Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW ARTIKEL : PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PERAN APOTEKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 BALQIST, SYARA NUR FITRI; BARLIANA, MELISA INTAN
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32315

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang pertama kali terdeteksi pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China. Seiring perkembangan waktu, COVID-19 telah dikonfirmasi di banyak negara, dan dikategorikan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020. Pelayanan kefarmasian memberikan jaminan keamanan obat untuk pasien COVID-19. Review artikel ini merangkum manajemen penyediaan obat dan pelayanan kefarmasian serta peran apoteker pada masa pandemi untuk memberikan edukasi dalam rangka pencegahan COVID-19. Kegiatan manajerial di apotek harus mendukung pelayanan kefarmasian dengan menyediakan pasokan obat terkait COVID-19 dan produk pencegahan yang memadai, mengikuti pedoman dan memberikan pelatihan staf yang memadai. Apoteker harus menggunakan berbagai pendekatan untuk menyediakan pelayanan kefarmasian dalam pemberian obat, konsultasi dan rujukan, manajemen penyakit kronis, penggunaan infus yang aman, pendidikan pasien, panduan perawatan di rumah dan dukungan psikologis untuk mempromosikan pengendalian pandemi COVID-19 dan memastikan penggunaan pengobatan yang aman di masyarakat pasien selama pandemi.
Pharmacogenetics Overview of Quetiapine for Mental Health Disorders Khaira, Syifa; Qolbina, Shofura Marsa; Barliana, Melisa Intan; Zakiyah, Neily
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.55219

Abstract

Severe mental health disorders, such as schizophrenia and bipolar, often require treatment with atypical antipsychotic drugs, yet many patients exhibit incomplete responsiveness and adverse effects. This has led to the exploration of pharmacogenetics to personalize treatment potentially. Quetiapine, a commonly used atypical antipsychotic, is often used in mental health disorders for depressive episodes. Its pharmacokinetics and pharmacodynamics are potentially influenced by genetic variations in Cytochrome P450 (CYP) enzymes, Dopamine receptor D3 (DRD3), and other genes. Previous studies investigated the impact of genetic variants on quetiapine metabolism, revealing possible associations with CYP2D6, CYP2C19, Catechol-O-methyltransferase (COMT), and other genes. Notably, the COMT variant rs13306278 was linked to increased quetiapine exposure. CYP3A5 and CYP2B6 phenotypes also affected quetiapine variability, with the  ATP-binding cassette super-family G member 2 (ABCG2) variant rs2231142 associated with quetiapine accumulation. Recent pharmacogenetic advancements emphasize individualized treatment based on genetic profiles, particularly considering interactions with CYP3A4. Although concerns exist regarding drug-drug interactions and limited efficacy in certain conditions, integrating genetic information into clinical practice holds promise for optimizing quetiapine therapy and improving patient outcomes.
ARTIKEL REVIEW: BENTUK KOLABORASI INTERPROFESIONAL APOTEKER DALAM MENINGKATKAN LUARAN TERAPI PASIEN ARNANDA, QUINZHEILLA PUTRI; BARLIANA, MELISA INTAN
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.32319

Abstract

ABSTRAKKeterlibatan apoteker dalam kolaborasi interprofesional multidisiplin merupakan suatu upaya dari pengembangan paradigma pelayanan kefarmasian yang bergeser menjadi pelayanan komprehensif kepada pasien. Kolaborasi antar tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien bertujuan untuk meningkatkan luaran terapi terkait pengobatan pasien serta dapat berdampak juga dalam menurunkan kejadian kesalahan pengobatan dan menurunkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan pasien. Apoteker sebagai profesi kesehatan yang memiliki pengetahuan terkait pengobatan harus turut terlibat aktif bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Artikel review ini bertujuan untuk memberikan gambaran dari kegiatan kolaborasi interprofesional yang dilakukan apoteker dengan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kepada pasien sebagai bentuk pengembangan dari praktik asuhan Pharmaceutical Care. Diharapkan dengan artikel review ini, apoteker dapat semakin terlibat aktif dalam kolaborasi interprofesional dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang efektif dalam melakukan kerja sama dengan tenaga kesehatan.Kata kunci: apoteker, kolaborasi interprofesional, luaran terapi, pelayanan kesehatanABSTRACTThe involvement of pharmacists in an interprofessional collaboration is an effort of developing a paradigm of pharmaceutical services that shifts into comprehensive care for patients. Collaboration between health workers in healthcare aims to increase the patient's outcome therapy related to treatment. It can also have an impact on reducing the incidence of medication errors and the cost of care that must be incurred by patients. Pharmacists as health professionals who have knowledge related to treatment must be actively involved in collaborating with health workers. This review article aims to provide an overview of the interprofessional collaboration activities carried out by pharmacists and health workers in providing services to patients as a form of development of Pharmaceutical Care practices.  This review article is expected pharmacists to be more actively involved in interprofessional collaboration by improving self-confidence and having more effective interpersonal communication skills in collaborating with health workers.Keywords: health care, interprofessional collaboration, pharmacist, therapeutic outcome