Articles
STATUS OF BMI AND MACRO NUTRITION CONDITIONS OF PABSI ATHLETES IN WEST KALIMANTAN PROVINCE AT THE XX PON EVENT PAPUA
Isti Dwi Puspita Wati;
Y. Touvan Juni Samodra;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Putra Sastaman
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : STKIP Melawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46368/jpjkr.v9i2.772
Adequate food intake is one of the keys that will support athlete performance apart from regular and continuous training. An imbalance in food intake will result in athletes experiencing "debt" or even "hoarding" in the body. Periodically this imbalance will be seen in the body mass index of the athlete concerned. This research is a survey research with test and measurement techniques. The sample used in this study were weightlifters and weightlifters in West Kalimantan. The instrument used is a test and measurement of weight and height, as well as food recall 7 x 24 hours. For food recall data, data were collected and entered in the nutrisurvey application. Data analysis using descriptive statistics and correlation test. The results obtained from this study are that there are no athletes who have a normal body mass index and no athletes who have a low energy intake status (below 50% adequacy). In addition, the relationship between body mass index and adequacy of energy intake has a low level of correlation (sig. 0.363). The conclusion obtained from this study is that although the athlete's energy intake adequacy rate is still below 50%, the athlete has a high body mass index. The energy intake adequacy rate was not correlated with the athlete's body mass index
STATUS DEHIDRASI SETELAH LATIHAN MAN TO MAN PADA CABANG OLAHRAGA FUTSAL
Mimi Haetami;
Maharani Fatima Gandasari;
Putra Sastaman;
Witri Suwanto
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/jpo.v11i2.4905
Pencapaian Status hidrasi yang baik apabila seorang atlet mengkonsumsi cairan yang cukup baik itu sebelum latihan, selama latihan dan setelah latihan. Kecukupan dalam pemberian cairan selama masa latihan sampai dengan pertandingan sangat penting dalam mempertahankan status hidrasi seorang atlet dimana mereka menjaga keseimbangan air dan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui status dehidrasi dengan Latihan man to man Pada Cabang Olahraga Futsal. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan penggunaan sampel yang berjumlah 12 atlet putra. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah latihan man to man, serta melakukan wawancara sehingga hasilnya disajikan dengan angka. Hasil penelitian ini yaitu nilai rata-rata atlet putra yang berjumlah 12 atlet yang mengalami dehidrasi sebanyak 2 orang (17,30%) menunjukkan status hidrasi baik, 3 orang (34,60%) menunjukkan status dehidrasi sedang, 5 orang (39,2%) menunjukkan status dehidrasi dan 2 orang (8,7%) menunjukkan status dehidrasi berat. Status dehidrasi atlet putra setelah melakukan latihan man to man sangat dehidrasi sebanyak 39,2% dan dehidrasi sebanyak 34,80%. Saran bagi pelatih setidaknya bisa lebih memperhatikan konsumsi cairan agar dapat terhindar dari dehidrasi.
APAKAH JOGGING 2 KILOMETER BERPENGARUH TERHADAP KELENTURAN
Wansah, Syahbayu Dinda;
Samodra, touvan Juni;
Yosika, Ghana Firsta;
Gandasari, Maharani Fatima;
Sastaman B, Putra Sastaman
Journal of Sport Science and Fitness Vol 8 No 2 (2022): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jssf.v8i2.63043
Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jogging 2km terhadap kelenturan. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Desain One Group Pretest – Post Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari mahasiswa Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga semester satu berjumlah 22 orang yang secara sukarela berpartisipasi dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan pengetesan sit and reach sebelum dan sesudah melakukan jogging 2km. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kelenturan sebelum melakukan jogging sebesar 11,09 cm, setelah melakukan jogging 2km sebesar 13,44 cm, dengan demikian melakukan jogging 2km juga sangat efektif digunakan untuk mengolah tubuh menjadi lentur Abstract The study aimed to determine the effect of jogging for 2km on flexibility. The method used in this research is an experiment using the One Group Pretest – Post Design. The sample used in this study was students in the first semester of the Sports Coaching Education Study Program, totaling 22 students, who voluntarily participated in the research. This Study used sit-and-reach testing before and after jogging 2km—data analysis techniques using descriptive and t-tests. The results showed a difference in flexibility before jogging of 11.09 cm and after jogging 2km of 13.44 cm. Thus, jogging for 2km is also very effective in making the body more flexible.
