Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI MAKANAN SEHAT PUJAAN HATI GUNA MENINGKATKAN STATUS GIZI DI PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA: EDUKASI MAKANAN SEHAT PUJAAN HATI GUNA MENINGKATKAN STATUS GIZI DI PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA Wahyuni Dyah Parmasari; Sukma Sahadewa; Devi Dwi Rianti, Emilia
JCS Vol. 6 No. 3 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development will develop based on quality resources, so it must have humans with good nutritional status and in essence it starts from when they are still in the womb. Nutrition is one of the things that affects human health, where ideal nutrition is related to the development of intelligence, health, skills and supports normal child growth according to their age. The aim is to further socialize and provide insight through healthy food education "Pujaan Hati" in order to improve nutritional status. The community service method provides education in the form of counseling and demonstrating how to make anti-stunting jelly pudding. The results of the education are known that the condition of stunting is 12 toddlers, pre-stunting 3 toddlers, 30 babies prone to stunting, and 11 KEK pregnant women. The conclusion is the need for balanced nutrition for the body, with healthy foods that have an impact on physical health and intelligence. Providing moringa leaves in the form of anti-stunting jelly pudding (pujaan hati) will meet the needs of vitamins and nutrients.
Penyuluhan Tentang Pencegahan Karies Gigi Dalam Upaya Meningkatkan Status Gizi Anak Usia 6 – 8 Tahun di SDN Putat Jaya I/377 Surabaya Theodora, Theodora; Willianti, Enny; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1060

