Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Interpersonal Pemimpin Lokal di Kelompok Tani Mangrove Berkah Anugerah Desa Karangjaladri dalam Mitigasi Bencana Fakhriadi, Irham Ahmad; Gutama, Arie Surya; Resnawaty, Risna
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v11i1.91772

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran interpersonal pemimpin lokal di Kelompok Tani Mangrove Berkah Anugerah di Desa Karangjaladri melalui upaya konservasi mangrove sebagai bentuk mitigasi bencana melalui analisis menggunakan salah satu dimensi teori peran pemimpin menurut Mintzberg yaitu peran interpersonal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ketua Kelompok Tani Mangrove Berkah Anugerah telah mencerminkan peran sebagai pemimpin, figur utama dan penghubung dengan memberikan arahan dan motivasi, mewakili kelompok dalam kerja sama dan berbagai kegiatan serta menjalin hubungan dengan pihak luar seperti pemerintah, pihak swasta dan akademisi untuk mendukung keberlanjutan upaya konservasi mangrove. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan deskriptif menggunakan pendekatan fenomenologi melalui wawancara, observasi, dan analis data sekunder. Kesimpulan penelitian ini adalah peran Ketua Kelompok Tani Mangrove Berkah Anugerah selaku pemimpin lokal melalui peran interpersonal memberikan pengaruh dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dan keberlanjutan upaya konservasi mangrove sebagai bentuk mitigasi bencana struktural di Desa Karangjaladri. Implikasi praktisnya mencakup perlunya penguatan kapasitas pemimpin lokal dan mengintegrasikan kelompok tani mangrove ke dalam kebijakan mitigasi bencana daerah. Secara teoritis, temuan ini memperkuat relevansi teori peran menurut Mintzberg dalam konteks kebencanaan. Saran untuk penelitian selanjutnya meliputi eksplorasi tentang faktor pendukung dan penghambat pemimpin lokal dalam mitigasi bencana serta dampak jangka panjang pemimpin lokal terhadap ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana serta perbandingan model peran pemimpin lokal dalam program mitigasi bencana berbasis ekosistem.
Membedah Pilar Community Development di Desa Sejahtera Mandiri Ciburial: Kajian Literatur Berdasarkan Teori Gilchrist dan Taylor Alika, Salsabila Tresna; Resnawaty, Risna
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.65967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis praktik pemberdayaan masyarakat di Desa Ciburial melalui pendekatan studi literatur. Kerangka analisis menggunakan empat pilar utama community development menurut Gilchrist dan Taylor (2022), yaitu informal education, collective action, organisation development, dan networking. Literatur yang dikaji mencakup tujuh karya utama yang membahas program-program pemberdayaan yang ada di Desa Ciburial. Hasil menunjukkan bahwa program-program tersebut mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembelajaran non-formal, pengambilan keputusan kolektif, pembentukan kelembagaan lokal, serta pembangunan jejaring dengan berbagai aktor internal dan eksternal. Temuan ini memperkuat bahwa Desa Ciburial telah menerapkan prinsip community development dalam upaya mewujudkan Desa Sejahtera Mandiri yang partisipatif dan berkelanjutan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN ECENG GONDOK DI BENDUNGAN JATILUHUR Pratama, Yudhistira Anugerah; Resnawaty, Risna; Raharjo, Santoso Tri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.36350

Abstract

Abstract. One of the strategic locations in West Java, the Jatiluhur Dam, has an impact on increasing the amount of pollution contained in it, including excessive water hyacinths. To deal with this problem, Presidential Regulation Number 60 of 2021 has also been issued. The purpose of this study is to explain community participation based on the four dimensions of participation described by Wilson & Wilde, namely influence, inclusivity, communication, and capacity. Qualitative descriptive methods are used. The results showed that the community participated in the processing of water hyacinths at the Jatiluhur Dam. Capacity is the most dominant dimension, but other factors, such as influence, inclusion, and communication, are still important to develop in capacity development. In addition, the researchers also suggest conducting further research by considering the latest obstacles and potentials to see the effect of statistical participation on community welfare.Keywords: Influence; inclusivity; communication; capacity; water hyacinth. Abstrak. Salah satu lokasi strategis di Jawa Barat, Bendungan Jatiluhur, berdampak pada peningkatan jumlah polusi yang tertampung di dalamnya, termasuk eceng gondok yang berlebihan. Untuk menangani masalah ini, Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 juga telah dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan partisipasi masyarakat berdasarkan empat dimensi partisipasi yang dijelaskan oleh Wilson & Wilde, yaitu pengaruh, inklusivitas, komunikasi, dan kapasitas. Metode deskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi dalam pengolahan eceng gondok di Bendungan Jatiluhur. Kapasitas adalah dimensi yang paling dominan, tetapi faktor lain, seperti pengaruh, inklusi, dan komunikasi, masih penting untuk dikembangkan dalam pengembangan kapasitas. Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan hambatan dan potensi terbaru guna melihat pengaruh partisipasi secara statistik terhadap kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Pengaruh; inklusivitas; komunikasi; kapasitas; eceng gondok.
Model Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Aset Masyarakat di Kecamatan Jatinangor Resnawaty, Risna; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v5i1.9776

