Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KADAR IL-6 KERADANGAN HARI KE-3 PASKA PENCABUTAN GIGI PADA RATTUS NOVERGICUS BETINA MENOPAUSE: Indonesia Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emilia Devi Dwi
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2025.009.01.6

Abstract

Background The wound healing process after tooth extraction includes inflammation, granulation tissue formation, intracellular matrix deposition and tissue remodeling. IL-6 acts as a biomarker of the inflammatory process. In old age, especially women, the menopause process cannot be avoided and at that age the need for tooth extraction treatment is quite high. If there is failure in the wound healing process, in this case the inflammation process will prolong, increasing the probability of infection, one of which is alveolar osteitis. The menopause process affects estrogen levels in the blood, so the formation of collagen as the main ingredient for tissue regeneration is reduced, and IL-6 can increase during times of inflammation, especially the chronic phase. Objectives This study compared inflammatory IL-6 levels using the ELISA method in menopausal and non-menopausal mice. Methode In this study there were 10 rats (rattus novergicus) which were then grouped into 2 groups, namely control and treatment. Control group where no oophorectomy was performed (non-menopausal) while the treatment was carried out by oophorectomy (menopause). Then 1 month later, the tooth was extracted and observed on the 3rd day after extraction. Result showed that the average IL6 level in the control group was 0.0868 (ng/L) and in the treatment group was 0.1912 (ng/L). then continued with the Mann Whitney non-parametric statistical test with a significance level of 95% (p<0.05). Conclusions There was a significant difference between the treatment and control groups, where IL-6 levels in the menopausal group were higher than in the non-menopausal group.
Indeks DMF-T sebagai Faktor Risiko Terjadinya Maloklusi pada Anak Usia 9–12 Tahun di Kota Gresik Parmasari, Wahyuni Dyah; Devi Dwi Rianti, Emillia; Sahadewa, Sukma; Pranaya, Randy Hadyan; Salsabila, Puteri; Latifunisa, Shabira Hasna
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kerusakan gigi biasanya ditentukan dengan indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth), yang menunjukkan jumlah gigi permanen yang rusak, hilang, atau ditambal. Nilai DMF-T yang lebih tinggi menandakan kondisi kesehatan gigi anak yang semakin buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran indeks DMF-T sebagai faktor risiko terjadinya maloklusi pada anak usia 9–12 tahun di Kota Gresik. Metode: metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan subjek anak usia 9-12 tahun sebanyak 51 anak dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: dari responden memiliki kategori DMF-T ringan (47,1%), diikuti sedang (41,2%), dan berat (11,8%), dan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh nilai p = 0,002 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,428, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: anak dengan indeks DMF-T sedang dan berat memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami maloklusi dibandingkan anak dengan DMF-T ringan.
Comparative analysis of IL-6 levels in post-tooth extraction inflammation among menopausal and non-menopausal: in vivo experimental Parmasari, Wahyuni Dyah; Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha; Rianti, Emilia Devi Dwi; Masfufatun, Masfufatun; Mokhtar, Siti Aisyah
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no3.62766

