p-Index From 2021 - 2026
10.502
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Journal of Politic and Government Studies El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Harmonia: Journal of Research and Education KEMBARA Jurnal Studi Agama dan Masyarakat MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies Journal of Language and Literature MUDRA Jurnal Seni Budaya Aksara JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, dan Wayang Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Jurnal Budaya Nusantara Acintya Jurnal Komposisi Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Jurnal Skripta Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Jurnal Adat dan Budaya Indonesia MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia International Journal of Business, Law, and Education SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Jurnal Komunikasi dan Budaya Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Journal of Islamic Education Management IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Jurnal Sistem Informasi Mahakarya (JSIM) Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Kajian Linguistik dan Sastra Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) Widyaparwa Journal of Education and Learning Sciences Mardibasa: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Jurnal Edumatic : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra BAHASTRA Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah MEMACE Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Aksara Jurnal Bahasa dan Sastra Diwangkara: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa Aksara Sumbula : Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif PENAOQ: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa di Kabupaten Blitar pada Kalangan Remaja Setyawan, Bagus Wahyu
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v4i2.15847

Abstract

Masyarakat Jawa spesialnya remaja memakai bahasa Jawa wajib memahami unggah-ungguh, kerap terjalin kesalahan dalam pemakaian leksikon. Perihal ini tidak bisa disalahkan seluruhnya karena itu bisa terjalin sebab minimnya pengetahuan penutur tentang konsep unggah-ungguh dalam berbahasa Jawa. Riset ini bertujuan buat mendeskripsikan serta menerangkan fenomena pemakaian macam bahasa Jawa kalangan remaja yang berusia 15-17 tahun. Sumber informasi berbentuk pemakaian macam bahasa Jawa  di Kabupaten Blitar. Proses pengambilan informasi dengan observasi serta wawancara mendalam. Dari hasil riset ditemui masih banyak kesalahan pemakaian macam bahasa di golongan kanak- kanak. Penyebabnya yakni anak tidak dibiasakannya berbahasa krama inggil oleh orang tua, kurangya kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, serta warga. Pula belum terdapatnya model pembelajaran menimpa unggah- ungguh basa yang dirasa sesuai. Dengan demikian, masih banyak ditemui pemakaian unggah- ungguh basa yang salah dikalangan remaja
Akulturasi Budaya Islam-Jawa dalam Pementasan Kesenian Ketoprak Setyawan, Bagus Wahyu
Dance and Theatre Review Vol 2, No 1: May 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.563 KB) | DOI: 10.24821/dtr.v2i1.3297

Abstract

The purpose of this study was to describe the form of acculturation of Javanese-Islamic culture in ketoprak performance. The acculturation of Javanese-Islamic culture can be found in a variety of Egyptian-style of ketoprak. The Egyptian’s ketoprak is often referred to as Ketoprak Baghdad, Ketoprak Stambul, and Ketoprak 1001 nights because the performed stories are from the Middle East (the story of 1001 nights). The acculturation of Islamic-Javanese culture in the Egyptian’s ketoprak can be seen in terms of stories that adopt the plays from the Middle East or the play of 1001 nights. Besides, the acculturation of Islamic-Javanese culture also appears in terms of costumes and accompaniment. The costumes used are different from Ketoprak in general, which is a combination of Javanese costume and Middle Eastern style clothing. In terms of accompaniment, the Egyptian style of ketoprak also uses “terbang” musical instruments by bringing in the Islamic nuances of songs. In today’s era, Islamic nuances of ketoprak are used in any activities related to ceremonies and commemorations of Islamic holidays. Therefore, the development of ketoprak in the present has become more flexible and adapted to the needs of the community.Keywords: acculturation; Islamic-Javanese culture; the Egyptian style; Ketoprak; Islamic nuances
Kajian Etnosains Tradisi Sedekah Bumi di Desa Sonoadi Lamongan dan Manfaatnya Terhadap Lingkungan Alam Sekitar : Indonesia Firda Ayu Lidya Irmawati; Siti Nurkumala Rizqi; Rintan Ul Aini; Bagus Wahyu Setyawan
Literasi : Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif Vol. 5 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/literasi.v5i2.7209

