p-Index From 2021 - 2026
10.228
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Jurnal Surya Medika Jurnal Keperawatan Silampari Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Faletehan Health Journal Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Bidan Cerdas Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesmas Asclepius Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu Mitra Raflesia (Journal of Health Science) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Abdimas Serawai AKM: Aksi Kepada Masyarakat Quality : Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Mandiri JIMAKUKERTA Jurnal Keperawatan Jurnal Pengabdian Kesehatan Riset Informasi Kesehatan Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Proceeding of Bengkulu International Conference on Health Al-Suaibah Midwifery Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Identifying risk factors contributing to anxiety in health science students Febriawati, Henni; Syarif, Afwan; Fransisca, Lidya; Angraini, Wulan; Agustinawati, Zulaikha
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i2.1002

Abstract

Background : Mental health among adolescents is significantly affected by various risk factors, particularly anxiety, which can hinder academic performance and overall well-being. This research aims to identify the anxiety risk factors among students at STIKES Al-Su'aibah, highlighting the prevalence and impact of these factors on their mental health. Method: A quantitative descriptive study was conducted using closed questionnaires to collect structured data from students. This approach allows for the measurement and comparison of responses, enabling the identification of specific patterns and characteristics related to anxiety risk. Results: Out of 138 participants, 53.3% reported no anxiety, while 43.3% experienced mild to moderate anxiety, with 3.3% facing severe anxiety. Factors influencing anxiety include academic pressure, limited social support, and lifestyle choices such as dietary habits and physical activity levels. Notably, the study found a significant relationship between smoking and anxiety levels (p = 0,02). Conclusion : The findings indicate a notable prevalence of anxiety among students, underscoring the need for enhanced mental health screening and support programs at educational institutions. Strategies such as counseling, stress management training, and community-building activities are recommended to promote the psychological well-being of students.
Hubungan Perencanaan (P1) Terhadap Capaian Program KIA-KB di Puskesmas Kota Bengkulu Febriawati, Henni; Meirinasari, Risky; Adhinata, Ferry; Angraini, Wulan
Al-Su’aibah Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : STIKES Al-Su’aibah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69597/amj.v3i1.35

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pelayanan promotif dan preventif guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran manajemen Puskesmas, khususnya dalam aspek perencanaan (P1), dengan pencapaian indikator program KIA-KB di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis chi-square. Populasi meliputi tenaga kesehatan dan masyarakat pengguna layanan di 20 Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas perencanaan dengan capaian program KIA-KB (p = 0,001). Puskesmas dengan perencanaan yang baik cenderung lebih mampu mencapai target program secara optimal. Faktor kunci keberhasilan perencanaan meliputi penggunaan data yang akurat, pelibatan lintas sektor, serta pembagian peran yang jelas. Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting dalam siklus manajemen pelayanan kesehatan. Dalam konteks Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), capaian program yang tinggi juga berkontribusi pada insentif kapitasi dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajemen, khususnya dalam perencanaan berbasis bukti, menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan primer
Hubungan Konsumsi Ikan Dengan Tingkat Kecukupan Protein Anak Batita Pada Keluarga Nelayan Di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Oktavia, Desi; Oktavidiati, Eva; Febriawati, Henni; Angraini, Wulan
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i1.5325