Abstract

Introduction: IL-6 acts as a biomarker of the inflammatory process. In elderly, especially women, the demand for tooth extraction treatment is quite high. A failure in the wound healing process during the menopausal period can prolong the inflammation process, thereby increasing the probability of infection, including alveolar osteitis. The menopausal process affects estrogen levels in the blood, which leads to reduced collagen formation as a key component of tissue regeneration. IL-6 levels can also increase during inflammation, especially in the chronic phase following tooth extraction. The study aims to analyze the differences in inflammatory IL-6 levels between menopausal and non-menopausal rats. Methods: This study applied an in vivo experimental design. A total of 30 Rattus novergicus were divided into two groups: a control group and a treatment group. The control group consisted of rats in which no oophorectomy was performed (non-menopausal), while the treatment group underwent ovariectomy to induce menopause. One after the procedure, tooth extraction were performed, and observations were conducted on days 3, 7, and 14 post-extractions. IL-6 levels were measured using ELISA from blood serum samples. The data were analyzed using One-Way ANOVA.  Results: The average IL-6 levels (in ng/L) in the control (non-menopausal) group on days 3, 7, and 14 were 0.087, 0.318, and 0.247, respectively. The average IL-6 levels in the treatment (menopausal) group were 0.191, 0.452, and 0.318, respectively. The One-Way ANOVA test showed no significant difference between the groups (p=0.799 > 0.05).  Conclusion: The trend of higher IL-6 levels in the menopausal group suggests a potential impact of hormonal changes on post-extraction inflammation. Although no significant difference was found, the elevated IL-6 levels in menopausal rats indicate a potential effect of estrogen deficiency on the inflammatory response following tooth extraction.
HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA TERHADAP PEMBERIAN KALORI PADA BALITA UNDERWEIGHT DI PUSKESMAS URANGAGUNG KECAMATAN SIDOARJO Achmad, Izzbikavik; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sutandio, Yunitati; Sanjaya, Ayling
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: : Gizi buruk, terutama kekurangan berat badan, tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan 17,8% anak di bawah lima tahun di Kabupaten Sidoarjo tergolong kekurangan berat badan. Asupan kalori yang tidak memadai adalah penyebab utama yang dapat menyebabkan pertumbuhan goyah, penurunan kognitif, dan risiko morbiditas yang lebih tinggi. Perilaku makan dan pengetahuan gizi orang tua memainkan peran penting dalam menentukan asupan kalori dan nutrisi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku orang tua dengan kecukupan asupan kalori pada balita yang kekurangan berat badan. Metode: Studi observasi kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 44 keluarga dengan balita dengan berat badan kurang usia 2-5 tahun di Kabupaten Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner terstruktur yang menilai perilaku makan orang tua. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: Berdasarkan hipotesis penelitian, diharapkan dapat ditemukan korelasi antara perilaku orang tua dengan pemberian kalori yang diberikan kepada balita yang kekurangan berat badan. Analisis ini berusaha untuk mengidentifikasi apakah pengetahuan dan praktik orang tua mengenai makanan dan nutrisi secara signifikan mempengaruhi asupan kalori yang dibutuhkan untuk meningkatkan status gizi anak-anak mereka. Kesimpulan: Perilaku orang tua sangat mempengaruhi asupan nutrisi anak. Meningkatkan pengetahuan dan praktik pemberian makan orang tua sangat penting untuk mencegah kekurangan berat badan dan mendukung pertumbuhan yang optimal. Program edukasi dan intervensi direkomendasikan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan meningkatkan status gizi balita di Kabupaten Sidoarjo.
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Sakri , Brian Manggala; 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam; Nugraha, Wima Handika; Buana, Cikal Septy; Latifunnisa, Shabira Hasna; Rinov, Putu Eza Ananta Villareal; Rianti, Emillia Devi Dwi; Parmasari, Wahyuni Dyah
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berkurangnya melakukan olahraga, banyak dilakukan oleh lansia dengan segala alasan, seperti malas, tidak ada kesempatan. Lansia dengan fungsi dan kemampuan tubuh berkurang, maka perlunya melakukan olahraga, aktivitas fisik, mengkonsumsi vitamin sehingga mampu mencegah penyakit dan penurunan fungsi tubuh Tujuan: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Metode: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Hasil: pengukuran tekanan darah menunjukkan bahwa, dari 33 sampel yang digunakan dalam penelitian ini rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum 170/110 mmHg. sebagian besar responden terbiasa berolahraga dengan jalan santai minimal 30 menit dalam sehari yaitu sebanyak 23 orang (69,7%) responden dan sebanyak 10 orang (30,3%) responden lainnya tidak berolahraga rutin.Kesimpulan: tekanan darah terkontrol dan melakukan aktivitas olahraga secara teratur selama minimal 30 menit maka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,061 > 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan tekanan darah.
ROKOK ELEKTRIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO PERIODONTITIS: KAJIAN LITERATUR BERDASARKAN BUKTI KLINIS DAN BIOLOGIS Rahma, Aline Febridha; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sutandio, Yunitati; Sanjaya, Ayling
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) semakin meningkat di kalangan remaja dan dewasa muda. Meskipun sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional, e-cigarette tetap mengandung zat yang berpotensi merusak jaringan mulut, terutama jaringan periodontal. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis dampak penggunaan e-cigarette terhadap kesehatan periodontal. Metode: Penelusuran dilakukan terhadap artikel ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir (2020–2025) melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PLOS Global Public Health. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis, terdiri dari studi observasional, tinjauan sistematis, dan meta-analisis. Hasil: Penggunaan e-cigarette dikaitkan dengan peningkatan kedalaman poket periodontal (PPD), kehilangan perlekatan klinis (CAL), resorpsi tulang marginal (MBL), serta kadar sitokin proinflamasi IL-1B yang lebih tinggi dibandingkan non-smoker. Dampaknya lebih ringan dibanding rokok konvensional, namun tetap memicu inflamasi, perubahan mikrobioma oral, dan gangguan penyembuhan jaringan. Respons terapi peri-implantitis juga lebih buruk pada pengguna e-cigarette. Kesimpulan: Berdasarkan telaah terhadap lima belas publikasi ilmiah yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) memiliki dampak yang nyata terhadap kesehatan periodontal. Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa efeknya tidak seberat rokok konvensional, e-cigarette tetap berkontribusi terhadap perubahan klinis dan biologis yang relevan. Kandungan kimia dalam cairan e-cigarette juga berpotensi memicu stres oksidatif dan gangguan komposisi saliva. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan gigi untuk mempertimbangkan riwayat penggunaan e-cigarette dalam proses anamnesis dan perencanaan terapi, serta memberikan edukasi yang tepat kepada pasien. Penelitian longitudinal dengan kontrol yang ketat masih diperlukan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mulut secara menyeluruh.
ANALISIS DESKRIPTIF INDEKS DMF-T DAN MALOKLUSI PADA REMAJA USIA 13–14 TAHUN DI KOTA SURABAYA Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emillia Devi Dwi; Sahadewa, Sukma; Kusuma, I Gusti Bagus Dharma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut pada remaja merupakan indikator penting dalam evaluasi status kesehatan masyarakat, khususnya melalui penilaian indeks DMF-T dan gambaran maloklusi. Remaja usia 13–14 tahun berada pada fase transisi dentisi yang rentan terhadap peningkatan angka karies serta perkembangan maloklusi yang dapat memengaruhi fungsi stomatognatik dan kualitas hidup. Tujuan: Total 50 rersMendeskripsikan tingkat indeks DMF-T serta pola maloklusi pada remaja usia 13–14 tahun di Kota Surabaya. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk data epidemiologis yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program promotif dan preventif kesehatan gigi, sekaligus sebagai acuan bagi tenaga kesehatan gigi dalam upaya deteksi dini dan intervensi yang lebih efektif. Metode: Peneliti memeriksa kelas 8A dan 8C total 50 orang siswa SMPN 56 Surabaya. Responden diperiksa secara klinis oleh seorang dokter gigi. Diamati dengan indeks DMF-T yaitu derajat keparahan gigi yang karies, hilang, dan tambalan. Kemudian dicatat derajat maloklusinya ringan, sedang, parah. Hasil: Nilai signifikansi uji Chi-Square sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks DMF-T dan kejadian maloklusi pada anak usia 14–15 tahun. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat DMF-T dan distribusi maloklusi yang signifikan pada kelompok usia tersebut, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang lebih terarah serta peningkatan edukasi kesehatan gigi pada populasi remaja di Surabaya.
CORRELATION BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND URIC ACID LEVELS IN PRE-ELDERLY AGES IN SURABAYA Putri Widiya Ningrum; Suhartati Suhartati; Wahyuni Dyah Parmasari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v14i3.48663

