Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH Arifkan, Arizki; Palawi, Ari; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13106

Abstract

Penelitian berjudul Perbedaan musik iringan tari Guel di kabupaten Aceh Tengah. mengangkat masalah bagaimana unsur-unsur musik iringan tari Guel di sanggar Renggali dan sanggar Senug Etnik Kabupaten Aceh Tengah dan faktor-faktor yang mempengaruhi iringan musik tari Guel Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan unsur-unsur musik iringan tari Guel sanggar Renggali dan sanggar Senug Etnik di Kabupaten Aceh Tengah dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi iringan musik tari Guel Kabupaten Aceh Tengah Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Teuku Aga ketua sanggar Renggali dan Dian ketua sanggar Senug Etnik di desa Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan iringan musik tari Guel terdiri dari pola ritme perkusi (Rapai dan Gong), irama (melodi) dan dinamik dalam setiap bagian tari. Perbedaan unsur-unsur musik di ke-dua sanggar tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal yaitu kreatifitas, kebutuhan estetik para pemain dan penonton (masyarakat) serta jenis acara. Perbedaan musik iringan tari Guel terdapat pada bagian pola ritme Munatap jika pada sanggar Renggali bagian Munatap terbagi menjadi 3, sedangkan pada sanggar Senug Etnik terbagi menjadi 4 bagian Munatap, pada bagian Cincang Nangka dan Ketibung mempunyai perbedaan pola ritme serta dinamik, perbedaan bagian tersebut tidak mengubah keaslianya dan masih dalam batas sewajarnya (tidak mencolok jauh) terkait dengan tradisi budaya Aceh dan tidak mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai budaya dan masih dapat diterima oleh mayoritas masyarakat Aceh secara luas.Kata Kunci: Perbedan Musik Iringan Tari Guel
RAGAM MOTIF DAN MAKNA YANG TERDAPAT PADA KUPIAH RIMAN DI DESA ADAN MEUNASAH DAYAH KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Am, Zakiati; Ismawan, Ismawan; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9655

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Ragam Motif dan Makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie ini, mengangkat masalah apa saja ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik atau semiologi dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Badriah sebagai pemilik tempat produksi Kupiah Riman sekaligus pengrajin. Murniati juga sebagai salah satu pengrajin Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah, ia juga memasarkan hasil kerajinan Kupiah Riman tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik semantik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie yaitu, motif Pinto Aceh (terbuka), Bungong Kupula (kesuburan), Bungong Jeumpa (keharuman), Gareh Peulangi (keindahan), Pucok Reubong (adat istiadat), Pucok Meuriya (kedudukan tinggi), Mutiara (keindahan), Bintang (keindahan), Petak (keindahan), Awan (keindahan), Taloe Ie (penjaga), dan Bata Meususon (keindahan).Kata Kunci: ragam motif, makna, Kupiah Riman
PROSES PEMBUATAN KAIN SONGKET TENUN DI DESA UJUNG TANAH KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN Susana, Susana; Ismawan, Ismawan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9653

Abstract

ABSTRACTThe research, entitled "The Process of Making Woven Songket Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh" raised the problem how the process of making woven songket in Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh. This research aims to describe the process of making woven songket in Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh. The approach in this research is a qualitative approach and type of research used is qualitative research with descriptive methods. The source of the data in this research is Anita Suryani and Hasfamaidar who are songket weaving craftsmen in Ujung Tanah Village. The object in this study is the process of making songket in Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh. Data collection techniques are used with observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques use an inductive approach which includes 3 steps, namely: Data reduction, Data presentation and Data verification. The results of data analysis showed that the process of making songket fabric consisted of 5 stages, namely: Meuhani, Menyusuk, Menyisir, Making Motifs and Weaving.Keywords: process, making, songket weaving.
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN ALAT MUSIK BIOLA DI SEKOLAH MUSIK PRODIGY CONSERVATORY OF MUSIC BANDA ACEH Liana, Rizka Afriza; Palawi, Ari; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9638

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pembelajaran Keterampilan Alat Musik Biola di Sekolah Musik Prodigy Conservatory of Music Banda Aceh, dengan rumusan masalah bagaimana proses pembelajaran keterampilan alat musik biola di sekolah musik Prodigy Conservatory of Music. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran keterampilan alat musik biola yang berlangsung di sekolah musik Prodigy Conservatory of Music Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Subjek penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan alat musik biola dan objek penelitian adalah siswa dan instruktur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan alat musik biola di sekolah musik Prodigy Conservatory of Music memiliki 2 tingkatan kelas yaitu Violin I dan Violin II. Materi Ajar yang digunakan berupa lagu-lagu yang beraliran klasik yang dimulai dari tingkat dasar hingga tingkat yang rumit. Alat musik yang digunakan adalah biola klasik. Metode dan model pembelajaran yang digunakan yaitu metode ceramah, demonstrasi dan model praktik individual. Evaluasi yang digunakan instruktur dalam pembelajaran keterampilan alat musik biola yaitu dengan memainkan lagu lightly row pada kelas Violin I dan memainkan lagu minuet 3 pada kelas Violin II. Kata Kunci: pembelajaran biola, kursus musik
PERANAN SANGGAR PUTROE JEUMPA KEUBIRU DALAM MELESTARIKAN TARI PHO DI DESA BLANG KUALA KECAMATAN MEUKEK ACEH SELATAN Fhata, Mizanul; Supadmi, Tri; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9635

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Peranan sanggar Putroe Jumpa Keubiru dalam melestarikan tari Pho di desa Blang Kuala Kecamatan Meukek Aceh Selatan. Penelitian ini mengangkat masalah Bagaimana peranan Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru dalam melestarikan Tari Pho di Desa Blang Kuala Kecamatan Meukeuk Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mendekripsikan perananan Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru Desa Blang Kuala Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, display dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan sanggar Putroe Jumpa Keubiru dalam melestarikan tari Pho yaitu dengan cara mengikuti event-event, undangan acara resmi (adat-istiadat, Perkawinan, Sunat Rasul) dan hari-hari besar daerah lainnya. Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru adalah salah satu sanggar yang mengajarkan dan memperlajari banyak tarian yang lebih bersifat tradisi salah satunya tari Pho.Kata kunci: peranan, sanggar, melestarikan, tari Pho
PROSESI TRADISI SEMANOE PUCOK DI DESA IE DINGEN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Syahputra, Muhammad Naufal; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9634

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Prosesi Tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana prosesi tradisi Semanoe Pucok dan apa makna yang terkandung dalam prosesi tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan prosesi tradisi Semanoe Pucok dan mendeskripsikan makna prosesi Semanoe Pucok di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Seletan. Sumber data dalam penelitian adalah anggota Semanoe Pucok desa Ie Dingen. Lokasi penelitian bertempat di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Semanoe Pucok adalah sebuah adat dalam pesta perkawinan dan khitanan yang dilaksanakan sehari sebelum acara. Prosesi Semanoe Pucok memiliki lima tahapan yaitu (1) shalawat badar, (2) syair berkisah/jak kutimang, (3) tron tajak manoe, (4) peusijuk, (5) siraman calon pengantin. Makna yang terkandung dalam prosesi Semanoe Pucok adalah perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya yang akan menikah, sedangkan makna yang terkandung dalam syairnya adalah nasihat-nasihat yang disampaikan kepada calon pengantin dan ungkapan kesedihan sang ibu yang sedih karena akan ditinggal oleh anaknya.Kata Kunci: prosesi, tradisi, Semanoe Pucok
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NGUTEP KOPI OLEH MUHAMMAD ICHSAN S.Pd Aulia Febrila, Ashya; Ismawan, Ismawan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9611

