Claim Missing Document
Check
Articles

Anatomical Landmarks and Measurements of Craniofacial Structures: A Micro-CT Analysis Parmasari, Wahyuni Dyah; Ardani, I Gusti Aju Wahju; Narmada, Ida Bagus; Nugraha, Alexander Patera; Putra, Ramadhan Hardani; Latief, Fourier Dzar Eljabbar; Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah
Odonto : Dental Journal Vol 12, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.12.1.29-43

Abstract

In this study, an adult rat's calvaria was used to examine craniofacial anatomical landmarks of maxilla and mandible using Micro-Computed Tomography (micro-CT) as the marker of craniofacial growth and development in rat. It is used to assist research, translating landmark points for diagnosis. Landmarks on the rat’s calvaria were determined to set the measurements of two specified points. One of the ways to validate craniofacial growth and development is to look at the differences between craniofacial before and after a specified period or treatment. With micro-CT analysis, the researchers are more precise in determining the difficult points in the cranium.The sample analysis was carried out and measured by DataViewer version 1.6.0.0 64-bit Application. CTVox version-3.3.1 64-bit is used to display 3D visuals. Reconstruction results after adjusting the data range were 30-255 (the color range 0-255). The machine used was Bruker SkyScan-1173 High Energy Micro-CT. Findings anatomical landmarks for the examples, the maxilla determined I for the point on premaxilla between jawbone and lingual surface of upper incisors. In the mandible, I’ for the most anterior edge of the alveolar bone on the convexity of the lower incisor. The unevenness of the cranium made manual measurements difficult and not possible. However, this micro-CT method makes the landmark point determination more detailed and dependable. This makes geometric measurements of craniofacial more reliable. Micro-CT analysis is a more dependable method to determine anatomical landmarks and measure craniofacial structures as the marker of craniofacial growth and development in rat.
Korelasi Durasi Tidur Anak Usia 2-5 tahun dengan Insidensi Underweight di Kabupaten Banyuwangi: Indonesia Parmasari, Wahyuni Dyah; Maharani, Miza Atika
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.181

Abstract

Latar belakang: Underweight pada balita yaitu kondisi ketika berat badan anak berada di bawah rata-rata atau normal anak seusianya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi.  Keadaan tersebut diukur dengan panjang ataupun tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Permasalahan gizi kronik yang diakibatkan dari sejumlah aspek misalnya keadaan sosial ekonomi, kesakitan saat bayi, gizi ibu saat kehamilan, serta asupan gizi bayi yang kurang. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan durasi tidur anak berusia 2-5 tahun dengan kejadian underweight di Dusun Stoplas, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Metode: Jenis penelitian yaitu cross sectional dengan populasi sebesar 129 anak, besar sampel sebanyak 62 anak. Dengan hasil penelitian yang diperoleh tidak terdapat keterkaitan antara durasi tidur anak 2-5 tahun dengan underweight di Dusun Stoplas, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Hasil: Uji Chi-Square didapatkan ⍴-value pada penelitian ini 0,002 yang dimana hasilnya lebih kecil dari α 0,05 (⍴-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat korelasi antara durasi tidur dengan insiden underweight, disebabkan adanya penurunan kualitas tidur, semakin singkat durasi tidur sehingga mempengaruhi pertumbuhkembangan anak usia 2-5 tahun.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tumbuh Kembang Anak Balita Di Mojokerto Prameswari, Yaasmiin Zivana Regita; Santoso, Anna Lewi; Sanjaya, Ayling; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.19520

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak balita merupakan proses penting yang dipengaruhi oleh berbagai factor salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang diterapkan sejak dini diyakini berkontribusi terhadap optimalisasi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan tumbuh kembang anak balita di wilayah kerja Puskesmas Jetis Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik. Sebanyak 45 anak usia 1–5 tahun dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh (PSQ), pengukuran antropometri, dan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (97,8%) menerapkan pola asuh authoritative. Sebagian besar anak memiliki pertumbuhan sesuai usia (88,9%) dan perkembangan sesuai usia (93,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan (p = 1) maupun perkembangan anak balita (p = 0,067). Kesimpulannya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tumbuh kembang anak balita. Penelitian lebih lanjut disarankan mempertimbangkan faktor lain seperti nutrisi, genetik, status sosial ekonomi, dan stimulasi lingkungan.
Breastfeeding and Infant Growth: A Study of Weight and Length Gain in Malang, Indonesia Parmasari, Wahyuni Dyah; Palupi, Marsella Tiara
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 10, No 1 (2025): June
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v10i1.45710