Abstract

Background: Uric acid is the result from the breakdown of purine compounds originating from exogenous (diet) and endogenous (results of nucleic acid catabolism). Hyperuricemia occurs when uric acid levels that exceed normal limits, which is caused by several factors, one of which is obesity.  This study aimed to determine the correlation between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in the elderly aged 45-59 years in patients at the Pakis Health Center, Surabaya. Objective: To analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in pre-eldery age. Method: This research uses a cross-sectional approach with consecutive sampling. The total number of respondents in the study was 76 people. This research uses secondary data from patient medical records. Data processing uses the Spearman correlation test. Results: The study found a significant correlation between groups with  p-value of 0.004 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.326. Conclusion: The research found the correlation between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in pre-elderly people aged 45-59 years in patients at the Pakis Health Center, Surabaya.
Potential Vitamin D3 in Reducing Hyperglicemia on Wistar Diabetic Mellitus Maulidi, Ahmad; Parmasari, Wahyuni Dyah; Ari Tania, Putu Oky; Setiawan, Heru; Sunaryati, Titiek
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 34 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2026.034.01.8

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance. Potential alternative to DM management is vitamin D supplementation, which is known to play a role in glucose homeostasis by enhancing insulin sensitivity and protecting pancreatic beta cells. This study aimed to evaluate the effect of vitamin D3 administration on blood glucose levels in Wistar rats induced diabetes mellitus using alloxan. Alloxan causes diabetes by damaging pancreatic β-cells in the islets of Langerhans. This substance enters the cells via the glucose transporter (GLUT2), producing free radicals (ROS), promote oxidative stress and β-cell necrosis, resulting in decreased insulin secretion and increased blood glucose levels. This study uses an experimental design with pre-test and post-test control group. The results showed a significant difference in blood glucose levels between groups (p=0.002) with Kruskal-Wallis Test. The treatment groups (P1 and P2) demonstrated a reduction in blood glucose levels compared to the positive control, with a greater decrease observed in group with the high dose of Vitamin D3, although the difference of glucose level between P1 and P2 was not statistically significant. These findings suggest that vitamin D3 administration plays a beneficial role in lowering blood glucose levels in alloxan-induced diabetic Wistar rats. It may help improve glucose regulation by enhancing insulin sensitivity or protecting pancreatic β-cells from oxidative damage. This paper describes our experimental approach, from the methodology through to the results and discussion, to explore the impact of Vitamin D3 on diabetic Wistar rats.
Effectiveness of Annona muricata L on the Inhibition of Streptococcus mutans Linda Dwi Safitri; Wahyuni Dyah Parmasari
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol. 10 No. 2 (2025): Vol 10 No. 2 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v10i2.659

