Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Relationship Between Age and Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient at Wonogiri Health Center, North Lampung in 2024 Wardhani, Erma Septya; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.459

Abstract

Background & Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, carbohydrate intake, and fiber intake on blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients at Wonogiri Health Center. Method: This study was conducted in December 2024. This research design uses analytic observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample of this study were patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus in the Wonogiri Health Center work area as many as 57 respondents. Bivariate analysis of this study using the Spearman Rho test. Result: his study shows that there is no significant relationship between age and blood sugar levels of respondents (Sig. > 0.05). This happens because each individual has differences regarding other risk factors such as lifestyle, physical activity that may affect the condition of type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a significant relationship between age and blood sugar levels of respondents.
Pola makan dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe 2 pada karyawan generasi Z Oktora, Rindha; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Nurhayati, Aftulesi
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v10i2.20818

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels and has become one of the emerging health concerns among Generation Z (Gen Z). Diet and physical activity are major risk factors for the development of diabetes mellitus. Unhealthy eating habits and sedentary lifestyles can lead to increase blood glucose levels and a higher risk of insulin resistance. This study aimed to determine the correlation between dietary patterns and physical activity levels of Gen Z employees with random blood glucose status and the risk of type 2 diabetes mellitus. This research employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 477 Gen Z employees, and a sample of 204 participants was selected using the purposive sampling technique. Research instruments included a dietary questionnaire using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), a physical activity questionnaire using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and blood glucose examination using the Easy Touch GCU device. Data were analyzed using the Gamma test. The results from 204 subjects showed that 191 subjects (93.6%) had unbalanced diets, 161 subjects (78.9%) had low physical activity levels, and 116 subjects (56.9%) had normal random blood glucose levels. There was a significant correlation between the dietary patterns of Gen Z employees and random blood glucose status with the risk of type 2 diabetes mellitus (p=0.000), as well as a significant correlation between physical activity levels and random blood glucose status with the risk of type 2 diabetes mellitus (p=0.023). It is expected that these findings can be used as a reference for dietary service guidelines for individuals at risk of or living with diabetes mellitus.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Penjamah Makanan Dengan Pengelolaan Hygiene Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Puti Minang Pringsewu Kabupaten Pringsewu Yuke Yuristya Utami; Desti Ambar Wati; Lara Ayu Lestari; Dera Elva Junita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3624

Abstract

Penyelenggaraan makanan yang hygiene dan sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan makanan institusi. Hygiene sanitasi penjamah makanan merupakan syarat utama agar tidak kontaminasi penyakit terhadap makanan yang di sajikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi praktik hygiene sanitasi penjamah makanan adalah pengetahuan dan sikap dalam pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan pengelolaan hygiene sanitasi makanan pada rumah makan Puti Minang Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total Populasi penelitian ini adalah  42 orang tenaga penjamah dan sampel pada penelitian ini adalah 32 penjamah makanan pada rumah makan Puti Minang Pringsewu yang telah dilakukan pada bulan Oktober s/d bulan November 2024 di rumah makan Puti Minang Pringsewu. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penjamah rumah makan Puti Minang Pringsewu dengan teknik pengambilan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahun, kuesioner sikap dan lembar check list pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,045) dan sikap (p=1,000) dengan pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Diharapkan pihak rumah makan Puti Minang Pringsewu menfasilitasi tenaga penjamah untuk mengikuti pelatihan tentang hygiene sanitasi makanan, melakukan pengawasan dalam penerapan prinsip-prinsip hygiene sanitasi makanan dan menyediakan sarana prasarana atau fasilitis untuk dapat memenuhi syarat penerapan higiene sanitasi.  
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Di RS Harapan Bunda Bandar Jaya Vista Citra Sari; Aftulesi Nurhayati; Dera Elva Junita; Mayesti Akhriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4023

Abstract

Diet plays a significant role in improving heart function. Excess dietary cholesterol intake can elevate blood cholesterol level, which may lead to vascular narrowing, affect cardiac pumping capacity, and result in Congestive Heart Failure (CHF). Nutritional knowledge influences attitudes and behaviors in food selection, which subsequently affects an individual’s nutritional status. A lack of nutritional knowledge can negatively impact a patient’s compliance with dietary principles and meal planning. This study aimed to analyze the correlation between nutritional knowledge and dietary compliance toward total cholesterol level in CHF patients at Harapan Bunda Hospital of Bandar Jaya. This study employed a cross-sectional design. The population consisted of 180 CHF outpatients from the cardiology clinic, with a sample of 137 respondents determined using the Slovin formula. The research was conducted on November 26, 2024. Data on nutritional knowledge and dietary compliance were collected through questionnaires, while cholesterol level were measured using the Easy Touch GCU device. Data analysis utilized the Gamma correlation test. The study results showed that 58 respondents (42.3%) had moderate nutritional knowledge, 91 respondents (66.4%) adhered to their diets, and 101 respondents (73.7%) had normal cholesterol level. A significant negative correlation was found between nutritional knowledge and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.834). Similarly, a significant negative correlation was found between dietary compliance and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.938). This indicates that higher level of nutritional knowledge and dietary compliance are associated with lower, more normal cholesterol level.
Pengaruh Penggunaan Media Poster Dan Video Terhadap Pengetahuan Motivasi Dan Sikap Tentang Diet Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH) Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Klinik Zaskya Medika Tulang Bawang Barat Dera Elva Junita; Arafika Adytia; Mayesty Akhriani; Desti Ambar Wati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7091

