Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Pentingnya Peran Ibu terhadap Kesehatan Gigi dan Kebersihan Tubuh pada Ibu-ibu PKK Kelurahan Kendangsari Surabaya Randy Hadyan Pranaya; Wahyuni Dyah Parmasari; Malik Rosyid Setia Jati; Dini Syifaussholihah; Shabira Hasna Latifunnisa; Indy Adelia; Sariska Hidayah; Tri Anisa Istiqomah; Siva Ulrohmah; Ade Cahya Karimawan
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ibu adalah jantung kehidupan suatu keluarga, dimana perannya sebagai pendidik, pengasuh, pelindung, dan sebagai contoh atau teladan terutama untuk anak-anaknya. Dalam ilmu kesehatan, ibu memiliki peran penting yaitu menerapkan dan mengaplikasikan pengetahuan tentang kesehatan tersebut untuk dijadikan pola dalam keluarga. Hal ini diutamakan pembiasaan dalam pola hidup sadar akan kesehatan gigi dan kebersihan tubuh. Tujuan Mengetahui tingkat pengetahuan peran ibu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan kebersihan tubuh. Metode: Ibu-ibu PKK usia 35-60 tahun, sebanyak 49 orang dilakukan pengambilan data sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan mengenai peran ibu terhadap kesehatan gigi dan kebersihan tubuh, dengan mengisi pertanyaan pada lembar quisioner. Hasil: Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada satu waktu pengambilan sampel, dan didapatkan peningkatan tingkat pengetahuan sebanyak 5% untuk topik kebersihan gigi, 10% meningkat untuk topik pengetahuan seputar kebersihan tubuh. Masing-masing untuk topik kebersihan gigi betul 89% dan setelah dilakukan post test meningkat menjadi 94%. Data yang serupa juga ditunjukkan untuk topik kebersihan tubuh yaitu 84% meningkat pengetahuannya menjadi 94% menjawab benar. Topik seputar cara menjaga kesehatan gigi dan mulut meliputi cara menyikat gigi, kebiasaan konsumsi makanan sehat, cara menjaga kebersihan tubuh dan solusi untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan kebersihan tubuh. Kesimpulan: Adanya peningkatan pemahaman tentang pengetahuan cara menjaga kesehatan gigi dengan membiasakan mengkonsumsi makanan sehat, menyikat gigi dan mulut dengan cara yang baik dan benar serta ke dokter gigi selama dua kali setahun. Menjaga kebersihan tubuh, salah satunya membiasakan mencuci tangan.
Aktivitas Fisik pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Anyar Surabaya Emilia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari; Sukma Sahadewa
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi dari malnutrisi yang berhubungan dengan kepadatan tulang, aktivitas fisik pada anak. Salah satu faktor untuk menjadikan  perhatian pada anak yaitu aktivitas. Karena dengan aktivitas dengan  melakukan gerakan tubuh serta kerja otot – otot tubuh merupakan kerja motoric kasar. Motorik kasar merupakan salah satu dari perkembangan anak. Tujuan: pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui aktivitas fisik pada balita stanting di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Metode: menggunakan yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang stunting dan pemberian kuesioner tentang aktivitas. Hasil: aktivitas balita dengan melakukan lompat tali diperoleh data tertinggi 42 % dengan tidak melakukan aktivitas lompat tali, dan melakukan aktivitas 1-2 kali sebesar 18 %. Aktivitas melakukan berlari dalam 7 kali atau lebih sebesar 47 % dan aktivitas bersepeda yang tidak bersepeda 23 %, melakukan bersepeda 7 kali atau lebih 23 %. Kesimpulan: Aktivitas balita di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar lebih banyak berlari dengan 47 %  (8 balita) dan berlari dapat membantu memperbaiki kualitas otot untuk bergerak.  
