Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Sakri , Brian Manggala; 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam; Nugraha, Wima Handika; Buana, Cikal Septy; Latifunnisa, Shabira Hasna; Rinov, Putu Eza Ananta Villareal; Rianti, Emillia Devi Dwi; Parmasari, Wahyuni Dyah
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berkurangnya melakukan olahraga, banyak dilakukan oleh lansia dengan segala alasan, seperti malas, tidak ada kesempatan. Lansia dengan fungsi dan kemampuan tubuh berkurang, maka perlunya melakukan olahraga, aktivitas fisik, mengkonsumsi vitamin sehingga mampu mencegah penyakit dan penurunan fungsi tubuh Tujuan: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Metode: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Hasil: pengukuran tekanan darah menunjukkan bahwa, dari 33 sampel yang digunakan dalam penelitian ini rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum 170/110 mmHg. sebagian besar responden terbiasa berolahraga dengan jalan santai minimal 30 menit dalam sehari yaitu sebanyak 23 orang (69,7%) responden dan sebanyak 10 orang (30,3%) responden lainnya tidak berolahraga rutin.Kesimpulan: tekanan darah terkontrol dan melakukan aktivitas olahraga secara teratur selama minimal 30 menit maka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,061 > 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan tekanan darah.
ROKOK ELEKTRIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO PERIODONTITIS: KAJIAN LITERATUR BERDASARKAN BUKTI KLINIS DAN BIOLOGIS Rahma, Aline Febridha; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sutandio, Yunitati; Sanjaya, Ayling
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) semakin meningkat di kalangan remaja dan dewasa muda. Meskipun sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional, e-cigarette tetap mengandung zat yang berpotensi merusak jaringan mulut, terutama jaringan periodontal. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis dampak penggunaan e-cigarette terhadap kesehatan periodontal. Metode: Penelusuran dilakukan terhadap artikel ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir (2020–2025) melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PLOS Global Public Health. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis, terdiri dari studi observasional, tinjauan sistematis, dan meta-analisis. Hasil: Penggunaan e-cigarette dikaitkan dengan peningkatan kedalaman poket periodontal (PPD), kehilangan perlekatan klinis (CAL), resorpsi tulang marginal (MBL), serta kadar sitokin proinflamasi IL-1B yang lebih tinggi dibandingkan non-smoker. Dampaknya lebih ringan dibanding rokok konvensional, namun tetap memicu inflamasi, perubahan mikrobioma oral, dan gangguan penyembuhan jaringan. Respons terapi peri-implantitis juga lebih buruk pada pengguna e-cigarette. Kesimpulan: Berdasarkan telaah terhadap lima belas publikasi ilmiah yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) memiliki dampak yang nyata terhadap kesehatan periodontal. Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa efeknya tidak seberat rokok konvensional, e-cigarette tetap berkontribusi terhadap perubahan klinis dan biologis yang relevan. Kandungan kimia dalam cairan e-cigarette juga berpotensi memicu stres oksidatif dan gangguan komposisi saliva. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan gigi untuk mempertimbangkan riwayat penggunaan e-cigarette dalam proses anamnesis dan perencanaan terapi, serta memberikan edukasi yang tepat kepada pasien. Penelitian longitudinal dengan kontrol yang ketat masih diperlukan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mulut secara menyeluruh.
ANALISIS DESKRIPTIF INDEKS DMF-T DAN MALOKLUSI PADA REMAJA USIA 13–14 TAHUN DI KOTA SURABAYA Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emillia Devi Dwi; Sahadewa, Sukma; Kusuma, I Gusti Bagus Dharma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut pada remaja merupakan indikator penting dalam evaluasi status kesehatan masyarakat, khususnya melalui penilaian indeks DMF-T dan gambaran maloklusi. Remaja usia 13–14 tahun berada pada fase transisi dentisi yang rentan terhadap peningkatan angka karies serta perkembangan maloklusi yang dapat memengaruhi fungsi stomatognatik dan kualitas hidup. Tujuan: Total 50 rersMendeskripsikan tingkat indeks DMF-T serta pola maloklusi pada remaja usia 13–14 tahun di Kota Surabaya. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk data epidemiologis yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program promotif dan preventif kesehatan gigi, sekaligus sebagai acuan bagi tenaga kesehatan gigi dalam upaya deteksi dini dan intervensi yang lebih efektif. Metode: Peneliti memeriksa kelas 8A dan 8C total 50 orang siswa SMPN 56 Surabaya. Responden diperiksa secara klinis oleh seorang dokter gigi. Diamati dengan indeks DMF-T yaitu derajat keparahan gigi yang karies, hilang, dan tambalan. Kemudian dicatat derajat maloklusinya ringan, sedang, parah. Hasil: Nilai signifikansi uji Chi-Square sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks DMF-T dan kejadian maloklusi pada anak usia 14–15 tahun. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat DMF-T dan distribusi maloklusi yang signifikan pada kelompok usia tersebut, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang lebih terarah serta peningkatan edukasi kesehatan gigi pada populasi remaja di Surabaya.
Kesehatan Visual dan Penggunaan Gadget dalam Posisi Berbaring pada Mahasiswa Kedokteran: Sebuah Studi Korelasional Wahyuni Dyah Parmasari; Ananda Rigi Aditya; Suhartati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.259

