Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIJAKAN PENANGANAN GELANDANGAN PENGEMIS BERBASIS PANTI UNTUK KEBERFUNGSIAN SOSIAL PEMERLU PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (PPKS) (STUDI PADA PANTI PELAYANAN SOSIAL PENGEMIS GELANDANGAN ORANG TERLANTAR MARDI UTOMO SEMARANG) Maryatun Maryatun; Santoso Tri Raharjo; Budi Muhammad Taftazani
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol 13 No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Juni 2022
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v13i2.5208

Abstract

Central Java is a province with a large number of homeless people and beggars, namely 1,582 people, with a low ratio of availability of nursing homes for homeless people (1:8). Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) in 2020, Central Java Province experienced an increase in poverty rates and population density from 3.74 million to 3.98 million people, so the number of homeless beggars increased. The purpose of this study was to determine the implementation of policies for handling homeless beggars at the Mardi Utomo Homeless People's Homeless Social Service Home (PPSPGOT) Semarang at each stage in order to know the indicators, supporting factors, and obstacles in the field so that efforts can be made to improve the handling optimally. This is a descriptive, qualitative study with secondary data sources derived from literature studies, documentation, books, articles, and journals from related research and primary data from interviews with the orphanage. The results showed that the handling of homeless beggars was carried out through the initial approach stage, the understanding and understanding stage of the problem, the problem-solving development stage, the problem-solving stage, the resocialization stage, and the termination stage. There are supporting and inhibiting factors in dealing with the homeless and beggars, so efforts are needed to improve in order to achieve the goals of independence and welfare. Keywords: handling homeless beggars, orphanage-based, social functioning.
MEMAHAMI DAMPAK DAN RESIKO PENGUNGKAPAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL UNDERSTANDING THE IMPACT AND RISK OF DISCLOSURE CHILD VICTIMS OF SEXUAL VIOLENCE Detyo Eka Cahya Salim; R Nunung Nurwati; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v12i1.38891

Abstract

Kekerasan pada anak merujuk pada segala bentuk tindakan penyiksaan fisik dan/atau emosional, pelecehan seksual, mengabaikan atau kelalaian penanganan atau eksploitasi komersial atau lainnya kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak dan resiko yang akan ditimbulkan ketika anak melakukan pengungkapan atas kekerasan seksual yang dialaminya kepada pihak lain. Peneliti menggunakan metode studi kajian literatur dengan mengumpulkan data-data sekunder seperti buku, jurnal ataupun artikel-artikel ilmiah lainnya yang mengkaji tentang pengungkapan kejadian yang dialami oleh anak korban kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif yang akan dirasakan oleh anak yang terbuka lebih besar dibandingkan dampak negatif. Anak yang melakukan pengungkapan secara mandiri mendapatkan layanan yang tepat oleh profesioanal, selain itu juga, pengungkapan kejadian yang dialaminya dilakukan oleh anak korban kekerasan seksual sebagai dasar dalam memfasilitasi terjadinya tindakan hukum atas pelaku kekerasan seksual. Seseorang yang kurang mampu dalam self-disclosure, terbukti tidak mampu menyesuaikan diri, kurang percaya diri, timbul perasaan takut, cemas, merasa rendah diri dan tertutup. Mereka yang tidak melakukan self-disclosure terhadap masalah yang sedang dihadapi, mengakibatkan mereka berada dalam kesulitan, dimana mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kondisi ini menyebabkan anak yang tidak melakukan pengungkapan secara mandiri akan menarik dirinya dari lingkungan sosial dan adanya kemungkinan mereka menjadi pelaku tindakan kekerasan seksual ataupun mereka akan memilih untuk menjajahkan diri mereka sendiri. Child abuse refers to all forms of physical and/or emotional abuse, sexual abuse, neglect or neglect of handling or commercial or other exploitation of children. This study aims to obtain an overview of the impact that will be caused when children open up to cases of sexual violence they experience. The researcher uses a literature review study method by collecting secondary data such as journal books or other scientific articles that examine the openness of children who are victims of sexual violence. The results show that the positive impact that will be felt by children who are open is greater than the negatif impact. Children who do self-disclosure can get the right service by professionals. In addition, the openness carried out by child victims of sexual violence is the basis for facilitating legal action against perpetrators of sexual violence. Someone who is less capable of self-disclosure, is proven unable to adjust, lacks confidence, creates feelings of fear, anxiety, feels inferior and closed. Those who do not do self-disclosure of the problems at hand, causing them to be in trouble, where they do not know what to do. This condition causes children who do not disclose independently to withdraw from the social environment and there is a possibility that they will become perpetrators of sexual violence or they will choose to colonize themselves.
MOTHER EDUCATES: QUESTIONING MOTHER’S CARE CAPACITY FOR SCHOOL-AGE CHILDREN Meilanny Budiarti Santoso; Nurliana Cipta Apsari; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v12i2.44457

