Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN TOMBATU UATARA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Rumende, Mada; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi seseorang dapat diketahui dari keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Status gizi anak diukur menurut 3 indeks yaitu BB/U, TB/U dan BB/TB. Faktor sosial ekonomi seperti Pendidikan yang rendah, tidak memiliki pekerjaan, serta pendapatan yang rendah mempengaruhi status gizi seseorang. Kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dapat menjadi masalah bagi status gizi seseorang baik dari segi produktifitas maupun masalah kurang gizi kronis dan gizi buruk. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan dengan jumlah 293 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel yang diambil adalah 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ayah yang berpendidikan rendah sebanyak 40%, ibu dengan pendidikan rendah sebanyak 17%, ayah yang tidak bekerja 2%, ibu yang tidak bekerja 61%, keluarga dengan pendapatan rendah sebanyak 79%. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh pendidikan ayah (BB/U p = 0,373, TB/U p = 0,058, BB/TB p = 0,618), pendidikan ibu (BB/U p = 0,000, TB/U p = 0,070, BB/TB p = 0,381), pekerjaan ayah (BB/U p = 0,015, TB/U p = 1,000, BB/TB p = 0,725) pekerjaan ibu (BB/U p = 0,807, TB/U p = 0,687, BB/TB p = 0,121) serta pendapatan keluarga (BB/U p = 0,668, TB/U p = 0,656, BB/TB p = 0,088). Kesimpulan dari penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi (BB/U), (TB/U) dan (BB/TB). Terdapat hubungan antara pendidikan ibu berdasarkan indikator (BB/U). Tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi indikator (TB/U) dan (BB/TB). Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ayah dan pekerjaan ibu dengan status gizi (BB/U), (TB/U), dan (BB/TB). Tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi (BB/U), (TB/U) dan (BB/TB).Kata Kunci : Status Sosial Ekonomi, Status GiziABSTRACT Nutritional status is a condition caused by the stability between nutrient intake from food and the necessity of nutrients needed for the metabolism of body. Children nutritional status is measured according to 3 indices which are Weight for Age, Height for Age and Weight for Height. Socioeconomic factors such as low education, lack of work, and low income affect a person's nutritional status. Unmet nutritional needs can be a problem for one's nutritional status both in terms of productivity and the problem of chronic malnutrition and malnutrition. The general objective of this study is whether there is any relationship between socioeconomic status with nutritional status in children aged 24-59 months in North Tombatu District, Southeast Minahasa District. The design used in this research is analytic observational with cross sectional study approach. The population in this study are children aged 24-59 months with a total of 293 children. Sampling technique uses purposive sampling, with the result 100 samples taken. The results showed that the prevalence of fathers with low education was 40%, mothers with low education were 17%, fathers who did not work 2%, mothers who did not work 61%, families with low income as much as 79%. Based on the results of Chi Square statistical tests obtained father education (Weight for Age p = 0.373, Height for Age p = 0.058, Weight for Height p = 0.618), maternal education (Weight for Age p = 0.000, Height for Age p = 0.070, Weight for Height p = 0,381), father employment (Weight for Age p = 0,015, Height for Age p = 1,000, Weight for Height p = 0,725) mother employment (Weight for Age p = 0,807, Height for Age p = 0,687, Weight for Height p = 0.121) and family income (Weight for Age p = 0.668, Height for Age p = 0.656, Weight for Height p = 0.088). Conclusion there is a relationship between maternal education (Weight for Age with the nutritional status of children, and there is no relationship between father education, maternal education (Height for Age, Weight for Height), father employment, mother employment with the nutritional status of children.Keywords : Status Sosioeconomic, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS DESA TAMBARANA KECAMATAN POSO PESISIR UTARA KABUPATEN POSO Roring, Deiby Olivia; Momongan, Nita R,; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi anak balita salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi makanan dengan asupan energi yang kurang, ketidak seimbangan antara zat gizi dan asupan berlebih, kesalahan dalam memilih bahan makanan yang dikonsumsi. banyak faktor yang mempengaruhi status gizi balita seperti faktor sosial dan ekonomi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Hubungan Antara Asupan Energi dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan survei analitik (cross-sectional study). Populasi dan sampel  penelitian ini berjumlah 73 anak balita yang berumur 1-5 tahun dan telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sampel di ambil dari keseluruhan populasi. Dari hasil pengumpulan data tersebut didapatkan hasil