Abstract

Karies dini banyak pada anak usia sekolah dasar. Anak-anak yang mengalami karies akan mengalami kesulitan mengunyah dan memiliki masalah pencernaan yang menghambat kemampuan mereka untuk tumbuh secara maksimal. Tujuan diadakan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan karies gigi dalam upaya meningkatkan status gizi pada anak-anak usia 6-8 tahun (siswa-siswi kelas 1 dan 2) di SDN. Putat Jaya I/377 Surabaya. Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan karies gigi dan status gizi yang meliputi pemeriksaan tinggi badan dan berat badan anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa memperoleh pengetahuan tentang cara merawat gigi dan pencegahan karies gigi. Hasil pemeriksaan gigi pada 70 anak-anak usia 6-8 tahun  di SDN. Putat Jaya I/377 Surabaya  didapatkan sebagian besar anak mengalami karies, yaitu 59 anak (84,3%  dan 11anak (15,7%) tidak mengalami karies. Sedangkan pada pemeriksaan status gizi didapatkan  46 anak (65,7%) status gizinya baik dan 24 anak (34,3%) mengalami gizi buruk. Kesimpulan dari  pengabdian masyarakat ini adalah telah terlaksana dengan baik kegiatan penyuluhan   tentang pentingnya pencegahan karies gigi dalam upaya meningkatkan status gizi yang dilanjutkan dengan pemeriksaan karies dan status gizi pada anak-anak usia 6-8 tahun di SDN. Putat Jaya I/377 Surabaya.
GAMBARAN INSIDENSI RAMPAN KARIES DENGAN KEJADIAN MALOKLUSI PADA ANAK USIA 4-8 TAHUN DI SURABAYA Parmasari, Wahyuni Dyah; Dewi, Putu Agung Narendra Indria
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut data RISKESDAS tahun 2018 prevalensi karies gigi penduduk Indonesia sebesar 88,8%. Khususnya pada anak prasekolah usia 4-5 tahun, angka kejadian karies gigi dilaporkan mencapai 90,5% diperkotaan dan 95,9% di pedesaan. Etiologi maloklusi salah satunya dikarenakan oleh faktor rampan karies. Karies mengakibatkan prematur loss dan akhirnya mengakibatkan disharmoni lengkung rahang. Tujuan: Penelitian ini untuk melihat gambaran insidensi rampan karies dengan kejadian maloklusi pada anak 4-8 tahun di Surabaya. Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif di TK Islam Darut Taqwa Surabaya dengan 45 anak sebagai responden, dengan kriteria eksklusi anak tidak ada kebiasaan buruk dan riwayat alergi. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 33 anak dengan insidensi rampan karies dengan besaran 73,3%. Dari insidensi rampan karies 33 anak tadi yang menderita maloklusi sebanyak 18 anak yaitu 54,5%. Maloklusi yang terjadi yaitu deepbite 12 anak (66,7%), crossbite 1 anak (0,5%), edge to edge 3 anak (16,8%) dan protrusi 2 anak (16%). Kesimpulan: Dalam penelitian ini, didapatkan adanya gambaran insidensi rampan karies dengan kejadian maloklusi pada anak usia 4-8 tahun di Surabaya.
ANALISIS MIKRO-CT SEBAGAI METODE PILIHAN TERHADAP PENELITIAN PERTUMBUHAN TULANG KRANIOFASIAL Parmasari, Wahyuni Dyah; Ardani, I Gusti Wahju; Narmada, Ida Bagus; Kuntaman, Kuntaman; Latief, Fourier Dzar Eljabbar; Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah; Regita Cahyani, Nafansya
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Micro-CT adalah metode pencitraan 3D yang masih jarang ditemui di Indonesia. Analisis ini bermanfaat untuk penelitian untuk mengetahui titik anatomis yang sulit ditentukan secara manual, anomali dan malformasi dari cranium serta dapat mengetahui kepadatan tulang kraniofasial. Dalam pertumbuhan tulang dapat dideteksi secara kuantitatif yaitu pengukuran antropometri, maupun kualitiatif yaitu kualitas pertumbuhan tulang. Tujuan: mengukur dimensi transfersal dan sagital dengan analisis Mikro-CT sebagai parameter pertumbuhan tulang kraniofasial. Metode: Sampel menggunakan calvaria tikus betina dewasa dengan menganalisis daerah dasar calvaria yaitu basisphenoid dan concha nasalis. Analisis sampel dilakukan dan diukur dengan Aplikasi DataViewer versi 1.6.0.0 64-bit. CTVox versi-3.3.1 64-bit digunakan untuk menampilkan visual 3D. Mesin mikro-CT yang digunakan adalah Bruker SkyScan-1173 High Energy Micro-CT. Hasil: Menentukan titik landmark terlateral dari calvaria, kemudian dihubungkan menjadi garis ukur, untuk mendapatkan jarak yang dapat diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Didapatkan MXHR yaitu 9.366 mm dan Interinsisifus (I) dengan titik paling atas cranium yaitu 17.914 mm. Pada concha nasalis, ditentukan titik paling superfisial dan caudal kemudian diukur untuk mengetahui tinggi concha nasalis dalam kurun waktu tertentu. Kesimpulan: Mikro-CT dapat menjadi metode pilihan untuk pengukuran tulang kraniofasial dari aspek anterior-posterior maupun sagital dan dapat menyelidiki kualitas dari tulang dengan satuan grey-scale value.
THE HEAVY LOAD OF THE BACKPACK ON THE SHOULDER POSITION AT THE AGE OF 12-15 YEARS AT SMPN 56 SURABAYA Emilia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari; Ayly Soekanto
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i1.375