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Dinas Perikanan Kota Bengkulu diketahui bahwa masyarakat nelayan hanya mengkonsumsi ikan 30% dari hasil penangkapan. Hal ini karena status ekonomi masyarakat nelayan di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu yang masih tergolong menengah ke bawah sehingga lebih memilih untuk menjual ikan hasil tangkapannya daripada mengkonsumsinya. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bengkulu Kecamatan Teluk Segara memiliki angka konsumsi ikan yaitu sebesar 19,26 kg/kapita/tahun, angka ini masih cukup rendah dibandingkan dengan angka konsumsi ikan nasional. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Mix method dengan pendekatan Explanatory. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi ikan dengan kecukupan protein (p-value = 0,054), sedangkan tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi ikan dengan kecukupan protein (p-value). = 0,438). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan konsumsi ikan dengan konsumsi protein anak, sehingga Ha ditolak dan H0 diterima. Hal ini kemudian didukung oleh data kualitatif yang menunjukkan bahwa pola konsumsi ikan berpengaruh terhadap asupan protein pada anak usia dini. Karena tidak ada hubungan frekuensi konsumsi ikan dengan kecukupan protein pada balita, maka Ha ditolak dan H0 diterima. Kemudian didukung data kualitatif bahwa frekuensi konsumsi ikan tidak berpengaruh terhadap asupan protein balita di Kecamatan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, karena pada saat frekuensi konsumsi ikan tinggi atau sering tetapi dalam jumlah sedikit, itu tidak dapat mempengaruhi kecukupan protein. Hal ini dikarenakan ayah dari anak tersebut bekerja sebagai nelayan dan tidak melaut setiap hari. Kesimpulan dan Saran: Pola konsumsi ikan batita baik dimana hal ini dikarenakan pekerjaan ayah mereka sebegai nelayan, namun hal tersebut tidak bisa menjadikan konsumsi protein nya juga baik karena setiap ikan memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Kata kunci: Konsumsi Ikan, Protein, Batita
Service Quality, Satisfaction and Patient Loyalty in Public Health Center of Bengkulu Febriawati, Henni; Yandrizal, Yandrizal; Angraini, Wulan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.464 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.757

Abstract

Loyalty services by patients depend on the quality of service received. Therefore, quality is the main competitive advantage and is an important aspect of a health service. In Bengkulu City, there were 156,854 people with a total contact rate of 15,726 (10.06%) with sick visits of 13,068 (8.33%) and healthy visits of 2,658 (1.69%). The high number of sick visits requires quality individual health services. The research design used was exploratory with a cross-sectional observational approach with hypothesis testing.  And then to determine the relationship between the quality of curative services, quantitative methods, and qualitative methods, to determine the role of management in improving the quality of health services on patient satisfaction and customer loyalty in community health centre services. The results showed a significant relationship between the quality of health services and patient satisfaction and patient satisfaction with the customer loyalty to the community health centre in Bengkulu City (p = 0.001). Analysis of management improvements to improve the quality of achieving the health centre's indicator targets includes planning. So every three months, to discuss any problems in the implementation of each program, monitoring the assessment and evaluation of the implementation of activities at the community health centre carried out internally and externally. The services provided are good because the community health centre officers carry out efforts in service quality, especially in terms of the dimensions of empathy and physical evidence. Nevertheless, the community health centre should continue to improve service performance to meet the wishes and needs of patients with continuous and programmed efforts.Abstrak: ualitas pelayanan merupakan keunggulan bersaing yang utama dan perlu disadari bahwa kepuasan pasien merupakan aspek penting dalam suatu pelayanan kesehatan. Jika pelayanan yang diperolah memenuhi harapan pasien maka akan memunculkan minat memanfaatkan kembali penyedia pelayanan kesehatan tersebut. Di Kota Bengkulu terdapat sebanyak 156.854 jiwa dengan jumlah kontak rate 15.726 (10,06%) dengan kunjungan sakit sebanyak 13.068 (8,33%) dan kunjungan sehat 2.658 (1,69%). Masih tinggi angka kunjungan sakit menuntut pelayanan kesehatan perseorangan yang bermutu. Desain penelitian yang digunakan adalah eksploratori dengan pendekatan observasional Cross Sectional untuk metode kuantitatif dengan uji hipotesis dan metode kuantitaf  untuk mengetahui peran manajemen dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap kepusasan pasien dan kepuasan pasien terhadap minat memanfaatkan kembali puskesmas. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan mutu pelayanan kesehatan terhadap kepusasan pasien dan kepuasan pasien terhadap minat memanfaatkan kembali puskesmas di Kota Bengkulu (p=0,001). Hasil penelitian kualitatif menunjukan pelayanan yang diberikan sudah baik karena petugas puskesmas menjalankan upaya demensi kualitas pelayanan terutama dari segi dimensi empati dan bukti fisik. Meskipun demikian, sebaiknya pihak puskesmas harus terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kinerja pelayanan guna memenuhi keinginan dan kebutuhan pasien dengan upaya secara kontinyu dan terprogram.
KUNJUNGAN PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR TERHADAP KUNJUNGAN PENGOBATAN DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU: INTEGRATED COACHING POST PROGRAM FOR NON-COMMUNICABLE DISEASES ON TREATMENT VISITS AT PUSKESMAS, BENGKULU CITY Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Sarkawi, Sarkawi; Oktarianita, Oktarianita
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v18i1.943

