Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analysis of Factors Influencing to Hydroponic Purchasing Decision in Pangkalpinang: A Particial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) Approach Dewa Ayu Gianina; Muhammad Yamin; Selly Oktarina
Journal of Social Research Vol. 3 No. 12 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i12.2325

Abstract

The rapid growth of urbanization and increased health awareness among consumers in Pangkalpinang City have led to a growing interest in hydroponic vegetables. This study aims to analyze the factors influencing consumer purchasing decisions for hydroponic vegetables in Pangkalpinang. Using a quantitative approach, data were collected from 170 respondents through surveys, focusing on economic social, psychological factors, and marketing stimuli. The research employed Particial Least Squares Structural Equation Modelling analysis to identify significant predictors of purchasing decisions. The direct effects analysis indicates that perception (p-value = 0.004), attitude (p-value = 0.001), product quality (p-value = 0.000), and income (p-value = 0.000) significantly influence purchasing decisions, while motivation (p-value = 0.464) and price (p-value = 0.644) do not have a significant effect. The indirect effects analysis shows that price influences purchasing decisions through perception (p-value = 0.000) but not through motivation (p-value = 0.567). Similarly, product quality impacts purchasing decisions through perception (p-value = 0.006), while its indirect effect through motivation is insignificant (p-value = 0.425). These findings suggest that product quality and consumer perception play crucial roles, while price exerts an indirect influence to purchasing decision. This research provides essential insights for hydroponic entrepreneurs, emphasizing the importance of enhancing product quality and consumer perception to improve market strategies.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Petani Hortikultura di Kelurahan Sako Baru Kota Palembang Dwi Maharani lestari; Selly Oktarina; Desi Arisandi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/br5ddn77

Abstract

Penelitian Sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Namun, pengembangan hortikultura di tingkat petani masih menghadapi berbagai kendala. Dalam konteks ini, keberadaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi penting sebagai fasilitator, edukator, dan pendamping petani dalam meningkatkan kapasitas usahatani mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab PPL dalam mendampingi petani hortikultura di Kelurahan Sako Baru, Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 15 responden, serta analisis menggunakan skala Likert dan indeks transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dalam memberikan penjelasan mudah dipahami, informasi terbaru, dan intensitas kunjungan memperoleh penilaian sangat baik, sedangkan pendampingan teknis budidaya dan fasilitasi pemasaran dinilai rendah. Secara keseluruhan, rata-rata skor peran penyuluh sebesar 68,25 dalam kategori setuju. Hal ini menegaskan bahwa penyuluh berkontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas petani hortikultura, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek teknis budidaya dan dukungan pemasaran hasil pertanian.
Pendampingan Pembuatan Pakan Ternak Dari Limbah Minyak Goreng dan Makanan Siap Saji Pada UMKM Pasta 30 Muhammad Syarif Rahmadtullah Syarif; Selly Oktarina; Rismandona Rismandona; Risa Risa
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/npy1px57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendampingan pembuatan pakan ternak berbahan dasar limbah minyak goreng dan makanan siap saji terhadap peningkatan pemahaman serta keterampilan anggota UMKM PASTA 30 di Kota Palembang. Pemanfaatan limbah sebagai bahan pakan alternatif menjadi solusi dalam mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah organik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada peserta pendampingan. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur pemahaman dan respons peserta terhadap kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program pendampingan berjalan efektif dengan rata-rata skor kepuasan peserta sebesar 91,22 yang termasuk kategori sangat tinggi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah minyak goreng serta makanan siap saji menjadi pakan ternak alternatif. Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator turut mendukung keberhasilan kegiatan melalui edukasi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan serta meningkatkan efisiensi usaha peternakan skala kecil dan menengah.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Latihan Kunjungan Lapangan Pembuatan Media Tanam Cabai Pada Binaan Dasa Wisma Di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang Rachel Angelia Putri; Selly Oktarina; Rismandona Rismandona; Risa Risa
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/5k8ahd31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga melalui kegiatan latihan kunjungan lapangan pembuatan media tanam cabai pada kelompok binaan Dasa Wisma di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, partisipasi aktif, serta penyebaran kuesioner kepada peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian memperoleh skor rata-rata 89,2% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal ini menandakan peran penyuluh sangat efektif dalam memberikan pendampingan, informasi, dan motivasi kepada peserta. Selain itu, kegiatan ini juga mampu meningkatkan minat ibu rumah tangga dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya cabai secara mandiri. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai fungsi penyuluh sebagai fasilitator, edukator, dan motivator dalam pemberdayaan masyarakat.
Identifikasi Faktor Mempengaruhi Kinerja Poktan Binaan BPP Sekojo dalam Mendukung  Wasembada Pangan di Kota Palembang Tasya Salsabillah Fitriyani; Selly Oktarina; Akbar Saefudin
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/562q2h39

