Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Manajamen Stres terhadap Tingkat Stres Pengasuhan Orang Tua yang Memiliki Anak Autis di Rumah Sakit Jiwa Berlina, Butet; Akemat, Akemat; Murtiningsih, Murtiningsih; Sulistiowati, Ni Made Dian; Imelisa, Rahmi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.589-596

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang menyebabkan kesulitan dalam berinteraksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Tingkat stres pada orang tua yang memiliki anak autis dapat meningkat karena berbagai tantangan yang dihadapi dalam merawat dan mendidik anak mereka. Pelatihan manajemen stres diharapkan dapat membantu orang tua mengatasi perasaan stres dan mendapatkan dukungan dalam menghadapi kondisi anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan manajemen stres terhadap tingkat stres pengasuhan orang tua yang merawat anak autis di Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan two-group pretest-posttest design. Menggunakan uji t dependen diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 sedangkan uji t independen diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,036. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan manajemen stres memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi tingkat stres pengasuhan pada orang tua yang mengikuti intervensi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi, menunjukkan bahwa kelompok yang menerima intervensi pelatihan manajemen stres memiliki tingkat stres pengasuhan yang lebih rendah. Oleh karena itu, pelatihan manajemen stres dapat diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan dan profesi keperawatan dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan emosional kepada orang tua dengan anak autis.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Bullying pada Remaja di Desa Gunaksa Klungkung Wahyuni, Sang Ayu Eka Putri; Pratiwi, Ni Putu Ari Trisna; Sulistiowati, Ni Made Dian
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2249

Abstract

Bullying merupakan perilaku kekerasan yang menyalahgunakan kekuasaan secara terus menerus kepada seseorang yang dirasa lebih lemah dan tidak berdaya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait perilaku bullying di Desa Gunaksa. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Dawan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pemberian edukasi, yang dirancang dalam bentuk pemaparan materi menggunakan slide power point, pemberian media edukasi bullying berupa poster, penayangan video, diskusi interaktif, dan pengisian pre-test dan post-test pada 50 remaja Desa Gunaksa. Analisa data menggunakan uji statistik T-berpasangan menunjukkan adanya perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai rata-rata pre-test tingkat pengetahuan sebesar 31,40 dan rata-rata nilai post test sebesar 32,08. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah di berikan edukasi dengan nilai p = 0,049 (p-value<0.05).
Peningkatan Pengetahuan Bullying melalui Edukasi dan Pelatihan pada Kader Kesehatan Remaja di Desa Gunaksa, Klungkung Seprina, Putu; Trisna Wardani, Ni Made Ayu; Wulandari, Ni Putu Anyka; Citra Kartini, Ida Ayu Made; Sulistiowati, Ni Made Dian
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2409

Abstract

Tingginya angka kasus bullying menjadi sebuah hal yang sangat mengkhawatirkan. Apabila bullying tidak ditangani dengan segera dapat menimbulkan dampak yang serius untuk masa depan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat utamanya kader kesehatan remaja sebagai kelompok disekolah dalam membantu mencegah bullying. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pemberian pelatihan yang terdiri dari beberapa pertemuan diantaranya pemberian pre-test, pemberian edukasi, diskusi kasus kelompok dan pemberian post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 kader kesehatan remaja SMP Negeri 2 Dawan. Hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat pengetahuan kader kesehatan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi (p<0.05). Diperlukannya kegiatan penyegaran secara kontinu kepada kader kesehatan remaja sehingga tingkat pengetahuan serta kemampuan kader tetap terjaga dan siap dalam membantu warga sekolah menjaga kondisi kesehatannya.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG ICU RSU BANGLI Puspita Dewi, Ni Kadek Santi; Kamayani, Made Oka Ari; Sani Utami, Putu Ayu; Sulistiowati, Ni Made Dian
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p04

