Claim Missing Document
Check
Articles

ROKOK ELEKTRIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO PERIODONTITIS: KAJIAN LITERATUR BERDASARKAN BUKTI KLINIS DAN BIOLOGIS Rahma, Aline Febridha; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sutandio, Yunitati; Sanjaya, Ayling
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) semakin meningkat di kalangan remaja dan dewasa muda. Meskipun sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional, e-cigarette tetap mengandung zat yang berpotensi merusak jaringan mulut, terutama jaringan periodontal. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis dampak penggunaan e-cigarette terhadap kesehatan periodontal. Metode: Penelusuran dilakukan terhadap artikel ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir (2020–2025) melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PLOS Global Public Health. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis, terdiri dari studi observasional, tinjauan sistematis, dan meta-analisis. Hasil: Penggunaan e-cigarette dikaitkan dengan peningkatan kedalaman poket periodontal (PPD), kehilangan perlekatan klinis (CAL), resorpsi tulang marginal (MBL), serta kadar sitokin proinflamasi IL-1B yang lebih tinggi dibandingkan non-smoker. Dampaknya lebih ringan dibanding rokok konvensional, namun tetap memicu inflamasi, perubahan mikrobioma oral, dan gangguan penyembuhan jaringan. Respons terapi peri-implantitis juga lebih buruk pada pengguna e-cigarette. Kesimpulan: Berdasarkan telaah terhadap lima belas publikasi ilmiah yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) memiliki dampak yang nyata terhadap kesehatan periodontal. Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa efeknya tidak seberat rokok konvensional, e-cigarette tetap berkontribusi terhadap perubahan klinis dan biologis yang relevan. Kandungan kimia dalam cairan e-cigarette juga berpotensi memicu stres oksidatif dan gangguan komposisi saliva. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan gigi untuk mempertimbangkan riwayat penggunaan e-cigarette dalam proses anamnesis dan perencanaan terapi, serta memberikan edukasi yang tepat kepada pasien. Penelitian longitudinal dengan kontrol yang ketat masih diperlukan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mulut secara menyeluruh.
ANALISIS DESKRIPTIF INDEKS DMF-T DAN MALOKLUSI PADA REMAJA USIA 13–14 TAHUN DI KOTA SURABAYA Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emillia Devi Dwi; Sahadewa, Sukma; Kusuma, I Gusti Bagus Dharma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut pada remaja merupakan indikator penting dalam evaluasi status kesehatan masyarakat, khususnya melalui penilaian indeks DMF-T dan gambaran maloklusi. Remaja usia 13–14 tahun berada pada fase transisi dentisi yang rentan terhadap peningkatan angka karies serta perkembangan maloklusi yang dapat memengaruhi fungsi stomatognatik dan kualitas hidup. Tujuan: Total 50 rersMendeskripsikan tingkat indeks DMF-T serta pola maloklusi pada remaja usia 13–14 tahun di Kota Surabaya. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk data epidemiologis yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program promotif dan preventif kesehatan gigi, sekaligus sebagai acuan bagi tenaga kesehatan gigi dalam upaya deteksi dini dan intervensi yang lebih efektif. Metode: Peneliti memeriksa kelas 8A dan 8C total 50 orang siswa SMPN 56 Surabaya. Responden diperiksa secara klinis oleh seorang dokter gigi. Diamati dengan indeks DMF-T yaitu derajat keparahan gigi yang karies, hilang, dan tambalan. Kemudian dicatat derajat maloklusinya ringan, sedang, parah. Hasil: Nilai signifikansi uji Chi-Square sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks DMF-T dan kejadian maloklusi pada anak usia 14–15 tahun. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat DMF-T dan distribusi maloklusi yang signifikan pada kelompok usia tersebut, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang lebih terarah serta peningkatan edukasi kesehatan gigi pada populasi remaja di Surabaya.
Kesehatan Visual dan Penggunaan Gadget dalam Posisi Berbaring pada Mahasiswa Kedokteran: Sebuah Studi Korelasional Wahyuni Dyah Parmasari; Ananda Rigi Aditya; Suhartati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.259

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dipengaruhi oleh perilaku penggunaan gadget, terutama durasi dan posisi tubuh saat menggunakan perangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi serta posisi penggunaan gadget dengan hasil pemeriksaan refraksi pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 45 mahasiswa yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan penggunaan gadget dan pemeriksaan refraksi oleh tenaga terlatih. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan gadget dalam durasi lama (75.5%), dalam posisi berbaring (95.5%), dan mengalami kelainan refraksi (73.3%). Uji Spearman menunjukkan nilai p = 0.943 untuk durasi dan p = 0.358 untuk posisi, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik, namun pola data menunjukkan kecenderungan adanya pengaruh penggunaan gadget terhadap kelainan refraksi. Kesimpulan penelitian bahwa meskipun hubungan statistik antara durasi maupun posisi penggunaan gadget dengan kelainan refraksi tidak signifikan, pola data menunjukkan kecenderungan bahwa durasi penggunaan yang berlebihan dan posisi berbaring dapat meningkatkan risiko gangguan refraksi.
CORRELATION BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND URIC ACID LEVELS IN PRE-ELDERLY AGES IN SURABAYA Putri Widiya Ningrum; Suhartati Suhartati; Wahyuni Dyah Parmasari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v14i3.48663

