Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Efektifitas Kombinasi Akupuntur Dan Latihan Kognitif Dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Pada Pasien Stroke: A Systematic Review Nurcaya Nurcaya; Rosyidah Arafat; Elly Lilianty Sjattar; Ramlian Ramlian
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3305

Abstract

Latar belakang: Stroke saat ini merupakan penyebab kedua kematian dan penyebab ketiga kecacatan secara global. Salah satu komplikasi penyakit stroke adalah gangguan kognitif. Terapi akupuntur dikombinasikan dengan latihan kognitif sebagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan kognitif. Tujuan: Untuk mendeskripsikan efektivitas kombinasi akupuntur dan latihan kognitif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke. Metode: Pencarian artikel dilakukan secara sistematis pada enam database: PubMed, Proquest, Cochrane Library, Embase, GARUDA dan EBSCO untuk mengidentifikasi studi yang dilaporkan dalam bahasa Inggris dan bahasa indoneisa yang diterbitkan tahun 2012- 2022. Penelusuran literatur dilakukan mulai 12 April hingga 27 Juni 2022. Tinjauan ini sesuai dengan pedoman PRISMA. Hasil: Berdasarkan lima artikel yang telah direview, kombinasi akupuntur dan latihan kognitif efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke. Beberapa artikel menjelaskan hal yang berbeda terkait durasi, instrumen, metode maupun manfaat intervensi kombinasi akupuntur dan latihan kognitif , tetapi intervensi yang cukup efektif yaitu dengan durasi minimal 12 minggu dengan titik akupuntur pada baihui (GV20) dan shenting (GV24) dan sebagai alat ukur keberhasilan intervensi menggunakan MoCA, MMSE dan LOTCA. Kesimpulan: Intervensi kombinasi akupuntur dan latihan kognitif efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke.Kata kunci- Stroke; akupuntur; latihan kognitif; fungsi kognitif
EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS : A SISTEMATIK REVIEW Ni Luh Emilia; Rosyidah Arafat; Elly L. Sjattar C
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengantar: Banyak uji klinis telah mengevaluasi relaksasi benson terhadap kecemasan pada pasien hemodialisis, tetapi belum ada yang menggunakan metode sistematik review dilaporkan sebelumnya. Review ini dirancang untuk mengkaji secara sistematis efektivitas terapi relaksasi benson terhadap kecemasan pada pasien hemodialysis dan terkait dengan variabel atau outcame sekunder yang lain. Metode : Kami melakukan tinjauan sistematis ini berdasarkan standar PRISMA dan memulai pencarian artikel berbasis bukti melalui: PubMED, Science Direct, ProQUEST, Ebsco dan Cochrane Library. Kami mengidentifikasi artikel dalam Bahasa inggris mengenai kecemasan pada pasien hemodialisa yang diterbitkan dari tahun 2010-2020. Hasil : Kami menemukan 932 artikel dari database elektronik dan review ini hanya menggunakan 5 artikel sebagai referensi utama yang terdiri dari 2 randomized trial with a control group,1 quasi experiment pretest and posttest design with comparison group, 1 triple blind clinical trial study dan 1 artikel random witnessed clinical trial study. Dari 5 artikel ini menyatakan bahwa relaksasi benson efektif dalam menurunkan kecemasan degan nilai P<0,05. Bukan hanya kecemasan yang dilaporkan, relaksasi benson juga dapat menurunkan stress, depresi dan nyeri pada pasien hemodialisis. Dengan menggunakan 6 langkah, waktu dan durasi yang baik dalam melakukan teknik ini adalah setiap hari satu atau dua kali sehari 15-20 menit yang dapat dilakukan oleh perawat dan pasien sendiri hanya dengan menonton video atau mengikuti langkah-langkah teknik relaksasi benson ini. Kesimpulan : Studi ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi benson ini mungkin efektif dalam menurunkan kecemasan, stress, depresi dan nyeri pada pasien hemodialysis tetapi masih dibutuhkan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan kualitas dan resiko bias yang minimal.
The Effect of Endotracheal Suction on Hemodynamics of Neurological Patients: A Literature Review Aris, Rahaemil Jannah; Arafat, Rosyidah; Rachmawaty, Rini
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 8 No. 4 (2025): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v8i4.844

Abstract

Introduction: One of the challenges in caring for neurology patients is the risk of increased intracranial pressure. Endotracheal suction is a routine nursing action but this procedure is reported can affect hemodynamic parameters. Artificial Airway Suction endotracheal recommends open and closed endotracheal suction safety and effective but several studies recommend the use of closed endotracheal suction so that study of the effect of endotracheal suction is needed. Objective: To determine the effect of endotracheal suction on hemodynamics of neurology patients. Method: The author was using a flow chart prism from 3 databases, namely Pubmed, Research Gate and Europe PMC with quantitative articles and Randomized Controlled Trial studies. Results: There were 11 articles found by the author, 8 articles compared the effect of endotracheal suction on hemodynamics, showing a significant effect between the use of open endotracheal suction and closed endotracheal suction on several hemodynamic assessment variables, which results were found more stable hemodynamic in the use of closed endotracheal suction, 3 articles looked at the effect of open endotracheal suction on oxygen saturation and all concluded that there was an effect of open endotracheal suction. 4 articles recommended the use of closed endotracheal suction in critical care areas because there were fewer physiological disorders. Conclusion: The use of closed endotracheal suction is recommended for neuro patients because of the more stable hemodynamic effects. The author suggests further studies on the effect of endotracheal suction of neurology patients spesifik for increased intracranial pressure.
Personal Resources on Work Engagement: Study Comparison Based on Length of Service's Nurses Employment in Hospitals AS, Andi Indahwaty; Irwandy, Irwandy; Arafat, Rosyidah; Saleh, Lalu Muhammad; Ramadany, Sri; Mangilep, Adelia U. Ady; Chalidyanto, Djazuly; Kalsum, Ummu
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i11.11034