EDUKASI MAKANAN SEHAT PUJAAN HATI GUNA MENINGKATKAN STATUS GIZI DI PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA: EDUKASI MAKANAN SEHAT PUJAAN HATI GUNA MENINGKATKAN STATUS GIZI DI PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA Wahyuni Dyah Parmasari; Sukma Sahadewa; Devi Dwi Rianti, Emilia
JCS Vol. 6 No. 3 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development will develop based on quality resources, so it must have humans with good nutritional status and in essence it starts from when they are still in the womb. Nutrition is one of the things that affects human health, where ideal nutrition is related to the development of intelligence, health, skills and supports normal child growth according to their age. The aim is to further socialize and provide insight through healthy food education "Pujaan Hati" in order to improve nutritional status. The community service method provides education in the form of counseling and demonstrating how to make anti-stunting jelly pudding. The results of the education are known that the condition of stunting is 12 toddlers, pre-stunting 3 toddlers, 30 babies prone to stunting, and 11 KEK pregnant women. The conclusion is the need for balanced nutrition for the body, with healthy foods that have an impact on physical health and intelligence. Providing moringa leaves in the form of anti-stunting jelly pudding (pujaan hati) will meet the needs of vitamins and nutrients.
Penyuluhan Tentang Pencegahan Karies Gigi Dalam Upaya Meningkatkan Status Gizi Anak Usia 6 – 8 Tahun di SDN Putat Jaya I/377 Surabaya Theodora, Theodora; Willianti, Enny; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1060

Abstract

Karies dini banyak pada anak usia sekolah dasar. Anak-anak yang mengalami karies akan mengalami kesulitan mengunyah dan memiliki masalah pencernaan yang menghambat kemampuan mereka untuk tumbuh secara maksimal. Tujuan diadakan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan karies gigi dalam upaya meningkatkan status gizi pada anak-anak usia 6-8 tahun (siswa-siswi kelas 1 dan 2) di SDN. Putat Jaya I/377 Surabaya. Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan karies gigi dan status gizi yang meliputi pemeriksaan tinggi badan dan berat badan anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa memperoleh pengetahuan tentang cara merawat gigi dan pencegahan karies gigi. Hasil pemeriksaan gigi pada 70 anak-anak usia 6-8 tahun  di SDN. Putat Jaya I/377 Surabaya  didapatkan sebagian besar anak mengalami karies, yaitu 59 anak (84,3%  dan 11anak (15,7%) tidak mengalami karies. Sedangkan pada pemeriksaan status gizi didapatkan  46 anak (65,7%) status gizinya baik dan 24 anak (34,3%) mengalami gizi buruk. Kesimpulan dari  pengabdian masyarakat ini adalah telah terlaksana dengan baik kegiatan penyuluhan   tentang pentingnya pencegahan karies gigi dalam upaya meningkatkan status gizi yang dilanjutkan dengan pemeriksaan karies dan status gizi pada anak-anak usia 6-8 tahun di SDN. Putat Jaya I/377 Surabaya.
GAMBARAN INSIDENSI RAMPAN KARIES DENGAN KEJADIAN MALOKLUSI PADA ANAK USIA 4-8 TAHUN DI SURABAYA Parmasari, Wahyuni Dyah; Dewi, Putu Agung Narendra Indria
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut data RISKESDAS tahun 2018 prevalensi karies gigi penduduk Indonesia sebesar 88,8%. Khususnya pada anak prasekolah usia 4-5 tahun, angka kejadian karies gigi dilaporkan mencapai 90,5% diperkotaan dan 95,9% di pedesaan. Etiologi maloklusi salah satunya dikarenakan oleh faktor rampan karies. Karies mengakibatkan prematur loss dan akhirnya mengakibatkan disharmoni lengkung rahang. Tujuan: Penelitian ini untuk melihat gambaran insidensi rampan karies dengan kejadian maloklusi pada anak 4-8 tahun di Surabaya. Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif di TK Islam Darut Taqwa Surabaya dengan 45 anak sebagai responden, dengan kriteria eksklusi anak tidak ada kebiasaan buruk dan riwayat alergi. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 33 anak dengan insidensi rampan karies dengan besaran 73,3%. Dari insidensi rampan karies 33 anak tadi yang menderita maloklusi sebanyak 18 anak yaitu 54,5%. Maloklusi yang terjadi yaitu deepbite 12 anak (66,7%), crossbite 1 anak (0,5%), edge to edge 3 anak (16,8%) dan protrusi 2 anak (16%). Kesimpulan: Dalam penelitian ini, didapatkan adanya gambaran insidensi rampan karies dengan kejadian maloklusi pada anak usia 4-8 tahun di Surabaya.