Abstract

Every human has a growth process from the womb until adulthood. Growth is a process of quantitative change, such as a change in size, structure, and body organs. One of the factors that can affect growth is nutrition, which can be fulfilled by breastfeeding until two years. The anthropometric measures the children's growth according to their age, which will be adjusted to the KIA (Maternal and Child Health Book). It has four approaches of measurement, but this study only focuses on measuring weight gain and body length. This study aims to determine whether there is a relation between breastfeeding on babiess weight gain and body length at age 0-12 months in Kabupaten Malang. the method that is applied is Spearman's rank. The data in this study were classified into two categories, namely baby who is given complementary food and those without complementary food (MPASI). Baby without complemantary food showed that it does have relation between breastfeeding and baby growth (weight gain and body length) because of the significant values where = 0,027 and p = 0,037, which means that is smaller than 0,05 meanwhile, baby with complimantary food also have the same result because the significant values are = 0,037 and = 0,049, which means that is smaller than 0,05. This shows that babies who consume breast milk have the right levels for child growth, with or without complementary foods.
Tingkat Pemahaman Remaja Terhadap Pentingnya Vitamin D Sebagai Suplemen Imunitas Kesehatan Rongga Mulut dan Tulang Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emillia Devi Dwi; Sahadewa, Sukma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin D adalah mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh, bersifat larut dalam lemak. Vitamin D memiliki peran esensial dalam proses mineralisasi tulang dan meningkatkan imunitas tubuh. Defisiensi vitamin D pada remaja remaja dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk pertumbuhan yang terganggu, tulang yang rapuh, dan peningkatan risiko penyakit kronis. Tujuan rangkaian pengabdian masyarakat ini tidak lain sebagai langkah preventif dan menambahkan ilmu pengetahuan tentan defisiensi vitamin D. Metode yang digunakan melibatkan 70 siswa terdiri dari 35 laki-laki dan 35 perempuan, usia 12-15 tahun diambil secara acak dari 212 peserta kelas 7 SMPN 56 Surabaya. Responden mengisi kuesioner     pre-post dan post-test mengenai pemahaman vitamin D sebagai suplemen imunitas kesehatan rongga mulut dan tulang. Didapatkan peningkatan pemahaman dimana sebelum dan sesudah diadakannya edukasi, kategori pemahaman baik dari 47,14% menjadi 80%, kategori pemahaman sedang mengalami penurunan yaitu dari 30% menjadi 15,71%, dan kategori pemahaman yang buruk juga mengalami penurunan 22,86% menjadi tinggal 4,29%. Hal ini menunjukkan edukasi dinilai berhasil dan efektif. Remaja memahami pentingnya vitamin D sebagai suplemen daya tahan tubuh atau imunitas k     esehatan rongga mulut dan tulang.
THE HEAVY LOAD OF THE BACKPACK ON THE SHOULDER POSITION AT THE AGE OF 12-15 YEARS AT SMPN 56 SURABAYA Devi Dwi Rianti, Emilia; Parmasari, Wahyuni Dyah; Soekanto, Ayly
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi, FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i1.375

Abstract

Using backpacks causes many problems for the body and has a negative impact on the user. Continuous use of a backpack will cause irreversible changes to the user. The heavy load on a backpack doesn't just have an impact on shoulder pain. Analytical observational method with a cross-sectional approach, the research was carried out by weighing the bag, distributing questionnaires to assess the length of time the bag was used and age, and measuring the position of the right and left shoulders using a measuring scale. Results; bag weighing ± 3.52 kg with a minimum bag weight of 1.90 kg and a maximum of 7.6 kg. using the bag on average ±27.25 minutes, with a minimum time of 5 minutes and a maximum time of 120 minutes. The average left shoulder posture is ± 124.28, the minimum value is 108 and the maximum value is 145. The average right shoulder posture is ± 123.50, the minimum value is 107 and the maximum value is 141. Conclusion; there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's right shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.607 <0.05, there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's left shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.848 < 0.05, the weight of the bag used is still normal and has a value below 10% of the student's body weight.
Edukasi Konsumsi Makanan Manis pada Usia 9-13 Tahun di Desa Sukorejo, Kabupaten Gresik Dwi Rianti, Emillia Devi; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sahadewa, Sukma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6591