Abstract

Parenting is a two-way interaction process between parents and children that is influenced by the culture and social institutions in which children are raised. Exploring factors that influence the ways mothers in parenting the children is the focus of this study. The research conducted in qualitative method with a descriptive research design. In-depth interviews, focus group discussions and observations, were the methods used by researchers to gather information from informants. The results show that age, education level, parenting experience received by parents, and the birth order of children contributed to the mother's care process. Using a framework of internal/external driving factors, and internal/external inhibiting factors the researchers chart the influences on mothers’ parenting practices. The researchers recommend developing a local community of mothers as an important strategy for learning and sharing experiences in parenting.
PEMENUHAN HAK ANAK KELUARGA MARGINAL DI KAWASAN TERMINAL BARANANGSIANG KOTA BOGOR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Nadya Putri Aprilia; Budi Muhammad Taftazani; Rudi Saprudin Darwis
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 2 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Bulan Desember Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i2.43043

Abstract

Pandemi Covid-19 ini telah membuat masyarakat marginal memiliki hambatan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang membuatproses pemenuhan hak anak yang berasal dari keluarga marginal juga terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemenuhan hak anak dari keluarga marginal di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis dan pengolahan data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini melibatkan beberapa informan yang terdiri dari orang tua anak keluarga marginal dan Ketua Yayasan Terminal Hujan. Penentuan informan dilakukan berdasarkan tujuan penelitian untuk menggali lebih dalam mengenai pemenuhan hak anak keluarga marginal di masa pandemi Covid-19.Hasil penelitian ini menggambarkan tentang pemenuhan hak bertahan hidup dan berkembang, perlindungan, dan juga partisipasi anak keluarga marginal. Dari ketiga aspek tersebut, didapatkan bahwa aspek hak bertahan hidup dan berkembang serta perlindungan anak sudah diberikan namun belum cukup optimal. Selain itu, untuk mengembangkan pemenuhan hak anak keluarga marginal di Kawasan Terminal Baranangsiang, penulis merekomendasikan sebuah plan of treatment berupa “Pelatihan dan Penyaluran Kerja & Edukasi Hak Anak untuk Penguatan Kemampuan Orang Tua dalam Pemenuhan Hak Anak Keluarga Marginal di Kawasan Terminal Baranangsiang”. The Covid-19 pandemic has made marginalized communities have obstacles in meeting their daily needs, which has impacted the process of fulfilling the rights of children from marginal families. This study described the fulfillment of the rights of children from marginal families during the Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive qualitative research method with case study research techniques. Data collection techniques are in-depth interviews, observation, and documentation studies. Data analysis and processing techniques used are data condensation, data presentation, and data verification. The results of this study describe the fulfillment of the right to survive and develop, protection, and also the participation of children from marginal families. From these three aspects, it was found that aspects of the right to survive and develop as well as child protection have been provided but are not yet optimal. In addition, to develop the fulfillment of the rights of children of marginal families in the Baranangsiang Terminal Area, the author recommends a plan of treatment in the form of "Training and Distribution of Work & Education of Children's Rights for Strengthening the Ability of Parents in Fulfilling theRights of Children of Marginal Families in the Baranangsiang Terminal Area".
PERUBAHAN MIND SET PETANI: REFLEKSI DAMPAK SOSIAL PROGRAM PENGEMBANGAN PERTANIAN SAYUR MAYUR PT GAG NIKEL Mustajir Mustajir; Dyta Mardyani; Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.49190