Abstract

The earth alms tradition is one tradition that is still carried out in Sonoadi Village, Lamongan. Earth alms can be seen from three perspectives: 1) Maintaining and strengthening human relationships with their gods. 2) Strengthening human relations with humans. 3) Establish a human relationship with nature. Various kinds of symbols in earth alms in Sonoadi Village include: offerings, goat slaughter, tumpengan. The purpose of writing this article is to describe the ceremonial procession, the impact of tradition on the natural environment, and its benefits for society. The relationship between the alms-earth tradition in biology is its continuity with the ecosystem. This study uses the literature study method by collecting library data, taking notes, and conducting direct interviews with the people concerned which are then analyzed and matched so as to obtain relevant data to be presented. Tradisi sedekah bumi merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan di Desa Sonoadi, Lamongan. Sedekah bumi dapat dilihat dari tiga prespektif: 1) Menjaga dan memperkuat hubungan manusia dengan tuhannya. 2) Mempererat hubungan manusia dengan manusia. 3) Menjalin hubungan manusia dengan alam. Berbagai macam simbol dalam sedekah bumi di Desa Sonoadi antara lain: sesajen, penyembelihan kambing, tumpengan. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan prosesi upacara, dampak tradisi bagi lingkungan alam, serta kebermanfaatannya bagi masyarakat. Hubungan tradisi sedekah bumi dalam biologis adalah keberlangsungannya dengan ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pengumpulan data pustaka, mencatat, serta melakukan wawancara secara langsung kepada masyarakat yang bersangkutan yang kemudian dianalisis serta dicocokkan sehingga memperoleh data yang relevan untuk disajikan.
Simbolisasi Wanita Jawa Utama dari Perspektif Pakubuwono X: Tinjauan Kritis pada Serat Wulang Reh Putri Setyawan, Bagus Wahyu
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7818

Abstract

Serat merupakan salah satu karya sastra Jawa yang memuat ajaran dan nilai adiluhung. Salah satu serat yang memuat tentang ajaran wanita adalah Serat Wulang Reh Putri karya Pakubuwono X. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan simbolisasi wanita Jawa utama dalam serat wulang reh putri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah teks Serat Wulang Reh Putri yang tersimpan di Museum Reksa Pustaka Pura Mangkunegaran. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik studi dokumen dan pembacaan intensif. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil analisis data ditemukan Pakubuwono X memberikan contoh beberapa tokoh wanita dalam beberapa kisah, diantaranya adalah Dewi Adaninggar dan Dewi Citrawati. Pakubuwono X juga mengajarkan tentang simbolisasi hati yang menjadi bekal utama yang harus dimiliki dalam sebuah pernikahan. Terakhir, Pakubuwono X memberikan pemahaman tentang 3 bekal yang harus dimiliki oleh seorang istri, yaitu berbakti, melayani, dan menghormati suami dengan sepenuh hati. Serat Wulang Reh Putri ini juga bisa dijadikan alternatif pembelajaran untuk membentuk karakter wanita Jawa utama di era globalisasi. Utamanya penekanan tentang pentingnya penerimaan, pengabdian, dan pemahaman posisi wanita dalam keluarga. Kata kunci: pandangan Pakubuwono X; semiotika Charles Sanders Pierce; Serat Wulang Reh Putri; simbolisasi wanita Jawa utama.
NASKAH DRAMA “JENGGIT CEMBENG” KARYA TRISNO SANTOSO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR TELAAH NASKAH SANDIWARA PADA SISWA SMP (ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER) Setyawan, Bagus Wahyu; Suryanto, Edy; Kurwidaria, Favorita
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 1, No 1 (2017): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v1i1.47207

Abstract

This research have purposes for describe (1) drama text structure of “Jenggit Cembeng” creation of Trisno Santoso, (2) character education values on “Jenggit Cembeng” creation of Trisno Santoso, and (3) compatibility drama text “Jenggit Cembeng” creation of Trisno Santoso as alternative learning material on drama text study on Lower Secondary School students. Method of this research is descriptive qualitative research. Data resource on this research is document and informan. Content analysis and interview technical is using for collected data. Furthermore, data is ben analysis and then checked using resource and theory triangulation. Result of this research is: (1) structural result analysis is theme on this text is about human capability to manage egoistic. Theme of the text is related with chracters, that is the main or protagonist characters (Pak Wida and Bima) which have function to bring theme of story. Except protagonist characters, there are antagonist characters (Bu Mahanani and Panjang), tritagonist characters (Senen, Arum, Si Mul, and Palupi), and accomplice characters (Polisi, Tiar, and his friends). This text is using progressive plot and settle, based from time setting. Dialogue is using Javanese language register. Dialog have function to explain conflict, is talk about family and teenager conflict. Technical direction is written using capital letter and put on brackets sign. Furthermore, command from this text is context with theme of this text, that is importance to manage egoistic on our self so that can live in harmonious; (2) There are character education values including on this text. The most dominant is value about responsibility and hardworking based from the main characters; (3) Furthermore, this text will gived for teacher to conclude as alternative learning material on drama text study on SMP students, because have completed learning material criteria based from language, story, and character education values in this text.
Kesalahan dalam Penggunaan Ragam Unggah-ungguh Basa Jawa pada Film Pendek Capciptop! 2020 Miftahul Izza; Bagus Wahyu Setyawan
Penaoq: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2024): Penaoq: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1010/t4qq2707