Abstract

Kecenderungan masyarakat mengkonsumsi makanan manis yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, salah satunya diabetes melitus.  Pemeriksaan kadar gula darah menjadi penanda seseorang menderita diabetes. Tujuan memberi edukasi tentang makanan manis yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Metode,  menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan metode survei deskriptif untuk mengumpulkan data  mengenai   konsumsi makanan manis. Dalam mengedukasi siswa dengan memberikan paparan pengertian kadar gula darah, diabetes, makanan manis, serta jenis-jenis makanan manis, serta penyebab makanan manis, dan pengganti makanan manis. Semua paparan dikemas dalam fitur PowerPoint , dan selesai paparan siswa diberi kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa dalam penerimaan dari edukasi. Hasil, responden paham mengkonsumsi  makanan manis manis dapat menyebabkan penyakit  sebesar 87,8 %, dan sebesar 90,3 %  responden paham makan tinggi serat lebih sehat. Kesimpulan, hasil edukasi kepada siswa  yang menunjukkan  siswa dapat memahamin akibat dari   konsumsi makanan manis yang dapat menimbulkan penyakit, dan makanan serat tinggi sebagai pengganti makanan manis dapat menyehatkan. Kesimpulan, pemahaman  siswa MI desa Sukorejo akan  dampak konsumsi  makanan manis dapat meninkatkan kadar gula darah hingga menimbulkan penyakit diabetes, pemilihan makanan manis  lebih diutamakan dengan cara mengurangi makanan seperti coklat, permen dan cake, peningkatan pengetahuan siswa MI tentang  makan yang bergizi, dan kaya akan serat tinggi dapat mengurangi kadar gula darah tinggi.
Hubungan Antara Lama Screen time Dengan Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktivitas Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Mojokerto Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam; Santoso, Anna Lewi; Sanjaya, Ayling; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16237

Abstract

Perkembangan teknologi telah menyebabkan peningkatan waktu yang dihabiskan anak-anak di depan gadget yang mungkin berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka, termasuk potensi untuk mengembangkan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Penelitian ini melibatkan 45 anak usia 3-6 tahun yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Jetis Mojokerto. Data dikumpulkan melalui survei yang mencatat durasi penggunaan gadget (screen time) harian dan skor GPPH, dengan menggunakan skor cut-off  ≥ 13 sebagai indikator GPPH yang lebih tinggi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji Chi-square untuk mengevaluasi hubungan antara lama screen time dan GPPH. Dari 45 anak, 40% menghabiskan lebih dari satu jam screen time setiap hari. Anak-anak yang menghabiskan lebih dari satu jam di depan layar memiliki skor GPPH yang lebih tinggi (>13) dengan persentase 72.2%, sementara yang kurang dari satu jam hanya 18.5%. Uji Chi-square menghasilkan p value sebesar 0.001, menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara lama screen time dan skor GPPH. Berdasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama screen time dan kejadian GPPH pada anak usia 3-6 tahun.
Relationship Between the Incidence of Rampant Caries and Parents' Knowledge Level on Oral Hygiene Patterns in Toddlers Parmasari, Wahyuni Dyah; Cahyani, Nafansya Regita; Suryawati, Sianny; Erny, Erny
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 9, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v9i2.40060

Abstract

Background: Rampant caries is a common oral health problem in toddlers. Risk factors for rampant caries in toddlers are multifactorial, including important behavioral factors, such as poor oral hygiene patterns, patterns of bottle feeding more than three times a day and often given at bedtime, lack of use of flour in toothpaste, and improper tooth brushing. This can increase the risk of caries in toddlers. Parents' knowledge about how to clean the oral cavity properly can help reduce the risk of caries rampant in toddlers. Purpose: The purpose of the study was to determine the relationship between the incidence of caries rampant and the level of knowledge of parents of toddlers on oral cleaning patterns. Method: The study used analytic observations with a cross-sectional approach. The study population was 59 toddlers in Posyandu Kenanga 2, and the sample size was 30 toddlers the sampling technique used was purposive sampling. Analysis of research data using the Chi-square test. Result: The results showed that toddlers in Posyandu Kenanga 2 Gadingmangu Perak Jombang experienced Dental caries rampant (81.3%) with a poor level of parental knowledge (60.0%) and caries rampant (18.8%) with a good level of parental knowledge (40.0%). Conclusion: This study concludes that there is a relationship between the incidence of caries rampant and the level of knowledge of parents of toddlers on oral cavity cleaning patterns, p-value = 0.011 ( 0.05).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Terhadap Kesembuhan Gingivitis Theodora, Theodora; Willianti, Enny; Noviana, Ayu Cahyani; Parmasari, Wahyuni Dyah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 1 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v6i1.407