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dipengaruhi oleh perilaku penggunaan gadget, terutama durasi dan posisi tubuh saat menggunakan perangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi serta posisi penggunaan gadget dengan hasil pemeriksaan refraksi pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 45 mahasiswa yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan penggunaan gadget dan pemeriksaan refraksi oleh tenaga terlatih. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan gadget dalam durasi lama (75.5%), dalam posisi berbaring (95.5%), dan mengalami kelainan refraksi (73.3%). Uji Spearman menunjukkan nilai p = 0.943 untuk durasi dan p = 0.358 untuk posisi, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik, namun pola data menunjukkan kecenderungan adanya pengaruh penggunaan gadget terhadap kelainan refraksi. Kesimpulan penelitian bahwa meskipun hubungan statistik antara durasi maupun posisi penggunaan gadget dengan kelainan refraksi tidak signifikan, pola data menunjukkan kecenderungan bahwa durasi penggunaan yang berlebihan dan posisi berbaring dapat meningkatkan risiko gangguan refraksi.
CORRELATION BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND URIC ACID LEVELS IN PRE-ELDERLY AGES IN SURABAYA Putri Widiya Ningrum; Suhartati Suhartati; Wahyuni Dyah Parmasari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v14i3.48663

Abstract

Background: Uric acid is the result from the breakdown of purine compounds originating from exogenous (diet) and endogenous (results of nucleic acid catabolism). Hyperuricemia occurs when uric acid levels that exceed normal limits, which is caused by several factors, one of which is obesity.  This study aimed to determine the correlation between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in the elderly aged 45-59 years in patients at the Pakis Health Center, Surabaya. Objective: To analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in pre-eldery age. Method: This research uses a cross-sectional approach with consecutive sampling. The total number of respondents in the study was 76 people. This research uses secondary data from patient medical records. Data processing uses the Spearman correlation test. Results: The study found a significant correlation between groups with  p-value of 0.004 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.326. Conclusion: The research found the correlation between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in pre-elderly people aged 45-59 years in patients at the Pakis Health Center, Surabaya.
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam Achmad, Izzbikavik Ade Cahya Karimawan Alexander Patera Nugraha Almaidah Safitri Ananda Rigi Aditya Ananda, Dimas Ghani Anna Lewi Santoso Ardani, I Gusti Wahju Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Ayling Sanjaya Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah Buana, Cikal Septy Cahyani, Nafansya Regita Devi Dwi Rianti, Emilia Dewi, Putu Agung Narendra Indria Dini Syifaussholihah Dorta Simamora Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Enny Wilianti ENNY WILLIANTI Enny Willianti, Enny Enny Willianty Erny Erny, Erny Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fauzia Wulandari Ruslan Febtarini Rahmawati Febtarini Rahmawati Fourier Dzar Eljabbar Latief Fourier Dzar Eljabbar Latief Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam Haryono Utomo I Gusti Aju Wahju Ardani Ida Bagus Narmada Indy Adelia Kuntaman Kuntaman Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Lusiani Tjandra Maharani, Miza Atika Malik Rosyid Setia Jati Margaretha, Yunitati Maria Masfufatun Masfufatun Mega Aisyah Fadilah Mieke Sylvia Mokhtar, Siti Aisyah Nauval Hakim Ni Luh Krisna Agustini Nike Ade Therinda Nugraha, Wima Handika Palupi, Marsella Tiara Prameswari, Yaasmiin Zivana Regita Pranaya, Randy Hadyan Putra, Ramadhan Hardani Putri Widiya Ningrum Putu Agung Narendra Indria Dewi Putu Oky Ari Tania Rahma, Aline Febridha Randy Hadyan Pranaya Regita Cahyani, Nafansya Rianti, Emilia Devi Dwi Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sariska Hidayah Shabira Hasna Latifunnisa Sianny Suryawati, Sianny Siany Suryawati Siva Ulrohmah Suhartati Suhartati Suhartati Sukma Sahadewa, Sukma Sutandio, Yunitati THEODORA Theodora Theodora Tri Anisa Istiqomah Tri Juliati