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kajian Koreografi Tari Ngutep Kopi Karya Muhammad Ichsan. S.Pd. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah koreografer atau pencipta tari Ngutep Kopi, yang menjadi objek penelitian yaitu koreografi tari Ngutep Kopi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Ngutep Kopi merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Muhammad Ichsan Gerak pada tari Ngutep Kopi merupakan gerak kebiasaan masyarakat melakukan aktivitas dalam memetik Kopi. Pada awal penciptaan tari Ngutep Kopi, koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak (pencarian gerak), improvisasi evaluasi dan komposisi tari. Dilihat dari gerak tari Ngutep Kopi ini memiliki 18 belas gerak yang memiliki makna, Tari Ngutep Kopi juga memiliki pola lantai dalam setiap pertunjukannya. Iringan musik pada tari Ngutep Kopi sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata busana tari Ngutep Kopi disesuaikan dengan tema tari, dalam hal ini koreografer mengunakan baju berwarna hijau dengan celana hitam polos serta selendang warna hijau sebagai penutup kepala untuk penari wanita, sedangkan untuk penari pria mengunakan baju kerawang Aceh. Tata rias tari Ngutep Kopi adalah makeup karakter cantik namun terlihat sederhana dan tidaklah berlebihan, sehingga sesuai dengan tema dan karakter seorang petani KopiKata Kunci: kajian koreografi, tari Ngutep Kopi
MAKNA SIMBOLIK PROPERTI TARI JATHILAN DI DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH Nurbiyanti, Nurbiyanti; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9603

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Makna Simbolik Properti Tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana makna simbolik properti tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik properti tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaen Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Pujowarsono, dan penari tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Jathilan di Desa Damar Mulyo merupakan tari yang dirintis sejak tahun 1983 hingga saat ini. Tari Jathilan menceritakan kisah prajurit pada zaman dahulu. Tari ini ditarikan menggunakan properti yaitu jaranan (kuda-kudaan), pedang, pecut, sesajen yaitu nasi tumpeng, pisang dua sisir, ayam panggang, jajan pasar, rokok gudang garam merah dan kinang, beras kuning, bunga mawar, minuman kopi dan teh, kemenyan, ayam hidup, minyak wangi, dan uang. Properti tari ini memiliki makna simbolik yaitu jaran menyimbolkan kekuatan dan kekuasaan, pedang memiliki simbol senjata perang, pecut simbol mulai pertunjukan, sesajen simbol kehidupan dan hubungan manusia dengan Tuhan, tumpeng simbol kekuasaan Tuhan, pisang dua sisir melambangkan cita-cita manusia, simbol bayi yang belum dilahirkan dengan begitu belum mempunyai kesalahan apa-apa atau masih suci, jajanan pasar melambangkan hubungan kemasyarakatan, rokok gudang garam dan kinang melambangkan perasaan manusia, beras kuning melambangkan kemakmuran dan rejeki, bunga mawar dan air melambangkan ibu, minuman kopi dan teh melambangkan persaudaraan, ayam hidup melambangkan manusia, kemenyan melambangkan doa, minyak wangi lambang keharuman dan ketentraman, uang melambangkan Asat habis dan Atus bersih.Kata Kunci: makna simbolik, properti, tari Jathilan
BENTUK PENYAJIAN TARI ANAK PADA ADAT PERKAWINAN DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Anggriani, Fitri; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8908

Abstract

Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Anak pada Adat Perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Tari Anak dipertunjukkan pada saat malam bainai gadang. Tari Anak dikelompokkan dalam tari berpasangan. Tarian ini terdiri dari 18 ragam gerak, berawal dari gerak salam, silat, memberi kain gendongan, membuai Anak, mendukung Anak, pergi ke tabib, maubek Anak, dan salam penutup, gerak pada tari Anak dilakukan secara berulang-ulang. Pola lantai simetris, iringan musik pada Tari Anak yaitu musik live dengan syair yang berisi pantun bertutur. Kata kunci: hasil, tari Anak, bentuk penyajian.
PEMBELAJARAN PIANO UNTUK ANAK AUTISME DI SEKOLAH MUSIK MORITZA Amalia, Lula; Ismawan, Ismawan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5598

