Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah dalam Pengembangan Kinerja Guru di MTsN 1 dan MTsN 2 Aceh Tenggara Beruh, Hadirin; Iskandar, Iskandar; Munawar, Munawar
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i3.569

Abstract

Menelaah pentingnya peran serta tanggung jawab yang diemban oleh guru, maka perlu adanya dukungan serta kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat, orangtua, guru, dan pimpinan sekolah yakni kepala sekolah dalam menciptakan komitmen dan kinerja guru yang sesuai dengan standar. Kepemimpinan spiritual merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang menitikberatkan pada bidang keagamaan. Penelitian ini dilakukan di dua madrasah, yaitu MTsN 1 Aceh Tenggara dan MTsN 2 Aceh Tenggara. Metode penelitian kualitatif dengan sistem observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala sekolah di MTsN 1 dan 2 terlihat dalam praktik keagamaan, seperti melalui kegiatan "Shalat Dhuha Bersama" dan "Baca Quran 15 Menit", yang memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah. Di sisi lain, MTsN 2 menerapkan kepemimpinan spiritual dengan "Zikir Bersama" bulanan dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum. Pendekatan ini berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan psikologis guru. Selain itu mampu berdampak pada kinerja guru yaitu peningkatan motivasi intrinsik, peningkatan dedikasi dan komitmen, inovasi dalam pengajaran, dan peningkatan kualitas interaksi guru dan siswa. Meskipun kepemimpinan spiritual di kedua sekolah memberikan dampak positif, beberapa tantangan dan keterbatasan tetap dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah keseimbangan antara tuntutan akademik dan spiritual.
ANALISIS ARAH KEBIJAKAN SEKOLAH TERHADAP PENGGUNAAN GADGET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SD N 3 KUTACANE Sari, Purnama; Iqbal, Muhammad; Iskandar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.18540

Abstract

This thesis research examines the policy of SD N 3 Kutacane regarding the use of Gadget s in the learning process. To address the research questions posed in this thesis, a qualitative research method with a phenomenological approach was employed. The findings reveal that, first, the use of Gadget s in learning significantly aids in deepening students' understanding of material that they have not yet grasped. Gadget s are also used in the classroom, but not excessively, as teachers prioritize books over Gadget s. The use of Gadget s is more emphasized for home learning, monitored by the teaching staff, with sanctions applied to any violations. At SD N 3 Kutacane, Gadget s are also used for completing assignments and expanding students' knowledge, making them more creative, innovative, and technologically adept. The policy allows students to bring and operate Gadget s at school with certain restrictions. Gadget s must not be used during class time unless permitted by the teacher and with parental consent. In addition to being a learning tool, Gadget s are also used for communication between teachers, students, and parents. Parental involvement is crucial in overseeing Gadget  use at home to maintain balance and support the child's psychosocial development. Parents are expected to guide and limit Gadget  use, providing restricted permissions to ensure children do not overuse them, thus supporting their education and optimal development.
MANAJEMEN DAYAH DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ULUMUL ISLAM PANTON LABU KABUPATEN ACEH UTARA Amin, M. Yusuf M; Najmuddin, Najmuddin; Iskandar, Iskandar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana manajemen dayah dapat memperkuat pendidikan karakter di Dayah Ulumul Islam Pantonlabu, Kabupaten Aceh Utara. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait kebijakan pendidikan karakter di dayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dalam program penguatan pendidikan karakter telah dilakukan dengan cermat dan sistematis. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan dayah, guru, santri, serta orang tua dan masyarakat, sangat penting dalam keberhasilan program ini, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keragaman latar belakang santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen dayah memiliki peran yang signifikan dalam penguatan pendidikan karakter, yang terbukti melalui peningkatan nilai-nilai karakter di kalangan santri. Penelitian ini merekomendasikan agar dayah terus mengembangkan strategi yang lebih adaptif dan inovatif untuk menjaga relevansi dan efektivitas pendidikan karakter di masa depan.
Analysis of the Use of School Operational Assitance Funds at SMP Negeri 19 Takengon Islamudin Islamudin; Alfi Syahrin; Iskandar Iskandar
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the analysis of the use of school operational assistance funds. This research uses a descriptive approach, descriptive research is research that is intended to investigate the conditions, circumstances or other things that have been mentioned, the results of which are presented in the form of a research report. The preparation of this research uses a qualitative descriptive method which is carried out by collecting data, digesting information and formulating information, then analyzing and concluding to determine the suitability of the management of School Operational Assistance. The research results show that (1) The system and procedures for the use of School Operational Assistance (BOS) funds carried out at SMP Negeri 19 Takengon have met good procedures. (2) The person responsible for all activities using School Operational Assistance (BOS) funds is the principal. Where the use is carried out by the school treasurer who must be attached in accordance with accounting principles. (3) Overall control of the implementation of operational activities has been in accordance with the regulations and procedures set by the Ministry of Education, where the implementation of the use of School Operational Assistance (BOS) activities has achieved the target and is effective, timely and free from deviations.
Comparison of Concepts: The Nature of Education and the Purpose of Education Hasnawi; Iskandar; Saifuddin; Zarkasyi
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.260