Abstract

Pos pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kasus-kasus PTM dengan sasaran kelompok masyarakat berusia 15 tahun ke atas. Sampai saat ini pelaksanaan posbindu PTM di 20 wilayah kerja puskesmas Kota Bengkulu belum tepat sasaran, hal ini terlihat dari partisipasi masyarakat yang berkunjung ke Posbindu PTM didominasi oleh kelompok usia di atas 47,59 tahun. Penelitian ini melihat dengan aktifnya peserta mengikuti kegiatan Posbindu PTM akan berbanding lurus dengan menurunnya tingkat kunjunagn berobat ke Puskesmas. Tujuan penelitian keaktifan kunjungan peserta Posbindu PTM terhadap kunjungan pengobatan di Puskesmas Kota Bengkulu. Desain penelitian ini adalah eksploratori dengan pendekatan observasional Cross Sectional dengan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan kunjungan Posbindu PTM terhadap kunjungan pengobatan ke Puskesmas dan metode kualitatif untuk mengetahui implementasi program Posbindu PTM. Sampel penelitian berjumlah 136 orang dengan teknik Accidental Sampling. Uji validitas dan reabilitas instrument pada peserta aktif Posbindu pada Kabupaten Bengkulu Tengah dan pada peserta bukan Jaminan Kesehatan Nasional.   Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh kunjungan program Posbindu PTM terhadap kunjungan pengobatan ke puskesmas Kota Bengkulu (p = 0,629). Sejalan dengan peserta posbindu PTM berusia 47,59 tahun ke atas tidak ada pengaruh kunjungan peserta terhadap kunjungan sakit. Analisis implementasi program Posbindu PTM sudah berjalan sesuai SOP dengan kegiatan yang sangat dirasakan bermanfaat bagi peserta terutama dalam hal pemantauan status kesehatan. Namun, masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posbindu karena  pelaksanaannya yang mayoritas dilakukan pada saat jam kerja, sehingga sasaran kegiatan didominasi oleh kelompok lansia. Permasalahan lain adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang Posbindu PTM yaitu dengan kegiatan yang dibatasi oleh pemeriksaan kesehatan saja tanpa adanya kegiatan pengobatan lebih lanjut. Diharapkan adanya koordinasi dari pihak puskesmas dan kader dalam mengkomunikasikan mengenai pentingnya program Posbindu PTM kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pemantauan status kesehatan.
PROSES (Waste Alms Program) As an Alternative Innovation for Household Waste Management Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Suryani, Iis; Kosvianti, Emi; Afriyanto, Afriyanto; Wati, Nopia; Jafrizal, Jafrizal; Yusmaniarti, Yusmaniarti
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3050

Abstract

Bengkulu Province annual waste accumulation reaches 38,417.16 tons/year, and the volume of waste in Bengkulu City is increasing every day. The total waste entering the Landfills is 648.85 M3, and the condition of the TPA which has been operating for 32 years is expected to decline over the next year. Careless waste disposal will cause water to clog, which further leads to flood. Based on the 2020 Indonesian Disaster Risk Index, Bengkulu province is at the second highest risk for flood after West Sulawesi. This condition will even get worse if the water flow is blocked by waste. Simple action can turn waste into useful objects through waste donation. This study aims to implement waste donation program as an alternative innovation in managing household waste. This was a community-based study with a cross-sectional research design carried out in June and July 2023. The population involved family households in Bengkulu City in 2021. The study samples were selected using a simple random sampling technique which found 542 households. This study has obtained a certificate of ethical approval from the Bengkulu Health Polytechnic Number No. KEPK.BKL/416/06/2023 dated June 30, 2023. Data were analyzed through univariate analysis and analysis of interview results. Most households in Bengkulu City were aged 29-58 years, married, had less than a high school education, unemployed, and had poor levels of  knowledge, attitude, and behavior regarding household waste management. There is a need for commitment from the Environmental Service, District, Village, Head of Neighborhood Units (RT), LPM and Community Figures regarding the implementation of the Waste donation Program. The support of the smallest community unit, namely the Chairman of the Neighborhood Unit, is the key to the success of household waste management among households, especially in sorting organic and inorganic waste. Such practice will help make the waste donation program a success. Waste donation can be an alternative for households in worship and also help reduce the accumulation of waste in Landfills. It is recommended cooperation between the Village Community Empowerment Institution and the Waste Bank in providing routine assistance to the Waste donation Program.
Faktor Berhubungan dengan Pemberian Vitamin A Angraini, Wulan; Oktavianti, Elia; Febriawati, Henni; Husin, Hasan; Sarkawi, Sarkawi; Agustinawati, Zulaikha
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16682