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran piano untuk anak autisme di Sekolah Musik Moritza. Subjek dalam penelitian ini adalah murid dan guru piano di Sekolah Musik Moritza. Sedangkan objek penelitiannya adalah pembelajaran piano di Sekolah Musik Moritza. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan yaitu, teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran piano untuk anak Autisme di Sekolah Musik Moritza terdiri dari kegiatan menyapa murid, me-riview pelajaran yang dilakukan selama 3 menit, memberikan materi, guru melakukan evaluasi kepada murid, dan mengajarkan bernyanyi kepada murid di waktu 5 menit terakhir. Materi yang digunakan merupakan buku I (easy part piano 01) dan buku II (easy part piano 02). Selain itu, ada pula lagu pop dan lagu anak-anak. Metode yang diajarkan berupa reading,hearing, memory singing, dan finger drill. Reading yaitu tahap melatih murid untuk membaca notasi balok. Hearing yaitu tahap dimana murid mendengar dan peka terhadap dinamika maupun aksen dalam musik. Memory singing yaitu murid menyanyikan lagu yang sudah pernah bahkan sering dinyanyikan sebelumnya (notation singing) guna melatih daya ingat murid. Pada metode finger drill melatih keterampilan dan penjarian murid dalam bermain piano, yang diawali dengan memainkan tangga nada C mayor. Terdapat pula metode Q yang memiliki komponen diantaranya; murid harus paham tujuan belajar mereka dan apa yang sedang dan akan mereka lakukan, guru menjelaskan materi secara visual dan matematikal, guru mengajarkan satu materi dalam satu waktu, guru mengajarkan yang mudah terlebih dahulu, guru melakukan review pelajaran sebelumnya, guru melakukan kritik permainan yang bersifat positif, dan guru harus mampu membesarkan kepercayaan diri murid.Kata kunci: pembelajaran piano, anak autisme
Co-Authors Abdillah Abdillah Abdurrokhim ⠀ Ahmad Syai Ahnaf, Jemi Saputra Almunadia, Almunadia Am, Zakiati Amalia, Lula andini, amanda Arda, Nantuhateni Arifkan, Arizki Arismunandar, Reza Arrayyan, Ahyar Ashilla, Poetri Asmaul Husna Asmedy, Asmedy Aton Patonah, Aton Aulia Febrila, Ashya Bakhir , Norfarizah Mohd Cut Zuriana Dahlia, Meli Edi, Muhammad Elviana, Latifah Fadlurrahman, Al Faisal Helmi FALAH, MUHAMMAD FAZRUL Fathirma'ruf, Fathirma'ruf Fhata, Mizanul Fitri Anggriani Fitri, Aida Fitria Fitria Fitriah Fitriah hafid, mukhsin Hamdani Hamdani Hanifa, Nadila Hartawi Riskha, Hartawi Haryadi Permana Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Hilza, Widya Hulwan, Hulwan Hutapea, Boison Ildrem Syafri Indriana, Radilla Irfandi, Jalil Irvan Sophian, Irvan Iyan Haryanto, Iyan Jatiana, Cut Afrina Jatsiah, Siti Nadia Johanes Hutabarat Khoirullah, Nur Liana, Rizka Afriza Lihadi, Riva Lindawati Lindawati Maghfirah, Ridha Maghfirah, Ulen MASTURA, FADHILA Miranda, Intan Mirza Fahmi Mukti, Muhammad Ma'ruf Muslimah, Rina Mustaqilla, Syarifah Na:am, Muh Fakhrihun Nadia, Ayi Sri Nanda Natasia Nurbiyanti, Nurbiyanti Nurlaili Nurlaili Nurmuttaqin, T.Ikkin Palawi, Ari Pradifta, Alif Pramudyo, Tulus prayudi, Andi Puspita, Nelva Putri Salwa, Indah Shasqiah Rahmi, Mauliza Rahmina, Ayu Ramadian, Aldrin Ramdiana , Ramdiana Ramdiana, Ramdiana Rida Safuan Selian Safda, Deslima Safitri, Devira Samsuri Samsuri Saprana, Rifqi Dwi Siti Sarah, Siti Supadmi, Tri Supriyaddin, Supriyaddin Susana Susana Syafriruddin, Syafriruddin Syahputra, Muhammad Naufal Syamsuriana, Nur Syarif, Cut Anzar Tengku Hartati Ullya, Nailul Ulya, Raysa Hiyal Vijaya Isnaniawardhani Viliani, Devi Wahyuni, Laina Wulandari, Widyana Yohanes Tan, Yohanes Zakiyanti, Zakiyanti Zufialdi Zakaria, Zufialdi