Abstract

Education is a fundamental human need that plays a vital role in shaping the quality of individuals and the civilization of a nation. In the study of philosophy and educational science, discussions on the nature of education and its objectives occupy a central position because they serve as the conceptual basis for the implementation of education. The nature of education relates to the meaning, essence, and basic nature of education, while the objectives of education relate to the direction, results, and achievements to be achieved through the educational process. This article aims to examine in depth and compare the concepts of the nature of education and its objectives based on the views of experts, schools of educational philosophy, and Indonesian national education policy. The method used is a literature study with a descriptive-analytical and comparative approach. The results of the study indicate that the nature of education and its objectives are two interrelated and inseparable concepts. A comprehensive understanding of the nature of education is the main foundation in formulating educational objectives that are humanistic, contextual, and oriented towards the development of the whole person .
RELEVANSI FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM TRANSFORMASI KURIKULUM DAN PEMBENTUKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL Iskandar, Iskandar; Sekar Sudesmi, Ni Nyoman; Sandriani, Pipit; Zulfikar, Zulfikar
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 5, No 2 (2025): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v5i2.17769

Abstract

AbstractPhilosophy of education plays a fundamental role in shaping the direction and quality of national education. This study aims to analyze the influence of educational philosophy on curriculum development, teaching practices, and character formation in the Indonesian context. Using a qualitative approach through a literature review, the study examines major philosophical perspectives, educational theories, and scholarly sources related to curriculum design and character education. The findings indicate that educational philosophy functions as a normative foundation for formulating holistic educational goals that integrate cognitive, affective, and psychomotor domains. Furthermore, philosophical principles significantly influence the development of curricula that are aligned with Indonesia’s sociocultural context, particularly those grounded in Pancasila values. In teaching practice, philosophical foundations encourage reflective, participatory, and learner-centered approaches, as exemplified in the implementation of the Merdeka Curriculum. Educational philosophy also contributes to strengthening character education through the internalization of moral, ethical, and social responsibility values. Despite its substantial contribution, limited philosophical understanding among educators remains a challenge in its practical application. This study concludes that strengthening educators' understanding of educational philosophy is essential for improving teaching quality and ensuring the relevance of curricula, enabling education to produce intelligent, ethical, and adaptable future generations.Keywords: Philosophy Of Education, Curriculum, Character, Teaching PracticesAbstrakFilsafat pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk arah dan kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filsafat pendidikan terhadap pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan pembentukan karakter peserta didik di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka yang menelaah teori-teori filsafat pendidikan, aliran filsafat, serta dokumen ilmiah terkait pengembangan kurikulum dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan berperan sebagai landasan normatif dalam merumuskan tujuan pendidikan yang holistik, mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, filsafat berpengaruh signifikan terhadap desain kurikulum yang relevan dengan konteks sosial budaya Indonesia, khususnya melalui nilai-nilai Pancasila. Dalam praktik pembelajaran, filsafat pendidikan mendorong penerapan metode yang reflektif, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik, sebagaimana dicontohkan dalam Kurikulum Merdeka. Filsafat juga berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter melalui internalisasi nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Meski memberikan kontribusi besar, pemahaman guru yang masih terbatas mengenai prinsip-prinsip filosofis menjadi tantangan dalam implementasi di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman filsafat pendidikan sangat penting guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi kurikulum di Indonesia, sehingga pendidikan mampu menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.Kata Kunci: Filsafat Pendidikan, Kurikulum, Karakter, Pembelajaran
MODEL KEPEMIMPINAN ISLAMI ORANG TUA : MENUJU PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK Iskandar Iskandar; Syarkawi Syarkawi
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Iktibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i1.82