Abstract

Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh efektivitas penyuluhan pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani. Kelompok tani berperan sebagai wadah belajar, kerja sama, dan penguatan posisi tawar petani, sehingga kinerjanya menjadi faktor penting dalam mendukung swasembada pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kelompok tani binaan BPP Sekojo di Kota Palembang dalam mendukung program swasembada pangan. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 dengan metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara 15 petani responden menggunakan kuesioner skala Likert, serta observasi dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelompok tani secara umum berada pada kategori efektif dengan skor rata-rata 90,91. Indikator minat petani, kesadaran akan pentingnya program, penggunaan teknologi, peran penyuluh, serta akses sarana prasarana memperoleh nilai tinggi, sedangkan keterampilan manajerial dan akses permodalan masih tergolong kurang efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial dan dukungan pembiayaan, di samping peran aktif penyuluh pertanian, agar kelompok tani lebih mandiri dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan.
Analysis of consumption expenditures and determining factors of rice availability for households of lebak rice farmers in Kertapati District, Palembang Yunita Yunita; Riswani Riswani; Selly Oktarina
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 14 No. 1 (2025): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.14.1.2025.719

Abstract

Meeting nutritional needs is crucial for developing quality human resources, while food security depends on production capacity, purchasing power, and supply chain factors, influenced by socio-economic and ecological conditions. The research aimed to analyze the total income of farmer households, analyze the consumption expenditure of farmer households, and analyze the factors that influence the availability of rice for households of lowland rice farmers in Kertapati District, Palembang City. The research method used was a survey method. This research was carried out in July 2024 with a total of 50 samples selected simply at random.  The data processing method used to answer the first and second objectives is mathematical calculations to calculate rice farming income, non-rice farming income and non-farming income, as well as calculating food and non-food consumption expenditure. Meanwhile, to answer the third objective, multiple linear regression analysis was used. The results of this research showed that: 1) The average total household income of Lebak rice farmers was 4,457,241 IDR/month. 2) household food consumption expenditure for Lebak rice farmers was 2,674,626 IDR/month, while non-food consumption expenditure was 1,594,396,- IDR/month. 3). The availability of rice for lowland rice farmers' households is 2.65 kg/month, which was included in the low criteria.  Factors that influence the availability of rice for Lebak rice farming households were land area, income and age of the farmer. Land area and income has a positive effect, while farmer age has a negative effect.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NANAS GRADE RENDAH MENJADI ICE CREAM UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUGIAN PETANI DI DESA TAMBANGAN KELEKAR KECAMATAN GELUMBANG Nurilla Elysa Putri; Sriati Sriati; Yunita Yunita; Selly Oktarina; Muhammad Arbi; Eka Mulyana; Henny Malini; Indri Januarti
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.207

Abstract

Mayoritas penduduk di Desa Tambangan Kelekar bermatapencaharian sebagai petani nanas. Pendapatan dari usahatani nanas sangat besar kontribusinya bagi pendapatan rumahtangga petani. Akan tetapi, petani menghadapi risiko usahatani atau kerugian akibat adanya buah nanas grade rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pengolahan. Dengan demikian, petani nanas melakukan kerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri guna mengadakan kegiatan "Pelatihan Pengolahan Buah Nanas Grade Rendah Menjadi Ice Cream untuk Mengurangi Risiko Kerugian Petani di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang". Khalayak sasaran adalah wanitatani yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari penyuluhan dan pendampingan berupa pelatihan. Penyuluhan yang diberikan kepada petani mengenai peningkatan nilai tambah komoditi nanas. Pendampingan berupa pelatihan yang dilakukan adalah pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Kemudian setelah pelatihan, Tim pengabdian Unsri memberikan paket bantuan bahan dan alat pembuatn ice cream nanas kepada peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini pengetahuan peserta tentang penngkatan nilai tambah olahan nanas dan cara mengurangi kerugian npetani akibat adanya buah grade rendah bertambah. Dari kegiatan ini juga, terjadi peningkatan keterampilan petani dalam pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Dengan demikian ke depannya, diharapkan dapat membuka peluang usaha kerja bagi masyarakat sekitar.
Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Inovasi Pakan Ternak Dari Minyak Jelantah Pada UMKM Pasta 30 Muhammad Rivaldi Adzka; Selly Oktarina; Rismandona Rismandona; Risa Risa
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/eayw7973

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di UMKM Pasta 30 Talang Betutu. Penelitian bertujuan menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapan inovasi pakan ternak berbahan minyak jelantah pada UMKM Pasta 30. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur untuk memperoleh data primer yang relevan. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1–5 yang kemudian dikonversi ke skala 0–100 guna memudahkan interpretasi hasil. Berdasarkan penilaian 10 responden, kinerja pekerja dinilai efektif dalam mendukung proses inovasi, meskipun pekerja masih menghadapi kelemahan pada aspek manajerial usaha dan keterbatasan akses permodalan. Hasil analisis menunjukkan inovasi pakan ternak berbahan minyak jelantah tergolong sangat mendukung dengan skor 83,27. Hal ini disebabkan inovasi tersebut dinilai menguntungkan secara ekonomi, mudah diterapkan dalam operasional UMKM, serta sesuai dengan strategi pengembangan usaha berkelanjutan. Namun demikian, kendala utama yang dihadapi adalah belum terpenuhinya perizinan BPOM sehingga berpotensi menghambat proses komersialisasi dan perluasan usaha di tingkat lokal dan regional secara berkelanjutan dan terukur.
Analysis of Communication System for Community Empowerment Based on Integrated Plant Management Implementation Movement Program (GPPTT) Selly Oktarina; Norhazlina Fairuz Musa Kutty; Eko Purwanto; Mirza Shahreza; Abdul Basit
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i2.6655

