p-Index From 2021 - 2026
6.544
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan JSSF : Journal of Sport Science and Fitness Jurnal Pendidikan Olah Raga Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Journal Physical Education, Health and Recreation Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Jambura Health and Sport Journal Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Jurnal Pedagogik Olahraga Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olahraga) Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Physical Activity Journal (PAJU) jurnal ilmu keolahragaan Jurnal Patriot GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Coaching Education Sports Journal of Sport Science And Physical Education (JOSEPHA) SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Indonesian Journal of Sport Management Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Dunia Pendidikan Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports) Innovative: Journal Of Social Science Research Inasport : Indonesian Journal of Sport, Health and Physical Education Science Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan
Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR MAHASISWI Mukti, Ibrah Fastabiqi Bawana; Gandasari, Maharani Fatima; Ghozali, Dhoni Akbar; Wibisana, Muh. Isna Nurdin; Pribadi, Heri Purnama
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.27074

Abstract

Daya tahan kardiovaskular (VO2Max) merupakan komponen penting untuk menentukan kebugaran jasmani seseorang. Sebagai mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) awal semester, sebaiknya memiliki daya tahan kardiovaskular yang baik karena akan menghadapi kuliah praktik yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan kardiovaskular dan penyebab yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskular mahasiswi PJKR pada salah satu Universitas di Kabupaten Landak. Mahasiswi PJKR dipilih menggunakan Teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan test berupa multistage fitness test (MFT) dan wawancara dengan melibatkan 18 mahasiswi PJKR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tahan kardiovaskular mahasiswi PJKR dikategorikan sangat kurang. Hal ini disebabkan karena keinginan untuk berolahraga sangatlah kurang karena minimnya sarana prasarana untuk menunjang aktifitas berolahraga. Ditemukan juga bahwa pola hidup yang kurang baik menjadi penyebab kebugarannya kurang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswi PJKR perlu meningkatkan daya tahan kardiovaskular (VO2Max) agar tidak mudah kelelahan saat melaksanakan aktifitas fisik berat. Mahasiswi PJKR sebaiknya melakukan latihan fisik seperti jogging dan senam aerobik untuk meningkatkan VO2Max. Selain itu, penting menjaga dan memperhatikan nutrisi makanan serta menjaga gaya hidup sehat  dengan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran agar daya tahan VO2Max meningkat.
Perbedaan Waktu Reaksi Bunyi Dengan Waktu Reaksi Mata Pratama, Restu Agung; Gandasari, Maharani Fatima
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 7, No 3 (2023): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v7i3.8822

Abstract

Waktu reaksi merupakan waktu yang direspon dengan secara sadar. Uji waktu reaksi sangat penting didalam bidang olahraga. Waktu reaksi dapat dibedakan didalam usia,kelamin dan kelelahan. Kebugaraan, kelelahan dan gizi yang buruk juga dapat memperburuk citra reaksi manusia jika kondisi fisik tubuh tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara waktu reaksi manusia terhadap stimulus auditif (bunyi) dan stimulus visual (mata). Salah satu metode mengukur perbedaan waktu reaksi bunyi dan waktu reaksi bola dengan melakukan tes reaksi. Tes reaksi melibatkan individu pada situasi yang tenang dan memberikan respon terhadap suara yang didengar. Tes reaksi bola melibatkan individu merespon saat bola dilempar. Sampel yang digunakan peneliti yaitu mahasiswa semester 5 pada Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tanjungpura yang berjumlah 20 orang. Sampel akan melakukan percobaan dengan melakukan tes untuk merangsang suara. Sampel menggunakan stopwatch jika mulai mendengar baterai jatuh, tes pertama dilakukan jika sampel mulai mendengar bunyi dari pantulan pertama dengan menekan stopwatch, kemudian dilanjutkan mematikan stopwatch jika mendengar bunyi dari pantulan kedua, dengan 3 kali percobaan dan kemudian direrata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara waktu reaksi terhadap stimulus bunyi dan stimulus visual, dengan waktu reaksi terhadap stimulus visual cenderung lebih cepat dibandingkan dengan stimulus auditif. Faktor-faktor seperti persepsi sensorik, pemrosesan kognitif, dan mekanisme neurologis dapat berperan dalam perbedaan ini. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pemahaman kinerja manusia dalam situasi yang melibatkan persepsi auditori dan visual. 
Dampak Kehilangan Cairan Terhadap Aktivitas lari 5 Putaran Sebelum dan Sesudah Dehidrasi hidayatulloh, kurniawan; Gandasari, Maharani Fatima
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 7, No 3 (2023): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v7i3.8828