Abstract

Social return on investment (SROI) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur dampak dari investasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satu bentuk investasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan yaitu Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Penulisan artikel ini ditujukan untuk menggambarkan perubahan pola pikir anggota kelompok tani selaku kelompok penerima manfaat dari Program Pengembangan Pertanian Sayur Mayur sebagai refleksi dari hasil perhitungan SROI yang telah dilakukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, FGD, studi literature dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Pengembangan Pertanian Sayur Mayur telah berhasil mengubah pola pikir anggota kelompok tani, yaitu berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani tentang penggunaan sistem pertanian bedengan, terbentuknya pola pikir untuk menjual hasil pertanian, timbulnya pemikiran untuk membuka usaha dari hasil penjualan sayur, timbulnya kemandirian dalam diri anggota kelompok tani untuk melakukan kegiatan pertanian secara mandiri, timbulnya pemikiran untuk menyekolahkan anak dari uang hasil penjualan sayur, dan terbentuknya pola pikir untuk menabungkan uang hasil penjualan sayur. Social return on investment (SROI) is one method that can be used to measure the impact of social investment made by companies. One form of social investment carried out by the company is the Community Development and Empowerment Program. The writing of this article is intended to describe the change in mindset of farmer group members as beneficiary groups of the Mayur Vegetable Agriculture Development Program as a reflection of the results of SROI calculations that have been carried out. The approach used in this study is a qualitative approach and data collection is carried out by means of in-depth interviews, FGDs, literature studies and literature studies. The results showed that the Vegetable Farming Development Program has succeeded in changing the mindset of farmer group members, namely in the form of increasing knowledge and skills of Farmer Group members about the use of the bed farming system, the formation of a mindset to sell agricultural products, the emergence of thoughts to open a business from the sale of vegetables, the emergence of independence in farmer group members to carry out agricultural activities independently, The thought of sending children to school from the money from selling vegetables, and the formation of a mindset to save money from selling vegetables.
PENGASUHAN POSITIF ORANGTUA DALAM MELINDUNGI HAK ANAK DENGAN DISABILITAS Yusuf Krisman Gea; Budi Muhammad Taftazani; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46432

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan yang begitu dekat dan erat bagi individu-individu yang ada di dalamnya, terkhusus bagi anak. Bagi anak, keluarga merupakan tempat untuk dia mendapatkan perlindungan serta kasih sayang. Sehingga, tidak heran bahwa anak cenderung lebih percaya dan mengandalkan keluarganya dalam hal-hal yang terjadi di dalam hidupnya. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memberikan pengasuhan, didikan, serta perawatan kepada anak. Hal ini bertujuan agar anak dapat menerima kebutuhan-kebutuhan dan hak-hak mereka sebagai anak yang mampu membantu anak menjadi individu yang mandiri nantinya. Mereka yang disebut anak dengan disabilitas tidaklah sama dengan kebanyakan anak yang normal. Anak dengan disabilitas memiliki keterbatasan atau kekurangan baik dari segi fisik, mental, dan intelektual yang menghambat aktivitas kehidupan sehari-hari. Sehingga, pengasuhan positif orangtua terhadap anak dengan disabilitas sangat penting untuk menunjang tumbuh dan kembang anak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengasuhan positif orangtua dalam melindungi hak anak dengan disabilitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan pengumpulan sumber data sekunder. Hasil dalam penelitian ini adalah peran orangtua dalam melindungi hak-hak anak dengan disabilitas antara lain memberikan perlindungan khusus kepada anak, membangun kemandirian anak, memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang bergizi dan sehat, memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman, mendidik, membimbing dan melatih anak, serta memberikan dukungan dan motivasi kepada anak. Peran orangtua yang dijalankan dengan baik membantu hak anak dengan disabilitas terpenuhi, pengasuhan yang diberikan orangtua memberikan pengaruh terhadap kepercayaan diri anak, serta orangtua mampu melindungi hak-hak anak mereka. 
KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) DESA TARUNAJAYA Rizeki Hardiansyah; R Nunung Nurwati; Budi Muhammad Taftazani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.40141

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) Desa Tarunajaya, melalui analisis perbedaan tingkat pemberdayaan sebelum dan sesudah mendapatkan Pelatihan. Objek dalam penelitian ini adalah 10 perempuan yang masuk kategori Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Desa Tarunajaya. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif deskriptif, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Uji beda non parametric dengan Metode Wilxocon yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat keberdayaan yang diukur dengan indikator-indikator dari Teori ACTORS. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa program pemberdayaan melalui pelatihan terbukti telah efektif yang digambarkan melalui terdapat perbedaan tingkat keberdayaan sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan dengan menggunakan indikator-indikator pemberdayaan teori ACTORS.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PROGRAM WISATA KONSERVASI PENYU PT GAG NIKEL Mustajir SH; Haeruddin Mujuddin; Naufaldy Azzura Herdiana; Santoso T. Raharjo; Nurliana C. Apsari; Meilanny B. Santoso; Sahadi Humaedi; Budi Muhammad Taftazani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.48882

Abstract

Kegiatan operasional sebuah perusahaan di tengah kehidupan masyarakat mempengaruhi lingkungan di sekitar perusahaan tersebut berada. Terutama industri ekstraktif, pemerintah mewajibkan perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap para pemangku kepentingan, khususnya masyarakat lokal yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan. Melalui pelaksanaan PPM, perusahaan dapat menjadi agen perubahan positif yang memberikan dampak baik bagi semua pihak yang terlibat. Program Wisata Konservasi Penyu merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Gag Nikel, program ini berbasis bidang lingkungan dan pariwisata yang dilaksanakan di Kampung Gag, Distrik Waegeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Propinsi Papua Barat Daya. Sebagai program yang melibatkan kepentingan publik, maka harus dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang dilakukan kepada penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan program PPM PT Gag Nikel. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil keseluruhan IKM sebesar 3,712, berdasarkan tabel interval nilai IKM maka kualitas program Wisata Konservasi Penyu berada dalam kategori A dengan nilai konversi 92,8 pada kategori sangat baik, program yang dijalankan oleh tim community development PT Gag Nikel bersama dengan masyarakat berdampak positif bagi penerima manfaat program, yaitu pengunjung tempat wisata.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENCATATAN DATA MIKRO ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN DAN GANGGUAN JIWA Sri Sulastri; Muhammad Budi Taftazani; Arie Surya Gutama; Lenny Meilany
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3080-3091

Abstract

Orang dengan Masalah Kejiwaan dan Orang dengan Gangguan Jiwa adalah dua kategori masalah kesehatan mental. Di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Keduanya membutuhkan layanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Gangguan jiwa bukanlah penyebab kematian, tetapi penderitanya akan hidup dalam kondisi disabilitas dalam waktu yang relatif lama. Pada tahun 2018, hanya 38,14% yang berobat, ini menunjukkan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa masih rendah, dan upaya penjangkauan sangat diperlukan. Orang dengan masalah kejiwaan memiliki berbagai faktor risiko yang memungkinkan mereka menjadi orang dengan gangguan jiwa. Data micro mereka sangat diperlukan untuk menjangkau keduanya. Penyediaan data mikro dapat melibatkan lingkungan sosial terdekat, seperti tetangga dan komponen masyarakat lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa atau kelurahan bahwa data mikro penting untuk membantu orang dengan masalah kejiwaan dan dan orang dengan gangguan jiwa mengakses layanan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat desa atau kelurahan. Tiga diantaranya telah melakukan pencatatan data mikro, dalam kegiatan ini mereka berbagi pengalaman. Hasil dari kegiatan ini, sedikitnya 14 orang perwakilannya menyadari pentingnya data mikro bagi penderita gangguan jiwa.
JAGA PESISIR KITA: PENGELOLAAN POTENSI LINGKUNGAN PESISIR MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PANGEMPANG, KECAMATAN MUARA BADAK Tabita Titah Dewanti; Faris Harsen; Nurliana Cipta Apsari; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Budi Muhammad Taftazani; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.49831

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan lautan yang berpotensi kaya akan sumber daya alam. Didalamnya terdapat banyak ekosistem dan keanekaragaman hayati yang melimpah. Namun, wilayah pesisir seringkali menghadapi tantangan eksploitasi yang berlebihan dan degradasi lingkungan akibat kegiatan manusia. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu cara dalam pengelolaan potensi lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penerapan pemberdayaan masyarakat terkait program “Jaga Pesisir Kita” melalui pengelolaan potensi sumber daya pesisir di wilayah pesisir Pangempang dengan fokus rehabilitasi lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat melalui wisata, dan edukasi keanekaragaman hayati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis primer dan sekunder melalui observasi, wawancara dengan stakeholder, dan sumber literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan masyarakat pesisir Pangempang dalam pengelolaan potensi lingkungan pesisir memberikan hasil yang cukup baik dengan adanya kesadaran masyarakat pesisir terhadap kepedulian dengan lingkungan. Terlaksananya rehabilitasi terumbu karang dan hutan mangrove, salah satunya dengan transplantasi terumbu karang. Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata alam dan peningkatan kemampuan anggota penerima manfaat terkait pengelolaan wisata pesisir. Coastal areas are transitional areas between land and sea that are potentially rich in natural resources. It contains many ecosystems and abundant biodiversity. However, coastal areas often face challenges of overexploitation and environmental degradation due to human activities. Community empowerment is one way to manage the potential of the coastal environment. This research aims to discuss the application of community empowerment related to the “Jaga Pesisir Kita” program through the management of potential coastal resources in the Pangempang coastal area with a focus on environmental rehabilitation, community economic improvement through tourism, and biodiversity education. The research method used in descriptive qualitative with primary and secondary analysis through observation, interviews with stakeholders, and others literature sources. The results showed that the involvement of Pangempang coastal communities in managing the potential of the coastal environment gave good results with the awareness of coastal communities to care about the environment. The implementation of rehabilitation of coral reefs and mangrove forests, one of which is by transplanting coral reefs. Improving the community’s economy throught the development of nature tourism and improving the ability of beneficiary members related to coastal tourism management.
Co-Authors Abdussalam Abdussalam, Abdussalam Abi Muhammad Nugraha Adetya Nuzuliani Rahma Adetya Nuzuliani Rahma, Adetya Nuzuliani Aditya Rahmat Gunawan, Aditya Rahmat Afina Azizah Agung Purwanto Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Al Banda Arya Rekso Negoro Ana Nur Latifah Anisa Putri Alifah Anita Listyani Anita Listyani, Anita Arie Surya Gutama Aulia, Danisya Awalya, Keisya Putri Beladiena, Arsy Nafisa Binahayati Rusyidi BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Bunsaman, Shafila Mardiana CADIKA INDRAWATI PUTRI1 Chen, Yi-Yi Danisya Aulia Detyo Eka Cahya Salim Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Dwi Rahayu Nurmiati Dwi Rahayu Nurmiati Dyta Mardyani Dyta Mardyani Elis Fauziyah Eva Nuriyah Hidayat Faradigma Zukhrufa Zukhrufa Faris Harsen Fitri Hajar Purnama Franzeska Venty Franzeska Venty, Franzeska Gisela Kessik Kessik Haeruddin Mujuddin Humaira, Salsabila Husnawati Djabbar Ishartono Ishartono Ishartono Lenny Meilany Maryatun Maryatun Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Mustajir Mustajir Mustajir SH Nadya Putri Aprilia Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazamuddin, Aniza Nazmi Nur Alifa Negoro, Al Banda Arya Rekso Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari NURMIATI, Dwi Rahayu Nurul Husna Permana, Oktia Dwi PUTRI1, CADIKA INDRAWATI R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Risna Resnawaty, Risna Rizeki Hardiansyah Rodhi Dwi Priono Rudi Saprudin Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Sarah Dhea Pratiwi SARI, SITI FATIMAH MUTIA Shafila Mardiana Bunsaman SITI FATIMAH MUTIA SARI Siti Ropiah Sri Sulastri Tabita Titah Dewanti Yusuf Krisman Gea