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) merupakan salah satu bentuk pelayanan di rumah sakit kategori pelayanan kritis. Komunikasi merupakan keterampilan dasar yang diperlukan oleh seorang perawat, namun seringkali tidak dilakukan secara efektif sehingga menimbulkan kecemasan pada keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan keluarga pasien yang dirawat di ruang ICU RSU Bangli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif pendekatan cross sectional pada 30 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan didapatkan nilai signifikansi p-value = 0,393 (> 0,05), maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan keluarga pasien yang dirawat di ruang ICU RSU Bangli. Komunikasi yang baik dalam keperawatan merupakan hal yang sangat penting dikarenakan tanpa komunikasi pelayanan keperawatan sulit untuk diaplikasikan. Perawat yang menggunakan teknik komunikasi secara interaktif akan menimbulkan persepsi yang lebih baik untuk mencapai kondisi kesehatan yang baik dan keluarga pasien akan merasa paham dengan kondisi kesehatan anggota keluarganya, hal ini akan berdampak terdapat kondisi kecemasan yang dirasakan oleh keluarga pasien. Perawat juga dapat membantu mengidentifikasi kondisi kecemasan yang dirasakan keluarga, serta dapat memberikan informasi dan intervensi yang dapat mengurangi, meminimalkan kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien.
Hubungan Penyesuaian Diri, Mekanisme Koping dan Dukungan Sosial dengan Kecemasan pada Mahasiswa Baru Meliantini, Ni Putu Dewi; Krisnawati, Komang Menik Sri; Sulistiowati, Ni Made Dian; Febriyanti, Putu Sri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.779-792

Abstract

Perubahan besar yang dialami oleh mahasiswa tahun pertama diantaranya penyesuaian diri pada lingkungan dan sistem pendidikan yang sangat rumit sehingga menyebabkan mahasiswa mengalami kecemasan cukup tinggi. Kemampuan penyesuaian diri dan mekanisme koping menjadi faktor internal penyebab kecemasan, sedangkan dari faktor eksternal berasal dari dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara penyesuaian diri, mekanisme koping dan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru jenjang sarjana di Fakultas Kedokteran. Desain penelitian ini menggunakan metode analitik cross-sectional, dengan metode stratified proportioned random sampling. Responden merupakan mahasiswa baru jenjang sarjana berjumlah 98 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penyesuaian diri dan tingkat kecemasan (p value = 0,003; r = 0,293), antara mekanisme koping dan tingkat kecemasan (p value = 0,000; r = 0,423), serta antara dukungan sosial dan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru (p value = 0,007; r = 0,269). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan penyesuaian diri, mekanisme koping dan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru jenjang sarjana.
Youth Phenomenon: An Overview of Stress Levels among Adolescents with Body Shaming Experience Sang Ayu. Eka Putri Wahyuni; Ni Made Dian Sulistiowati; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; I Ketut Dian Lanang Triana; I Gusti Agung Ayu Adinda Wulandari
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 6 No. 2 (2024): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v6i2.16617

Abstract

Adolescence is characterized as a transitional phase between childhood and adulthood. Therefore, individuals undergo numerous adaptations necessary to successfully navigate developmental tasks associated with adolescence. Adolescents experience various physical, emotional, and social changes, which, if misaligned with their expectations, can lead to psychological challenges, particularly stress. This study investigates the stress levels among adolescents who have experienced body shaming at SMP N 2 Dawan. This study was a quantitative study with a cross-sectional method conducted among adolescents who experienced body shaming. The study sample consisted of 101 participants selected through purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Data were collected using the Adolescent Stress Questionnaire-27 (ASQ-27) and analyzed using a computerized program. The results revealed that a significant proportion of respondents (69.3%) experienced moderate levels of stress. The primary sources of stress were identified in the domains of teacher interactions and home life. These findings highlight the need for effective stress alleviation strategies to promote improved mental health outcomes among adolescents.
Manajemen Life Skill dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Remaja Sulistiowati, Ni Made Dian; Aryasuadnyana, I Nyoman Krisnanda; Supiana Wati, I Dewa Ayu Nyoman Trisna; Linardi, Feren; Maharani, Ni Komang Putri Bintang
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4470

Abstract

Masalah kesehatan jiwa sudah menjadi masalah dunia yang tersebar pada usia 18 tahun keatas sehingga memerlukan deteksi sedini mungkin pada masa anak-anak dan remaja agar penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Desa Gunaksa merupakan desa yang berada di Kabupaten Klungkung yang memiliki permasalahan kesehatan remaja cukup banyak namun untuk masalah mental belum dilakukan penanganan ataupun upaya pencegahan dari pihak desa maupun pihak puskesmas setempat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di Desa Gunaksa agar memahami pentingnya kesehatan mental, dan factor risiko yang memengaruhi kesehatan mental. Sebanyak 40 remaja Gunaksa mengikuti workshop selama 2 kali pertemuan selama 2 minggu dengan menggunakan metode diskusi kasus dan role play dimana remaja diminta untuk menuliskan respon terhadap pengalaman yang sesuai dengan kasus yang didiskusikan. Selama proses kegiatan remaja mengekspresikan pengalamannya yang bervariasi mulai dari menyenangkan hingga tidak menyenangkan. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkjatan pengetahuan dan kemampuan sebesar 1.47 setelah dilakukan workshop pada remaja. Peningkatan pemahaman dan kemampuan remaja diharapkan dapat dibagikan kepada remaja lainnya dalam bentuk kegiatan terstruktur secara kontinu yang dapat dilakukan pada remaja desa Gunaksa lainnya.
Program Teman Baik sebagai Upaya Promotif dan Preventif Kesehatan Mental Remaja Sulistiowati, Ni Made Dian; Astutik, Windu; Septiadi, Wayan Nata; Kumala, Wayan Ayu; Krisnayanti, Made Diah Apsari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4530

Abstract

Masalah kesehatan jiwa sudah menjadi masalah dunia yang tersebar pada usia 18 tahun keatas sehingga memerlukan deteksi sedini mungkin pada masa anak-anak dan remaja agar penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. SMP 12 Denpasar merupakan sekolah yang berada di Denpasar yang memiliki permasalahan kesehatan remaja namun upaya untuk mengatasi masalah mental belum banyak penanganan ataupun upaya pencegahan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja melalui kelompok KSPAN SMP 12 Denpasar agar memahami pentingnya kesehatan mental, dan faktor risiko yang memengaruhi kesehatan mental serta latihan mendengar aktif. Sebanyak 15 orang dari kelompok KSPAN mengikuti pelatihan teman baik dengan menggunakan metode diskusi kasus yang diberikan pada setiap pertemuan dan role play cara berespon yang tepat yang dilakukan antar peserta. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan sebesar 3.7 setelah dilakukan pelatihan. Peningkatan pemahaman remaja diharapkan dapat dibagikan kepada remaja lainnya dalam bentuk kegiatan terstruktur secara kontinu yang dapat dilakukan pada remaja SMP 12 Denpasar lainnya sehingga dukungan sebaya dapat terus diberikan guna menciptakan remaja SMP 12 yang memiliki sehat jiwa optimal.
The Correlation Between Family Support and Family Self-Efficacy with Relapse in Individuals with Schizophrenia Andari, Made Ayu; Karin, Putu Ayu Emmy Savitri; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Sulistiowati, Ni Made Dian; Wisnawa, I Nyoman Dharma
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 4 (2024): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.54408

Abstract

Introduction: Schizophrenia is a common illness in mental hospitals, often leading to recurrent relapses. These relapses can be influenced by both internal and external factors, including family support and self-efficacy in caring for individuals with schizophrenia (IWS). Good family support benefits IWS, whereas poor support can worsen their condition. High self-efficacy in families is essential for providing optimal care. This study examines the correlation between family support and family self-efficacy with relapse in IWS in the Puskesmas (Community Health Centre) III North Denpasar area. Methods: A quantitative descriptive correlational study with a cross-sectional approach was conducted. The research instruments included a family support questionnaire and the General Self-Efficacy Scale (GSES). Data were collected through door-to-door surveys from May to June 2024, involving 68 respondents who were family members of IWS. Results: Many respondents were aged 46-55, had a high school education, and earned below the minimum wage. The Pearson correlation test showed a strong negative correlation between family support and relapse (p = 0.00, r = -0.62) and between family self-efficacy and relapse (p = 0.00, r = -0.61). Multivariate analysis using multiple linear regression indicated that family support (β = -0.37) had a slightly stronger influence on relapse occurrences in IWS compared to family self-efficacy (β = -0.36). Conclusion: Enhancing family support and self-efficacy is crucial in minimising relapse in IWS. Families should be encouraged to strengthen their role in providing support and improving their self-efficacy in caregiving.
Case Study of the Implementation of Drawing Therapy and Music Therapy in Reducing Hallucinations in the Grahanisadha Room of the Bali Provincial Mental Hospital Sulistiowati, Ni Made Dian; Cendani, Ni Ketut Ari
Promotion and Prevention in Mental Health Journal Vol 2 No 2 (2022): Promotion and Prevention in Mental Health Journal: August 2022
Publisher : PT Saintek Medika Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63983/szj8s943

