Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Relationship Between Adequacy of Protein, Iron, Vitamin C, and The Incidence of Anemia in Adolescent Girls Aged 16-18 Years Dian Ferdiyanto; Alifianti Muharramah; Dera Elva Junita; Desti Ambar Wati
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v9i2.486

Abstract

Background: Anemia is a condition with a red blood cell count of less than <12 mg/dl. Factors that cause the high incidence of anemia in adolescents include low intake of animal and vegetable protein, iron, vitamin C, and bleeding due to prolonged menstruation.Research Methods: This study aimed to determine the relationship between adequate protein, iron, and vitamin C levels and the incidence of anemia in young women aged 16-18 years at SMA Negeri 1 Jati Agung. The research design used in this research is quantitative, utilizing a cross-sectional method. The subjects in this research were 66 female respondents from SMA Negeri 1 Jati Agung.Research Result: Base The results of the analysis using the Fisher test showed that there was no relationship between the level of protein adequacy (p = 0.633), the level of iron adequacy (p = 0.769), and the level of vitamin C adequacy (p = 0.128).Conclusion: This research concludes that there is no relationship between adequate levels of protein, iron, and vitamin C and the incidence of anemia in young women aged 16-18 at SMA Negeri 1 Jati Agung.
ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK HEMODIALISA RSUD PRINGSEWU : Protein Intake Urea and Creatinine in Chronic Kidney Hemodialysis Patients at Pringsewu Hospital Nofiyanti, Alfina; Nurhayati, Aftulesi; Junita, Dera Elva; Ambar Wati, Desti
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.835

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi gangguan fungsi ginjal yang memengaruhi kesehatan secara signifikan. Hemodialisis merupakan metode pengganti fungsi ginjal untuk mengatasi gejala akibat penurunan laju filtrasi glomerulus. Pengaturan asupan protein pasien GGK dengan hemodialisis perlu diperhatikan, karena konsumsi protein yang tinggi dapat memperberat kerja ginjal dalam mengeluarkan sisa metabolisme, sehingga meningkatkan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan protein dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Pringsewu tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi 423 orang dan sampel 36 responden. Penelitian dilakukan di ruang Alamanda, RPDP, RPDW, dan ruang Hemodialisis pada 29 Mei–26 Juni 2024. Data asupan protein dikumpulkan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Kadar ureum dan kreatinin diperoleh dari hasil laboratorium di buku rekam medis pasien atau pengecekan langsung dengan bantuan perawat dan petugas laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara asupan protein dengan kadar ureum (p=0,080) maupun kadar kreatinin (p=0,995). Hal ini disebabkan oleh penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) dan ekskresi urin yang terganggu, sehingga metabolisme protein menghasilkan penumpukan ureum dan kreatinin. Akibatnya, meskipun asupan protein rendah, kadar ureum dan kreatinin tetap tinggi karena penumpukan kembali ke sistem sirkulasi darah.
TINGKAT PENGETAHUAN PREBIOTIK, PROBIOTIK, DAN ASUPAN SERAT DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA: Relation Between Knowledge of Prebiotic, Probiotik and Fiber Intake on The Incidence of Contipation Among Patient with Chronic Kidney Disease on Hemodialysis Amara, Talika; Nurhayati, Aftulesi; Elva Junita, Dera; Akhriani, Mayesti
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.849

Abstract

Hemodialisa mengharuskan pasien untuk melakukan pembatasan seperti pembatasan pola makan dan aktivitas fisik selama pasien melakukan hemodialisa. Hal tersebut menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan yaitu konstipasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan prebiotik, probiotik, dan asupan serat pada kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Jenis penelitian analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Total populasi sample adalah 91 responden penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa pada bulan mei – juni 2024. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisi data yang digunakan meliputi data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesionesr tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik milik refita et al., (2021), formulir 2 x 24 jam food recall untuk asupan serat, dan Bristol Stool Chart untuk mengetahui tingkat kejadia konstipasi responden. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik (p=0.002), serta asupan serat (p=0.004) dengan kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa. Saran untuk penelitian kedepan untuk melakukan konsultasi gizi dengan menambahkan materi mengenai prebiotik dan probiotik serta asupan serat oleh ahli gizi kepada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis.
PERBEDAAN TOTAL GULA PRODUK NATA DE SOYA DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GULA: Differences of total sugar nata de soya with variations sugar addition Febyani, Fajarita; Ambar Wati, Desti; Elva Junita, Dera; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1261