Abstract

The pattern of top-down development often create new problems for society, among others, issues of poverty that occurred in the area of   education Jatinangor. The local community were marginalized by the regional changes. Agriculture areas which is the place for working has transformed into educational and residential areas. The change didn’t considering the ability of society to change in accordance with the expected development. Various programs of addressing poverty has been done by the government but the level of unemployment and poverty in the region Jatinangor not significantly reduced. The low level of education of the community in reality that is ironic for an area  which has five colleges of higher education. To overcome these problems, Community development is one strategy for urban poverty reduction, Jatinangor has community-owned assets as capital that can be used to reduce the problems of poverty. There are two important issues relating to existing assets include “optimalization” strategy purposes to improve the functioning of the asset in improving the quality of life and solving problemsof poverty, as well as the “revitalization” strategy purposes to improve existing assets or deemed less support or be the ause of the problem of poverty itself.Keywords: Community Development, Assets Based Community Development, Poverty Reduction.
POLICY EVALUATION IN WASTE BANK IN SUKARAME VILLAGE, PACET DISTRICT, BANDUNG REGENCY Pratama, Yudhistira Anugerah; Raharjo, Santoso Tri; Resnawaty, Risna
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35370

Abstract

Abstract. Waste bank is one of the efforts based on policies to preserve the environment. Similarly, Sukarame Village, Pacet District, Bandung Regency began to establish a waste bank with the same goal. This study aims to evaluate policies through four dimensions which include legislation, background and objectives, member participation, and source system support. Qualitative descriptive methods are used, supported by observation, interviews, and literature reviews. The results showed that although the available source system has played an active role, most of the dimensions of policy evaluation in the waste bank in Sukarame Village have not been implemented optimally. Based on these findings, researchers suggest several efforts to optimize policies in waste banks in Sukarame Village, such as increasing socialization and education, increasing social campaigns, providing facilities, regulations, and resources, providing incentives and rewards, and forming a strong network. Keywords: legislation; member participation; sourcing system support; waste bank. Abstrak: Bank sampah merupakan salah satu upaya yang dilandasi oleh kebijakan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Begitu pula dengan Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang mulai mendirikan bank sampah dengan tujuan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan melalui empat dimensi yang meliputi peraturan perundang-undangan, latar belakang dan tujuan, partisipasi anggota, dan dukungan sistem sumber. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang didukung dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem sumber yang tersedia telah berperan aktif, namun sebagian besar dimensi evaluasi kebijakan pada bank sampah di Kelurahan Sukarame belum terlaksana secara optimal. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan beberapa upaya untuk mengoptimalkan kebijakan di bank sampah di Kelurahan Sukarame, seperti meningkatkan sosialisasi dan edukasi, meningkatkan kampanye sosial, menyediakan fasilitas, peraturan, dan sumber daya, memberikan insentif dan penghargaan, serta membentuk jaringan yang kuat. Kata kunci: legislasi, partisipasi anggota, dukungan sistem sumber, bank sampah.
UPAYA PENANGANAN PERMASALAHAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY (CSR) Aufar, Alma Fildzah; Raharjo, Santoso Tri; Resnawaty, Risna
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Volume 6 Nomor 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.869 KB) | DOI: 10.22437/jisipunja.v6i1.16312