Abstract

Abstrak Salah satu tanaman herbal yang digunakan sebagai obat tradisional dan bersifat antibakteri adalah daun kemangi (ocimum sanctum) dengan bahan aktif minyak atsiri yang mengandung senyawa 1,8-cineole, b-bisabolene, methyl eugenol. Senyawa ini dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu penyakit mulut yang umum terjadi adalah keradangan pada gingiva atau gingivitis. Tanda klinis gingivitis adalah kemerahan, hiperplasi, berkilat dan mudah berdarah. Penyebab utama adalah plak dan kalkulus. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (ocimum sanctum) terhadap kesembuhan gingivitis. Jenis penelitian true experiment, dengan rancangan pretest and postest control group design. Populasi sejumlah 450 mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan besar sampel 36 mahasiswa yang diambil secara acak  dan memenuhi kriteria sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan yang bermakna Gingival Index antara kelompok yang berkumur dengan larutan ekstrak daun kemangi dan kelompok yang berkumur dengan larutan aquadest. Kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi memiliki selisih penurunan nilai rata-rata Gingival index lebih besar dibanding kelompok yang berkumur dengan aquadest yaitu pada kelompok yang berkumur dengan daun kemangi sebesar 1 dan yang berkumur dengan aquadest sebesar 0. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat mempengaruhi kesembuhan gingivitis yang ditunjukkan dengan p value 0,000. Kata kunci: ekstrak daun kemangi (ocimum sanctum), gingivitis, gingival index   Abstract Basil (Ocimum sanctum) leaves are one of the herbal plants used as traditional medicine and an antibacterial. Essential oil, which comprises the molecules 1,8-cineole, b-bisabolene, and methyl eugenol, is the active component. These substances can harm bacterial cell membranes because they are soluble in ethanol. Bacterial growth is slowed down as a result. Gingivitis, or gingival inflammation, is one of the more typical dental illnesses. Gingivitis is characterized by redness, hyperplasia, shine, and bleeding easily. Plaque and calculus are the main contributors. This investigation's goal was to learn how basil leaf extract (Ocimum sanctum) supplementation affected gingivitis recovery. With a pretest and posttest control group design, the research is a legitimate experiment. The population is made up of 450 clinical clerks at the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya, and the sample size was 36 students who were chosen at random and met the sample requirements.The results showed that there was a significant difference in the Gingival Index between the group that rinsed with a solution of basil leaf extract and the group that rinsed with aquadest solution. The group that gargled with basil leaf extract had a difference in the difference in the average value of the Gingival index that was greater than the group that rinsed with distilled water, namely the group that rinsed with basil leaves was 1 and those who rinsed with distilled water was 0. Basil leaf extract had a positive impact on gingivitis recovery with p value 0.000. Keywords: Basil (Ocimum sanctum) leaf extract, gingivitis, gingival index
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam Achmad, Izzbikavik Ade Cahya Karimawan Ahmad Yudianto Alexander Patera Nugraha Alghazaly, Farouk Aline Febridha Rahma Almaidah Safitri Ananda Rigi Aditya Anna Lewi Santoso Ardani, I Gusti Wahju Ari Tania, Putu Oky Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Ayling Sanjaya Ayling Sanjaya Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah Buana, Cikal Septy Cahyani, Nafansya Regita Candra Rini Hasanah Putri Devi Dwi Rianti, Emilia Dewi, Putu Agung Narendra Indria Dian Agustin Wahjuningrum Dimas Ghani Ananda Dini Syifaussholihah Dorta Simamora Duta Nurdibyanandaru Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Enny Wilianti Enny Willianti ENNY WILLIANTI Enny Willianti, Enny Enny Willianty Erny Erny, Erny Eveline Yulia Darmadi Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fauzia Wulandari Ruslan Febtarini Rahmawati Febtarini Rahmawati Fourier Dzar Eljabbar Latief Frans Lianto Heruten Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam Haryono Utomo Heru Setiawan Heru Setiawan I Gede Paskha Yustiana I Gusti Aju Wahju Ardani I Gusti Aju Wahju Ardani I Wayan Rajendra Jade Prabaswara Ida Bagus Narmada Imelda Ritunga Indah Widyaningsih Indy Adelia Kuntaman Kuntaman Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Linda Dwi Safitri Lusiani Tjandra Maharani, Miza Atika Malik Rosyid Setia Jati Masfufatun Masfufatun Maulidi, Ahmad Mega Aisyah Fadilah Mieke Sylvia Mokhtar, Siti Aisyah Nauval Hakim Ni Luh Krisna Agustini Nike Ade Therinda Nugraha, Wima Handika Nur Khamidah Palupi, Marsella Tiara Pawar, Ajinkya Prameswari, Yaasmiin Zivana Regita Pranaya, Randy Hadyan Putra, Ramadhan Hardani Putri Widiya Ningrum Putu Agung Narendra Indria Dewi Putu Oky Ari Tania Rahma, Aline Febridha Ramadhan Hardani Putra Randy Hadyan Pranaya Regita Cahyani, Nafansya Rianti, Emilia Devi Dwi Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Ritunga, Ilmeda Rury Eryna Putri Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sariska Hidayah Shabira Hasna Latifunnisa Sianny Suryawati, Sianny Siany Suryawati Siva Ulrohmah Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Sukma Sahadewa, Sukma Sutandio, Yunitati Syafira Nurfajri Istiqomah Tansatrisna Vony Rei Siswanto THEODORA Theodora Theodora Theodora Theodora Titiek Suharyati Titiek Sunaryati, Titiek Tri Anisa Istiqomah Tri Juliati Yessy Andriani Fauziah Yunitati Maria Margaretha Yunitati Maria Margaretha Sutandio