Abstract

Dehidrasi adalah keadaan kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak diripada jumlah cairan yang masuk. Banyak para atlet yang kurang memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang kebutuhan cairan yang diperlukan oleh tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya dampak kehilangan cairan terhadap aktivitas lari 5 putaran sebelum dan sesudah latihan. Peneliti akan melakukan pengukuran berat badan dengan cara kehilangan cairan sebanyak 2% dari 60% berat badan, lari 2000 meter sebelum dan sesudah kehilangan cairan. Sampel yang digunakan peneliti yaitu mahasiswa program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tanjungpura yang berjumlah 19 orang. Data yang didapatkan nantinya akan dianalisis dengan menggunakan SPSS, Hasil yang didapatkan nantinya adalah berasal dari hasil perhitungan, yang mana menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebesar 0,000 artinya adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah dehidrasi. Capaian waktu tempuh rerata yang diperoleh perbedaan dalam waktu rerata antara 13.1837 menit menjadi 15.5063 menit, artinya terjadinya kenaikan waktu tempuh. Penulis mencoba untuk menjelaskan bahwa adanya kekurangan cairan yang berdampak dan menyebabkan penurunan prestasi yang dilami atlet nantinya. Maka seorang atlet seharusnya lebih paham dan memperhatika asupan cairan yang dikonsumsi sehingga mereka dapat mengontrol tingkat dehidrasi atlet supaya berdampak pada penurunan peforma atlet sampai engan penurunan prstasi atlet itu sendiri.Keyword : Cairan,Lari, Dehidrasi
PENGARUH PEMBERIAN AIR ELEKTROLIT DAN AIR MINERAL TERHADAP DENYUT NADI SAAT MELAKUKAN AKTIVITAS DENGAN INTENSITAS TINGGI Mesyamatia, cahya; Gandasari, Maharani Fatima
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 7, No 3 (2023): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v7i3.8819

Abstract

Tubuh yang kekurangan cairan saat beraktivitas tanpa mengembalikan cairan yang hilang akan berdampak terkena dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian air elektrolit dan air mineral terhadap denyut nadi saat melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik intensitas tinggi seringkali menyebabkan dehidrasi dan perubahan denyut nadi yang signifikan. Peneliti ingin mengetahui pemberian air elektrolit dan air mineral terhadap lari 400 meter X 3. Tes ini menggunakan metode eksperimen. Pada mahasiswa olahraga dengan 18 sampel yaitu 7 putri dan 11 putra. dilakukan dengan mengecek denyut nadi awal selama 60 detik, lalu sampel diberikan minuman berupa elektrolit atau mineral, dilanjutkan dengan lari 400 meter sebanyak 3 kali, dan disetiap putaran dilakukan pengecekan denyut nadi. Setelah itu dilakukan uji normalitas dan uji T. terdapat tidak adanya perbedaan denyut nadi awal, putaran pertama hingga putaran ketiga. Hasil penelitian ini membuktikan tidak terjadinya perbedaan pemberian air elektrolit atau air mineral terhadap denyut nadi pada saat melakukan aktivitas intensitas tinggi. mplikasi klinis dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan jenis minuman yang tepat dapat berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular dan kinerja selama aktivitas fisik yang memerlukan intensitas tinggi.  
Pengaruh Air Mineral Dalam Denyut Nadi Pasca Lari 400 Meter Nurfitriana, Dinda; Gandasari, Maharani Fatima
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 7, No 3 (2023): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v7i3.8820