Abstract

The current study investigates the comparison between Personal Resources (PR) and Work Engagement (WE) based on Length of Service. This is a quantitative study conducted using a cross-sectional approach. The sample contained 257 employees of three hospitals in South Sulawesi who were selected by simple random sampling and then analyzed using an ANOVA test on SPSS 24. The results of the analysis demonstrated that there was a statistically significant relationship (p < 0.05) between PR and WE based on the employees' length of service within the hospital. Length of Service has an important role in increasing the influence of personal resources and work engagement.
Program Siaga Cegah Hipertensi dan Stroke pada Masyarakat di Wilayah Tamalanrea Makassar Arafat, Rosyidah; Setyawati, Andina; Ningrat, Syahrul
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27112

Abstract

Sebagai upaya penanggulangan masalah hipertensi yang berisiko stroke, Pemerintah Kota Makassar dalam Bidang kesehatan, telah meluncurkan program Sijagai. Dimana tenaga kesehatan dari Puskesmas yang langsung datang ke rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jika ada yang sakit dan menanganinya. Namun dalam pelaksanaan pengmas ini berfokus pada 3 kegiatan senam sehat lansia, deteksi faktor risiko melalui pemeriksaan TD, GDS, dan kolesterol total lalu diberikan edukasi pencegahan dan penanganan hipertensi, diet rendah garam, dan deteksi dini stroke. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 50 % pasien mengalami hipertensi dan memiliki koleterol tinggi, setelah diberikan edukasi pengetahuan dan ketermapilan meningkat yang terlihat dari kemampuan mengulang informasi dan roleplay.
PELAYANAN HOME CARE PADA PASIEN LANJUT USIA : LITERATURE REVIEW razak Abdullah; Rosyidah Arafat; Syahrul Syahrul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.858

Abstract

Latar Belakang : Proses menua merupakan proses alami yang diikuti dengan terjadinya peurunan kondisi fisik, psikologis dan sosial yang saling berkaitan satu sama lain .Kondisi penurunan tersebut mempengaruhi kemampuan lanjut usia dalam melakukan aktifitas sehari – hari/ Activity daily livings yang memerlukan perhatian dan bantuan keluarga sehingga mengakibatkan permintaan untuk perawatan di rumah meningkat dengan cepat. Perawatan Home care menjadi arena perawtaan professional dan informal. Review ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan home care pada lanjut usia.Metode : Dalam mengumpulkan artikel menggunakan beberapa database Pubmed, Science Direct, Wiley, dan Google Scholar dengan strategi pencarian menggunakan metode PICO (population, intervention, comparison and outcome dengan batasan publikasi artikel dari tahun 2009-2019.Hasil : Hasil temuan diperoleh beberapa point yaitu perlunya perawat melakukan Analisis kehidupan lansia sebelum memberikan pelayanan home care, pelayanan tepat waktu, Ukuran pengalaman aspek interpersonal perawatan karena itu dapat menjadi indikator yang berguna dari hasil kualitas hidup, pentingnya partisipasi lanjut usia, berbagi sejarah dengan perawat dan lansia, terjaminnya privasi lansia, pemenuhan standar kebutuhan lansia, selanjutnya ada factor komunikasi, pembangunan hubungan perawat dan lanjut usia, kepercayaan, keamanan, perawat harus pandai dalam menilai kekahawatiran rasa depresi yang disembunyikan oleh lansia, dan siap dalam menerima perbadaan pandangan dalam hal perawatan home care dengan lansia. Kata kunci :  Home care, Lanjut Usia Abstract Background: The aging process is a natural process that is followed by a decline in physical, psychological and social conditions that are interrelated with each other. The condition of the decline affects the ability of the elderly in carrying out daily activities / Activity daily livings that require attention and assistance from family so resulting in a rapidly increasing demand for home care. Care Home care is an arena for professional and informal care. This review aims to determine the experience of nurses in providing home care services for the elderly.Method: Data was obtained from google scholar website database, Since direct and Proquest, and obtained 5 articles. The five articles were then carried out by the journal research critics using the appropriate CASP tools namely 5 articles with the Critical Appraisal of Qualitative Study.Results: The findings obtained by several points, namely Analysis of the lives of the elderly before giving home care services, timely services, measures of experience of interpersonal aspects of care because it can be a useful indicator of quality of life outcomes, the importance of elderly participation, sharing history with nurses and the elderly, ensuring privacy, fulfilling the standards of elderly needs, then there are factors of communication, building relationships between nurses and the elderly, trustworthiness, security, nurses must be clever in assessing the concerns of depression that are hidden by the elderly, and ready to accept improvements in terms of nursing home care with the elderly . Keywords: Experience, Nurse, Home care, Elderly