Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Literasi ICT (Information Communication and Technology) Siswa SMA Dalam Pembelajaran Biologi : Systematic Literature Review Dian Paramita; Jodion Siburian; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i1.8885

Abstract

Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) telah membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran biologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) serta menuntut literasi ICT sebagai kompetensi penting abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran literasi ICT siswa SMA dalam mendukung efektivitas pembelajaran biologi berbasis teknologi. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis sistematis literatur terbaru (2020–2025) yang menghubungkan bentuk pemanfaatan ICT, variasi literasi ICT siswa, serta hambatan implementasinya dalam pembelajaran biologi SMA, yang masih jarang dikaji secara komprehensif sebelumnya. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Google Scholar, menggunakan kriteria artikel terbit tahun 2020–2025 pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 1–5. Sebanyak 20 artikel dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan ICT dalam pembelajaran biologi berdampak positif terutama dalam meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep abstrak, serta capaian hasil belajar siswa. Namun, efektivitas ICT belum merata karena tingkat literasi ICT siswa masih bervariasi serta integrasi teknologi oleh guru belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan kompetensi pedagogis-teknologis guru dan dukungan sarana-prasarana sekolah. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan literasi ICT siswa, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan ekosistem pembelajaran digital agar pembelajaran biologi berbasis ICT lebih efektif dan berkelanjutan
Measurement Evidence for Collaboration, Feedback, Self-Efficacy, and Academic Stress in Project-Based Learning Management Yusuf, Muhammad; Sembiring, Dian Arisandy Eka Putra; Fauzan, Muhammad; Mardiyanti, Lely; Hendra, Robi; Arif Wijaya, Hansein
Educational Leadership and Management Journal Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026 (In Progress)
Publisher : FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/element.v4i2.51526

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) has become one of the most widely adopted instructional approaches for developing twenty-first-century competencies. However, its implementation often exposes students to academic stress due to intensive collaboration, project deadlines, and continuous assessment. Although collaboration skills, lecturer feedback, self-efficacy, and academic stress have been widely investigated, evidence regarding the psychometric quality of instruments measuring these constructs within the context of PjBL remains limited. This study aimed to provide measurement evidence for four constructs associated with Project-Based Learning management among undergraduate biology education students. A quantitative instrument validation design was employed involving four expert validators for content validation and 59 students for pilot testing. Content validity was evaluated using the Item-Level Content Validity Index (I-CVI), Scale-Level Content Validity Index (S-CVI/Ave), and modified kappa coefficient (K*). Subsequently, the measurement model was assessed through Confirmatory Composite Analysis (CCA) within the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) framework. The results demonstrated excellent content validity, with an S-CVI/Ave of 0.91 and modified kappa values ranging from 0.667 to 1.000. After refinement of indicators with low outer loadings, all constructs demonstrated satisfactory psychometric properties, including Composite Reliability values ranging from 0.89 to 0.94, Average Variance Extracted values between 0.508 and 0.633, and HTMT values below 0.85, indicating adequate convergent and discriminant validity. These findings provide empirical evidence that the instrument possesses satisfactory validity and reliability for measuring collaboration skills, lecturer feedback, self-efficacy, and academic stress within the context of Project-Based Learning. The validated instrument provides a sound foundation for future structural model testing examining the relationships among these constructs.
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa: Literature Review Rika Lutfiana Sari; Jodion Siburian; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2368

Abstract

Salah satu kompetensi utama yang perlu dimiliki dalam menghadapi era global ini adalah literasi sains. Penguatan literasi sains menjadi kompetensi yang penting untuk dimiliki agar siswa mampu beradaptasi dengan perubahan global dimana lebih rumit serta berbasis pada IPTEK serta dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran inovatif. Urgenis ini menjadikan peneliti ingin melakukan kajian literatur mengenai efektivitas penerapan model pembelajaran inovatif dengan keterampilan literasi sains siswa. Kajian literatur yang diterapkan bisa memberikan gambaran dan saran tentang cara menerapkan model inovatif dalam peningkatan literasi sains peserta didik. Penelitian ini Studi yang dilakukan menerapkan metode kajian literatur (literature riview) yang terdiri dari 20 artikel minimal terindeks sinta 4 dan terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa model inovatif yang diterapkan seperti model PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquri terbimbing, Blended Learning, dan RAQ yang secara signifikan meningkatkan literasi sains untuk beberapa materi biologi. Model pembelajaran PBL mendominasi sebagai model inovatif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Dengan demikian, ditarik kesimpulan model pembelajaran inovatif bisa dipakai pendidik dalam peningkatan literasi sains peserta didik dan diintegrasikan ke dalam masalah lokal ataupun media digital.
Peran Model Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa: Literature Review Dias Larasati; Jodion Siburian; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2026): GJMI - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i1.1985

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada pembelajaran IPA, karena mendukung kemampuan berpikir kritis dan sistematis siswa. Namun, pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru belum optimal dalam mengembangkan keterampilan tersebut, sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran model pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan studi literatur review. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013–2025 dan relevan dengan topik penelitian. Artikel yang direview mencakup berbagai model pembelajaran inovatif, antara lain Problem Based Learning (PBL), Problem Solving, Project Based Learning (PjBL), Discovery Learning, serta pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum model pembelajaran inovatif berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPA di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Model Problem Based Learning menjadi model yang paling dominan dan konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, terutama ketika dipadukan dengan bahan ajar dan pendekatan kontekstual. Selain itu, penerapan model pembelajaran inovatif juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Efektivitas Model Problem-Based Learning (PBL) Terintegrasi Scientific Proficiency Terhadap Kemampuan Sains Siswa Fase F Indana Zulfa; Afreni Hamidah; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 4 (2026): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i4.9373

Abstract

Kemampuan siswa menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menjelaskan fenomena, merancang penyelidikan, dan menafsirkan bukti masih perlu diperkuat melalui pembelajaran yang mengaitkan konsep biologi dengan masalah autentik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Problem-Based Learning (PBL) yang mengintegrasikan scientific proficiency terhadap kemampuan sains siswa fase F. Penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 32 siswa kelas XI SMAN 7 Kota Jambi dengan data pretest dan posttest lengkap dianalisis, terdiri atas 16 siswa kelas eksperimen dan 16 siswa kelas kontrol. Instrumen berupa 12 soal uraian valid berbasis tiga kompetensi sains PISA dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,839. Data dianalisis menggunakan ANCOVA dengan pretest sebagai kovariat. Rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 39,58 menjadi 53,91, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 43,23 menjadi 51,56. Hasil ANCOVA menunjukkan pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap scientific proficiency setelah kemampuan awal dikendalikan, F(1,29)=4,456; p=0,044; partial ?²=0,133. Temuan menunjukkan bahwa integrasi eksplisit kompetensi ilmiah ke dalam setiap sintaks PBL memberikan efek sedang dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran biologi berbasis bukti.