Abstract

Background: Uric acid is the result from the breakdown of purine compounds originating from exogenous (diet) and endogenous (results of nucleic acid catabolism). Hyperuricemia occurs when uric acid levels that exceed normal limits, which is caused by several factors, one of which is obesity.  This study aimed to determine the correlation between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in the elderly aged 45-59 years in patients at the Pakis Health Center, Surabaya. Objective: To analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in pre-eldery age. Method: This research uses a cross-sectional approach with consecutive sampling. The total number of respondents in the study was 76 people. This research uses secondary data from patient medical records. Data processing uses the Spearman correlation test. Results: The study found a significant correlation between groups with  p-value of 0.004 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.326. Conclusion: The research found the correlation between Body Mass Index (BMI) and uric acid levels in pre-elderly people aged 45-59 years in patients at the Pakis Health Center, Surabaya.
CORRELATION BETWEEN PICKY EATER BEHAVIOR AND RAMPANT CARIES IN PRESCHOOL CHILDREN IN SURABAYA Indria Dewi, Putu Agung Narendra; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sanjaya, Ayling; Suryawati, Siany
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : FKG ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v10i1.22202

Abstract

The dental and oral health of the Indonesian people is still something that needs to be seriously viewed by health workers, both doctors and nurses. In Indonesia, the prevalence of caries in children aged 3-4 years reaches 81,1%, root caries reaches 13,3% and caries ages 5-9 reaches 92,6%, root caries reaches 28,5%, indicating that caries in Indonesia has entered the high category. Caries rampan is caused by multifactorial, where one of these factors is children's eating behavior, children's diets have various patterns, one of which can be seen from children who have picky eater behavior. This research aims to determine the relationship between picky eater behavior and the incidence of caries ramping in preschool children. This research was carried out using an observational analytical method with a cross sectional approach. The results of this study show that preschool age children dominated by women 61,1% and boys 38.9%.children have picky eater behavior as much as 75,0% and caries incidence 86,1%. The study results showed a relationship between picky eater behavior and the incidence of caries rampan in preschool-aged children at Kindergarten Surabaya in 2024 with a chi-square statistical chi-square(⍴=0,002 value). Based on the research conducted, it is hoped that parents and schools will pay attention to children's eating behavior and dental and oral health.
Deteksi Dini Kerusakan Gigi dan Maloklusi Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Desa Sukorejo Rianti, Emillia Devi Dwi; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi dan maloklusi merupakan dua masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar dan dapat berdampak terhadap fungsi mastikasi, estetika, serta kualitas hidup. Berbagai studi menunjukkan bahwa faktor biologis dan perilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan berpotensi memengaruhi tingkat keparahan maupun pola terjadinya karies gigi dan maloklusi. Namun, data epidemiologis yang menggambarkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin pada anak usia sekolah dasar di tingkat komunitas, khususnya di Desa Sukorejo, masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk mendukung perencanaan program kesehatan gigi yang lebih terarah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui gambaran perbedaan kerusakan gigi (decay) dan maloklusi pada anak laki-laki dan perempuan di Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Desa  Sukorejo, Kabupaten  Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di balai desa Sukorejo yang berdekatan dengan sekolah MI. Sasaran edukasi terdapat 37 siswa usia 9–11 tahun. Metode pendekatan deskriptif kuantitatif dan total sampling. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengisian daftar hadir, penyuluhan kesehatan gigi, pengisian kuesioner, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang difokuskan pada kondisi karies dan derajat maloklusi. Tingkat pengetahuan naik 100% sebelum edukasi dan setelah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi siswa laki-laki lebih dominan (64,86%) dibandingkan perempuan (35,14%). Kondisi maloklusi paling banyak ditemukan adalah Klas II Angle dengan berdesakan (24%), diikuti diastema (16,2%) dan Klas II Angle divisi 1 (protrusi) (10,8%), sementara oklusi normal hanya ditemukan pada 38% siswa. Kondisi kerusakan gigi juga tergolong tinggi, dengan mayoritas siswa mengalami karies 24,3% dan hanya 5,4% yang tidak mengalami karies. Kegiatan ini menunjukkan bahwa prevalensi karies dan maloklusi pada siswa MI Desa Sukorejo masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan melalui peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan gigi.
Potential Vitamin D3 in Reducing Hyperglicemia on Wistar Diabetic Mellitus Maulidi, Ahmad; Parmasari, Wahyuni Dyah; Ari Tania, Putu Oky; Setiawan, Heru; Sunaryati, Titiek
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 34 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance. Potential alternative to DM management is vitamin D supplementation, which is known to play a role in glucose homeostasis by enhancing insulin sensitivity and protecting pancreatic beta cells. This study aimed to evaluate the effect of vitamin D3 administration on blood glucose levels in Wistar rats induced diabetes mellitus using alloxan. Alloxan causes diabetes by damaging pancreatic β-cells in the islets of Langerhans. This substance enters the cells via the glucose transporter (GLUT2), producing free radicals (ROS), promote oxidative stress and β-cell necrosis, resulting in decreased insulin secretion and increased blood glucose levels. This study uses an experimental design with pre-test and post-test control group. The results showed a significant difference in blood glucose levels between groups (p=0.002) with Kruskal-Wallis Test. The treatment groups (P1 and P2) demonstrated a reduction in blood glucose levels compared to the positive control, with a greater decrease observed in group with the high dose of Vitamin D3, although the difference of glucose level between P1 and P2 was not statistically significant. These findings suggest that vitamin D3 administration plays a beneficial role in lowering blood glucose levels in alloxan-induced diabetic Wistar rats. It may help improve glucose regulation by enhancing insulin sensitivity or protecting pancreatic β-cells from oxidative damage. This paper describes our experimental approach, from the methodology through to the results and discussion, to explore the impact of Vitamin D3 on diabetic Wistar rats.
Effectiveness of Annona muricata L on the Inhibition of Streptococcus mutans Linda Dwi Safitri; Wahyuni Dyah Parmasari
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol. 10 No. 2 (2025): Vol 10 No. 2 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v10i2.659