Abstract

The variety of language and language is the hallmark of the Javanese. This value has been embedded in society for a long time. This has become an unwritten rule. Most Javanese people will judge someone's politeness from the way they speak so that they can know whether the person has good behavior or not. Unfortunately, sometimes people neglect important things like this. This is caused by the development of the times. As times progress, people tend to follow Western culture. Meanwhile, Western culture does not have a speech classification between speakers and speech partners. Therefore, researchers are interested in studying errors in the use of uploading bases in the Capciptop! short film released in 2020 using a descriptive qualitative approach with data collection techniques, namely note-taking. The results of the study found that there were five errors in the short film. Three errors lie with the speaker while the other two lie with the speech partner. The form of the mistake is not using polite manners when speaking to older people.
Co-Authors Abd. Aziz Afkaryna, Shova Agus Purwowidodo Ahmad Fahrudin Ahmad Natsir Al Fatih Rijal Pratama Alifuddin Ubaidillah Alifuddin Anggoro Putranto Anggraini, Filisya Putri Ani Rakhmawati Anisa Zakia Rahma Anita Rahayu Annas Ribab Sibilana Annas Ribab Sibilana Aprilianti, Elok Dwi Ashari, Siska Laela Ayu Astiana Ajeng Rahadini Ayunda Riska Puspita, Ayunda Riska Aziz, Abd. Azizah, Nova Auliatul Berliana, Willda Eka Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Deva Okta Cahyani Dewi Khasana, Rina Dewi Kurnia Sari Dita Karisma Fahriani Djoko Sulaksono Djoko Sulaksono Djoko Sulaksono Dwi Amita Noviarwati Dwi Rahmi Supradini Dwi, Octa Dwi, Risna Sagita Edy Suryanto Elen Inderasari Elsa Nandita Sari Else Liliani Faizal Abdi Yulik Pratama Filisya Putri Anggraini Firda Ayu Lidya Irmawati Hafidz Rosyidiana Hani Ananda Aprilisa Hespi Septiana Hidayah, Sa'adatun Nuril Hidayah, Sa’adatun Nuril Husni Cahyadi Kurniawan Idamatul Khoiriyah Indah, Tantri Laroiba Joyotu , Toerhthangquor Shuvrangshu Khilmiyyah, Dahliyatul Ku-Ares Tawandorloh Kundharu Saddhono Kundharu Saddhono Lilis Fashihatul Lisan Linda Risnawati M. Jazeri Mahdina Nurrohmah Mahdina Nurrohmah Marentika, Sisca Wahyu Masfirotu Afifah, Arifuna Maulidiyah, Tri Annisa Maulina, Risqi Novita mawadah, ilma maretiana Memet Sudaryanto Miftahul Izza Muhammad Dwi Toriyono Muhammad Rohmadi Mulia, Tamtu Ageng Nafi'ah, Zainun Nafis, Salsabila Khoirun Ni'ami, Nadia Nur Izza Nisha Agustina Wulandari Nunik Retno Herawati Nur Antonny Priambodo Nur Samsiyah Putri , Ulfa Rizqi Putri, Rosi Octharyna Rahma, Anisa Zakia Rahmad Syaifudin Rahmawati Mulyaningtyas Rakhmawati, Ani Rintan Ul Aini Rizki Hayu Fitriana Sa'adatun Nuril Hidayah Samsiyah , Nur Santika Dewi Lestari Sari, Dian Nurfita Selvia Eva Novaliana Septiana, Hespi SF. Lukfianka Sanjaya Purnama Shinta Tyas Pratisthita Shova Afkaryna Siti Nurkumala Rizqi Tawandorloh, Ku-Ares TEGUH Teguh Yuwono Teguh, Teguh Tiara Risa Ninda Gramidia Toerhthangquor Shuvrangshu Joyotu Trisnianti, Dewi Ulfa Rizqi Putri Yasin, Muhamad Yusuf Muflikh Raharjo