cash payment are considered advantages and should be maintained by the patron. The attitude of farmers towards the patron is categorized as good. The patron-client relationship pattern in Puo Raya Village is not only economic but also non-economic.  
Co-Authors ', Syahrilfuddin ahmad habibi Ahmad Rifai Ali Alamsyah Kusumadinata Amami, Syahilla Andriana, Hanifaturrahmi Angraini, Elisya Arifuddin Arifuddin Arifudin arifudin Azis, Arya Mandar Br.Sirait, Odilia Anastasia Cantika, Dea Yoshan Cepriadi Claudia, Wiji Audi Didi Muwardi Ditha Prasanti Ermawati, Liya Evy Maharani Fahmi, Muhamad Ikhwanul Fajar Restuhadi Fatimah, Husnul Grealdi, Viery Hamidi, M. Rasyid Hamidi, Muhammad Rasyid Handayani, Natasya Haura Versha, Raihani Hendro, Omar Ikhsan Fuady Jayawarsa, A.A. Ketut Jessica, Josephine Kausar Kausar, Kausar Kausar, Kausar Konita, Fhatia Kurnia, Deby Kurnia, Deby Lazim N Maelany, Megawaty Maharani, Kinanti Mardianah Marzuki Marzuki Masseni Masyhudzulhak Djamil Muhammad Husen, Muhammad Muhammad Iqbal Fasa Mujayana, Endang Musdalifa Musdalifa Mustaqim Mustaqim Nabila, Nesya Ayu Nadira, Rahma Dini Novian Novian, Novian Nugraheni, Noviska Indah Nur Intan, Nur Nurazira, Nurazira Nurfitasari, Mimi Nurhayati Nurrahiya Nurul Qomar Nurvazira, Nurvazira Padhilla, Rizky Phreti, Phreti Pratama, Herfran Riansyah Pratiwi, Farikha Dinda Qahtani, Muhammad Zidane Ramadani, Ega Ramadhan, Dimas Damarreza Retuhadi, Fajar Rosnita Rosnita Rosnita Roza Yulida Sakti Hutabarat Sari, Yetri Septya, Fanny Septya, Fany Simanjuntak, Riski Suprianto Simatupang, Rut Damayanti SISPA PEBRIAN Sujantara, Defri Aire Supriadi, Alya Regina Suriadi, Irsan Syahri Wahyuda Warman Syukri, M.Riski Ananda Taty Fauzi, Taty Taufiq, Andriani Kartika Teresia, Yossi Tunisa, Fadilah Umrah, St. Veronica, Lioni Widia, Grace Tiana Widia Wijaksono, Kristian Adi Wijaksono Yeni Kusumawaty Yuli, Enok Yulida, Roza Yulida Yusri, Jum'atri Zaleha, Zaleha Zulhamid Ridho