Abstract

Streptococcus mutans is widely recognized as the primary etiological agent of dental caries and is a normal inhabitant of dental plaque. The growth of this bacterium may be inhibited by herbal agents, including soursop leaves (Annona muricata L.), which contain bioactive compounds such as saponins, triterpenoids, tannins, alkaloids, flavonoids, and phenolic compounds known for their antibacterial properties. Based on this rationale, the present study aimed to further the inhibitory effect of soursop leaf extract on the growth of Streptococcus mutans. The bacterial isolates used in this study were obtained from the Microbiology Laboratory at the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya. A minimum of four samples were included in each of six treatment groups with extract concentrations of 15 mg/mL, 30 mg/mL, 40 mg/mL, 45 mg/mL, 50 mg/mL, and 60 mg/mL. One negative control group received sterile distilled water, while one positive control group was treated with amoxicillin without soursop leaf extract. Samples were assigned using a simple random sampling technique. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results indicated that a concentration of 15 mg/mL of soursop leaf extract (Annona muricata L.) effectively inhibited the growth of Streptococcus mutans
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam Achmad, Izzbikavik Ade Cahya Karimawan Alexander Patera Nugraha Almaidah Safitri Ananda Rigi Aditya Ananda, Dimas Ghani Anna Lewi Santoso Ardani, I Gusti Wahju Ari Tania, Putu Oky Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Ayling Sanjaya Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Bahraini, Fahrisah Nurfadeliah Buana, Cikal Septy Cahyani, Nafansya Regita Devi Dwi Rianti, Emilia Dewi, Putu Agung Narendra Indria Dini Syifaussholihah Dorta Simamora Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Enny Wilianti ENNY WILLIANTI Enny Willianti, Enny Enny Willianty Erny Erny, Erny Fahrisah Nurfadeliah Bahraini Fauzia Wulandari Ruslan Febtarini Rahmawati Febtarini Rahmawati Fourier Dzar Eljabbar Latief Fourier Dzar Eljabbar Latief Hamdan, Maulana Muhammad Hisyam Haryono Utomo Heru Setiawan I Gusti Aju Wahju Ardani Ida Bagus Narmada Indria Dewi, Putu Agung Narendra Indy Adelia Kuntaman Kuntaman Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Linda Dwi Safitri Lusiani Tjandra Maharani, Miza Atika Malik Rosyid Setia Jati Margaretha, Yunitati Maria Masfufatun Masfufatun Maulidi, Ahmad Mega Aisyah Fadilah Mieke Sylvia Mokhtar, Siti Aisyah Nauval Hakim Ni Luh Krisna Agustini Nike Ade Therinda Nugraha, Wima Handika Palupi, Marsella Tiara Prameswari, Yaasmiin Zivana Regita Pranaya, Randy Hadyan Putra, Ramadhan Hardani Putri Widiya Ningrum Putu Oky Ari Tania Rahma, Aline Febridha Randy Hadyan Pranaya Regita Cahyani, Nafansya Rianti, Emilia Devi Dwi Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sariska Hidayah Shabira Hasna Latifunnisa Sianny Suryawati, Sianny Siva Ulrohmah Suhartati Suhartati Suhartati Sukma Sahadewa, Sukma Suryawati, Siany Sutandio, Yunitati THEODORA Theodora Theodora Titiek Sunaryati, Titiek Tri Anisa Istiqomah Tri Juliati