Abstract

Using backpacks causes many problems for the body and has a negative impact on the user. Continuous use of a backpack will cause irreversible changes to the user. The heavy load on a backpack doesn't just have an impact on shoulder pain. Analytical observational method with a cross-sectional approach, the research was carried out by weighing the bag, distributing questionnaires to assess the length of time the bag was used and age, and measuring the position of the right and left shoulders using a measuring scale. Results; bag weighing ± 3.52 kg with a minimum bag weight of 1.90 kg and a maximum of 7.6 kg. using the bag on average ±27.25 minutes, with a minimum time of 5 minutes and a maximum time of 120 minutes. The average left shoulder posture is ± 124.28, the minimum value is 108 and the maximum value is 145. The average right shoulder posture is ± 123.50, the minimum value is 107 and the maximum value is 141. Conclusion; there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's right shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.607 <0.05, there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's left shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.848 < 0.05, the weight of the bag used is still normal and has a value below 10% of the student's body weight.
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Siswa Pra Sekolah Mengenai Picky Eater serta Pencegahan Rampant Caries dan Maloklusi Parmasari, Wahyuni Dyah; Dewi, Putu Agung Narendra Indria; Cahyani, Nafansya Regita; Willianti, Enny; Theodora, Theodora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada usia pra-sekolah, yaitu antara usia 3-6 tahun merupakan usia yang memerlukan nutrisi yang baik sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perilaku picky-eater adalah salah satu penghambat kualitas asupan anak tidak ideal sesuai AKG. Jika picky-eater anak lebih memilih makanan yang kariogenik, cenderung manis dan pekat maka kemungkinan terjadinya rampant cariesmeningkat. Karies yang tidak segera dirawat akan mengakibatkan gigi sulung tanggal prematur sehingga dapat menimbulkan maloklusi pada usia sekolah. Kunci dalam pengendalian nutrisi anak, adanya peran orang tua yang mendampingi pemberian makanan gizi seimbang. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai perilaku picky-eater dan akibatnya terhadap insidensi rampant caries dan maloklusi. Penelitian ini sebanyak 160 responden diantaranya 80 orang siswa dan 80 orang tua siswa yang dilaksanakan di TK Darut Taqwa Surabaya. Metode dengan memberikan kuisioner pre-test dan post-testsebanyak 20 pertanyaan kepada 80 orang tua siswa TK. Diantara test diberikan penyuluhan yang dilaksanakan tim pengabdi dan mahasiswa. Hasil didapatkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan orang tua siswa TK Darut Taqwa Surabaya sebanyak 30% dari 3 topik yaitu picky-eater, rampant caries dan maloklusi.
The EDUKASI PENGGUNAAN TAS RANSEL BERBEBAN BERAT TERHADAP POSTUR TUBUH DAN MALOKLUSI DI SMPN 56 SURABAYA: EDUKASI PENGGUNAAN TAS RANSEL BERBEBAN BERAT TERHADAP POSTUR TUBUH DAN MALOKLUSI DI SMPN 56 SURABAYA Dyah Parmasari, Wahyuni; Soekanto, Ayly; Devi Dwi Rianti, Emilia; Sahadewa, Sukma
JCS Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the daily activities of students in Indonesia, they require the use of bags to carry school books. There are various types of bags nowadays, one of which is often used is the backpack model. Every day teaching and learning activities are very busy, resulting in students bringing various school necessities. For example, textbooks, changes to school clothes, extra-curricular activities and so on, so that the backpack carried by each student becomes heavy or excessively burdened. This is something that students carry with them every day and especially for students aged 10-15 years, where this age is the golden period for growth and development and will have an influence on the formation of body posture. If the student's knowledge is lacking, this will result in asymmetry in body posture, and if left untreated, this will result in back pain and sceliosis. Methods Respondents were taken randomly as many as 78 students from a total of 225 students. Respondents were given a pretest before the counseling and a posttest after the counseling, then a presentation of the student's knowledge level was produced. Results and Discussion There was a significant increase after education was held for students, namely before the education was carried out there was a visible increase of 5%. Conclusion There is an increase in educational knowledge about the habit of using heavy backpacks on body posture and malocclusion at SMPN 56 Surabaya.
Biomarkers of Suture Density and Thickness in Craniofacial Bone Growth: Micro-CT Analysis Wahyuni Dyah Parmasari; I Gusti Aju Wahju Ardani; Ida Bagus Narmada; Alexander Patera Nugraha; Ramadhan Hardani Putra; Fourier Dzar Eljabbar Latief; Fahrisah Nurfadeliah Bahraini
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 1 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i1.10178