Abstract

ABSTRACT Vitamin A is the most important nutrient, vitamin A has various uses in various ways to reduce mortality and the risk of disease. The Ministry of Health establishes public health policies and Vitamin A supplementation programs in the field. The process begins with preparation, continues with the provision of vitamin A capsules, and ends with delivery to the intended recipients, namely infants and toddlers. The main objective of this study was to determine what variables are related to the provision of vitamin A in the Kuala Lempuing Health Center work area, Bengkulu City. After data collection, the number of valid samples that met the inclusion and exclusion criteria was 45 samples, based on the initial sample of 76 respondents selected using the Accidental Sampling technique. Based on the results of the analysis, several variables were found that were related to the provision of vitamin A and several variables that were not related. The variables of knowledge and the role of cadres were related (each p = 0.038 and p = 0.023), while the relationship (each p = 0.057), distance (each p = 1000), and family support (each p = 0.454) were not related. The function of cadres in providing vitamin A is significantly related to the knowledge factor. Vitamin A and the increasing responsibility of cadres to provide it to toddlers should be the subject of routine counseling. Keywords: Knowledge, Attitude, Distance, Family Support, Role of Cadres, Vitamin A  ABSTRAK Vitamin A merupakan zat gizi yang paling penting, vitamin A memiliki bermacam kegunaan dalam berbagai cara untuk mengurangi angka kematian dan resiko penyakit. Kementrian kesehatan menetapkan kebijakan kesehatan masyarakat dan program sumplementasi Vitamin a di lapangan. Proses dimulai dari persiapan, dilanjutkan dengan pemberian kapsul vitamin A, dan diakhiri dengan penyerahan kepada penerima yang dituju, yaitu bayi dan balita.  Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui variabel apa saja yang berhubungan dengan pemberian vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Setelah dilakukan pengumpulan data, diperoleh total sampel valid dengan kriteria inklusi maupun eksklusi sebanyak 45 sampel, berdasarkan sampel awal sebanyak 76 responden yang dipilih dengan teknik Accidental Sampling. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa variabel terkait pemberian vitamin A dan beberapa variabel yang tidak berhubungan. Variabel pengetahuan dan peran kader terdapat hubungan (masing-masing p=0,038 dan p=0,023), sedangkan keterkaitan (masing-masing p=0,057), jarak (masing-masing p=1000), dan dukungan keluarga (masing-masing p=0,454) tidak terdapat hubungan. Fungsi kader dalam pemberian vitamin A berhubungan signifikan dengan faktor pengetahuan. Vitamin A dan meningkatnya tanggung jawab kader untuk menyediakannya kepada balita harus menjadi subjek konseling rutin. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Jarak, Dukungan Keluarga, Peran Kader, Vitamin A
Faktor Penyebab Cemas Pada Pekerja Wanita Usia Subur Febriawati, Henni; Wati, Zulaikha Agustina; Angraini, Wulan; Yanuarti, Riska; Puteri, Febyona Jolest
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14548