analisis univariat,sebagai berikut : Status gizi anak balita berdasarkan BB/U  dari 73 anak terdapat (9,6%) adalah gizi kurang, (87,7%) gizi baik, (2,7%) gizi buruk. Indeks TB/U Sangat pendek (27,4%), Pendek (17,8%) dan Normal sebanyak (54,8%). Dan hasil BB/TB terdapat terdapat kurus (1,4%), normal sebanyak (87,7%) dan gemuk ada 8 (11,0%). Berdasarkan Uji statistik Spearman Correlation Rank bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi anak balita berdasarkan(Berat Badan/Umur) dengan nilai p=0,479. Selanjutnya terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi anak balita Berdasarkan (Tinggi Badan/Umur) dengan nilai p=0,048. dan Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi anak balita berdasarkan (Berat Badan/Tinggi Badan) dengan nilai p=0,561.  Kata kunci: Asupan Energi, Status Gizi ABSTRACTOne of the nutritional status of children under five is influenced by food consumption with less energy intake, imbalance between nutrients and excessive intake, mistakes in choosing food items consumed. many factors influence toddlers' nutritional status such as social and economic factors. The purpose of this study was to determine the relationship between energy intake and nutritional status of children under five in the Tambarana Village Health Center Working Area, Poso Pesisir Utara District, Poso District. This study used an analytical survey (cross-sectional study). The population and sample of this study were 73 toddlers aged 1-5 years and had fulfilled the inclusion and exclusion criteria, male and female. Samples taken from the entire population. From the results of data collection, the results of univariate analysis were obtained, as follows: Nutritional status of children under five based on BB / U from 73 children (9.6%) was malnutrition, (87.7%) good nutrition, (2.7%) malnutrition. The TB / U index is very short (27.4%), short (17.8%) and normal (54.8%). And the BB / TB results are thin (1.4%), normal (87.7%) and fat are 8 (11.0%). Based on the Spearman Correlation Rank statistical test that there is no relationship between energy intake and nutritional status of children under five (Body Weight / Age) with a p value = 0.479. Furthermore, there is a relationship between energy intake and nutritional status of children under five years old (height / age) with a value of p = 0.048. and There is no relationship between energy intake and nutritional status of children under five (Body Weight / Height) with a value of p = 0.561. Keywords: Energy Intake, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN TOMBATU UTARA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Kojongian, Cindy F.; Malonda, Nancy S.H.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status Gizi merupakan suatu ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak juga sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi bayi, yaitu pemberian ASI ekslusif, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu, penyakit infeksi serta status ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada Hubungan antara Riwayat Pemberian ASI dengan Status Gizi pada Anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Utara Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 24-59 bulan laki-laki maupun perempuan di Kecamatan Tombatu Utara Kabupaten Minahasa Tenggara dengan jumlah 293 anak dan total sampel yang diteliti yaitu sebanyak 75 anak. Analisis bivariate dilakukan dengan menggunakan Uji Chi Square (α=0,05). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Tombatu Utara diperoleh status gizi berdasarkan indeks (BB/U) menujukkan status gizi baik 77,3% dan status gizi kurang 22,7%. Berdasarkan status gizi menurut indeks (TB/U) yaitu status gizi normal 58,7% dan status gizi pendek 41,3%, sedangkan status gizi berdasarkan (BB/TB) yaitu status gizi normal 90,7% dan status gizi kurus 9,3%. Untuk pemberian ASI Eksklusif diperoleh status gizi (BB/U p=0,653, TB/U p=0,228, BB/TB p=0,126), pemberian kolostrum (BB/U p=0,582, TB/U p=0,307, BB/TB p= 1000), pemberian ASI sampai 24 bulan (BB/U p=0,527, TB/U p=0,397, BB/TB p=0,787). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Utara Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata Kunci: Riwayat pemberian ASI, Status Gizi, Balita.ABSTRACTNutritional Status is a measure of success in fulfilling nutrition for children which is indicated by the child's weight and height as well as the health status produced by the balance between nutrient needs and inputs. There are several factors that can affect the nutritional status of infants , namely exclusive breastfeeding, the level of education and knowledge of mothers, infectious diseases and family economic status. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between the history of breastfeeding and nutritional status in children aged 24-59 months in Tombatu Utara District, Southeast Minahasa District. This study used a descriptive research design with cross sectional design. The population in this study were all children aged 24-59 months male and female in District Tombatu Utara District of Southeast Minahasa with a total of 293 children and the total sample studied was 75 children. Bivariate analysis was performed using Chi Square Test (α = 0 , 05 ). Based on the results of research conducted in North Tombatu District obtained nutritional status based on index (BB / U) showed good nutritional status of 77 , 3 % and malnutrition status of 22.7%. Based on nutritional status according to index (TB / U) that is normal nutritional status 58.7% and short nutritional status 41.3%, while nutritional status based on (BB / TB) that is normal nutritional status 90.7% and thin nutritional status 9 , 3%. For exclusive breastfeeding obtained nutritional status (BB / U p = 0.653, TB / U p = 0.228, BB / TB p = 0.126), giving colostrum (BB / U p = 0.582, TB / U p = 0.307, BB / TB p = 1000), breastfeeding up to 24 months (BB / U p = 0,527, TB / U p = 0,397, BB / TB p = 0,787). The conclusion of this study is that there is no significant relationship between the history of breastfeeding and nutritional status in children aged 24-59 months in Tombatu Utara District, Southeast Minahasa Regency.Keyword ; History of breastfeeding, nutritional status, children.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN KAKASKASEN I KECAMATAN TOMOHON UTARA Ngenget, Cindy V.; Kapantow, Nova H.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada balita yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Masalah gizi kurang disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan. Sedangkan masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada masyarakat disertai dengan kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Anak usia 6-24 bulan di Kelurahan Kakaskasen I Kecamatan Tomohon Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan desain penelitian potong lintang (cross sectional study). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 6-24 bulan berjumlah 44 anak dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak berdasarkan indeks BB/U memiliki nilai p=0,048 (p value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak berdasarkan indeks PB/U memiliki nilai p=0,601 (p value > 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak berdasarkan indeks BB/PB memiliki nilai p=0,086 (p value > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan Status Gizi anak berdasarkan indeks BB/U, tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan Status Gizi anak berdasarkan indeks TB/U, tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan Status Gizi anak berdasarkan indeks BB/PB.Kata Kunci : Pemberian ASI Eksklusif, Status GiziABSTRACTThe nutritional problems of children under five years that Indonesia facing today are under nutrition and over nutrition. Under nutrition problems caused by poverty, lack of food supplies, poor sanitation, lack of community knowledge about nutrition and health. While over nutrition is caused by economic progress in society accompanied by lack of knowledge of nutrition and health. This research was conducted with the aim to know the relationship of exclusive breastfeeding with nutritional status of children aged 6-24 months in Kakaskasen I North Tomohon Sub-District. This study using analytic survey with cross sectional design. Population and samples in this study were children aged 6-24 months amounted to 44 children using total sampling technique. The measurement of variables using questionnaires. The results showed that exclusive breastfeeding with nutritional status in children based on weight-for-age index has p value=0,048 (p value<0,05). The results showed that exclusive breastfeeding with nutritional status in children based on height-for-age index had p value=0,601 (p value>0,05). The results showed that exclusive breastfeeding with nutritional status in children based on weight-for-height index has p value=0,086 (p value>0,05). The conclusion of this study is there is a relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status of children based on weight-for-age index, there is no relationship between exclusive breastfeeding and Nutrition status based on height-for-age index, there is no relationship between exclusive breastfeeding and child nutritional status based on weight-for-height index.Keywords : Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Lamia, Filia; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah keadaan kesehatan seseorang yang dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi dan penggunaan zat-zat gizi didalam tubuh. Pengetahuan tentang kebutuhan makanan sangat penting untuk mendukung tercapainya kesehatan dan status gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak usia 24-59 bulan di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian menggunakan studi potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 24-59 bulan. Sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan populasi yaitu sebanyak 63 anak. Penelitian di mulai pada bulan Juni - Agustus 2019. Status gizi berdasarkan indeks (BB/U) terdapat gizi kurang 6,3% dan gizi baik 93,7%. Indeks (TB/U) terdapat status gizi pendek 12,7% dan gizi normal 87,3%. Indeks (BB/TB) terdapat status gizi kurus 12,7%, gemuk 3,2% dan normal 84,1%. Pengetahuan ibu yang paling banyak berada pada tingkat pengetahuan baik yaitu 93,6%. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel menggunakan fisher exact test dan spearman rank. Hasil penelitian berdasarkan fisher exact test tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak (BB/U) nilai p = 0,236, terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak (TB/U) nilai p = 0,005 dan berdasarkan uji spearman rank tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak (BB/TB) nilai p = 0,379. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak (BB/U dan BB/TB) dan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi (TB/U). Saran kepada orangtua yang mempunyai balita untuk menghadiri kegiatan posyandu dengan rutin agar bisa memperoleh informasi yang penting terkait gizi anak, ibu juga bisa mencari dan mengetahui informasi mengenai gizi khususnya untuk anak melalui artikel atau buku tentang gizi.  Kata Kunci: Pengetahuan Gizi Ibu dan Status Gizi ABSTRACTNutritional status is a person's health condition that can be seen from the food consumed and the use of nutrients in the body. Knowledge about food needs is very important to support the achievement of good health and nutritional status. This study aims to determine the relationship of maternal nutrition knowledge with the nutritional status of children aged 24-59 months in Kima Bajo Village, Wori District, North Minahasa Regency. The study design uses a cross-sectional study. The population in this study were all children aged 24-59 months. The sample in this study was the overall population of 63 children. The study began in June - August 2019. The nutritional status based on the index (BB / U) contained malnutrition 6.3% and good nutrition 93.7%. Index (TB / U) contained 12.7% short nutrition status and 87.3% normal nutrition. Index (BB / TB) contained 12.7% underweight nutritional status, 3.2% fat and 84.1% normal. The most knowledge of mothers is at the level of good knowledge that is 93.6%. Statistical tests are used to analyze the relationship between variables using the fisher exact test and the Spearman rank. The results of the study based on the fisher exact test there is no relationship between maternal nutritional knowledge with child nutritional status (BB / U) p value = 0.236, there is a relationship between maternal nutritional knowledge and child nutritional status (TB / U) p value = 0.005 and based on the spearman test rank there is no relationship between maternal nutritional knowledge with child nutritional status (BW / TB) value of p = 0.379. The conclusion from this study that there is no relationship between maternal nutritional knowledge with child nutritional status (BB / U and BB / TB) and there is a relationship between maternal nutritional knowledge and nutritional status (TB / U). Suggestions for parents who have toddlers to attend posyandu activities routinely in order to obtain important information related to children's nutrition, mothers can also find and find out information about nutrition especially for children through articles or books on nutrition. Keywords: Mother's Nutritional Knowledge and Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Simangunsong, Nella P; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seseorang yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan merupakan pengetahuan gizi. Permasalahan balita pada umumnya adalah masalah kesulitan makan diantaranya kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi yang harus dipenuhi pada masa pertumbuhan balita (Sibagariang, dkk, 2010). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional survey analitik dengan yang dilaksanakan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara, pada bulan Juni-September tahun 2018 dengan teknik purposive sampling pengambilan sampel non probability sampling (non random). Sampel merupakan anak usia 24-59 bulan sebanyak 75 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pengukuran berat badan, tinggi badan dan metode kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan pengetahuan gizi ibu sudah baik sebanyak 77,3% dan kurang baik sebanyak 22,7%. Hasil uji statistik Fisher Exact Test diperoleh nilai p=1,000 antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi (BB/U), p=0,458 dengan status gizi(TB/U) dan hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p=0,415 untuk status gizi (BB/TB). Dari hasil uji ini memperlihatkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak usia 24-59 bulan berdasarkan indeks antropometri BB/U,TB/U dan BB/TB di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara, maka perlu di pertahankan dengan rutin melakukan pengukuran dan mengikuti kegiatan Posyandu untuk mendapatkan informasi dari penyuluhan maupun media lainnya.Kata kunci: Pengetahuan Gizi Ibu, Status GiziABSTRACTA person's knowledge related to food and health is nutritional knowledge. The