Abstract

Introduction: One of the parameters for measuring craniofacial growth is suture closure. The sutures are connected with fibrous connective tissue that grows in a few days. The objective is to analyze the gray-scale value (GV) potential by measuring the volume of interest (VOI) of the different skulls using micro-computed tomography (Micro-CT). The analysis uses certain parameters, namely density and thickness. Material and Methods: This study involves experimental mice to examine normal growth and development processes at a certain age by investigating mice’s suture maturation. If the suture closure process has been completed, it can be used as a potential standard for measuring the cessation of growth in the craniofacial area. This study examined three different skulls obtained from 15-day-old (cranium 1) baby mice, 25-day-old (cranium 2) baby mice, and 120-day-old adult mice (cranium 3). The possible GV was 0 to 255 (Micro-CT-reconstructed image dataset in 8-bit-BMP-format). There was a volumetric space that limited the analysis area of the bone tissue whose density was measured. In micro-CT-reconstructed images, VOI was determined by the region-of-interest (ROI) in the 2D image slices, which completely formed an image. The machine used was a Bruker SkyScan 1173 high energy micro-CT. Results and Discussions: The suture of Cranium 1, Cranium 2, and Cranium 3 have a relative mean density (GV) of 32,45; 29,74; and 50,1, respectively. This study also measures the geometric average measurement of bone cranium thickness with a 5x5 mm cross-section. The average thickness of cranium 1 is 0.554 mm, cranium 2 is 0.645 mm, and cranium 3 is 1.417 mm. Conclusion: Sutures cranium 1 and 2 are lower in density and thinner than cranium 3 as documented by means of Micro-CT.
Hubungan Prevalensi Stomatitis terhadap Perbedaan Trimester Kehamilan dengan Usia Ibu Hamil di Kecamatan Semampir Surabaya Parmasari, Wahyuni Dyah; Ruth, Mieke Sylvia Margaretha Amiatun; Utomo, Haryono
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i01.181

Abstract

Pendahuluan: Stomatitis merupakan radang yang terjadi pada mukosa yang biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak cekung. Stomatitis yang berulang pada rongga mulut disebut Reccurent Apthous Stomatitis (RAS). Pada umumnya penyakit stomatitis banyak menyerang wanita, khususnya pada masa kehamilan ditemukan kadar hormon progresteron yang lebih rendah dari normal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan prevalensi kejadian stomatitis terhadap perbedaan trimester kehamilan dan usia ibu hamil di kecamatan Semampir Surabaya, Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik. Pengambilan data dilakukan secara total sampling dengan jumlah 94 ibu hamil, dikelompokkan dalam 3 grup yaitu trimester I, II dan III. Data diambil dari rekam medis, kemudian data dianalisa menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan didapatkan nilai koefisien korelasi menunjukkan nilai sebesar 0,980, signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 sehingga ada hubungan ibu hamil tersebut didapatkan Trimester I pada kelompok rentang usia 31-35 tahun, sebanyak 1 orang. Trimester II didapatkan rentang usia 36-40 tahun sebanyak 1 orang. Sedangkan Trimester III didapatkan 4 orang, dengan distribusi 25-30 tahun 2 orang, 31-35 tahun 1 orang dan 41-45 tahun 1 orang. Kesimpulan: Dari studi diatas menunjukkan ada hubungan prevalensi stomatitis terhadap perbedaan trimester kehamilan dengan usia ibu hamil di kecamatan Semampir Surabaya.
Anatomical Landmarks and Measurements of Craniofacial Structures: A Micro-CT Analysis Parmasari, Wahyuni Dyah; Ardani, I Gusti Aju Wahju; Narmada, Ida Bagus; Nugraha, Alexander Patera; Putra, Ramadhan Hardani; Latief, Fourier Dzar Eljabbar; Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah
Odonto : Dental Journal Vol 12, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.12.1.29-43