Abstract

Potensi air mineral, ketika dikonsumsi setelah berolahraga, untuk secara langsung mempengaruhi regulasi denyut nadi melalui mekanisme adaptasi tubuh adalah hipotesis tanpa validasi empiris. Meskipun hidrasi sangat penting dalam menjaga homeostatis fisiologis, hubungan rumit antara air mineral dan dinamika denyut nadi masih bersifat spekulatif. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah benar adanya peningkatan dan penurunan denyut nadi jika meminum air mineral pada saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Dalam hal ini peneliti melihat sejauh mana adanya pengaruh adanya asupan air mineral terhadap denyut nadi setelah melaksanakan lari sejauh 400 meter. Olahraga aerobik seperti lari jarak pendek dapat mempengaruhi keadaan hidrasi tubuh dan respons kardiovaskular. Penelitian ini melibatkan partisipan yang melakukan lari 400 meter dua kali dengan selang waktu dan mengonsumsi air mineral pada percobaan kedua Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sampel yang difunakan peneliti berjumlah 9 orang dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tanjungpura. Keseluruhan sampel akan dibagi menjadi 2 kelompok menjadi 5 mahasiswa dan 4 mahasiswi dari masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam denyut nadi setelah lari pada partisipan yang mengonsumsi air mineral dibandingkan dengan yang tidak. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa adanya perbedaan yang dianggap tidak begitu jauh pada pelaksanaan lari 400 meter dengan sig (0,05). Indikasi bahwa ada perbedaaan rerata antara denyut nadi sebelum dan sesudah melakukan lari yang dibuktikan dengan Uji t dan hasil rerata dari ketiga kesempatan yang telah dilakukan yakni dengan melakukan tes lari 400 meter setelah meminum air mineral yang berukuran 220ml. Hal ini terlihat dari denyut nadi pada saat lari dan jeda istirahat tidak terlihat perbedaan yang cukup jauh kisarannya 2-5 jarak denyut nadi. Tubuh juga mengalami prosess adaptasi untuk menetralisirkan sistem tubuh, dimana menjaga berbagai fungsi tubuh dalam mengatur suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung agar tetap terhidrasi dengan baik. 
Application of Physical Eduation Subjects to the Development of Student Character Values Gandasari, Maharani Fatima
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v3i2.7185

Abstract

Implementing physical education in developing students' character values ​​not only influences their personal development but also positively contributes to a better society. Applying physical education in character formation affective attitudes, starting from discipline, honesty, responsibility and socializing well. This research has the aim of producing the application of physical education in building student character. The approach used by researchers in this research is descriptive-quantitative. The sample used was 200 junior high school students in Ngabang District, namely SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3; Maniamas Middle School; Macedonia Christian Middle School; and Pelita Middle School. The questionnaire is the research instrument used by researchers. The questionnaire was then tested for validity to see the student's character in the initial and final conditions for all items so that it could be declared valid and reliable. The author analyzed the data using the t-test. The research results show the initial condition of the character values ​​of junior high school students in Ngabang District. The score in the initial condition of the student's character was 85,67%, while the final condition score was 80,68%, so the researchers concluded that there had been an increase of 11,36%. The conclusion obtained by researchers is that physical education learning has the content of developing character values ​​, which can improve students' character. The suggestion given by the researcher is that teachers must have a policy that implements the development of character values ​​in every subject.
Body Fat Percentage of Male Martial Arts Athletes Preparing for PON Papua Samodra, Y. Touvan Juni; Wati, Isti Dwi Puspita; Gandasari, Maharani Fatima; Yosika, Ghana Firsta; B, Putra Sastaman; Sofyan, Davi
Journal Coaching Education Sports Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/p1jh0p13