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Faktor yang mempengaruhi peningkatan gula darah diantaranya asupan makan, khususnya karbohidrat. Diet tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. Jenis karbohidrat kompleks tinggi serat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Nata de soya merupakan pangan fungsional berbahan dasar limbah cair tahu yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir, gula batu, gula merah, dan gula aren terhadap kandungan total gula nata de soya, sehingga dapat diketahui kandungan total gula yang paling baik dikonsumsi sebagai alternatif pengganti selingan/snack untuk penderita diabetes.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Limbah cair tahu didapat dari produsen tahu desa Gadingrejo, Pringsewu. Pembuatan nata de soya dilakukan di Perumahan Griya Hanifa, Desa Kurungan Nyawa, Pesawaran. Formula yang digunakan yaitu F0 : gula pasir, F1 : gula batu, F2 : gula merah, dan F3 : gula aren, dengan berat masing-masing 42 gram, dengan lama fermentasi 14 hari. Untuk pengujian kandungan total gula menggunakan metode luff scrholl d an dilakukan di Laboratorium Polinela. Desain yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan . Analisis uji normalitas data dengan uji Saphiro wilk. Analisis bivariat menggunakan uji one way anova, dan dilanjutkan dengan uji perbedaan nyata dengan post hoc bonferroni.Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh variasi jenis gula terhadap kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001. Uji lanjutan dilakukan untuk melihat perbedaan nyata antar kelompok data, menggunakan Uji Bonferroni, hasilnya terdapat perbedaan nyata kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEMILIHAN SUMBER MAKANAN ZAT BESI DAN LILA (LINGKAR LENGAN ATAS) DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTs MA’ARIF 18 RU PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2024 Wulandari, Desi; Elva Junita, Dera; Ambar Wati, Desti; Ayu Lestari, Lara
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1272

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang paling umum di seluruh dunia terutama disebabkan karena defisiensi zat besi, ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dibawah normal yaitu kurang dari 12,0 g/dL. Rendahnya pengetahuan makanan sumber zat besi akan berpengaruh terhadap kebutuhan asupan zat gizi dalam sehari, apabila hal ini berlangsung lama dan secara terus menerusakan mempengaruhi status gizi (LILA). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi dan LILA dengan anemia pada remaja putri di MTs Ma’arif 18 RU Pasir Sakti Lampung Timur. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 oktober – 1 november, populasi dalam penelitian berjumlah 174 remaja putri dengan jumlah sampel sebanyak 64 remaja putri anemia yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi, pita LILA (Lingkar Lengan Atas) dan alat kadar hemoglobin Mission. Analisis bivariat yang digunakan adalah Uji Gamma.Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi kategori kurang 37 responden (57.8%), KEK sebanyak 37 responden (57.8%) remaja putri mengalami anemia ringan sebanyak 42 responden (65.6%). Ada hubungan kuat antara pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi (P = 0,001; r= 0,702) dan LILA (P = 0,002 ; r= 0,690) dengan anemia. Saran peneliti responden agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri sehingga bisa memilih makanan yang tinggi zat besi, rutin meminum tablet tambah darah seminggu satu kali serta membiasakan sarapan setiap pagi. Kata Kunci : Pengetahuan, anemia, kadar HB, LILA
Analisis Kalsium Pada Es Krim Buah Naga Dengan Tepung Daun Kelor Sebagai Substitusi Untuk Makanan Selingan Remaja Putri Elva Junita, Dera; Mauliyah, Mauliyah; Wati, Desti Ambar; Meilina, Ayu; Pisacha, Iga Mayola
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga dan Daun kelor merupakan jenis pangan fungsional yang mengandung banyak zat gizi yang telah banyak digunakan dalam pencegahan anemia pada remaja putri. Eskrim merupakan makanan yang paling popular dan sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat dikarenakan rasanya yang enak, dan tekstur yang lembut dan dapat menjadi salah satu media dalam pencegahan anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar kalsium, dan mengetahui formula eskrim buah naga yang memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental, dengan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) yaitu dengan menambahkan tepung daun kelor pada pembuatan eskrim buah naga dengan beberapa konsentrasi yaitu F0(0%),F1(2.5%),F2(5%),F3(7.5%),dan F4(10%). Pembuatan es krim buah naga dilakukan di Dapur Dashat (Dapur Sehat Atasi Balita Stunting) di Kelurahan Rejomulyo. Uji analisis kalsium dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Lampung menggunakan metode SNI 7854:2013 dengan 2 kali pengulangan. Analisis statistik menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk diperoleh hasil uji kalsium berdsitribusi tidak normal dengan nilai p-value 0,000. Data hasil uji kadar kalsium dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney U Test. Es krim dengan substitusi es krim buah naga dengan tepung daun kelor memiliki kadar kalsium tertinggi diantara semua perlakuan dengan F4 yaitu sebesar 0,527%. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata pada uji kadar kalsium eskrim buah naga dengan tepung daun kelor sebagai substitusi untuk makanan selingan remaja putri dengan p value 0,323.
Diversifikasi Olahan Sayuran Hijau Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Semangat Jaya di Pekon Gadingrejo Utara Kabupaten Pringsewu Elva Junita, Dera; Masayu Dian Khairani; Afifah Nurhasanah Majid; Evita Anggraini; Putri Agustiana; Ricky Usman
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/jgr6vd36

