Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati dalam Menunjang Budidaya Edible Flower di Bukit Cahaya, Dusun Rangsot Lombok Utara Nufus, Novita Hidayatun; Jufri, Afifah Farida; Azhari, Anjar Pranggawan; Jihadi, Amrul; Apriani, Reni; Rizki, Al-Fajr; Adji, M. Alif Pradipta
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i1.2471

Abstract

Budidaya edible flower telah dilakukan oleh KSM Rangsot sebagai salah satu langkah penataan lanskap Bukit Cahaya dalam usaha pengembangannya menjadi destinasi edu-ekowisata. Edible flower adalah jenis tanaman hias yang dapat dikonsumsi karena karakteristik bunga berdasarkan kandungannya serta teknikbudidayanya yang tidak menggunakan bahan kimia sintetik. Untuk itu, dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organic dan pestisida nabati di Dusun Rangsot, Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara. Pelatihan dilaksanakan dengan metode edukatif dan partisipatif melibatkan 22 orang peserta. Metode edukatif dilakukan melalui penyuluhan dan dan demonstrasi langsung, sedangkan metode partisipatif dilakukan dengan cara melibatkan mitra secara langsung pada seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. yang Kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai praktik budidaya tanaman secara organik, khususnya pembuatan dan aplikasi pupuk organik dan pestisida nabati. Hasil ini ditunjukkan dari tingkat partisipasi peserta yang tinggi, serta peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta dengan meningkatnya nilai pada pre-tes dan pos-tes sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Pertanian organic, Budidaya edible flower, Pupuk Organik, Pestisida Nabati, Bukit Cahaya, Rangsot.
PENGARUH BEBERAPA KEMASAN TERHADAP KUALITAS DAN UMUR SIMPAN UBI JALAR (Ipomea batatas L.) DI JAPAN AGRICULTURAL COOPERATIVES OITA JEPANG Oktavia, Anggie; Nurrahman, Nurrachman; Jufri, Afifah Farida
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap kualitas dan umur simpan ubi jalar di JA Oita, Jepang. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yakni kemasan penyimpanan menggunakan Plastik, Plastik berlubang dan Kardus. Percobaan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2025 yang bertempat di pabrik sortir Japan Agricultural Cooperatives Oita (JA Oita) Prefektur Oita, Jepang. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif untuk percobaan kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan ubi jalar menggunakan kemasan kardus merupakan kemasan paling baik yang dapat mencegah ubi jalar dari kerusakan selama 29 hari penyimpanan.
Penyuluhan dan Pelatihan Pengelolaan Edu-ekowisata Bukit Cahaya Dusun Rangsot Desa Sigar Penjalin Lombok Utara Novita Hidayatun Nufus; Afifah Farida Jufri; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi; Al-Fajr Adriansyah; Muhammad Alif Pradipta Adji
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.167

Abstract

KSM Rangsot merupakan kelompok usaha masyarakat dusun Rangsot Desa Sigar Penjalin yang saat ini menaungi 3 kelompok usaha, yaitu 1) kelompok usaha olahan mete, 2) kelompok usaha budidaya dan olahan trigona, dan 3) Wisata Bukit Cahaya. Bukit Cahaya yang saat ini dikelola oleh KSM Rangsot sebagai lokasi perkemahan memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat berkembang. Lokasinya yang menghadap perairan menuju Gili Matra menghasilkan pemandangan indah yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra, upaya yang ditawarkan sebagai solusi terhadap permasalahn tersebut adalah dengan mengembangkan kawasan Bukit Cahaya dan sekitarnya sebagai destinasi wisata dengan pendekatan berbasis Edu-ekowisata. Untuk itu, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis kemitraan yang berjudul ‘Pendampingan Inisiasi Edu-ekowisata Bukit Cahaya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rangsot, Desa Sigar Penjalin Kabupaten Lombok Utara.
Pendampingan Pembuatan Kebun Sekolah di SDN 2 Merembu untuk Meningkatkan Kepedulian Siswa terhadap Lingkungan Afifah Farida Jufri; Dwi Noorma Putri; Reni Apriani; Suprayanti Martia Dewi; Vera Yulandasari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.177

Abstract

Salah satu alasan yang menyebabkan siswa menjadi apatis terhadap lingkungan karena adanya rasa tidak keberdayaan dalam mencegah kerusakan lingkungan. Peningkatan kesadaran lingkungan akan efektif jika siswa turut berpartispasi aktif dalam proyek lingkungan lokal yang memberikan pengalaman secara langsung, sehingga dapat memperkuat kepedulian dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa. Salah satu proyek lingkungan lokal yang dapat dikembangkan adalah kebun sekolah. Dengan terlibat secara langsung mengelola kebun sekolah, siswa akan belajar untuk bertanggung jawab, berkomunikasi yang baik, bekerja sama dalam tim, dan belajar kepemimpinan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2024 di SD Negeri 2 Merembu, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pendekatan partispatif dimana peserta terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan. Tahap kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berjalan dengann baik dan lancar. Siswa sasaran dan kegiatan ini sangat antusias mengikuti setiap tahap kegiatan. Siswa memiliki kegiatan lain selain proses belajar mengajar di dalam kelas. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjaga ekosistem lingkungan melalui pemeliharaan tanaman. Dari kegiatan ini, tentu kepedulian siswa terhadap lingkungan belum terlihat perubahan yang secara signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan lanjutan dalam pemeliharaan kebun sekolah sehingga dapat membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Langkah selanjutnya akan dilakukan monitoring secara berkala terhadap keberlanjutan kebun sekolah.
Pelatihan Budidaya Sayuran Sehat dan Ramah Lingkungan di Pekarangan Untuk Pemenuhan Gizi Keluarga Di Dusun Midang Ihsan, Makbul; Anjani, Hikmah Rara; Nufus, Novita Hidayatun; Jufri, Afifah Farida; Septian, I Gede Nano
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12601

Abstract

Dusun Midang sebagai salah satu wilayah sub urban mengalami penurunan ketersediaan lahan akibat alih fungsi menjadi kawasan pemukiman. Meskipun demikian, masih terdapat rumah dengan pekarangan atau lahan kosong terbatas yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan menurunkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Dusun Midang dalam menerapkan teknik budidaya sayuran sehat di lahan pekarangan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi, pelatihan teknis budidaya, serta pendampingan langsung penanaman sayuran. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Midang, khususnya ibu rumah tangga, dalam menerapkan teknik budidaya sayuran sehat di lahan pekarangan secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, masyarakat mampu memahami pentingnya pengolahan tanah yang tepat, pemanfaatan pupuk organik, dan penerapan metode pengendalian hama serta penyakit ramah lingkungan. Keberhasilan ini juga ditunjukkan oleh adanya inisiatif warga untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya tidak produktif dengan menanam sayuran baik secara langsung ataupun menggunakan wadah tanam. Dengan adanya pendampingan dan monitoring berkala, diharapkan keberlanjutan program dapat terjaga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Dusun Midang.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) TERHADAP KOMBINASI PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK DARI KOTORAN SAPI DI DESA SUKADANA Putri, Dwi Noorma; Nikmatullah, Aluh; Dewi, Suprayanti Martia; Jufri, Afifah Farida; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Abdullah, Taufik
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4534

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji efek pemberian pupuk NPK dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman tomat. Penelitian ini berupa percobaan factorial yang dilakukan di desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk NPK dengan dosis 100% dosis anjuran, 75% dosis anjuran dan 50% dosis anjuran. Faktor kedua adalah Pupuk Kotoran Sapi dengan dosis 5 ton/ ha, 10 ton/ ha dan 20 ton/ha. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan a= 5% dan selanjutnya di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan pupuk NPK tidak berdampak signifikan, namun dosis 75% dosis anjuran memberikan rata-rata terbaik pada parameter pertumbuhan yaitu jumlah ruas, tinggi tanaman dan jumlah tangkai bunga. Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi memberikan perbedaan hasil yang signifikan pada parameter berat buah, jumlah buah dan diameter buah per tanaman. Dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik. Hasil Anova tidak menunjukkan adanya interaksi antar factor.
PENGARUH PUPUK KASCING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Jufri, Afifah Farida; Rahayu, Lidya Sri; Yakop, Uyek Malik
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5504

Abstract

Salah satu faktor penyebab penurunan produksi kacang panjang diantaranya kurang intensif cara budidaya oleh petani. Upaya yang dapat dilakukan dalam memperbaiki cara budidaya petani kacang panjang diantaranya dengan melakukan pemupukan yang berimbang sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis yang tepat antara pupuk kascing dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada Agustus – Oktober 2024 di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial. Faktor pertama yakni pupuk kascing (K) yang terdiri dari tiga taraf perlakuan K1 : 900 g/plot, K2 : 1.800 g/plot, dan K3 : 2.700 g/plot, sedangkan faktor kedua yakni pupuk NPK (N) yang terdiri dari dua taraf perlakuan N1 : 6 g/tan dan N2 : 9 g/tan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, total buah panen per tanaman, total bobot segar buah per tanaman, dan panjang buah. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara perlakuan pupuk kascing dan pupuk NPK pada semua parameter pengamatan. Perlakuan pupuk kascing dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun namun memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah cabang produktif, total buah panen, dan total bobot buah segar kacang panjang. Perlakuan terbaik adalah pupuk kascing dengan dosis 2.700 gram/plot dengan jumlah cabang produktif sebesar 17.66 cabang, jumlah buah panen sebanyak 43.33 buah dan total bobot buah segar sebesar 393.08 gram, sedangkan untuk pupuk NPK dengan dosis 9 gram/tanaman memberikan hasil 14.33 cabang produktif, 40.27 buah panen, dan 377.89 gram bobot buah segar.
PEMBERDAYAAN PEMUDA MIDANG MELALUI PEMANFAATAN PINGGIR KALI SEBAGAI WARUNG HIDUP WARGA DUSUN MIDANG, LOMBOK BARAT Afifah Farida Jufri; Jufri, Afifah Farida; Nawawi, Ahmad; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4220

Abstract

The very dense settlement of Midang Hamlet leaves a narrow area of ​​land along the edge of the irrigation canal, which is more often referred to by residents as Kali Midang. This narrow land has the potential to meet food needs, improve community nutrition, source plant diversity and create an optimal living environment around the household. The potential of this narrow land can be utilized by optimizing the cultivation of a variety of plants by forming a living stall. The aim of this service activity is; 1) utilize the narrow land at the edge of the river to become a food stall for residents to support food security, and 2) increase the knowledge of the community, especially the youth of Midang hamlet, about plant cultivation techniques on limited land. The method used in this service activity is the participatory action method where Midang youth are directly involved in each activity. The stages in this activity start from the preparation, implementation and evaluation stages. The Midang Hijau movement which was carried out in Midang Hamlet RT 02 ran smoothly and had a positive impact on the residents. Residents are quite interested and enthusiastic in participating in every activity process. Midang Hijau is a trigger for the residents of Midang Hamlet to utilize small land, not only land on the edge of the river but also at home or in other small areas of land that have not been utilized optimally by planting vegetables and kitchen spices for daily needs so that residents can create a living stall. to support daily kitchen needs.
PEMBERDAYAAN PEMUDA MIDANG MELALUI PEMANFAATAN PINGGIR KALI SEBAGAI WARUNG HIDUP WARGA DUSUN MIDANG, LOMBOK BARAT Afifah Farida Jufri; Jufri, Afifah Farida; Nawawi, Ahmad; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4220

Abstract

The very dense settlement of Midang Hamlet leaves a narrow area of ​​land along the edge of the irrigation canal, which is more often referred to by residents as Kali Midang. This narrow land has the potential to meet food needs, improve community nutrition, source plant diversity and create an optimal living environment around the household. The potential of this narrow land can be utilized by optimizing the cultivation of a variety of plants by forming a living stall. The aim of this service activity is; 1) utilize the narrow land at the edge of the river to become a food stall for residents to support food security, and 2) increase the knowledge of the community, especially the youth of Midang hamlet, about plant cultivation techniques on limited land. The method used in this service activity is the participatory action method where Midang youth are directly involved in each activity. The stages in this activity start from the preparation, implementation and evaluation stages. The Midang Hijau movement which was carried out in Midang Hamlet RT 02 ran smoothly and had a positive impact on the residents. Residents are quite interested and enthusiastic in participating in every activity process. Midang Hijau is a trigger for the residents of Midang Hamlet to utilize small land, not only land on the edge of the river but also at home or in other small areas of land that have not been utilized optimally by planting vegetables and kitchen spices for daily needs so that residents can create a living stall. to support daily kitchen needs.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capisicum frutescens L.) Terhadap Interval Irigasi dan Aplikasi Silika di Lahan Kering Lombok Utara Utami, Dianti Suciati; Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari; Afifah Farida Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7075

Abstract

Optimalisasi produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pada lahan kering memerlukan manajemen irigasi dan nutrisi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pertumbuhan dan hasil cabai rawit terhadap interval irigasi dan aplikasi silika di Desa Slengen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara selama Juli-November 2023. Eksperimen menggunakan rancangan faktorial dalam split plot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri dari tiga interval irigasi (harian, dwiharian, dan triharian), sedangkan anak petak meliputi tiga level aplikasi silika (0, 2, dan 4 mL/L), menghasilkan 27 unit percobaan dengan 20 tanaman per unit. Parameter pengamatan penelitian adalah laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, dan persentase bunga menjadi buah. Analisis ragam pada taraf 5% dan uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa aplikasi silika berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman, namun tidak signifikan pada parameter cabang produktif, jumlah bunga, dan persentase bunga menjadi buah. Interval irigasi memberikan pengaruh nyata hanya pada persentase bunga menjadi buah. Interaksi perlakuan irigasi dwiharian dan aplikasi silika 2 mL/L menghasilkan persentase fruit set tertinggi (69,34%) dan laju pertumbuhan optimal (4,46 cm/minggu). Kombinasi tersebut juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 50% dibandingkan irigasi harian tanpa mengurangi produktivitas secara signifikan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa optimalisasi manajemen air dan silika dapat menjadi strategi efektif dalam budidaya cabai rawit pada lahan kering.