Abstract

Hallucinations if left untreated can pose a risk of harm to yourself and others. The application of drawing therapy and music therapy can reduces hallucinatory symptoms in schizophrenic patients. The purpose of the study was to determine the results of the effect of drawing therapy and music therapy on hallucinations in schizophrenic patients. This research design is a case study of patient with  hallucinations, quanlitative research type. The sample of this study amounted by one respondent who experiences hallucinations, where drawing therapy is carried out 2-3 times a week while music therapy is carried out 5 times with a duration of 10-15 minutes per meeting. The results show that there is an effect of applying drawing art therapy and music therapy on reducing hallucinatory symptoms in hallucinatory patients. Drawing therapy and music therapy have several benefits such as providing motivation, entertainment and diversion of attention so that the patient's mind is not focused on hallucinations. They were considered to have an effect in reducing hallucinatory symptoms in patients with hallucinations.
Co-Authors Abdul Wakhid Akemat, Akemat Alit Putra Purnama Andari, Made Ayu Aryasuadnyana, I Nyoman Krisnanda Astutik, Windu Berlina, Butet Besral . Budi Anna Keliat Cendani, Ni Ketut Ari Citra Kartini, Ida Ayu Made Darsana, Wayan Desak Made Widyanthari Dewi, Putu Diah Wilya Dewi, Putu Siska Febriyanti, Putu Sri Hadi Nugraha, I Dewa Gede I Gusti Agung Ayu Adinda Wulandari I Gusti Agung Kumala Dewi I Gusti Ayu Ngurah Feranayanti Wulansari I Ketut Dian Lanang Triana I Wayan Wahyu Pratama Ice Yulia Wardani Ika Widi Astuti Ika Widi Astuti, Ika Widi Imelisa, Rahmi Indah Mei Rahajeng Indrawati, Putu Ari Kadek Ayu Mas Jayanti Kadek Eka Swedarma Kadek Putra Sanchaya Kadek Saputra Kadek Saputra, Kadek Kadek Verlyanita Septiarini Karin, Putu Ayu Emmy Savitri Kharan Deva, Komang Yoga Komang Menik Sri Krisnawati Krisnayanti, Made Diah Apsari Kumala, Wayan Ayu Linardi, Feren Luh Putu Nopriani Made Diah Lestari Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Maharani, Ni Komang Putri Bintang Meliantini, Ni Putu Dewi Murtiningsih Murtiningsih Natalya, Ni Komang Trisna Maha Natalya, Ni Komang Trisna Maha Ni Ketut Ari Cendani Ni Ketut Guru Prapti Ni Komang Ari Sawitri Ni Luh Made Dwi Padma Sari Ni Made Listya Dewi Ni Made Putri Rahayu Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Kresnayanti Ni Putu Manik Tara Bidari Gangga Mahaswari Ni Putu Natalya, Ni Putu Nyoman Agus Jagat Raya Okvitawanli, Ayu Pramesemara, I Gusti Ngurah Pratiwi, Ni Putu Ari Trisna Puspita Dewi, I Dewa Ayu Dwika Puspita Dewi, Ni Kadek Santi Putu Ari Indrawati Putu Ayu Adhelia Syachran Putu Ayu Emmy Savitri Karin Putu Ayu Sani Utami Putu Ayu Sani Utami, Putu Ayu Putu Diah Wilya Dewi Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Sri Febriyanti Putu Sri Febriyanti Sang Ayu. Eka Putri Wahyuni Seprina, Putu Suarningsih, Ni Kadek Ayu Supiana Wati, I Dewa Ayu Nyoman Trisna Tengku Riza Zarzani N Trisna Wardani, Ni Made Ayu Wahyuni, Sang Ayu Eka Putri Wayan Nata Septiadi Wayan Nata Septiadi Windaningtyas Marmer, Lucky Wisnawa, I Nyoman Dharma Wulandari, Ni Putu Anyka