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah kelompok yang dibentuk untuk memberdayakan wanita dalam bidang pertanian. KWT  memiliki peran penting dalam pengembangan pertanian, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.  KWT di daerah gadingrejo utara kabupaten pringsewu merupakan salah satu kegiatan yang dapat menguntungkan bagi para ibu rumah tangga, karena kegiatan KWT  ini melakukan budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak digunakan oleh setiap anggota. Sayuran yang dibudidayakan yaitu sayur kangkung, sawi, bayam hijau, bayam merah, dan jamur. Jenis sayuran yang di budidayakan di KWT Semangat Jaya sama dengan yang di budidayakan oleh warga sekitar. Waktu pemanenan sayuran seringkali berbarengan akan tetapi jumlah sayuran yang dijual kepihak suplier terbatas. Sehingga terdapat beberapa sayuran yang tidak terjual ke pihak suplier, akhirnya sayuran tersebut dijual dengan harga yang murah. Untuk itu perlunya diversifikasi produk olahan guna meminimalisir sayuran yang tersisa.  Metode yang diterapkan yaitu edukasi dan sosialisasi, demo masak dan evaluasi. Waktu pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Oktober 2024 –Desember 2024. Sasaran pada kegiatan ini yaitu seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Semangat Jaya Gadingrejo Utara sebanyak 20 orang. Jumlah sampel dalam kegiatan ini diambil sebanyak 12 orang. Karena permasalahan tersebut  kegiatan ini bertujuan untuk edukasi pembuatan dan pengembangan produk olahan berbasis sayuran hijau menjadi olahan mie instan kangkung dan stik sawi untuk dapat meningkatkan nilai jual hasil panen dan meminimalisir sisa produk.
PENGARUH MODIFIKASI LAUK NABATI TERHADAP CITA RASA DAN DAYA TERIMA MENU MAKAN PAGI PASIEN RAWAT INAP Rosida, Oktania; Akhriani, Mayesti; Junita, Dera Elva; Wahyudi, Dian Arif
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 2 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i2.1342