Abstract

Pembentukan kepribadian manusia memegang peranan utama dalam pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Pendidikan semata-mata bertanggung jawab untuk membentuk akhlak yang baik pada diri setiap orang, termasuk generasi muda Indonesia. Apalagi bagi anak yang sedang mencari jati dirinya, tanpa adanya peran pendidikan maka ia akan kehilangan arah dan terkena permasalahan sosial. Tak hanya pendidikan, peran ayah dan ibu juga sangat penting dalam mendidik dan mengasuh anak. Pengaruh model kepemimpinan orang tua terhadap perilaku nakal anak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepribadian anak. Model kepemimpinan yang baik akan menciptakan karakter yang baik dan sebaliknya. Banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan anak, antara lain teman dan lingkungan, namun faktor keluarga lebih mendominasi. Pendidikan karakter menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kenakalan anak. Pendidikan juga sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi lapangan dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di Bireuen.
Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Motivasi dan Komitmen Guru terhadap Kinerja Guru MA di Aceh Tengah: The Influence of Principals' Academic Supervision, Teacher Motivation, and Teacher Commitment on the Performance of MA Teachers in Central Aceh Zahrayani Zahrayani; Sony Muhammad Ikhsan Mangkuwinata; Iskandar Iskandar
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 02 (2026): Research Articles, August 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i02.9063

Abstract

Teacher performance is a primary determinant of instructional quality in madrasahs (Islamic senior high schools); however, its achievement is often influenced by various managerial and psychological factors that have not been fully confirmed in specific local contexts. This study aims to analyze the influence of the principal's academic supervision, teacher work motivation, and teacher work commitment on the performance of Madrasah Aliyah (MA) teachers in Central Aceh Regency, both partially and simultaneously. The study employs a quantitative approach using an explanatory survey method. The sample consists of 120 teachers from eight *Madrasah Aliyah* institutions (three state and five private schools), selected via proportional random sampling. Data were collected using a five-point Likert scale questionnaire—validated through factor analysis and proven reliable with Cronbach's Alpha values exceeding 0.60—and subsequently analyzed using multiple linear regression with SPSS 25.0 software. The results indicate that, when analyzed individually, teacher work motivation has a positive and significant effect on teacher performance (t = 2.052; Sig. = 0.046 < 0.05), whereas the principal's academic supervision (t = 0.399; Sig. = 0.379) and teacher work commitment (t = 0.505; Sig. = 0.168) do not have a significant partial effect. Simultaneously, the three independent variables significantly influence teacher performance (F = 8.234; Sig. = 0.000 < 0.05), contributing 38.1% to the variance (R² = 0.381), while factors outside the model explain the remaining 61.9%. These findings indicate that work motivation is the most dominant factor in driving teacher performance. In contrast, the effectiveness of academic supervision implementation and the strengthening of teacher work commitment require substantial improvement to yield a tangible impact on performance enhancement.
Optimalisasi Peran Guru dan Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa di Era Digital Sabda Sabda; Muhammad Iqbal; Rinny Anggraini; Rambang Muharramsyah; Iskandar Iskandar
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 3: June 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i3.1714

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas guru serta orang tua dalam penguatan pendidikan karakter siswa di era digital melalui pendekatan pelatihan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, pada April–Juni 2026 dengan melibatkan 46 peserta yang terdiri atas guru dan orang tua/wali siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan penguatan peran guru, pelatihan digital parenting, diskusi dan simulasi kasus, penyusunan strategi kolaborasi, pendampingan, monitoring, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata sebelum dan setelah kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 61,80 pada pre-test menjadi 85,20 pada post-test, dengan selisih 23,40 poin atau peningkatan sebesar 37,86%. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, dengan peningkatan tertinggi pada aspek digital parenting sebesar 25,80 poin, diikuti etika digital sebesar 24,00 poin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan kolaboratif dapat meningkatkan pemahaman awal guru dan orang tua mengenai pendidikan karakter, pendampingan penggunaan teknologi, etika digital, serta pentingnya konsistensi pembinaan antara sekolah dan keluarga. Keberlanjutan program memerlukan komunikasi berkala, penerapan kesepakatan pendampingan digital, serta monitoring perkembangan perilaku siswa.