Abstract

Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah pola makan sehat “terbaru” yang telah terbukti membantu mengurangi tekanan darah dan kolesterol. Diet DASH didasarkan pada prinsip- prinsip makan sehat, selain untuk menurunkan tekanan darah, juga untuk mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Pengetahuan, Motivasi dan sikap adalah dengan memberikan media poster dan video. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh Media poster dan video terhadap pengetahuan, motivasi dan sikap tentang diet Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH) pada pasien hipertensi Rawat Jalan di Klinik Zaskya Medika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain two grup pretest posttest menggunakan media poster dan video. penelitian ini telah dilaksanakan dibulan Oktober-Desember 2024. Jumlah populasi 81 dan jumlah sampel 68. menggunakan teknik Random Sampling, instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH). Analisis pada penelitian ini menggunakan Uji Wilxocon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini ada pengaruh pengunaan Media Poster dan Video diet Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH) dalam edukasi gizi terhadap pengetahuan, motivasi, dan sikap pasien Hipertensi Rawat Jalan di Klinik Zaskya Medika. Nilai p-value Uji berbeda dengan media poster dan video diet DASH di Klinik Zaskya Medika terhadap pengetahuan 0.000, Motivasi 0.000 dan Sikap 0.000. Diharapkan kepada responden senantiasa mengikuti edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasi.
POLA PEMBERIAN MAKAN DAN PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA PASIEN BALITA USIA 1-3 TAHUN: Feeding Patterns and Picky Eater Behavior on Nutritional Status in Children Aged 1-3 Years Nyiayu farahnaz Septiani; Lara Ayu Lestari; Aftulesi Nurhayati; Dera Elva Junita
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1264

Abstract

Balita membutuhkan stimulasi dan kondisi yang tepat untuk tumbuh kembang optimal, namun sering menghadapi masalah makan seperti pola makan yang kurang baik dan perilaku picky eater. Pola makan merupakan perilaku pemberian makan dan Picky eater adalah perilaku memilih-milih makan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting, overweight dan obese seperti kurangnya asupan gizi, dan pola pemberian makan. Kurangnya asupan gizi berkaitan dengan picky eater di karenakan pemberian pola makan yang tidak tepat. Salah satu cara meningkatkan status gizi adalah memantau pola pemberian makan dan perilaku picky eater balita. Tujuan dari penelitian mengetahui hubungan pola pemberian makan dan perilaku picky eater terhadap status gizi pasien balita usia 1-3 tahun di Rumah Sakit Bumi Waras Lampung 2024. Rancangan penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah balita berusia 1-3 tahun berjumlah 104 balita dan responden 89 balita di RS Bumi Waras pada Oktober – November 2024 menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CEBQ dan CFQ. Analisis univariat mengetahui persentase, dari hasil setiap variable berbentuk frekuensi, Analisa bivariat menguji dua variabel data dilakukan uji korelasi gamma. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pola pemberian makan dan picky eater terhadap status gizi dengan hasil p-value 0.002 dan 0.035. Diharapkan ibu dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pola pemberian makan terhadap anak Picky eater agar mendapatkan status gizi dengan komposisi tubuh baik.
Hubungan Tingkat Kepuasan Makanan dan Variasi Makanan dengan Daya Terima Pasien Rawat Inap Nondiet Makan Biasa di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus : Penelitian Vera Amelia; Dera Elva Junita; Masayu Dian Khairani; Abdullah Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7422

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan gizi yang bertujuan mendukung percepatan pemulihan pasien. Daya terima makanan yang optimal ditandai dengan konsumsi makanan sebesar 80% atau lebih dari porsi yang disajikan. Rendahnya daya terima makanan dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya tingkat kepuasan pasien dan keberagaman menu yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kepuasan makanan dan variasi menu dengan daya terima pasien rawat inap nondiet makan biasa di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 159 pasien rawat inap nondiet makan biasa, dengan sampel 67 responden melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kepuasan dan variasi makanan serta penimbangan sisa makanan (food weighing). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (59,7%) memiliki daya terima kurang baik. Proporsi responden puas mencapai 74,6%, sedangkan 70,1% menilai variasi menu kurang beragam. Terdapat hubungan bermakna antara kepuasan makanan dengan daya terima (p=0,001) dan antara variasi menu dengan daya terima (p=0,003). Diperlukan upaya diversifikasi menu untuk meningkatkan daya terima pasien.