Abstract

ABSTRACT According to the East Java Province Communication and Information Service, in 2023 the number of female workers in East Java will increase by 0.47%. 56.11% of workers in East Java are women. This study aims to determine the factors of depression/anxiety in female workers of childbearing age (WUS) with an age range of 15-49 years. The research design used is mixed methods research by combining quantitative data (Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 test) and qualitative data (in-depth interviews). The results of the Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 test show that 3 out of 15 female workers of childbearing age experience depression/anxiety. The results of in-depth interviews (In-Depth Interview) show that there are factors that cause depression/anxiety in female workers of childbearing age, namely work factors and individual (family) factors. The conclusion of this research is that there is a relationship between depression/anxiety and reproductive health in female workers of childbearing age. Keywords: Anxiety, Women of Childbearing Age, Worker  ABSTRAK Menurut Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur tahun 2023, jumlah pekerja wanita di Jawa Timur meningkat 0,47%. 56,11% pekerja di Jawa Timur adalah wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor depresi/cemas pada pekerja Wanita Usia Subur (WUS) dengan rentang usia 15-49 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed methods research dengan menggabungkan data kuantitatif (tes Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20) dan data kualitatif (wawancara mendalam). Hasil tes Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 diperoleh 3 dari 15 orang pekerja wanita usia subur mengalami depresi/cemas. Hasil wawancara mendalam (In-Depth Interview) menunjukkan adanya faktor penyebab depresi/cemas pada pekerja wanita usia subur yaitu dikarenakan faktor pekerjaan dan faktor individu (keluarga). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara depresi/cemas dengan kesehatan reproduksi pada pekerja wanita usia subur. Kata Kunci: Cemas, Pekerja, Wanita Usia Subur
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Aplikasi Mobile JKN pada Peserta BPJS Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Ujan Mas Angraini, Wulan; Pratama, Yesa Putri; Yanuarti, Riska; Kosvianti, Emi; Febriawati, Henni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15072

Abstract

ABSTRACT National health insurance provides individuals with health benefits and protection to meet their basic health needs. Health insurance is provided by the government through the Social Security Administering Agency (BPJS), consisting of BPJS Employment and BPJS Health. In order to increase the efficiency of providing health services, BPJS Health introduced the JKN application. This application represents the latest technological advances aimed at increasing individual convenience in accessing services and information at high costs. The aim of the research is to test or validate research hypotheses that answer research problems, while this particular research methodology can be classified as observational research, where researchers make their own observations of variables without any treatment. The research methodology used was a cross-sectional quantitative design with a chi-square test sample of 106 people. Research findings show that there is a significant correlation between knowledge (P Value=0.000), however, there is no significant correlation between gender (P Value=0.568) and ownership of the JKN mobile application. So it can be concluded that knowledge has a relationship, while gender has no relationship with ownership of the JKN mobile application on BPJS Health participants in the UPT Ujan Mas Inpatient Health Center working are.  Keywords: BPJS, Health Services, Mobile JKN  ABSTRAK Asuransi kesehatan nasional memberi individu manfaat maupun perlindungan kesehatan untuk terpenuhinya kebutuhan kesehatan mendasar mereka. Jaminan kesehatan diselenggarakan oleh pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Guna meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan memperkenalkan aplikasi JKN. Aplikasi ini mewakili kemajuan teknologi terkini yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan individu dalam mengakses layanan dan informasi dengan biaya mahal. Tujuan penelitian ialah menguji maupun memvalidasi hipotesis penelitian yang menjawab permasalahan penelitian, sedangkan metodologi penelitian khusus ini dapat digolongkan sebagai penelitian observasional, dimana peneliti melakukan observasi sendiri terhadap variabel tanpa adanya perlakuan apapun. Metodologi penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel uji chi-square sebanyak 106 orang. Temuan penelitian menunjukkan adanya hasil korelasi yang signifikan antara pengetahuan (P Value=0,000) namun, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara jenis kelamin (P Value=0,568) dengan kepemilikan aplikasi mobile JKN. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan, sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan kepemilikan aplikasi mobile JKN pada peseta BPJS Kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Ujan Mas. Kata Kunci: BPJS, Layanan Kesehatan, Mobile JKN 
Factors Associated with the Incidence of Tuberculosis Angraini, Wulan; Sinta, Klara; Febriawati, Henni; Kosvianti, Emi; Rizal, Achmad Faisal; Sarkawi, Sarkawi
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 19 No. 1 (2025): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v19i1.1237

Abstract

Tuberculosis or also known as TB is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, in which the bacterium can not only attack the lungs but also attack other organs such as carbuncles, skin, meningitis, lymph nodes, intestines and other people. The transmission originates when the patient sneezes or coughs so that the germs spread through the air in the form of sputum. This study aims to determine the factors that influence the incidence of tuberculosis in the work area of the Bengkulu Pasar Ikan Market Health Center. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The research was conducted at the Fish Market Health Center in Bengkulu City from November 25 to December 24, 2022. The research sample was taken from a total of 64 people using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out by univariate and bivariate analysis using the chi-square test with α = 0.05. The results of the study showed that there was an influence between age, knowledge, attitudes, gender, smoking habits, ventilation, occupancy density, humidity and lighting related to the incidence of tuberculosis.
Co-Authors Achmad Allfaress, Reffky Achmad Faisal Rizal Achmad Faisal Rizal Adhinata, Ferry Afriyanto A Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afwan Syarif Agus Ramon Agus Ramon, Agus Agustinawati, Zulaikha Ahmad Bagas Pradani Ahmad Syarizal Sidiq Aldi, Renaldi Wira Pranata Alen Elita Amrullah, Hilma Andri, Juli Andry Sartika Angraini, Wulan Annisa Agata Arlina, Sintia Asih Dewi Setyawati Azzaria Fidella Bagus Andrianto, Muhammad Betri Anita Betri Anita Betri Anita, Betri Bintang Agustina Pratiwi Bunga Tiara Kasih Delvita Efrianti Deni Kurniawan Deni Kurniawan, Deni Desenze, Tenia Desri Suryani Dewi Yuliana Diko Anandika Utama diniarti, fiya Diyan Pratiwi Dwi Astuti Dwi Astuti Edi Purwoko Efridayanti, Lussy Ekowati, Sri Elfiana Elfiana Elviza Qurata Ayun Emi kosvianti1, 2 , Emy Susanti3 , Windhu Purnomo4, Agung Suhadi5 EVA OKTAVIDIATI, EVA Exsa Akhirullah Fahreza Kurnia Sari Fatmawati, Tresna Fatsiwi Nunik Andari Feni Ranwo Ferasinta Ferasinta FIRDAUS, FITRIANA Fitriyanti, Melisa Enni Haifa Wahyu Harsismanto J Heldi Saputra Hilma Amrullah Husin, Hasan Iis Suryani Irfana Syafitri Islamuddin Islamuddin Ivan Ahmad Nurcholis Jafrizal Jafrizal Joey Ramadan Putra Juli Andri Kartika, Aulia Kuatno, Kuatno Laila, Zarli Nisfa Larra Fredrika Lastari, Desi Leni Delta Lidya Fransisca, Lidya Lina, Liza Fitri M. Amin M. Amin M. Ismail Shaleh Maghfiroh, Arina Amalia Mandraguna, Yosa Mario Ekoriano Martika Yosi Meilaty Finthariasari Finthariasari Meirinasari, Risky Melisa Enni Fitriyanti Mohammad Amin Muhammad Amin Muhammad Arif Tobing Muhammad Randika Alifiyandi Mutiara Nafita Nora Idiawati Nova Kartini Nova Nurwinda Sari Nunik Andari, Fatsiwi Nurhayati, Hestika Oktarianita, Oktarianita Oktavia, Desi Oktavianti, Elia Padila Padila Padila Padila, Padila Panzilion . Parwito Parwito, Parwito Pradani, Ahmad Bagas PRAMITA, CHANDRA WIDIATNI Pratama, Yesa Putri Pratiwi, Diyan Puteri, Febyona Jolest Rahayu Susmita Rahmad Lendo Reffky Achmad Allfaress Restu Wulandari Riana Dewi Ririn Harini Riska Yanuarti Rizal, Achmad Faisal Rujung Ali Dori Saputra, Surya Ade Sari, Puja Puspita Sarkawi Sarkawi Sarkawi Sarkawi, Sarkawi Sella, Sabrina Selvi Riwayati Selvia Novita Sari Shaleh, M. Ismail Sinta, Klara Sintia Arlina Siti Nurazisah Sri Ekowati Suciati, Ike Sunaryadi - SURYANI, IIS Tresna Fatmawati Tuti rohani Vica Sekarsari Wahyu, Haifa Wati, Nopia Wati, Zulaikha Agustina Weti Wibowo, Mursid Wulan Angraini Wulan Wijaya Wulandari, Restu Yandrizal Yandrizal Yanti, Lussyefrida Yanuarti, Riska Yesa Putri Pratama Yosi Losyanti Yosi, Martika Yulia Afriza Yuni Kartika Yusmaniarti Yusuf Randi