ANALISIS MIKRO-CT SEBAGAI METODE PILIHAN TERHADAP PENELITIAN PERTUMBUHAN TULANG KRANIOFASIAL Parmasari, Wahyuni Dyah; Ardani, I Gusti Wahju; Narmada, Ida Bagus; Kuntaman, Kuntaman; Latief, Fourier Dzar Eljabbar; Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah; Regita Cahyani, Nafansya
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Micro-CT adalah metode pencitraan 3D yang masih jarang ditemui di Indonesia. Analisis ini bermanfaat untuk penelitian untuk mengetahui titik anatomis yang sulit ditentukan secara manual, anomali dan malformasi dari cranium serta dapat mengetahui kepadatan tulang kraniofasial. Dalam pertumbuhan tulang dapat dideteksi secara kuantitatif yaitu pengukuran antropometri, maupun kualitiatif yaitu kualitas pertumbuhan tulang. Tujuan: mengukur dimensi transfersal dan sagital dengan analisis Mikro-CT sebagai parameter pertumbuhan tulang kraniofasial. Metode: Sampel menggunakan calvaria tikus betina dewasa dengan menganalisis daerah dasar calvaria yaitu basisphenoid dan concha nasalis. Analisis sampel dilakukan dan diukur dengan Aplikasi DataViewer versi 1.6.0.0 64-bit. CTVox versi-3.3.1 64-bit digunakan untuk menampilkan visual 3D. Mesin mikro-CT yang digunakan adalah Bruker SkyScan-1173 High Energy Micro-CT. Hasil: Menentukan titik landmark terlateral dari calvaria, kemudian dihubungkan menjadi garis ukur, untuk mendapatkan jarak yang dapat diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Didapatkan MXHR yaitu 9.366 mm dan Interinsisifus (I) dengan titik paling atas cranium yaitu 17.914 mm. Pada concha nasalis, ditentukan titik paling superfisial dan caudal kemudian diukur untuk mengetahui tinggi concha nasalis dalam kurun waktu tertentu. Kesimpulan: Mikro-CT dapat menjadi metode pilihan untuk pengukuran tulang kraniofasial dari aspek anterior-posterior maupun sagital dan dapat menyelidiki kualitas dari tulang dengan satuan grey-scale value.
THE HEAVY LOAD OF THE BACKPACK ON THE SHOULDER POSITION AT THE AGE OF 12-15 YEARS AT SMPN 56 SURABAYA Emilia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari; Ayly Soekanto
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i1.375

Abstract

Using backpacks causes many problems for the body and has a negative impact on the user. Continuous use of a backpack will cause irreversible changes to the user. The heavy load on a backpack doesn't just have an impact on shoulder pain. Analytical observational method with a cross-sectional approach, the research was carried out by weighing the bag, distributing questionnaires to assess the length of time the bag was used and age, and measuring the position of the right and left shoulders using a measuring scale. Results; bag weighing ± 3.52 kg with a minimum bag weight of 1.90 kg and a maximum of 7.6 kg. using the bag on average ±27.25 minutes, with a minimum time of 5 minutes and a maximum time of 120 minutes. The average left shoulder posture is ± 124.28, the minimum value is 108 and the maximum value is 145. The average right shoulder posture is ± 123.50, the minimum value is 107 and the maximum value is 141. Conclusion; there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's right shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.607 <0.05, there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's left shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.848 < 0.05, the weight of the bag used is still normal and has a value below 10% of the student's body weight.