Abstract

Streptococcus mutans is widely recognized as the primary etiological agent of dental caries and is a normal inhabitant of dental plaque. The growth of this bacterium may be inhibited by herbal agents, including soursop leaves (Annona muricata L.), which contain bioactive compounds such as saponins, triterpenoids, tannins, alkaloids, flavonoids, and phenolic compounds known for their antibacterial properties. Based on this rationale, the present study aimed to further the inhibitory effect of soursop leaf extract on the growth of Streptococcus mutans. The bacterial isolates used in this study were obtained from the Microbiology Laboratory at the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya. A minimum of four samples were included in each of six treatment groups with extract concentrations of 15 mg/mL, 30 mg/mL, 40 mg/mL, 45 mg/mL, 50 mg/mL, and 60 mg/mL. One negative control group received sterile distilled water, while one positive control group was treated with amoxicillin without soursop leaf extract. Samples were assigned using a simple random sampling technique. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results indicated that a concentration of 15 mg/mL of soursop leaf extract (Annona muricata L.) effectively inhibited the growth of Streptococcus mutans
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam Achmad, Izzbikavik Ade Cahya Karimawan Ahmad Yudianto Alexander Patera Nugraha Alghazaly, Farouk Aline Febridha Rahma Almaidah Safitri Ananda Rigi Aditya Anna Lewi Santoso Ardani, I Gusti Wahju Ari Tania, Putu Oky Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Ayling Sanjaya Ayling Sanjaya Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah Buana, Cikal Septy Cahyani, Nafansya Regita Candra Rini Hasanah Putri Devi Dwi Rianti, Emilia Dewi, Putu Agung Narendra Indria Dian Agustin Wahjuningrum Dimas Ghani Ananda Dini Syifaussholihah Dorta Simamora Duta Nurdibyanandaru Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Enny Wilianti Enny Willianti ENNY WILLIANTI Enny Willianti, Enny Enny Willianty Erny Erny, Erny Eveline Yulia Darmadi Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fauzia Wulandari Ruslan Febtarini Rahmawati Febtarini Rahmawati Fourier Dzar Eljabbar Latief Frans Lianto Heruten Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam Haryono Utomo Heru Setiawan Heru Setiawan I Gede Paskha Yustiana I Gusti Aju Wahju Ardani I Gusti Aju Wahju Ardani I Wayan Rajendra Jade Prabaswara Ida Bagus Narmada Imelda Ritunga Indah Widyaningsih Indy Adelia Kuntaman Kuntaman Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Linda Dwi Safitri Lusiani Tjandra Maharani, Miza Atika Malik Rosyid Setia Jati Masfufatun Masfufatun Maulidi, Ahmad Mega Aisyah Fadilah Mieke Sylvia Mokhtar, Siti Aisyah Nauval Hakim Ni Luh Krisna Agustini Nike Ade Therinda Nugraha, Wima Handika Nur Khamidah Palupi, Marsella Tiara Pawar, Ajinkya Prameswari, Yaasmiin Zivana Regita Pranaya, Randy Hadyan Putra, Ramadhan Hardani Putri Widiya Ningrum Putu Agung Narendra Indria Dewi Putu Oky Ari Tania Rahma, Aline Febridha Ramadhan Hardani Putra Randy Hadyan Pranaya Regita Cahyani, Nafansya Rianti, Emilia Devi Dwi Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Ritunga, Ilmeda Rury Eryna Putri Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sariska Hidayah Shabira Hasna Latifunnisa Sianny Suryawati, Sianny Siany Suryawati Siva Ulrohmah Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Sukma Sahadewa, Sukma Sutandio, Yunitati Syafira Nurfajri Istiqomah Tansatrisna Vony Rei Siswanto THEODORA Theodora Theodora Theodora Theodora Titiek Suharyati Titiek Sunaryati, Titiek Tri Anisa Istiqomah Tri Juliati Yessy Andriani Fauziah Yunitati Maria Margaretha Yunitati Maria Margaretha Sutandio