Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) Disclosure and Retention Ratio on Company Size in Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2024 Euis Mufahamah; Rahyono Rahyono; Rengga Desca Saputra; Safira Azzahra; Nanda Rahmadani; Siti Musyafa'ah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.10041

Abstract

This study aims to examine the influence of environmental, social, and governance (ESG) disclosure and retention ratios on company size. Sample selection was carried out using the purposive sampling method, which is a sampling technique from a number of populations based on certain criteria so that the selected sample is in accordance with the research objectives. The population in this study is energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2024. The number of samples obtained was 8 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2022-2024, so the number of observations was 24 data. The data sources used in this study come from the official website of the Indonesia Stock Exchange and the websites of related companies. This study uses a quantitative approach with data collection techniques using descriptive analysis and multiple linear regression analysis, and utilizes SPSS 25 software to process data. The results of the analysis show that ESG disclosure and retention ratio have no effect on company size. These findings indicate that these factors have not been the main determinant of the size of energy sector companies in Indonesia in the study period. This research is expected to contribute to the development of literature related to ESG and retention ratios in Indonesia and become a consideration for company management and investors in strategic decision-making.
Pengaruh Environmental, Social and Governance (ESG) dan Green Innovation terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sector Pertambangan di BEI pada Era Transisi Energi Rizkika Dafitri; Febrianty Febrianty; Euis Mufahamah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Green Innovation terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. ESG dan Green Innovation semakin menjadi perhatian dalam era transisi energi karena dianggap mampu mendukung keberlanjutan bisnis serta meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tuntutan lingkungan yang semakin tinggi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ESG dan Green Innovation, sedangkan kinerja keuangan sebagai variabel dependen diproksikan menggunakan Return on Assets (ROA) untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Penelitian ini dibatasi pada 32 perusahaan sektor pertambangan yang memenuhi kriteria sampel selama tiga tahun pengamatan, sehingga diperoleh 96 unit observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan Green Innovation tidak berpengaruh positif dan juga tidak signifikan terhadap ROA. Selain itu, hasil pengujian simultan menunjukkan bahwa ESG dan Green Innovation secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi ESG dan inovasi hijau pada perusahaan sektor pertambangan belum mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kinerja keuangan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengoptimalkan penerapan ESG dan Green Innovation secara lebih terintegrasi agar dapat menciptakan nilai tambah dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Analisis Debt to Equity Ratio (DER/X1), Debt Ratio (DR/X2), dan Times Interest Earned (TIE/X3) terhadap Rasio Profitabilitas Perusahaan Sektor Publik yang Terdaftar di BEI Novita Yuliana Sari; Lestari Wuryanti; Euis Mufahamah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Debt Ratio (DR), dan Times Interest Earned (TIE) terhadap rasio profitabilitas perusahaan sektor publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan menjaga keberlanjutan kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan 14 perusahaan sektor publik dengan total 70 observasi. Variabel independen yang digunakan meliputi Debt to Equity Ratio (DER), Debt Ratio (DR), dan Times Interest Earned (TIE), sedangkan variabel dependen adalah rasio profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap rasio profitabilitas (p=0,838), sedangkan Debt Ratio (DR) juga berpengaruh negatif namun tidak signifikan (p=0,801). Sebaliknya, Times Interest Earned (TIE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio profitabilitas (p<0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,816 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 81,6% variasi profitabilitas perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga utang merupakan faktor yang lebih berperan dalam meningkatkan profitabilitas dibandingkan besarnya proporsi utang yang dimiliki perusahaan.
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham Index LQ45 (2020-2023) Ira Pramudya Swastika; Lestari Wuryanti; Euis Mufahamah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12136

Abstract

Return saham merupakan salah satu indikator penting yang digunakan investor untuk menilai keberhasilan investasi di pasar modal. Pergerakan return saham dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental perusahaan, di antaranya profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan. Namun, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap return saham masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan serta data harga saham perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 30 perusahaan dengan total 120 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji asumsi klasik, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Selain itu, secara simultan profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan terbukti berpengaruh signifikan terhadap return saham. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor fundamental perusahaan berperan dalam memengaruhi return saham perusahaan LQ45, meskipun kemampuan model dalam menjelaskan variasi return saham masih terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel makroekonomi maupun faktor pasar untuk memperoleh model yang lebih komprehensif.