Abstract

The acceptability of hospital food is reflected by the amount of food left over. High levels of leftover food result inadequate nutrition for patients and economy aspect indicate wasted costs, which makes the food budget inefficient and ineffective. The study was aimed to determine the effect of plant-based dish modification on the taste and acceptability of the breakfast menu for Class III inpatient patients. The study was quantitative that used a quasi-experimental design with a static group comparison design, conducted in October 2024, at Batin Mangunang Regional General Hospital. The sample consisted of all Class III soft food diet patients with total 30 respondents using purposive sampling as the sampling technique. The total population was 30 patients. Bivariate analysis in this study used the Wilcoxon test. Data collected was using the instrument questionnaire. The results of the study showed that there was an effect of modifying the plant-based dish (tofu) on acceptability and preference levels for appearance (p-value 0.000), color (p-value 0.001), shape (p-value 0.001), portion (p-value 0.001), presentation (p-value 0.001), taste (p-value 0.001), aroma (p-value 0.001), cooking level (p-value 0.001), seasoning (p-value 0.001), and temperature (p-value 0.001). Based on the results of the analysis, it was concluded that there was a relationship between modifications of the vegetable side dish menu of tofu and the acceptability which could affect the patient's food intake. Jumlah makanan yang tersisa sangat sedikit, menunjukkan daya terima makanan pasien rumah sakit. Tingkat sisa makanan yang tinggi dapat mengurangi kebutuhan gizi pasien dan secara ekonomis dapat menyebabkan anggaran makanan kurang efisien dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perubahan lauk nabati berdampak pada cita rasa dan daya terima menu makan pagi pasien rawat inap kelas III. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan perbandingan grup statis, dan telah dilakukan di RSUD Batin Mangunang pada bulan Oktober 2024. Pada penelitian ini, subjek yang digunakan ialah seluruh pasien diet makanan lunak kelas III, yang berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan total populasi 30 pasien. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk analisis bivariat. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh modifikasi lauk nabati tahu terhadap daya terima dan tingkat kesukaan penampilan (p-value 0,000), warna (p-value 0,000), bentuk (p-value 0,000), porsi (p-value 0,000), penyajian (p-value 0,000), rasa (p-value 0,000), aroma (p-value 0,000), tingkat kematangan (p-value 0,000), bumbu (p-value 0,000), dan suhu (p-value 0,000). Berdasarkan hasil analisis disimpulkan terdapat hubungan diantara modifikasi menu lauk nabati tahu dengan daya terima yang dapat memengaruhi asupan makan pasien.
Hubungan Asupan Lemak Dan Asupan Serat Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Usia 35-75 Tahun Di Wilayah Uptd Puskesmas Pasiran Jaya Septiana, Rima; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Akhriani, Mayesti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition when systolic blood pressure is > 120 mmHg and diastolic blood pressure is > 80 mmHg. Factors that influence the occurrence of hypertension are such as diet (sodium, potassium, fiber, and fat intake), as well as exercise habits. Low fiber intake can cause less excretion of bile acids through feces, resulting in a lot of cholesterol being absorbed from the bile. Cholesterol that is widely distributed in the blood vessels will inhibit blood circulation, thus increasing blood pressure. The purpose of this study was the relationship between fat intake and fiber intake with blood pressure in hypertensive patients aged 35-75 years at the Pasiran Jaya Health Center UPTD in 2024. This study was conducted in September - November 2024. The design in this study used a quantitative design with the approach used was cross sectional, the sample of this study was hypertensive respondents in the Pasiran Jaya Health Center UPTD Area, Tulang Bawang Regency, as many as 103 respondents with the sampling technique used was accidental sampling. the measuring instrument used was the SQ FFQ instrument and blood pressure. The bivariate analysis of this study used the Pearson test. The results of the statistical test analysis showed that there was a relationship between fat intake and systolic blood pressure with a P Value (p = 0.027) and diastolic (p = 0.032) in hypertensive patients aged 35-75 years in the Pasiran Jaya Tulang Bawang Health Center UPTD Area in 2024. The results of the statistical test analysis There is a relationship between fiber intake and systolic blood pressure with a P Value (p = 0.003) and diastolic (p = 0.001) in hypertensive patients aged 35-75 years in the Pasiran Jaya Tulang Bawang Health Center UPTD Area in 2024. Every patient is expected to be able to consume sufficient fat and fiber so that blood pressure remains normal.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DESA TEGALREJO DALAM PEMANFAATAN TEPUNG PISANG KEPOK MENJADI SOES KERING Wati, Desti Ambar; Junita, Dera Elva; Zahra, Dhifa Nadia; Fadhillah, Aqila Nur; Oktaviyeni, Nikmah; Sari, Dwi Rahma
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v3i1.129

Abstract

Kepok banana (Musa paradisiaca Linn) is one of the leading horticultural commodities in Lampung Province with great potential as a raw material for food processing, particularly for banana chips and banana flour. Kepok bananas contain beneficial nutrients such as high dietary fiber, resistant starch, low glycemic index, and potassium, which can help regulate blood glucose and blood pressure. However, bananas are highly perishable fruits, thus requiring processing to extend shelf life and increase added value. This community service activity aimed to enhance the skills of PKK (Family Welfare Movement) members in Tegalrejo Village, Pringsewu Regency, in processing kepok bananas into flour and food products such as dry choux pastry. The methods used included observation, trial-and-error flour and pastry production, organoleptic testing, socialization, and demonstration. The results showed that the community participated enthusiastically throughout the process, and the best formulation for the dry choux pastry was a 25% substitution with kepok banana flour. This activity also successfully improved nutrition knowledge, entrepreneurship motivation, and awareness of local food potential. It is expected that this program will continue through intensive mentoring and the development of local food-based enterprises to support community food security and self-sufficiency