Running 30 meters for boys and girls in first and second grades of elementary school
Y. Touvan Juni Samudro;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Putra Sastaman B;
Davi Sofyan
JOURNAL RESPECS (Research Physical Education and Sports) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.824 KB)
|
DOI: 10.31949/respecs.v5i1.4446
The background of this research is the importance of the running ability of elementary school students. This study aims to determine differences in the ability to run 30 meters of elementary school students. The research was conducted by survey with a sample of elementary school students at Public Elementary School 27 Sungai Kakap Pontinak grades 1 and 2. The total sample size was 33 students, 16 boys, and 17 girls, with an age range of 6-8 years. The test is done by running 30 meters measured in seconds—data analysis using descriptive statistics and different tests. The study results showed a difference between the age groups between boys and girls for up to 1 second in covering a distance of 30 meters. It was concluded that running between boys and girls is better for boys. Based on the results of this study, it is hoped that the physical education program will provide more equal opportunities for both students to participate so that there are no gaps. As well as learning programs arranged in a pleasant atmosphere
Basic Level Futsal Referee Training at AFK Pontianak, West Kalimantan
Putra Sastaman B;
Y. Touvan Juni Samodra;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Isti dwi puspita wati;
Eka Supriatna;
Uray Gustian;
Rubiyatno;
Rahmat Putra Perdana;
Robby Najini
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2411
The need for futsal referees in Pontianak is exceptionally high. Futsal activities as a competitive sport require reliable referees, while the number of licensed referees is still limited. Some referees can carry out referee upgrading but find it difficult to carry out activities on their own. This service activity takes the opportunity that the sports coaching education program has a lot of human resources and good cooperative bureaucratic abilities. The collaboration between the study program, the Pontianak futsal association, and the province gave birth to district-level futsal referee upgrading activities. Activities such as event management are carried out by academics consisting of lecturers and students. Activity filters are Referees with licenses as trainers sent by the Provincial futsal association and users. In this case, the Pontianak city futsal association is ready to accommodate and use the results of the activities has been implemented. The result turned out that all the 30 participants who followed were declared passed.
Dampak Aktivitas Fisik (Jogging) terhadap Denyut Nadi Latihan
Syahria Arya Maulana;
Y. Touvan Juni Samodra;
Ghana Firsta Yosika;
Maharani Fatima Gandasari;
Isti Dwi Puspita Wati
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.828 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.7497760
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui dampak aktivitas fisik (Jogging) terhadap denyut nadi pada kegiatan pemanasan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Desain One Group Pretest-Postest Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga semester satu berjumlah 22 orang. Penelitian ini melakukan pengukuran denyut nadi 10 detik x 6 sebelum dan setelah melakukan Jogging. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan denyut nadi sebelum melakukan Jogging sebesar 94 kali/menit, setelah melakukan Jogging sebesar 164 kali/menit, dengan demikian adanya dampak aktivitas fisik yakni Jogging cukup efektif digunakan untuk pemanasan sehingga dapat meningkatkan denyut nadi sebagai persiapan masuk kedalam zona latihan.
Pengaruh Stretching PNF terhadap Fleksibilitas
Ade Surya Hariadi;
Y. Touvan Juni Samodra;
Ghana Firsta Yosika;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Fatima Gandasari
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.108 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.7578283
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui peregangan PNF terhadap tingkat flesibilitas. Tempat dilaksanakannya penelitian ini di SMAN 8 Pontianak. Metode penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest-Postest Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Mahasiswa PKO Universitas Tanjungpura semester 1 sebanyak 8 orang. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur sit and reach sebelum dan setelah jogging 2000 m, kemudian diberikan treatment peregangan PNF, setelah diberikan treatment maka dilakukan pengukuran sit and reach kembali. Teknik analisis data mengunakan deskriptif dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah melakukan peregangan PNF, rerata orang coba sebelum melakukan peregangan PNF sebesar 11,98 cm dan rerata setelah sebesar 14,70 cm. Sehinga dapat disimpulkan peregangan PNF dapat meningkatkan fleksibilitas.