Abstract

Perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentan akibat masih belum dapat mengakses hak-hak yang dimilikinya. Hal ini menjadikan perempuan ada di keadaan yang keadaan yang tak terlindungi, dalam keadaan yang penuh risiko, serta sangat rentan terhadap bahaya terutama karena adanya kemungkinan mendapatkan kekerasan dari kelompok lain. Maka berbagai upaya dilakukan untuk merespon permasalahan perempuan dan bertujuan membuat perempuan jauh lebih berdaya atas dirinya sendiri. Artikel ini mencoba mengidentifikasi berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai bidang perusahaan yang berbeda yang berfokus pada upaya merespon permasalahan yang dihadapi perempuan khususnya di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Hasil dari penulisan artikel ilmiah ini menjelaskan beberapa program CSR dalam upaya penanganan permasalahan perempuan seperti PT. Teltranet Aplikasi Solusi (Telkomtelstra) melalui program White Ribbon Campaign dan program Brilliant Connected Women, PT. Pertamina yang melaksanakan program Pertamina Sehati (kesehatan ibu dan anak), Angkasa Pura Airports dengan Komunitas Srikandi Angkasa Pura Airports, Indosat Ooredoo dengan program Inspera (Inspirasi Perempuan Indonesia) dan, L’Oreal Paris melalui program L’Oreal for the future dan kampanye Stand Up Against Street Harassment
Beyond Resilience in Capacity Building: Harnessing Ordinary Magic to Empower Farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency Pratama, Yudhistira Anugerah; Isnajati, Louisiani Mansoni; Resnawaty, Risna; Darwis, Rudi Saprudin
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2025.142-02

Abstract

This study examines the impact of capacity building on the resilience of farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency, using a quantitative associative approach. The sample comprised 74 farmworkers from Babakan Village. Data were collected through observations, interviews, literature reviews, documentation, observation guidelines, and questionnaires. The findings reveal a positive and significant relationship between capacity building and farmworkers’ resilience, with capacity building accounting for 74.0% of the variance in resilience. However, both capacity building and resilience remain at moderate levels, indicating a need for improvement. Current capacity-building efforts focus on maximizing resilience but overlook development needs and cultural factors, which undermines the inherent resilience of farmers in facing challenges. The concept of ‘ordinary magic,’ derived from farmers’ long-term experiences and adaptability to change, cannot be fully realized through training-based capacity building alone. A cultural humility model that incorporates cultural aspects into the assessment process is needed to shift capacity building from solely enhancing resilience to fostering broader development. Keywords: capacity strengthen, resilience, farmworkers   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penguatan kapasitas terhadap resiliensi buruh tani di Desa Babakan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 74 buruh tani yang berdomisili di Desa Babakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, pedoman observasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani, di mana penguatan kapasitas berkontribusi sebesar 74,0% terhadap variasi tingkat resiliensi. Meskipun demikian, tingkat penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani secara umum masih berada pada kategori sedang, sehingga memerlukan upaya peningkatan yang lebih berkelanjutan. Praktik penguatan kapasitas yang berjalan saat ini cenderung berfokus pada optimalisasi resiliensi, namun belum secara memadai memperhatikan kebutuhan pengembangan dan faktor-faktor kultural yang melekat dalam kehidupan buruh tani. Kondisi ini berpotensi melemahkan resiliensi yang secara inheren telah dimiliki buruh tani dalam menghadapi berbagai tantangan struktural dan lingkungan. Lebih lanjut, konsep ‘ordinary magic’ yang bersumber dari pengalaman jangka panjang buruh tani serta kemampuan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan tidak sepenuhnya dapat diwujudkan melalui pendekatan penguatan kapasitas yang semata-mata berbasis pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan model cultural humility yang mengintegrasikan aspek budaya dalam proses asesmen dan intervensi, sehingga penguatan kapasitas tidak hanya berorientasi pada peningkatan resiliensi, tetapi juga mendorong pengembangan yang lebih komprehensif dan kontekstual. Kata kunci: penguatan kapasitas; resiliensi; buruh tani
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DIGITALISASI BISNIS PADA PENDAMPING UMKM DI KOTA TANGERANG Rivani, Rivani; Hanidah, In-In; Resnawaty, Risna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60995