problem of toddlers in general is the problem of eating difficulties including the lack of knowledge of mothers about nutrition that must be met during the growth of toddlers (Sibagariang, et al, 2010). The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between maternal nutritional knowledge with nutritional status in children aged 24-59 months in Tombatu District, Southeast Minahasa District. The research used Cross Sectional analytic survey approach which was held in Tombatu District, Southeast Minahasa District, in June-September 2018 with purposive sampling technique, non probability sampling (non random) sampling. Samples were children aged 24-59 months as many as 75 children. Data collection was conducted using measurements of body weight, height and questionnaire method. The results showed that maternal nutrition knowledge was good as much as 77.3% and less than 22.7%. Fisher Exact Test statistic test results obtained p = 1,000 between maternal nutritional knowledge with nutritional status (Weight / Age), p = 0.458 with nutritional status (Height / Age). And Chi Square statistical test results obtained p = 0.415 for nutritional status (Weight / Height). From the results of this test shows there is no relationship between knowledge of maternal nutrition with nutritional status of children aged 24-59 months based on anthropometric index Weight / Age, Height / Age and Body Weight / Height in Tombatu District, Southeast Minahasa District, it needs to be maintained by Maternal & Child Health Centre activities to get information from counseling and other media.Keywords: Maternal Nutrition Knowledge, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUSOMAEN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mokodompit, Erza P.; Kapantow, Nova H.; Mayulu, Nelly
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting di Indonesia merupakan satu dari banyaknya masalah gizi yang perlu ditangani secara serius, dapat dilihat dari kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak tumbuh terlalu pendek, dan perlu dilakukan penurunan prevalensi balita pendek (stunting). Angka prevalensi untuk stunting di Indonesia pada tahun 2013 persentasenya mencapai 37,2%. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan salah satu faktor terjadi stunting pada balita adalah tinggi badan orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui gambaran tinggi badan ayah dan ibu serta mengetahui hubungan antara tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, tempat penelitian  dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pusomaen pada bulan Juli-September tahun 2018. Populasi dalam penelitian  berjumlah 424 balita dan didapatkan 100 responden berdasarkan rumus slovin  dan jenis teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah simple random sampling. Pengukuran tinggi badan balita dan orang tua menggunakan alat ukur yaitu microtoise dengan ketelitian 0,1 cm dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji fisher exact test.  Hasil analisis univariat persentase tinggi badan ayah yang  memiliki tinggi <155cm  sebesar 4%  (p value = 0,625) dan tinggi badan ibu  <150cm memiliki persentase 37% (p value = 0,406) adapun persentase balita pendek (stunting) sebesar 45% serta persentase untuk tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting didapatkan (p value = 0,678). Hasil analisis bivariat dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.   Kata Kunci : balita usia 24-59 bulan, tinggi badan orang tua, stunting ABSTRACTStunting in Indonesia is one of many problems nutrition that need to be addressed seriously, can be seen from condition failing growing on of baby a result of chronic malnutrition and the growing too short , and necessary reducing the prevalence of toddler short (stunting). The prevalence rate for stunting in Indonesia in 2013 reached 37.2%. Stunting is caused by multi-dimensional factors and one of the factors in stunting in infants is the height of parents. The research has purpose to know how the image of the height restrictions father and mother and to knows the correlation between the height restrictions parents with an occurrence stunting in toddlers age 24-59 months . Observational research using in the study design to a draft cross sectional , research locations carried out in this area of Puskesmas Pusomaen on the month July-September 2018. Population in research were 424 toddlers and obtained 100 respondents formula Slovin and types of  technique in the study was simple random sampling. Measuring toddlers' height and parents using a measuring instrument namely microtoise with 0.1 cm accuracy and the data obtained were analyzed using the fisher exact test. The results of univariate analysis of the percentage of father's height that has a height of <155cm of 4% (p value = 0.625) and maternal height <150cm has a percentage of 37% (p value = 0.406) while the percentage of short toddlers (stunting) is 45% and percentage for the height of parents with the incidence of stunting was obtained (p value = 0.678). The results of the analysis bivariat, there was no correlation between parents with the genesis stunting in toddlers age 24-59 months. Keywords: toddlers age 24-59 months, height parents, stunting
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-24 BULAN DI DESA AMONGENA KECAMATAN LANGOWAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA Haryanti, Clarista M.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat ditingkatkan melalui program 1000 hari pertama kehidupan (HPK), karena kualitas manusia ditentukan sejak awal janin bertumbuh di dalam tubuh seorang ibu. Di Indonesia, meskipun sejumlah besar perempuan (96%) menyusui anak mereka dalam kehidupan mereka, hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia 6-24 bulan di Desa Amongena Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April-Juni tahun 2017 di Desa Amongena Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa. Populasi penelitian ini adalah anak yang berusia 6-24 bulan dan jumlah sampel yaitu 100 anak. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan fisher exact. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi (p>0,05) berdasarkan indeks BB/U (p=0,182), dan status gizi bayi berdasarkan indeks BB/PB (p=0,387). Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi berdasarkan indeks PB/U (p=0,48).Kata Kunci : ASI Eksklusif, Status GiziABSTRACT Increasing the quality of human resources (HR) can be improved through the program the first 1000 days of life (HPK), because the quality of human is determined from the beginning of the fetus to grow in the body of a mother. In Indonesia, although large numbers of women (96%) breast-feed their children in their lives, only 42% of infants aged under 6 months who get exclusive breastfeeding. Therefore, the purpose of this research is to know the correlation between exclusive breastfeeding with nutritional status of infants aged 6-24 months in Amongena Village of East Langowan Minahasa’s Regency. This research will be using the analytical observational research with the cross sectional approach that will be done in April to June 2017 in Amongena Village of East Langowan Minahasa’s regency. The population of this research is infants aged 6 to 24 and the number of sample is 100 babies. The data analysis will be using statistical test of chi-square and fisher exact. The test result shows that there is no associated between the exclusive breastfeeding and the nutritional status of infans (p>0,005) according to the BB/U index (p=0,182) and the nutritional status of the babies according to the BB/PB index (p=0,387). However, there is a associated between the exclusive breastfeeding and the nutritional status according to the PB/U index (p=0,48). Therefore, mothers need to give more attention on the importance of exclusive breastfeeding.Keywords: Exclusive breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN PEMBRIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAILANG KOTA MANADO Hartina, Putri Rahayu; Kapantow, Nova H.; Purba, Rudolf Boyke
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Merupakan makanan yang terbaik untuk bayi pada usia 0-6 bulan, dan mengandung semua kebutuhan nutrisi untuk bayi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dan sudah tercukupi oleh ASI.Status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan pendapatan per bulan.Puskesmas Bailang merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kota Manado dengan cakupan ASI eksklusif yang masih belum mencapai target. Data dari Puskesmas Bailang menunjukan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif pada tahun 2017 bulan Januari untuk bayi usia 6-12 bulan dari 130 sasaran jumlah bayi yang ada di puskesmas Bailang yang mendapat ASI berjumlah (35,7%). Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik, dengan menggunakan desain Cross SectionalStudy. Sampel dalam penelitian ini yaitu bayi berusia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bailang Kota Manadosebanyak 98 bayi sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data pemberian ASI eksklusif didapatkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bailang Kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubunganantara status sosoal ekonomi dengan pemberian ASI eksklusif (p>0,05) berdasarkan pendidikan ibu (p=0,161), pekerjaan ibu (p=0,075) dan pendapatan keluarga(p=0,754) di Wilayah kerja Puskesmas Bilang Kota Manado.Kata Kunci : Pemberian ASI Eksklusif, Status Sosial Ekonomi.ABSTRACTBreast milk is the best food for babies at 0-6 months of their age. It contains all the nutritional needs for babies such as proteins, carbohydrates, fats, vitamins, and minerals; these are sufficient by breast milk. Economic status is the stage of a person or family in the community based on income per month. Bailang health care center is one of the health centers in Manado with exclusive breasfeeding coverage that has not reached the target. The data showed that coverage of exclusive breastfeeding in January 2017 for infants 6-12 months out of 130 targeted to received breast