THE CORRELATION BETWEEN DENTAL MALOCCLUSION TO MIDLINE SHIFT AND BODY POSTURE OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Parmasari, Wahyuni Dyah; Willianti, Enny; Theodora, Theodora
Indonesian Journal of Dentistry Vol 5, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/ijd.v5i1.15378

Abstract

Background: The number of teenagers standing up straight according to normal posture is minimal. This results in it becoming a habit, so the body posture is not ideal in adolescence when the growth pattern is still ongoing. Early detection and intervention can help mitigate the impact of these issues on the student’s overall health, function, and quality of life. Methods: The design of this research is a cross-sectional and analytic observation. 70-person respondents were 1st-grade students of Junior High School 56 Surabaya. Outcome: In this study, the p-value obtained, was 0.06, a significant difference between the incidence of malocclusion in midline shift and body posture. Conclusion: There is a correlation between dental malocclusion to midline shift and body posture.
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Siswa Pra Sekolah Mengenai Picky Eater serta Pencegahan Rampant Caries dan Maloklusi Parmasari, Wahyuni Dyah; Dewi, Putu Agung Narendra Indria; Cahyani, Nafansya Regita; Willianti, Enny; Theodora, Theodora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada usia pra-sekolah, yaitu antara usia 3-6 tahun merupakan usia yang memerlukan nutrisi yang baik sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perilaku picky-eater adalah salah satu penghambat kualitas asupan anak tidak ideal sesuai AKG. Jika picky-eater anak lebih memilih makanan yang kariogenik, cenderung manis dan pekat maka kemungkinan terjadinya rampant cariesmeningkat. Karies yang tidak segera dirawat akan mengakibatkan gigi sulung tanggal prematur sehingga dapat menimbulkan maloklusi pada usia sekolah. Kunci dalam pengendalian nutrisi anak, adanya peran orang tua yang mendampingi pemberian makanan gizi seimbang. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai perilaku picky-eater dan akibatnya terhadap insidensi rampant caries dan maloklusi. Penelitian ini sebanyak 160 responden diantaranya 80 orang siswa dan 80 orang tua siswa yang dilaksanakan di TK Darut Taqwa Surabaya. Metode dengan memberikan kuisioner pre-test dan post-testsebanyak 20 pertanyaan kepada 80 orang tua siswa TK. Diantara test diberikan penyuluhan yang dilaksanakan tim pengabdi dan mahasiswa. Hasil didapatkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan orang tua siswa TK Darut Taqwa Surabaya sebanyak 30% dari 3 topik yaitu picky-eater, rampant caries dan maloklusi.
The EDUKASI PENGGUNAAN TAS RANSEL BERBEBAN BERAT TERHADAP POSTUR TUBUH DAN MALOKLUSI DI SMPN 56 SURABAYA: EDUKASI PENGGUNAAN TAS RANSEL BERBEBAN BERAT TERHADAP POSTUR TUBUH DAN MALOKLUSI DI SMPN 56 SURABAYA Dyah Parmasari, Wahyuni; Soekanto, Ayly; Devi Dwi Rianti, Emilia; Sahadewa, Sukma
JCS Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the daily activities of students in Indonesia, they require the use of bags to carry school books. There are various types of bags nowadays, one of which is often used is the backpack model. Every day teaching and learning activities are very busy, resulting in students bringing various school necessities. For example, textbooks, changes to school clothes, extra-curricular activities and so on, so that the backpack carried by each student becomes heavy or excessively burdened. This is something that students carry with them every day and especially for students aged 10-15 years, where this age is the golden period for growth and development and will have an influence on the formation of body posture. If the student's knowledge is lacking, this will result in asymmetry in body posture, and if left untreated, this will result in back pain and sceliosis. Methods Respondents were taken randomly as many as 78 students from a total of 225 students. Respondents were given a pretest before the counseling and a posttest after the counseling, then a presentation of the student's knowledge level was produced. Results and Discussion There was a significant increase after education was held for students, namely before the education was carried out there was a visible increase of 5%. Conclusion There is an increase in educational knowledge about the habit of using heavy backpacks on body posture and malocclusion at SMPN 56 Surabaya.