Abstract

Digitalisasi bisnis adalah metode penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di Kota Tangerang. UMKM dengan digitalisasi bisnis dapat meningkatkan daya saing usahanya. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas pelatihan tentang teknologi digitalisasi bisnis dan program pendampingannya yang ditawarkan kepada para pendamping digitalisasi bisnis untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam membantu proses digitalisasi bisnis UMKM. Kegiatan ini bersifat kualitatif dan didukung dengan data primer yang dihasilkan dari observasi, wawancara, dan survei ke lapangan menggunakan kuesioner di antara 40 peserta program pelatihan digitalisasi bisnis yang merupakan Account Officer dari Lembaga Keuangan Mikro. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan sangat baik, ditunjukkan dengan antusiasme peserta dan penilaian positif terhadap materi serta keterampilan pemateri. Pada pendampingan pasca-pelatihan, 81% pelaku UMKM mampu mencatat transaksi keuangan secara tertib, 86% mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi, dan 41% menggunakan marketplace untuk transaksi digital. Kendala utama adalah preferensi pelaku UMKM terhadap metode tradisional akibat keterbatasan teknologi atau faktor usia. Program ini membuktikan bahwa pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dapat memperkuat peran pendamping UMKM dalam mendukung transformasi digital. Dukungan berkelanjutan dari mentor dan narasumber ahli juga menjadi kunci keberhasilan implementasi digitalisasi pada UMKM di Tangerang.
The Exit Strategy Process in the Corporate Social Responsibility Program: A Case Study of the Kampung Berseka Program by PT Bio Farma (Persero) Resnawaty, Risna; Adiansah, Wandi; Firmansyah, Tendry; Setiadji, Hidayat
International Journal of Business, Economics, and Social Development Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Business, Economics, and Social Development (IJBESD)
Publisher : Rescollacom (Research Collaborations Community)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijbesd.v7i1.1200

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) practice is a form of corporate commitment to supporting sustainable social and environmental development. The success of CSR based on community development is not only determined by the achievements of the program, but also by the existence of an exit strategy that is able to encourage community independence and sustainability. This study aims to analyze the implementation of exit strategy in the BERSEKA Village Program implemented by PT Bio Farma (Persero) in Padaasih Village, Conggeang District, Sumedang Regency. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with PT Bio Farma (Persero) who are directly involved in the formulation and implementation of the program, and supported by a documentation study consisting of program implementation reports, social mapping results, and monitoring and evaluation documents owned by PT Bio Farma (Persero). The results of the study show that the exit strategy in the BERSEKA Village Program is designed gradually and systematically through the phasing down, phasing out, and phasing over mechanisms. This strategy is realized through gradual reduction of the role of companies, strengthening local capacity and institutions, and transferring management roles to the community and village government. The implementation of the exit strategy contributes to maintaining the sustainability of the program and reducing the community's dependence on external interventions.
Co-Authors Ade Jafar Sidiq Agus Wahyudi Agus Wahyudi Riana Alika, Salsabila Tresna Anita Listyani Anita Listyani, Anita Apep Risman Apep Risman, Apep Aprilia, Nadya Putri Arie Surya Gutama Aufar, Alma Fildzah Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Cita Insaniah Muhammad Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Deliarnoor, Nandang Alamsah Dessy Hasanah Dessy Hassanah Eka Maulia Agustine Eka Maulia Agustine, Eka Maulia ELIKA, ELMAGHFIRA PUTRI Fachria Octaviani Fakhriadi, Irham Ahmad Feronika, Ester Sarah Firmansyah, Tendry Gevia Nur Isna Deraputri Gevia Nur Isna Deraputri, Gevia Nur Isna Gina Bunga Nayenggita Hanan, Nabila Amirah Hani Fauziyyah Hani Fauziyyah, Hani Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Hikmah, Arropi In-In Hanidah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isnajati, Louisiani Mansoni Khoirunnisa, Regita Lenny Meilany Lenny Meilany, Lenny Lin Aqiela Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhammad Akbar Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Nandang Alamsah Deliarnoor Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nandang Muyana Nulhakim, Soni A. Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nurdin, M. Fadhil Nurliana Cipta Apsari NURMIATI, Dwi Rahayu Pratama, Yudhistira Anugerah Pristhalia Vernanda Gunawan Putri, Risya Ananda Rahmadani Rahmadani Ricky Michael Rivani, Rivani - RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Saprudi Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Sarmedi, Sarmedi Sella Khoirunnisa Sella Khoirunnisa, Sella Setiadji, Hidayat Shafira Putri Ramadhani Sidiq, Ade Jafar Silva, Khairani Rahma SINTIA, ARUM Siti Zahara Nur Mega Siti Zahara Nur Mega, Siti Zahara Nur Soni Akhmad Nulhaqim Suleman, Syahputra Adisanjaya Sutrasno Syahputra Adisanjaya Suleman Tri Adi Nugroho, Prasetiyo Wandi Adiansah, Wandi Yasmin Anwar Putri Yasmin Anwar Putri, Yasmin Anwar Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara