Claim Missing Document
Check
Articles

Spiritualisme Dalam Rehabilitasi Pengguna Narkoba Pada Pondok Pesantren Suryalaya Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3236

Abstract

Berbagai lembaga yang menyelenggarakan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba telah berkembang, salah satunya diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya yang menerapkan pendekatan spiritualisme Islam untuk mengubah kebiasaan menggunakan narkoba menjadi kebiasaan melaksanakan ritual keagamaan sehingga tertanam sikap dan perilaku yang yang baik atau ahlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari informan yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, pengelola Inabah, dan anak bina sebagai penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan proses rehabilitasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya menggunakan aktivitas beribadah keagamaan sebagai kegiatan yang mengalihkan perhatian dan tenaga penyalahguna dari keinginan untuk menggunakan narkoba. Dari tujuan dan proses rehabilitasi, pendekatan spiritualisme yang dijalankan lembaga memungkinkan terjadinya perubahan perilaku melalui aktivitas ritual yang dapat mengembangkan dan memperkuat aspek spiritual anak bina. Namun demikian, masih dibutuhkan proses tindak lanjut untukpenguatan agar anak bina tidak lagi tergoda dengan kebiasaan lamanya yang buruk. Kajian kritis yang bersifat evaluatif diperlukan pada layanan berbasis faith based untuk memperkuat pengaruh dan posisi dari pendekatan ini di arena praktik pekerjaan sosial
Memahami Kekerasan dalam Pacaran Secara Resiprokal: Studi Kasus tentang Dinamika Hubungan yang Melibatkan Kekerasan Gegar Beralasan Ramadhatsani, Sahira; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
Themis : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/themis.v1i2.471

Abstract

Artikel ini berfokus dalam menjelaskan fenomena kekerasan dalam pacarana secara resiprokal. Ini mencakup pentingnya kesadaran terhadap masalah ini dan dampaknya yang serius, serta berbagai bentuk kekerasan yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang. Penekanan pada kekerasan fisik, emosional, seksual, dan ekonomi memberikan gambaran yang komprehensif tentang kompleksitas masalah ini. Selain itu, pendekatan teoritis dan penelitian kualitatif yang digunakan dalam artikel ini memberikan sudut pandang yang beragam dan mendalam terhadap isu tersebut. Pada akhirnya, abstrak ini menyoroti pentingnya keberanian dan tekad dalam keluar dari hubungan yang tidak sehat. Ini tidak hanya menekankan pentingnya kesadaran akan dampak kesehatan mental dan emosional yang serius, tetapi juga menekankan perlunya dukungan sosial, terapi, dan penyesuaian diri untuk memulai perjalanan menuju pemulihan dan kebahagiaan yang lebih baik.
TAHAPAN INTERVENSI KRISIS DALAM PRAKTIK PEKERJA SOSIAL KELUARGA Aulia, Danisya; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.38774

Abstract

Abstract. This article discusses the role of family social workers in implementing crisis intervention for families experiencing complex problems and emergency issues. This research was conducted with the goal of describing and analyzing the stages of crisis intervention carried out by family social workers to handle problems in crisis conditions. By referring to a qualitative approach and descriptive methods, researchers attempt to describe the stages of crisis intervention in depth. Researchers used literature review techniques in the process of collecting data and analyzing crisis intervention which were carried out by exploring literature in various media. The research results show that crisis intervention carried out by family social workers requires a holistic understanding of the issues in the family. Where, the initial stage of crisis intervention focuses on defining the problem in understanding the client's problem. It is necessary to ensure client safety followed by providing support and identifying alternative solutions. Next, family social workers need to make a concrete and targeted action plan to overcome the crisis, followed by obtaining commitment from the client to implement a follow-up intervention plan. By providing appropriate services and support, social workers can help families overcome crises and restore stability to their lives. The significance of this research study lies in its contribution to the literature regarding the stages of crisis intervention which focuses on the implementation of family social work practices, as well as encouraging social work practitioners to carry out interventions in the micro domain.Keywords: Family social worker, crisis intervention, family issues. Abstrak. Artikel ini membahas peran pekerja sosial keluarga dalam melaksanakan intervensi krisis bagi keluarga yang mengalami masalah kompleks dan isu darurat. Penelitian in dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga untuk menangani masalah saat mengalami kondisi krisis. Dengan mengacu pada pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, peneliti berupaya menggambarkan tahapan intervensi krisis secara mendalam. Peneliti menggunakan teknik literatur review dalam proses pengumpulan data dan analisis intervensi krisis yang dilakukan dengan eksplorasi literatur di berbagai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga membutuhkan pemahaman yang holistik terhadap isu atau konflik yang terjadi dalam keluarga. Di mana, tahapan awal intervensi krisis memfokuskan pada pendefinisian masalah (defining problem) dalam memahami masalah klien. Kemudian, perlu memastikan keselamatan klien (ensure client safety) yang diikuti dengan pemberian dukungan (provide support) serta mengidentifikasi alternatif solusi (examining alternatives). Selanjutnya, pekerja sosial keluarga perlu membuat rencana tindakan (makes plan) yang konkret dan terarah untuk mengatasi krisis, diikuti dengan memperoleh komitmen dari klien (obtaining a commitment) untuk melaksanakan rencana intervensi lanjutan. Dengan memberikan layanan yang sesuai dan dukungan yang tepat, pekerja sosial dapat membantu keluarga mengatasi krisis dan memulihkan stabilitas dalam kehidupan mereka. Signifikasi studi dari penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap literatur mengenai tahapan intervensi krisis yang berfokus pada pelaksanaan praktik pekerja sosial keluarga, serta implikasinya bagi praktisi pekerja sosial dalam melaksanakan praktik atau intervensi dalam ranah mikro.Kata Kunci: Pekerja sosial keluarga, intervensi krisis, isu keluarga.
Advokasi Untuk Mengurangi Stigma Dan Diskriminasi Terhadap Perempuan Dengan HIV/AIDS Negoro, Al Banda Arya Rekso; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 6 No 1 (2024): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v6i1.1092

Abstract

This article examines the role of advocacy in reducing stigma and discrimination against women living with HIV/AIDS. Despite the progress made in addressing this issue, stigma and discrimination continue to pose significant challenges for women with this condition, undermining their confidence and participation in social and economic life. Advocacy is identified as a crucial strategy in addressing these issues, through raising public awareness, providing social support, and advocating for the reform of discriminatory policies. This article also discusses interventions such as public education programs and support groups, which are effective in reducing stigma and discrimination. The research method employed is a literature review, which provides a comprehensive overview of the role of advocacy and offers guidance for researchers and activists in addressing this issue. In the discussion, this article posits that advocacy can alter public attitudes, advocate for the rights of women with HIV/AIDS, and promote a more comprehensive understanding of this condition. Furthermore, advocacy can combat stigma and gender discrimination through public campaigns, discussion forums, and educational programs. This article offers insights into the significance of advocacy in reducing stigma and discrimination against women with HIV/AIDS, as well as outlining tangible measures to enhance the protection of their rights.
INTERVENSI PEKERJA SOSIAL PADA SUBJEK YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP Beladiena, Arsy Nafisa; Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i1.59807

Abstract

Toxic relationship merujuk pada hubungan yang merugikan secara emosional, fisik, atau psikologis bagi salah satu atau kedua pihak yang terlibat. Ciri-ciri utama dari hubungan ini termasuk manipulasi, kontrol berlebihan, kekerasan verbal, pengabaian, serta pola-pola destruktif lainnya yang membuat salah satu individu merasa tertekan, tidak dihargai, atau bahkan takut. Toxic relationship dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan masalah emosional lainnya, terutama jika melibatkan kekerasan fisik atau psikologis. Peneitian ini merupakan penelitian tindakan dengan intervensi menggunakan modifikasi kognitif, teknik grounding, dan motivational interview pada subjek yang mengalami kecemasan akibat toxic relationship. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara terhadap subjek. Penelitian menunjukkan bahwa metode dan teknik intervensi yang diterapkan dapat membantu subjek mengidentifikasi dan mengubah pola pikir distortif dan dapat menggunakan keterampilan coping yang lebih baik. Psikoedukasi juga diberikan untuk membantu subjek memahami hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku.  
Spiritualisme Dalam Rehabilitasi Pengguna Narkoba Pada Pondok Pesantren Suryalaya Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3236

Abstract

Berbagai lembaga yang menyelenggarakan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba telah berkembang, salah satunya diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya yang menerapkan pendekatan spiritualisme Islam untuk mengubah kebiasaan menggunakan narkoba menjadi kebiasaan melaksanakan ritual keagamaan sehingga tertanam sikap dan perilaku yang yang baik atau ahlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari informan yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, pengelola Inabah, dan anak bina sebagai penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan proses rehabilitasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya menggunakan aktivitas beribadah keagamaan sebagai kegiatan yang mengalihkan perhatian dan tenaga penyalahguna dari keinginan untuk menggunakan narkoba. Dari tujuan dan proses rehabilitasi, pendekatan spiritualisme yang dijalankan lembaga memungkinkan terjadinya perubahan perilaku melalui aktivitas ritual yang dapat mengembangkan dan memperkuat aspek spiritual anak bina. Namun demikian, masih dibutuhkan proses tindak lanjut untukpenguatan agar anak bina tidak lagi tergoda dengan kebiasaan lamanya yang buruk. Kajian kritis yang bersifat evaluatif diperlukan pada layanan berbasis faith based untuk memperkuat pengaruh dan posisi dari pendekatan ini di arena praktik pekerjaan sosial
Media Framing of Gender in the Cianjur 2022 Earthquake: A Social Work Perspective Dwi Rahayu Nurmiati; Binahayati Rusyidi; Budi Muhammad Taftazani
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i1.4532

Abstract

Disasters often exacerbate existing gender inequalities, yet media representations rarely reflect this structural dimension. This study examines how mainstream Indonesian media framed gender issues following the 2022 Cianjur earthquake, using Entman’s framing theory through a social work perspective. A descriptive qualitative method was employed to analyze seven purposively selected online news articles using four framing dimensions: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The results reveal that women were predominantly portrayed as passive victims, with minimal acknowledgment of their agency or the structural causes of vulnerability. Media narratives emphasized emotional portrayals and short-term, charity-based solutions, while only one article offered a partial empowerment frame. These findings suggest that the media plays a critical role in shaping post-disaster gender narratives. The study concludes that integrating social work principles such as empowerment, justice, and inclusion into media analysis can inform more ethical and gender sensitive reporting practices, ultimately contributing to more equitable disaster recovery efforts
Emerging Feminist Peace from Below and Disaster Recovery: Complex Cascades of Violence and Uncertainty as a Result of Earthquake Recovery Dwi Rahayu Nurmiati; Binahayati Rusyidi; Budi Muhammad Taftazani
The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning Vol 6 No 2 (2025): August
Publisher : Pusbindiklatren Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46456/jisdep.v6i2.767

Abstract

Disasters are rarely neutral; their impacts, responses, and recoveries are filtered through social, political, and economic structures that determine who is protected, who is excluded, and who gets to rebuild (Few et al., 2021). In many contexts, particularly in the Global South, post-disaster recovery processes become sites of contestation where inequality is not only revealed but reinforced (Joseph et al., 2021). Emerging Feminist Peace from Below and Disaster Recovery: A Quilted Ethnography by Marjaana Jauhola and Shyam Gulhavi provides an incisive and unconventional lens into these processes. The book is a landmark contribution to feminist peace studies and disaster ethnography, bringing forward a textured narrative of post-earthquake recovery in Gujarat, India, with direct relevance to broader debates on sustainable development, spatial justice, and inclusive planning.
GOVERNING INTERFAITH SOLIDARITY: HOW YAKKUM INSTITUTIONALIZES CROSS-FAITH HUMANITARIAN ACTION IN THE 2022 CIANJUR EARTHQUAKE Nurmiati, Dwi Rahayu; Rusyidi, Binahayati; Taftazani, Budi Muhammad; Chen, Yi-Yi
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.915

Abstract

This study analyzes how interfaith solidarity is negotiated and institutionalized within post-disaster humanitarian governance, focusing on the interaction between the Christian-based YAKKUM Emergency Unit (YEU) and Muslim communities affected by the 2022 Cianjur earthquake in Indonesia. Adopting a sociological approach to religion and humanitarian governance, this research employed a qualitative, in-depth case study design to examine the socially embedded processes of legitimacy, cooperation, and moral negotiation in a religiously homogeneous setting. Data were collected through in-depth interviews with 24 informants, participatory observation across multiple emergency and recovery sites, and analysis of institutional and policy documents. They were analyzed using thematic analysis supported by NVivo 12 Plus. The findings identify four interrelated dimensions that enabled constructive interfaith engagement: equality of status between humanitarian actors and affected communities, shared humanitarian goals grounded in collective moral commitment, intergroup cooperation enacted through participatory practices, and institutional and normative support from state agencies and religious authorities. These dimensions demonstrate that interfaith solidarity in disaster contexts is not a spontaneous moral response, but an institutionalized social practice embedded within local cultural values such as gotong royong and universal compassion. The study contributes to the literature by extending Intergroup Contact Theory into a socio-normative and institutional framework, highlighting the role of cultural legitimacy and governance structures in shaping interfaith relations during crises. Practically, the findings offer empirically grounded insights for strengthening inclusive humanitarian governance and for developing capacity-building frameworks for faith-based organizations operating across religious boundaries in plural societies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana solidaritas lintas iman dinegosiasikan dan diinstitusionalisasikan dalam tata kelola kemanusiaan pascabencana, dengan fokus pada interaksi antara YAKKUM Emergency Unit (YEU) yang berbasis Kristen dan komunitas Muslim terdampak gempa Cianjur tahun 2022. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis terhadap agama dan tata kelola kemanusiaan, penelitian ini menerapkan desain studi kasus intrinsik kualitatif untuk menelaah proses sosial yang terlekat pada pembentukan legitimasi, kerja sama, dan negosiasi moral dalam konteks masyarakat yang relatif homogen secara keagamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 24 informan, observasi partisipatif pada berbagai lokasi tanggap darurat dan pemulihan, serta analisis dokumen kelembagaan dan kebijakan, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan NVivo 12 Plus. Temuan penelitian menunjukkan empat dimensi yang saling berkaitan dalam membentuk interaksi lintas iman yang konstruktif, yaitu kesetaraan status antara aktor kemanusiaan dan masyarakat terdampak, tujuan kemanusiaan bersama yang berlandaskan komitmen moral kolektif, kerja sama antarkelompok yang diwujudkan melalui praktik partisipatif, serta dukungan institusional dan normatif dari negara dan otoritas keagamaan. Keempat dimensi tersebut menunjukkan bahwa solidaritas lintas iman dalam konteks kebencanaan bukanlah respons moral yang spontan, melainkan praktik sosial yang terinstitusionalisasi dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong dan welas asih universal. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan memperluas Teori Kontak Antarkelompok ke dalam ranah sosio-normatif dan institusional, dengan menekankan peran legitimasi budaya dan struktur tata kelola dalam membentuk relasi lintas iman pada situasi krisis. Secara praktis, temuan ini memberikan dasar empiris bagi penguatan tata kelola kemanusiaan yang inklusif serta pengembangan kerangka penguatan kapasitas bagi organisasi kemanusiaan berbasis iman yang beroperasi lintas batas keagamaan dalam masyarakat plural.
Stres Pengasuhan dan Risiko Perlakuan Salah pada Anak dalam Keluarga Rentan: Tinjauan Literatur Berbasis Family Stress Theory Sari, Dian Puspita; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.66637

Abstract

Kasus perlakuan salah terhadap anak masih menjadi persoalan sosial mengkhawatirkan, khususnya pada keluarga rentan yang menghadapi berbagai tekanan dan keterbatasan. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur mengenai keterkaitan stres pengasuhan dalam keluarga dengan risiko perlakuan salah terhadap anak dalam kerangka Family Stress Theory (stressor: A, resources:B, perception:C, outcome:X). Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap publikasi tahun 2016–2025 dari basis data Scopus dan EBSCO, yang menghasilkan sembilan artikel terpilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres pengasuhan berperan sebagai mediator penting antara berbagai tekanan sosial ekonomi dan risiko perlakuan salah pada anak. Hubungan ini bersifat dua arah, di mana kekerasan terhadap anak juga dapat memperburuk stres pengasuhan dan menciptakan siklus berulang yang sulit diputus. Penelitian ini merekomendasikan intervensi multilevel yang menyasar berbagai jalur perubahan, mulai dari pengurangan sumber tekanan, penguatan sumber daya serta pembentukan cara pandang keluarga yang lebih adaptif untuk mencegah risiko perlakuan salah pada anak dalam keluarga rentan.
Co-Authors Abdussalam Abdussalam, Abdussalam Abi Muhammad Nugraha Adetya Nuzuliani Rahma Adetya Nuzuliani Rahma, Adetya Nuzuliani Aditya Rahmat Gunawan, Aditya Rahmat Afina Azizah Agung Purwanto Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Al Banda Arya Rekso Negoro Ana Nur Latifah Anisa Putri Alifah Anita Listyani Anita Listyani, Anita Arie Surya Gutama Aulia, Danisya Awalya, Keisya Putri Beladiena, Arsy Nafisa Binahayati Rusyidi BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Bunsaman, Shafila Mardiana CADIKA INDRAWATI PUTRI1 Chen, Yi-Yi Danisya Aulia Detyo Eka Cahya Salim Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Dwi Rahayu Nurmiati Dwi Rahayu Nurmiati Dyta Mardyani Dyta Mardyani Elis Fauziyah Eva Nuriyah Hidayat Faradigma Zukhrufa Zukhrufa Faris Harsen Fitri Hajar Purnama Franzeska Venty Franzeska Venty, Franzeska Gisela Kessik Kessik Haeruddin Mujuddin Humaira, Salsabila Husnawati Djabbar Ishartono Ishartono Ishartono Lenny Meilany Maryatun Maryatun Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Mustajir Mustajir Mustajir SH Nadya Putri Aprilia Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazamuddin, Aniza Nazmi Nur Alifa Negoro, Al Banda Arya Rekso Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari NURMIATI, Dwi Rahayu Nurul Husna Permana, Oktia Dwi PUTRI1, CADIKA INDRAWATI R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Risna Resnawaty, Risna Rizeki Hardiansyah Rodhi Dwi Priono Rudi Saprudin Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Sarah Dhea Pratiwi SARI, SITI FATIMAH MUTIA Shafila Mardiana Bunsaman SITI FATIMAH MUTIA SARI Siti Ropiah Sri Sulastri Tabita Titah Dewanti Yusuf Krisman Gea