milk was 35,7%. This study using analytic survey research method with cross sectional design. Samples in this study were infants 6-12 months in the working are of Bailang health care center was 98 infants in accordance with inclusion and exclusion criteria. Data of exclusive breastfeeding was obtained through interviews using questionnaires and data analysis using Chi-Square statistical test. The purpose of this study to determine the relationship between socioeconomic status with exclusive breastfeeding in infants 6-12 months in Bailang health care center Manado. The results showed that there was no correlation between socioeconomic status with exclusive breastfeeding (p> 0,05); based on mother education (p = 0,401), based on maternal job (p = 0,798), and basaed on family income (p = 0,668) in Bailang health care center Manado.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Socioeconomic Status.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DIDESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Pratasis, Neni N.; Malonda, Nancy S. H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas dimasa depan. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi anak balita didesa Ongkaw Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan crosssectional. Dilakukan pada bulan januari-febuari 2018 didesa Ongkaw Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah 142 anak balita yang berusia 2-5 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 yang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, Timbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Uji statistik yang digunakan untukmenganalisis hubungan antara variabel menggunakan uji spearman rank dan chisquare. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji spearman rank tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan status gizi anak balita (p=0,682), tidak terdapat hubungan pendidikan ibu dengan status gizi anak balita (p= 0,763),terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak balita (BB/TB)(p= 0,010) dan berdasarkan hasil uji chi square tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan status gizi anak balita (p= 0,187). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara umur, pendidikan dan pekerjaan ibu dengan status gizi anak balita dan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita (BB/TB). saran kepada ibu balita dan pemberi pelayanan kesehatan seperti puskesmas untuk melakukan pemantauan status gizi anak balita secara berkala melalui informasi berupa media masa dan penyuluhan dari tenaga kesehatan tentang pengetahuan ibu, umur ibu, pendidikan ibu dan pekerjaan ibu yang mempengaruhi status gizi balita.Kata Kunci: karakteristik ibu, status gizi balitaABSTRACTChildren as the next generation of the nation is expected to become a quality human resources in the future. This research for analyze the relationship of the characteristics of mothers and nutritional status of children under five in Ongkaw village. This study used analytic observational method with cross sectional approach. The study was conducted from januari until febuari 2018 at Ongkaw village, district of Sinonsayang South Minahasa regency. The population in this study was 142 children under five aged from 2 to 5 years old. The number of samples in this study was 82children that met the inclusion and exclusion criteria. The instruments used were questionnaires, weight scales and height measurements.The statistical test used to analyze the relationship between variables using chi-square test and Spearman rank. The results showed that based on spearman rank test there was no correlation between mother’s education level and nutritional status of children (p = 0.682), there was no correlation between mother’s agewith nutritional status of children (p = 0.763), there was correlation between mother’s nutritional knowledge with the nutritional status of children (Body Weight / Body Height)) (p = 0,010) and based on chi square testthere was no significant correlation between mother’s occupation and the nutritional status of children (p = 0,187). In conclusion, there was no correlation between mother’s age and the nutritional status of children, there was no correlation between mother’s education level with the nutritional status of children, there was no correlation between mother’s occupation with the nutritional status of children and there was a correlation between mother’s nutritional knowledge with the nutritional status of children (Body Weight / Body Height). advice to mother and child health service providers such as puskesmas to monitor the nutritional status of Toddlers periodically through information in the form of mass media and counseling from health personnel about mother's knowledge, mother's age, mother's education and mother's occupation that affect nutritional status of children.Keywords: characteristics of mother, children nutritional status.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapahang, Anastasia G.A. Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang