Claim Missing Document
Check
Articles

Native arbuscular mycorrhizal fungi and Albizia saponaria for potential revegetation of tropical asphalt and nickel post-mining areas Tuheteru, Faisal Danu; Husna, Husna; Nurdin, Wiwin Rahmawati; Wibowo, Surya Edy; Tuheteru, Edy Jamal; Albasri, Albasri; Arif, Asrianti
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9545

Abstract

Native arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) have been shown to effectively enhance the growth and nutrient uptake of Vitex cofassus grown on post-asphalt mining soils. However, their potential needs to be further evaluated across various mining substrates and different tree species. This study aimed to assess the effects of native AMF inoculation on the early growth performance of Albizia saponaria seedlings cultivated on post-asphalt and post-nickel mining soils under greenhouse conditions. A completely randomized design was employed with seven treatments: uninoculated control, Racocetra crispi, Glomus intraradices, Glomus sp., Glomus sp.-LW10, Glomus sp.-SW10, and Mycofer IPB/AMF mixture. Parameters observed after three months of growth included plant height, AMF root colonization percentage, total dry weight, mycorrhizal inoculation effect (MIE), and the uptake of phosphorus (P), nitrogen (N), calcium (Ca), and nickel (Ni). The results indicated that native AMF inoculation significantly improved early growth and total dry weight of  A. saponaria seedlings. The highest MIE values were observed in the  G. intraradices treatment, reaching 92.73% and 82,9%. Native AMF inoculation also enhanced the uptake of P, N, Ca, and Ni in plant tissues. These findings suggest that local AMF isolates can be effectively utilized to improve seedling quality and accelerate the success of revegetation programs on degraded post-mining lands in Indonesia.
Kajian Teknis-Ekologis Keberhasilan Reklamasi Disposal Eeagle 3 PT IPC Berdasarkan Regulasi Nasional: Technical Studies-Ekological Succession of Disposal Eagle 3 PT IPC based on National Regulation Tasya Romaria Rettob; Edy Jamal Tuheteru; Ririn Yulianti
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Kegiatan reklamasi merupakan bagian integral dalam siklus pertambangan yang bertujuan untuk memulihkan kembali kondisi lahan pasca-penambangan agar dapat berfungsi secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Reklamasi menjadi penentu keberlanjutan lingkungan pasca-eksploitasi, terutama dalam kegiatan pertambangan terbuka yang menyebabkan gangguan fisik, kimia, dan biologi pada lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan reklamasi pada Disposal Eagle 3 milik PT IPC seluas 2,7 hektar yang telah direklamasi pada tahun 2018. Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada parameter-parameter keberhasilan yang tercantum dalam Kepmen ESDM No. 1827K/30/MEM/2018, yang meliputi aspek teknis penatagunaan lahan, kondisi media tanam, stabilitas tanah, revegetasi, serta pemeliharaan. Metode yang digunakan meliputi analisis dokumentasi teknis, observasi lapangan, dan perbandingan capaian dengan standar kriteria keberhasilan reklamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disposal Eagle 3 memperoleh nilai total 98% dengan pencapaian maksimal pada hampir seluruh aspek, meliputi penatagunaan lahan, penebaran topsoil, pengendalian erosi, revegetasi, dan penyelesaian akhir. Capaian ini menunjukkan bahwa reklamasi telah dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku, serta dapat menjadi referensi praktik reklamasi berkelanjutan di wilayah pertambangan lainnya.     Reclamation is an essential phase in the mining cycle, aiming to restore post-mining land to ecological, social, and economic functionality. In open-pit mining, where land degradation is significant, reclamation ensures long-term environmental sustainability. This study evaluates the reclamation success of Disposal Eagle 3, owned by PT IPC, which was reclaimed in 2018. The assessment refers to the criteria set by ESDM Decree No. 1827K/30/MEM/2018, covering land arrangement, topsoil application, erosion control, revegetation, acid mine drainage (AMD) management, and maintenance. The methodology includes technical documentation analysis, field observations, and comparison with reclamation success benchmarks. Results indicate a total evaluation score of 98%, showing excellent outcomes across almost all components. High performance in land stability, vegetation growth, and erosion prevention reflects optimal implementation. This study concludes that reclamation at Disposal Eagle 3 was successfully carried out according to regulatory standards and offers a strong reference for best practices in sustainable mine reclamation in Indonesia.
ANALISIS PRODUKTIVITAS AKTUAL UNIT ROLL CRUSHER PADA DAERAH TAMBANG PT. GUNUNG BALE, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR: Analysis of Actual Productivity of Roll Crusher Units in PT. Gunung Bale Mining Area, Malang Regency, East Java Province Rico Damarizky; Edy Jamal Tuheteru; Christin Palit
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

PT Gunung Bale merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan piropilit, terletak diwilayah Desa Argotirto, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, penelitian ini dilakukan pada daerah stockpile. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui produktivitas aktual unit roll crusher berdasarkan metode analisis kuantitatif. Roll crusher adalah alat untuk mengurangi ukuran umpan dengan menghancurkannya di antara dua roll, roll crusher terdiri dari dua silinder berat yang berputar ke arah satu sama lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan diperhitungkan maka didapatkan nilai produktivitas aktual roll crusher sebesar 1.246,6 ton/bulan, dengan nilai waktu kerja efektif sebesar 145,78 jam/bulan dan waktu hambatan sebesar 10,22 jam/bulan, didapatkan nilai ketersediaan alat yaitu ketersediaan mekanis sebesar 69,16%, ketersediaan fisik sebesar 69%, ketersediaan penggunaan sebesar 93,45% dan penggunaan efektif sebesar 65,96%. Faktor yang menyebabkan terjadinya waktu hambatan adalah persiapan awal, material tertahan, ganti shift, isoma terlalu lama, pulang cepat, briefing loader, menunggu wheel loader, mechanical down, dan electrical down.     PT Gunung Bale is one of the companies engaged in pyrophyllite mining, located in Argotirto Village, Malang Regency, East Java Province, this research was conducted in the stockpile area. The purpose of this study was to determine the actual productivity of the roll crusher unit based on quantitative analysis methods. Roll crusher is a tool to reduce the size of feed by crushing it between two rolls, the roll crusher consists of two heavy cylinders that rotate towards each other. Based on the research conducted and calculated, the actual productivity value of the roll crusher was 1,246.6 tons/month, with an effective working time value of 145.78 hours/month and a bottleneck time of 10.22 hours/month, the availability value of the equipment was obtained, namely mechanical availability of 69.16%, physical availability of 69%, availability of use of 93.45% and effective use of 65.96%. Factors that cause bottleneck time are initial preparation, stuck material, changing shifts, isoma too long, going home early, briefing loaders, waiting for wheel loaders, mechanical down, and electrical down.
PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN TAMBANG EMAS MELALUI MONITORING AIR DAN TANAH Yulianti, Ririn; Jamal Tuheteru, Edy; Palit, Christin; Kurniawati, Riskaviana; Nuryana, Suherman Dwi; Dewandaru, Sawung Panggali; Siahaan, Muhammad Dian Syahputra
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 7 No 2 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v7i2.24407

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah IUP Operasi Produksi Arinem, Papandayan, Jawa Barat, yang memiliki potensi mineralisasi emas epitermal namun juga menghadapi tantangan pencemaran lingkungan akibat aktivitas penambangan. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kapasitas teknis pengelolaan lingkungan tambang melalui monitoring kualitas air dan tanah serta penyusunan rekomendasi reklamasi berbasis data. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel air dan tanah di dua titik lokasi, analisis laboratorium terhadap parameter fisik dan kimia, serta interpretasi hasil berdasarkan baku mutu yang diatur di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa kualitas air di kedua lokasi memiliki pH sangat asam dan kandungan logam berat seperti tembaga dan seng yang melebihi ambang batas, sementara tanah menunjukkan pH rendah, kandungan fosfor sangat rendah, dan potensi toksisitas mangan. Berdasarkan temuan tersebut, strategi teknis yang direkomendasikan dari berbagai kajian yang telah dilakukan meliputi netralisasi pH dengan kapur, pembuatan kolam sedimentasi, fitoremediasi dengan tanaman lokal, serta pemupukan organik. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman praktis kepada teknisi lapangan dan menjadi pertimbangan pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan untuk mendukung reklamasi tambang emas berkelanjutan.
EVALUASI JUMLAH BAHAN ISIAN BAHAN PELEDAK TERHADAP GETARAN TANAH DI PT TAMBANG TONDANO NUSAJAYA Sawaki, Stephen; Hartami, Pantjanita Novi; Maulana, Yuga; Tuheteru, Edy Jamal; Purwiyono, Taat Tri
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v8i2.20803

Abstract

PT Tambang Tondano Nusajaya adalah peusahaan yang bergerak di industri pertambangan emas, dimana dalam proses penambangan diperlukan kegiatan peledakan untuk memberai massa batuan dari batuan induknya. Dengan adanya kegiatan peledakan mengakibatkan terjadinya getaran tanah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pengamatan secara langsung di lapangan dan data yang diukur selanjutnya akan diolah pada sofware viewshot dan blastware. Hasil jumlah bahan peledak pada pit kopra dengan jarak 50 meter mendapatkan hasil 4,628 kg, 80 meter dengan hasil 6,342 kg dan 100 meter dengan hasil 14,732 kg.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PEMINDAHAN OVERBURDEN UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI OVERBURDEN DI PT VALE INDONESIA Riski, Muhammad Alfan; Herdyanti, Mixsindo Korra; Hartami, Pantjanita Novi; Tuheteru, Edy Jamal; Yulianti, Riri
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v8i2.20804

Abstract

Pada penelitian ini diketahui bahwa efisiensi kerja alat mekanis dan produktivitas alat gali muat dan alat angkut mengakibatkan tidak tercapainya target produksi overburden 200.000 ton pada bulan Januari 2024 Area Ferrari Pinang Balaba 01 dan aktualnya produksi overburden hanya mencapai 186.062,72 ton/bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan alat angkut dengan memperbaiki faktor penghambat kegiatan produksi dengan fokus memperbaiki waktu hambatan dapat dihindari. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data aktual lapangan rekapitulasi kegiatan stripping overburden. Penelitian ini akan melibatkan observasi langsung di lapangan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki. Dimana efisiensi kerja alat gali muat excavator Komatsu PC-2000 (HE5013) meningkat dari 88% menjadi 89% dan pada alat angkut haul truck Caterpillar 777E (HT2141) meningkat dari 88% menjadi 89%. Produktivitas alat muat excavator Komatsu PC-2000 (HE5013) meningkat dari 1.196,64 ton/jam menjadi 1.416,75 ton/jam dan pada alat angkut haul truck Caterpillar 777E (HT2141) meningkat dari 156,40 ton/jam menjadi 162,74 ton/jam. Produksi overburden setelah perbaikan meningkat dari 186.062,72 ton/bulan menjadi 220.526,42 ton/bulan. Kombinasi alat (MF) yang digunakan setelah perbaikan 1 alat muat Excavator Komatsu PC-2000 (HE5013) dan 9 alat angkut haul truck Caterpillar 777E dengan nilai match factor 1,04.
Soil properties change, and arbuscular mycorrhizal fungi associated with plants growing on the post-gold mining land of Bombana, Indonesia Tuheteru, Edy Jamal; Tuheteru, Faisal Danu; Hartami, Pantjanita Novi; Burhannudinnur, Muhammad; Prakoso, Suryo; Husna, H; Albasri, A; Asraria, Dian
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.4863

Abstract

This study aimed to investigate the effect of gold mining on soil properties. Soil samples were taken from the post-gold mining land, the property of PT Panca Logam Nusantara and PT Alam Buana Indonesia, and a nearby natural forest in Bombana, Southeast Sulawesi Province. The next step focused on specifying soil pH, total nitrogen (TN) and carbon (TC) concentration, C/N ratio, available phosphorus (P) concentration, cation exchange capacity (CEC), and exchangeable K, Na, Mg, Ca, Fe, Mn, Cd and Pb concentration, texture and spore amount, AMF resource and AMF colonization. The result shows that the pH in post-gold mining soil was higher than that in natural forest soil. Meanwhile, TN, TC, available P, and CEC of post-gold mining soil got lower compared with these of natural forest soil. The texture in the post-mining soil was clay loam, while that in natural forest soil was clay. Total of 10 AMF species belonging to five genera and three families were found in a post-gold mining area. Soil pH, CEC, soil texture, Mn, and total Fe had a negative relation with AMF colonization and spore count, while organic C, total N, C/N ratio, P2O5 and silt had a positive relation. Sand was proven to have a strong and positive correlation with the amount of AMF species. Adding organic matter and fertilization as well as applying mycorrhizal biofertilizers, were urgently required to support the effort in restoring post-gold mining soil.
KARAKTERISASI KARBON AKTIF BATUBARA DENGAN AKTIVASI KIMIA ASAM FOSFAT-ZINK KLORIDA: Characterization of Coal-Based Activated Carbon Through Chemical Activation with Phosphoric Acid-Zinc Chloride Suliestyah; Christin Palit; Edy Jamal Tuheteru; Jeremiah Angelo Yosafat
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membandingkan karakteristik proksimat batubara dan karbon aktif yang dihasilkan dari aktivasi kimia campuran asam fosfat dan zink klorida. Batubara yang digunakan termasuk kategori sub-bituminus A sebagai bahan baku. Proses aktivasi dan karbonisasi secara efektif mengubah sifat batubara menjadi karbon aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa karbon aktif yang dihasilkan secara umum memenuhi sebagian besar standar mutu Nasional Indonesia untuk kualitas karbon aktif. Daya serap terhadap iodin pada karbon aktif menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan batubara mentah. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa aktivator tunggal seperti asam fosfat atau zink klorida dapat menghasilkan daya serap iodin yang lebih tinggi. Meskipun demikian, aktivasi campuran berhasil meningkatkan proporsi karbon padat secara signifikan dan mengurangi kandungan volatil, menegaskan efektivitasnya dalam menghasilkan karbon aktif berkualitas sebagai adsorben. ABSTRACT This study compare the proximate characteristics of coal and activated carbon produced through mixed chemical activation with phosphoric acid and zinc chloride. The coal used is categorized as sub-bituminous A raw material. The activation and carbonization processes effectively transformed the coal's properties into activated carbon. Analysis results indicate that the produced activated carbon generally meets most National Indonesia Standard quality requirements for activated carbon. The iodine adsorption capacity of the activated carbon shows a significant increase compared to raw coal. Comparison with previous research suggests that single activators like phosphoric acid or zinc chloride can yield higher iodine adsorption capacities. Nevertheless, the mixed activation successfully increased the fixed carbon content significantly and reduced volatile matter, affirming its effectiveness in producing quality activated carbon relevant for adsorbent applications.
ANALISIS PENGARUH ABU BATUAN TERHADAP KEKUATAN BETON MENGGUNAKAN UJI POINT LOAD TEST: ANALYSIS OF THE EFFECT OF ROCK ASH ON CONCRETE STRENGTH USING POINT LOAD TEST Erica Zadmulyani Suherman; Pantjanita Novi Hartami; Edy Jamal Tuheteru
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

ABSTRAK Abu batu merupakan limbah dari proses pemecahan batu andesit yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti agregat halus dalam pembuatan beton. Material ini mengandung silika, alkali, alumina, kapur, dan besi dalam kadar rendah serta memiliki distribusi ukuran partikel yang sesuai, yaitu lolos ayakan 4,75 mm dan tertahan pada saringan 0,075 mm. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh abu batu terhadap sifat fisik dan mekanik beton, khususnya kuat tekan melalui uji point load test. Variasi campuran abu batu yang digunakan yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, dengan pengujian pada umur beton 28 hari. Parameter uji meliputi kadar air, porositas, angka pori, kuat tekan uniaksial (UCS), dan point load index atau indeks Franklin (Is). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan komposisi abu batu yang dilakukan pada pengujian sifat fisik terjadi peningkatan kadar air dan porositas akibat daya serap yang tinggi dan nilai angka pori mengalami perubahan seiring bertambahnya komposisi abu batu. Hasil uji mekanik menunjukkan kuat tekan menurun pada variasi 10%, Namun meningkat pada komposisi 20% hingga 40% dengan nilai UCS tertinggi 4,77 MPa dan nilai Indeks sebesar 3,11 MPa pada komposisi 40%. ABSTRACT Stone ash is a waste from the andesite stone crushing process that can be utilised as a fine aggregate replacement in concrete manufacture. This material contains low levels of silica, alkali, alumina, lime, and iron and has a suitable particle size distribution, which passes a 4.75 mm sieve and is retained on a 0.075 mm sieve. This research aims to determine the effect of stone ash on the physical and mechanical properties of concrete, especially compressive strength through point load test. The stone ash mixture variations used were 0%, 10%, 20%, 30%, and 40%, with testing at 28 days of concrete age. Test parameters included moisture content, porosity, pore number, uniaxial compressive strength (UCS), and point load index or Franklin index (Is). The results showed that an increase in the composition of stone ash in the physical properties test resulted in an increase in moisture content and porosity due to high absorption capacity and the pore number value changed as the composition of stone ash increased. The mechanical test results showed that the compressive strength decreased at the 10% variation, but increased at 20% to 40% composition with the highest UCS value of 4.77 MPa and Index value of 3.11 MPa at 40% composition.
Co-Authors -, Farhan Ghalib Dinata AA Sudharmawan, AA Ahmad, Shahrul Nizam Alan, Muhammad Rallupy Meyraldo Albasri Albasri Albasri, A Albasri, Albasri Ardhia Fajar Pramesty Rachmat Arif, Asrianti Aryanto, Reza Asraria, Dian Asrianti Arif Bayu Cipta Laksana Budi Wijaya Chairul Nas Christin Palit Cokro, Natalia Febriani Damarizky, Rico Danu Putra Danu Putra Dewandaru, Sawung Panggali Dr. Pantjanita N. Hartami, ST, MT Erica Zadmulyani Suherman Eriko Jiliano Fadliah Fadliah, Fadliah Faisal Danu Tuheteru Faisal Danu Tuheteru Faldo Matulessy Ginting Jalu Kusuma Ginting Jalu Kusuma Ginting Jalu Kusuma Ginting Jalu Kusuma, Ginting H Husna H Husna, H Hadrian Sergio Hartami, Pantjanita Novi Herdyanti, Mixsindo Korra Hermanto Saliman Herry Setia Wahyudi Himawan, Ade Husna Husna Husna Ibnu Hendratmoko Irdika Mansur Irfan Marwanza J Jusniar James Christian Jeremiah Angelo Yosafat Jian Karunia Kris Pranoto Kris Pranoto Kurniawati, Riskaviana M. Akbari Danasla Marmer, Handoyo Maulana, Yuga Miranda H. Hadijah Mixsindo Korra Herdyanti Muhammad Burhannudinnur Mukadar, Laraswati Mustamina Maulani Nisandro J Luhukay Palit, Christin Pancanita Novi Hartami Panjaitan Novi Hartami Pantjanita Novi Hartami Pantjanita Novi Hartami Pertiwi, Tiara Pradana, Bimo Arlingga Purwiyono, Taat Tri Putra, Dandi Winata Putra, Danu Reza Aryanto Reza Aryanto Rico Damarizky Rifqi Sukmoutomo Ririn Yulianti Riski, Muhammad Alfan Rudy Sayoga Gautama Rudy Sayoga Gautama Rudy Sayoga Gautama, Rudy Ryhcef Subarmaga Said, Ardhia Regita Cahyani Sampurna Jaya, Muhamad Sawaki, Stephen Sedek Karepesina Sekar Tika Sari Siahaan, Muhammad Dian Syahputra Simarmata, Yoki omando Sri Mulyono Subandrio Soemali Suherman Dwi Nuryana Suliestyah Suliestyah Suliestyah Suliestyah, Suliestyah Suliestyah, Suliestyah Suryo Prakoso, Suryo Susanti, Chiesa Artamevia Diva Syamidi Patian Taat Tri Purwiyono Tasya Romaria Rettob Trisetyo, Fatih Farhan Utami, Mewwa Wibowo, Surya Edy Wiwik Dahani Wiwin Rahmawati Nurdin Yomaki, Caroline Claudia Yosef Palingi Yuga Maulana Yuga Maulana Yulia, Prayang Sunny Yulianti, Riri Yulianti, Ririn