Abstract

In this study, an adult rat's calvaria was used to examine craniofacial anatomical landmarks of maxilla and mandible using Micro-Computed Tomography (micro-CT) as the marker of craniofacial growth and development in rat. It is used to assist research, translating landmark points for diagnosis. Landmarks on the rat’s calvaria were determined to set the measurements of two specified points. One of the ways to validate craniofacial growth and development is to look at the differences between craniofacial before and after a specified period or treatment. With micro-CT analysis, the researchers are more precise in determining the difficult points in the cranium.The sample analysis was carried out and measured by DataViewer version 1.6.0.0 64-bit Application. CTVox version-3.3.1 64-bit is used to display 3D visuals. Reconstruction results after adjusting the data range were 30-255 (the color range 0-255). The machine used was Bruker SkyScan-1173 High Energy Micro-CT. Findings anatomical landmarks for the examples, the maxilla determined I for the point on premaxilla between jawbone and lingual surface of upper incisors. In the mandible, I’ for the most anterior edge of the alveolar bone on the convexity of the lower incisor. The unevenness of the cranium made manual measurements difficult and not possible. However, this micro-CT method makes the landmark point determination more detailed and dependable. This makes geometric measurements of craniofacial more reliable. Micro-CT analysis is a more dependable method to determine anatomical landmarks and measure craniofacial structures as the marker of craniofacial growth and development in rat.
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam Achmad, Izzbikavik Ade Cahya Karimawan Ahmad Yudianto Alexander Patera Nugraha Alghazaly, Farouk Aline Febridha Rahma Almaidah Safitri Ananda Rigi Aditya Anna Lewi Santoso Ardani, I Gusti Wahju Ari Tania, Putu Oky Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Ayling Sanjaya Ayling Sanjaya Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah Buana, Cikal Septy Cahyani, Nafansya Regita Candra Rini Hasanah Putri Devi Dwi Rianti, Emilia Dewi, Putu Agung Narendra Indria Dian Agustin Wahjuningrum Dimas Ghani Ananda Dini Syifaussholihah Dorta Simamora Duta Nurdibyanandaru Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Enny Wilianti Enny Willianti ENNY WILLIANTI Enny Willianti, Enny Enny Willianty Erny Erny, Erny Eveline Yulia Darmadi Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fauzia Wulandari Ruslan Febtarini Rahmawati Febtarini Rahmawati Fourier Dzar Eljabbar Latief Frans Lianto Heruten Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam Haryono Utomo Heru Setiawan Heru Setiawan I Gede Paskha Yustiana I Gusti Aju Wahju Ardani I Gusti Aju Wahju Ardani I Wayan Rajendra Jade Prabaswara Ida Bagus Narmada Imelda Ritunga Indah Widyaningsih Indy Adelia Kuntaman Kuntaman Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Linda Dwi Safitri Lusiani Tjandra Maharani, Miza Atika Malik Rosyid Setia Jati Masfufatun Masfufatun Maulidi, Ahmad Mega Aisyah Fadilah Mieke Sylvia Mokhtar, Siti Aisyah Nauval Hakim Ni Luh Krisna Agustini Nike Ade Therinda Nugraha, Wima Handika Nur Khamidah Palupi, Marsella Tiara Pawar, Ajinkya Prameswari, Yaasmiin Zivana Regita Pranaya, Randy Hadyan Putra, Ramadhan Hardani Putri Widiya Ningrum Putu Agung Narendra Indria Dewi Putu Oky Ari Tania Rahma, Aline Febridha Ramadhan Hardani Putra Randy Hadyan Pranaya Regita Cahyani, Nafansya Rianti, Emilia Devi Dwi Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Ritunga, Ilmeda Rury Eryna Putri Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sariska Hidayah Shabira Hasna Latifunnisa Sianny Suryawati, Sianny Siany Suryawati Siva Ulrohmah Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Sukma Sahadewa, Sukma Sutandio, Yunitati Syafira Nurfajri Istiqomah Tansatrisna Vony Rei Siswanto THEODORA Theodora Theodora Theodora Theodora Titiek Suharyati Titiek Sunaryati, Titiek Tri Anisa Istiqomah Tri Juliati Yessy Andriani Fauziah Yunitati Maria Margaretha Yunitati Maria Margaretha Sutandio