Abstract

The required fat percentage for martial athletes is an important component. The purpose of this study was to describe the body fat percentage of martial arts athletes from Tarung Rajat, Boxing, Kempo, Pencak Silat, Taekwondo, Kempo, and Muay Thai who were chosen as the best athletes for the Papua New Guinea PON preparation. The number of samples is 70 athletes, with details of 7 taekwondo, 13 tarung drajat, 16 pencak silat, 24 boxing, 3 kempo, and 7 muay thai. Measurements were made with the Omron Karada Scan HBF-375 balance. The data were analysed with descriptive statistics. The results showed that the overall average percentage of athletes' body fat was 15.17%, included in the normal category. And you can say that the body fat percentage of martial arts athletes in this study is in the low category.
Eat well to the best performance: calorie intake and eating behavior among athlete: a review Wati, Isti Dwi Puspita; Kusnanik, Nining Widyah; Wahjuni, Endang Sri; Samodra, Yohanes Touvan Juni; Gandasari, Maharani Fatima; Sofyan, Davi
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 1: March 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i1.23336

Abstract

Good performance can be produced from a structured, systematic, and continuous training pattern. However, a lack of calorie intake during exercise will worsen the athlete's performance. Adequate and appropriate calorie intake can help athletes perform well. Eating habits will greatly affect the availability of calories in athletes. This literature review aims to describe the effects of caloric intake and eating habits of athletes from various literature. Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) is the approach employed. The database is taken from Scopus, Science Direct, Web of Science (WOS), and Pubmed. 16 articles were analyzed through purpose, topic suitability, sample, research protocol, results, and discussion. The results of this literature review explain that athletes tend to experience less calorie intake caused by poor eating habits. Low knowledge of nutrition makes athletes practice wrong eating/dieting arrangements by relying on supplement intake to improve performance.
PERLAKUAN RENDAM AIR ES SELAMA 5 MENIT: BAGAIMANA PENGARUHNYA TERHADAP DENGAN DENYUT NADI Kunnartami, Indah Puspita; Gandasari, Maharani Fatima
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 7, No 1 (2024): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v7i1.12875

Abstract

Suhu pada tubuh sangat berpengaruh pada proses latihan dan bahkan kondisi fisik sesorang. Tujuan diadakannya tes ini untuk mengetahui efektif atau tidak berendam di air es selama 5 menit. Tes ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Pada tes kali ini terdapat 24 sampel yaitu 8 putri dan 16 putra. Dilakukan dengan cara cek denyut nadi awal selama 60 detik, lalu sampel coba diminta untuk merendam kedua kaki selutut, dilakukan selama 5 menit dan diakhir cek  kembali denyut nadi selama 60 detik. Setelah itu dilakukan uji normalitas dan uji wilcoxon non parametrik. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi 0.016 < 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan  tes denyut nadi awal dan denyut nadi akhir. Temuan ini menunjukkan bahwa merendam kaki dengan es dapat memberikan efek singkat namun signifikan pada denyut nadi. Penurunan denyut nadi ini mungkin terkait dengan reaksi tubuh terhadap suhu dingin dan perubahan aliran darah lokal. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari pengaruh ini dan potensinya dalam aplikasi klinis, seperti dalam manajemen denyut nadi pada situasi medis tertentu.
THE EFFECT OF MINERAL WATER AND RUNNING 400 METERS 3×3 ON PULSE RATE Septiansyah, Horga Praja; Gandasari, Maharani Fatima
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 6, No 2 (2023): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v6i2.12874

Abstract

This study aims to investigate the effect of mineral water consumption and physical activity in the form of running 400 meters (3 rounds 3 times) on a person's pulse rate and the difference in pulse rate for each set. The implementation of the test was carried out in the running track of the SSA pontianak stadium, this study checked the pulse before carrying out the test for 10 seconds, after which a light jogging warm-up for 10 minutes and continued by doing the test that had been determined. The research was conducted by measuring the subject's pulse before and after consuming mineral water, as well as before and after undergoing physical activity in the form of running 400 meters for 3 rounds 3 times. With a data collection method of one shot case study, the sample taken was 10 people, 6 men and 4 women from students of Sports Coaching Education (PKO) Tanjungpura University Pontianak. The data obtained was analyzed using the ANOVA test using the SPSS application. The results analyzed by the ANOVA test showed that there was no significant difference, the results showed a significance value of 0.357> 0.05, therefore it can be concluded that 240ml mineral water does not have a significant effect on pulse performance when doing more effort than usual. This study provides insight into how mineral water consumption and physical activity can affect a person's pulse rate, which is important for further understanding of cardiovascular health