Deskripsi persentase lemak tubuh dan kolesterol atlet beladiri putra
Touvan Juni Samodra;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Putra Putra Sastaman B;
Davi Davi Sofyan
Jurnal Patriot Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patriot
Publisher : Jurusan Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/patriot.v5i1.922
Masalah: Olahraga memiliki fungsi untuk menjaga kebugaran, dua diantaranya sebagai indikator adalah status persentase lemak dan kolesterol. Persentase lamak merujuk pada komposisi tubuh. Efek lebih jauh dari persentase lemak diduga akan terjadi peningkatan kolesterol. Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang dipergunakan untuk menjada level Kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil kadar persentase lamak dan kolesterol terutama pada orang yang aktif berolahraga (atlet) putra. Ada asumsi bahwa semakin besar persentase lemak akan semakin tinggi pula kadar kolesterol. Metode: Metode penelitian dengan menggunakan survey terhadap atlet beladiri terbaik di Kalimantan barat peserta seleksi PRAPON Papua. Dengan jumlah sampel 69 atlet dari enam cabang olahraga beladiri. Pengukuran lemak dengan mengugkanan alat ukur Omron Karada Scan HBF-375. Sedangkan kolesterol dengan melakukan tes dengan One touch. Data dianalisis dengan deskriptif, uji beda dan korelasi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase lemak putra dalam level normal, kolesterol normal. Angka korelasi antar lemak dan kolesterol adalah 0.715 dengan sigifikansi 0.45. Kesimpulan: dapat disimpulkan terdapat hubungan antara persentase lemak dengan kadar kolesterol.
Basketball VO2max Level Identification
Ghana Firsta Yosika;
Maharani Fatima Gandasari;
Y. touvan juni samodra;
Putra Sastaman B;
Davi Sofyan;
Noer Riswandi
JOURNAL RESPECS (Research Physical Education and Sports) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.711 KB)
|
DOI: 10.31949/respecs.v5i1.4719
This study aims to determine the level of Maximum Oxygen Volume (VO2Max) in Men's Basketball Athletes in Porcupine District for Preparation for West Kalimantan Provincial Sports Week (PORPROV) 2022. The method used in this research is to use a quantitative descriptive method. The form of research used is a test using the Bleep Test. The analysis used calculates calculating the percentage of the results obtained. Respondents in this study were PORPROV At athletes in the Men's Basketball Branch of the Porcupine District. From the results of the study, it was found that the maximum oxygen volume level in Men's Basketball Sports Athletes in Porcupine District showed 11 players (55%) in the Less category and nine players (45%) in enough category. From the results of the VO2max test in Men's Basketball Athletes in Landak District, it showed that most players had a maximum oxygen volume level in the less category.
PERSENTASE LEMAK TUBUH ATLET BELADIRI PUTRI PESERTA SELEKSI PRA PON
Y. Touvan Juni Samodra;
Isti Dwi Puspita Wati;
Uray Uray Gustian;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Davi Davi Sofyan
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 7, No 1 (2023): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/sport.v7i1.6562
Penelitian ini berujuan untuk mengetahui persentase lemak tubuh atlet beladiri putri. Sampel penelitian adalah atlet terpilih yang masuk dalam seleksi persiapan PON Papua. Sebagai sampel terdiri dari 40 atlet dari 6 cabang olahraga beladiri (Tae Kwondo, tarung Drajat, Pencak Silat, tinju, Kempo dan Muay Thai). Pengukuran persentase lemak dengan menggunakan timbangan elektrik otomatis. Data dianalisia dengan deskriptif statistik dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet pencak silat memiliki persentase lemak paling tinggi dan Muay Thai paling rendah. Secara keseluruhan terdapat perbedaan persentase lemak atlet beladiri putri. Pasangan atlet yang persentase lemaknya berbeda adalah Tarung drajat dengan pencak silat dengan sig. 0.006 dengan nilai mean 20.28 dan 29.37, Pencak silat dengan Muay thai. Secara statistik pasangan antar beladiri yang lain dapat dinyatakan sama.