Abstract

Empowerment communication is important so the people become empowered through effective communication. The effectiveness of communication is inseparable from the role of the institutions involved in program implementation. This study aims to analyze the communication system in empowering the community the “jajar legowo” cropping system in the Integrated Plant Management Implementation Movement (GPPTT) program. The theory used in this study is the adoption of innovation. The research method is qualitative in nature, namely based on the results of field observations supported by literature studies of related journals. Data were analyzed descriptively by providing understanding and explanation so that it was easy to understand. The focus of the study was carried out in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, as one of the implementers of the GPPTT and as a Food Barn. The communication system based on black box analysis shows that community empowerment based on the GPPTT Program is good, it is carried out based on five elements consisting of environmental input, controlled input, uncontrolled input, desired input and unwanted input. The pattern of analysis of the GPPTT program system is based on the existence of GPPPT policies, empowerment strategies and technical guidelines that affect the empowerment of farmers in adopting the jajar legowo cropping system so as to produce a paradigm shift in empowerment communication. A community empowerment communication system based on the GPPTT program based on black box analysis is a problem solving solution for farmers to adopt technology to be independent.
OPTIMALISASI KELEMBAGAAN TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI KARET DI DESA TANJUNG DAYANG SELATAN KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR Alde Dyanrini; M. Yamin; Selly Oktarina
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1850

Abstract

Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang diinisiasi oleh PT Pupuk Sriwidjaja Palembang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan usaha petani melalui penyediaan akses permodalan, pelatihan, dan pendampingan usaha. Penelitian ini menganalisis dampak program PUMK terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, dan menyusun strategi berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori kuantitatif dengan menggunakan survei, kuesioner terstruktur, wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian ini melibatkan 120 responden petani, terdiri dari 60 penerima manfaat dan 60 non-penerima manfaat PUMK, yang dipilih secara acak di sembilan desa peserta. Data dianalisis menggunakan skala Likert, uji U Mann-Whitney, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUMK sangat diminati oleh petani, terutama dalam hal kemudahan akses, manfaat ekonomi, dan efektivitas pelaksanaan. Program ini secara signifikan meningkatkan pendapatan petani meskipun terjadi kenaikan biaya produksi, terutama untuk pupuk dan peralatan pertanian. Uji statistik mengonfirmasi adanya perbedaan pendapatan yang signifikan antara penerima manfaat PUMK dan non-penerima manfaat. Strategi pembangunan yang diusulkan, yang diturunkan dari analisis SWOT, menekankan pentingnya memperkuat akses terhadap pembiayaan, adopsi teknologi, informasi pasar, dan kapasitas kelembagaan petani untuk meningkatkan daya saing dan mendorong usaha pertanian berkelanjutan. Studi ini meningkatkan implementasi dan dampak program pertanian.
Co-Authors Abdul Basit Adi Suryadi Akbar Saefudin Alde Dyanrini Ana Kuswanti Andri Sarifudin Anna Gustina Zainal Basit, Abdul Daniel Saputra Desi Arisandi Desi Wulandari, Desi Dewa Ayu Gianina Dwi Maharani lestari Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Eka Mulyana Eko Purwanto Eko Purwanto Eko Wahyono Elly Rosana, Elly Farisal, Umar Gianina, Dewa Ayu Haisen Hower Haryani, Fatria Resti Henny Malini, Henny Hilda Agustina Hutabarat, Sindy Yolanda Januarti, Indri Lifianthi, Lifianthi Lusiana Setianti M. Yamin Marwan Sufri Mirza Shahreza Mochamad Syaifudin, Mochamad Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Arbi Muhammad Rivaldi Adzka Muhammad Syarif Rahmadtullah Syarif Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muqsith, Munadhil Abdul Muslim Muslim Namira Salsabila Ninuk Purnaningsih Norhazlina Fairuz Musa Kutty Nukmal Hakim, Nukmal Nurilla Elysa Putri Nurul Izzah Aulia Oktarina, Della Pairul Syah Pratiwi, Rizky Amelia Prima, Fidel Harmanda Puspitahati - Rachel Angelia Putri Rahmah, Ade rahmi bhakti izdmi Raymondo Felix Sipayung Risa Risa Risa Risa Risa Risa Riski, Riski Rismandona Rismandona Rismandona Rismandona Rismandona Rismandona Riswani Riswani Riswani Riswani Robbani, Syifa Rohmatunisa, Raden Nita Saefudin, Akbar Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Setyaaji, Primayoga Harsana Sriati Sriati Sriati Sriati, Sriati Sumardjo Sunjaya Sunjaya Tamaria Panggabean Taqwa, Ferdinand Hukuma Tasya Salsabillah Fitriyani Thirtawati . Toni Wijaya Triana, Arjuna Neni Usman Apriadi Yunita Yunita Yunita Yunita Yunita Yunita