Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Uji Waktu Pengerasan Gipsum sebagai eksperimen Skills Lab di Universitas Trisakti Margaretta, Dewi Liliany; Eddy, Eddy; Pratiwi, Deviyanti; tjandrawinata, rosalina; Octarina, Octarina; Kurniawan, Florencia Livia; Putri, Tansza Setiana
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 11 No 1 (2022): JMKG Vol 11 No 1 Maret 2022
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jmkg.v11i1.1033

Abstract

Gypsum is a material that is commonly used in dentistry as study model or working model. The accuracy of the working model is influenced by the absence of defects in the model. Dental students need to know the gypsum setting time in order to avoid fracture of the model when opening the model from negative impression before reaching final setting time. Gypsum setting time can be affected by several factors such as water temperature, water ratio, room temperature and mixing speed. Measurement of gypsum setting time has been done before, however, the number of samples used was still few. Therefore, the aim of this study was to determine the setting time of gypsum with different water/powder ratio on a big number of samples. This research was done by dental students of Faculty of Dentistry, Universitas Trisakti as one of Dental Material’s Courses. A total of three types of water ratios were used in this study, namely 27 cc, 30 cc and 33 cc (n = 141). Type III gypsum powder was weighed with the same weight of 100 gr and then mixed by different water ratios for 60 seconds. Gypsum mixture was placed on a container and vibrated for 60 seconds to eliminate pores. The placement of a small needle to measure the setting time begins at the 150th second and was repeated in multiples of 30 seconds until the tip of the needle did not penetrate the gypsum mixture. The results showed that more water ratio caused the setting time of gypsum type III increased.
Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD Negeri 01 Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat Livia Kurniawan, Florencia; Lestari, Sri; Yusra, Yohana; Tri Oka Binartha, Ciptadhi; Komariah; Fibryanto, Eko
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TERPADU Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Kesehatan Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jakt.v4i1.23045

Abstract

SD Negeri 01 Ciambar, Sukabumi, West Java, is one of the schools that has quite a large number of students with diverse social and economic backgrounds. Based on initial observations, many students lack awareness of the importance of maintaining dental and oral health. In addition, teachers also need to improve their understanding in guiding students to be able to apply good habits in maintaining dental and oral hygiene. The method used in this activity consists of several stages as follows: observation and identification of problems with initial observations carried out to determine the condition of students' dental and oral health and their level of understanding of dental care and interviews with teachers were conducted to determine the extent of their role in educating students about dental and oral health. Overall, this program succeeded in increasing the awareness and behavior of students and teachers of SDN 01 Ciambar in maintaining dental and oral health. It is hoped that with ongoing education, these good habits can become part of a healthy lifestyle culture in the SDN 01 Ciambar school environment. This program proves that participatory-based education and training supported by interesting methods can increase the awareness and habits of students and teachers in maintaining dental and oral health. The sustainability of the program can be improved with the support of school facilities, routine check-ups by medical personnel, and parental involvement in building a healthy lifestyle culture from an early age.
Characteristic and therapeutic effect of lemongrass leaf encapsulation with a different ratio of chitosan and NaTPP Kurniawan, Florencia Livia; Komariah, Komariah; Octarina, Octarina; Anggreani, Febry; Annisa, Fauziah Rahma; Nurlidar, Farah
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 23 No 1 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i1.1570

Abstract

The lemongrass plant (Cymbopogon citratus) in Indonesia has great potential as a natural ingredient for medicines because it contains various compounds such as neral, citral, geranial acetate, flavonoids, and tannins. Previous research has demonstrated various pharmacological activities of kitchen lemongrass leaves, including antibacterial, antifungal, and anti-inflammatory properties. Encapsulation technology in the form of chitosan-NaTPP nanoparticles is used to maintain the activity of kitchen lemongrass leaf compounds. This research aims to determine the physical characteristics of the encapsulation of kitchen lemongrass leaf extract with several comparisons of chitosan and NaTPP by testing PSA (particle size analysis test), FTIR (functional group analysis test), viscosity, and stability, including pH and turbidity tests. Encapsulation with a 1:1 ratio of chitosan and NaTPP has a particle size of 524 nm and a PdI value of 0.481, classified as monodisperse (PdI <0.7). The pH value ranges from 6.46 to 7.30, and the viscosity value was 2.134–2.169 cP, which is still within mouthwash standards. The turbidity test showed stable encapsulation results. Therefore, encapsulation with a 1:1 ratio of chitosan and NaTPP is the most optimal choice and has potential for developing the therapeutic effect of mouthwash.
Edukasi Kesehatan Gigi melalui Booklet untuk Meningkatkan Perilaku Pembersihan Gigi Tiruan pada Lansia di Panti Werdha Berea Kedoya, Jakarta Barat Falatehan, Niko; Octarina, Octarina; Kurniawan, Florencia Livia; Gunardi, Indrayadi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1865

Abstract

Kelompok lansia pengguna gigi tiruan di wilayah mitra pengabdian masih menghadapi kendala dalam merawat dan membersihkan gigi tiruan secara benar akibat keterbatasan pengetahuan. Permasalahan ini berdampak pada kebersihan rongga mulut, kenyamanan penggunaan gigi tiruan, serta kualitas hidup secara umum. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi melalui media booklet yang disusun secara sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh lansia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian dan penyampaian secara partisipatif serta evaluasi efektivitas edukasi melalui pengukuran pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi tiruan. Edukasi menggunakan media booklet terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan membentuk kebiasaan positif dalam perawatan gigi tiruan. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap keberhasilan penggunaan gigi tiruan secara jangka panjang pada kelompok lansia mitra.
PENGARUH STERILISASI TERHADAP KEKUATAN TARIK MEMBRAN NANOKOMPOSIT DISINTESIS DARI ESKTRAK Cymbopogon citratus (Kitosan Agen Penstabil) Kurniawan, Florencia Livia; Komariah, Komariah; Ozora, Rochelle Gita; Nurlidar, Farah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.5079

Abstract

Latar Belakang: Membran nanokomposit merupakan gabungan antara beberapa material dengan tujuan untuk membentuk suatu material baru yang kaya akan manfaat. Material membran nanokomposit terdiri dari dua atau lebih bahan yang digabungkan menjadi satu, yang terdiri dari filler dan agen penstabil. Filler yang digunakan adalah AgNO3 dan agen penstabil yang digunakan adalah kitosan kumbang tanduk (Xylotrupes gideon). Membran nanokomposit yang diperuntukkan sebagai media penyembuh luka wajib bersifat tidak beracun, tidak menimbulkan alergi dan terbuat dari bahan biomaterial yang bersifat anti bakteri dan antiinflamasi. Nanokomposit yang berasal dari turunan kitosan kumbang tanduk telah menarik perhatian yang besar, terutama karena memiliki sifat fisik dan kimia yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh sterilisasi terhadap sifat mekanik dari membran nanokomposit yang akan digunakan sebagai antiseptik dalam rongga mulut. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan membran nanokomposit yang diuji kekuatan tarik, dan perpanjangannya, serta kesterilitasan membran. Membran nanokomposit dipotong sesuai standar, dan dibagi menjadi dua kelompok nilai sterilisasi yaitu 0 kGy dan 25 kGy. Hasil: Hasil uji analisis statistik One-way ANOVA menunjukkan bahwa nilai signifikansi dari tensile strength, stress at break, dan elongation adalah 0,187; 0,187; dan 0,992 secara berurutan sehigga dapat dikatakan tidak ada perbedaan yang signifikan antar spesimen dikarenakan p0,05. Pembahasan: Kekuatan tarik merupakan salah satu parameter utama untuk menilai kelayakan material sebagai membran, khususnya dalam aplikasi biomedis seperti pembalut luka atau media antiseptik mulut. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara spesimen yang disterilisasi dan tidak disterilisasi (p 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa proses sterilisasi dengan sinar gamma 25 kGy tidak secara substansial mempengaruhi integritas mekanik dari membran yang diuji. Kesimpulan: Rata rata kekuatan tarik yang dilakukan pada membran nanokomposit tidak mengalami perubahan signifikan setelah dilakukan proses sterilisasi dengan radiasi sinar gamma.
Pengaruh penyikatan menggunakan pasta gigi yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) terhadap kekasaran dan kekerasan permukaan resin komposit mikrohibrida Lias, Steffy; Tjandrawinata, Rosalina; Kurniawan, Florencia Livia
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104635

Abstract

Resin komposit merupakan material yang digunakan untuk restorasi estetik pada praktik kedokteran gigi. Produk pasta gigi yang beredar di pasaran umumnya mengandung detergen berupa Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang bersifat abrasif serta dapat berpenetrasi ke dalam ruang antar gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyikatan menggunakan pasta gigi dengan dan tanpa SLS terhadap kekasaran dan kekerasan permukaan resin komposit mikrohibrida. Sampel resin komposit mikrohibrida berdiameter 10,00 ± 0,10 mm dan tinggi 2,00 ± 0,02 mm sebanyak 30 buah, terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok A dilakukan penyikatan dengan menggunakan pasta gigi tanpa SLS, kelompok B menggunakan pasta gigi dengan SLS dan kelompok C menggunakan akuades. Penyikatan dilakukan selama 10 menit pada setiap sampel dengan pengulangan sebanyak 6 kali dalam 6 hari. Uji t berpasangan menunjukkan hasil perbedaan yang bermakna (p ≤ 0,05) pada nilai kekasaran dan kekerasan permukaan resin komposit mikrohibrida sebelum dan sesudah penyikatan pada ketiga kelompok. Uji ANOVA satu jalan dengan post hoc Tukey menunjukkan hasil berbeda bermakna (p ≤ 0,05) pada nilai kekasaran permukaan kelompok A (1,25 ± 0,38 μm), kelompok B (2,14 ± 0,24 μm) dan kelompok C (1,23 ± 0,33 μm), namun penyikatan menggunakan kedua pasta gigi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p ≥ 0,05) terhadap nilai kekerasan permukaan. Penggunaan pasta gigi dengan kandungan SLS menyebabkan peningkatan kekasaran yang lebih tinggi terhadap permukaan resin komposit mikrohibrida dibandingkan pasta gigi tanpa kandungan SLS, namun demikian penurunan kekerasan resin komposit mikrohibrida akibat penyikatan menggunakan pasta gigi dengan kandungan SLS tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan pasta gigi tanpa kandungan SLS.
Pemanfaatan Limbah Kulit dan Daun Singkong sebagai Bahan Pasta Gigi Alami untuk Meningkatkan Kesehatan Gigi Masyarakat Desa Ginanjar, Sukabumi Kurniawan, Florencia Livia; Martiningtiyas, Catur Rahayu; Yojana, Ratna Mira; JK, Febry Anggreani; Annisa Susilo, Fauziah Rahma
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21104

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat Desa Ginanjar, Sukabumi, melalui pemanfaatan limbah kulit dan daun singkong (Manihot esculenta Crantz) sebagai bahan dasar pasta gigi alami. Permasalahan utama meliputi tingginya prevalensi karies gigi, keterbatasan akses produk kesehatan gigi, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian lokal. Metode pelaksanaan mencakup pendekatan partisipatif dengan melibatkan TP-PKK Desa Ginanjar sebagai mitra utama, melalui serangkaian kegiatan seperti penyuluhan kesehatan gigi, pelatihan produksi pasta gigi herbal berbasis teknologi tepat guna, serta pelatihan kewirausahaan dan pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut, penguasaan keterampilan produksi pasta gigi alami, serta terbentuknya produk pasta gigi Pastakong yang telah diuji memiliki aktivitas antibakteri. Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kesehatan gigi masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pengelolaan limbah pertanian. Rekomendasi keberlanjutan meliputi pembentukan kelompok usaha, pendampingan pemasaran, dan kolaborasi dengan puskesmas untuk uji klinis produk. 
The Effect of Horn Beetle Nanochitosan (Xylotrupes gideon) Addition on The Hardness of Glass-ionomer Cement Kurniawan, Florencia Livia; Tjandrawinata, Rosalina; Marpaung, Carolina; Pratiwi, Deviyanti; Komariah, Komariah
Journal of Indonesian Dental Association Vol 5 No 1 (2022): April
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Glass ionomer cement (GIC) is a tooth-colored restorative material that is often used by clinical practitioners because it can release fluoride, is easy to apply to teeth and has minimal preparation techniques. The erosion and moisture-sensitive nature of GIC becomes a problem for a long-lasting aesthetic restoration. Therefore, modifications were made to improve its mechanical properties by adding nanochitosan (NCH) from horn beetle (Xylotrupes gideon). Objective: This study aimed to evaluate the effect of adding horn beetle nanochitosan to GIC liquid on the surface hardness and compared with conventional GIC. Methods: Forty cylindrical samples of GIC (GC Fuji® IX Extra, Tokyo-Japan, Lot 1912201) with a diameter of 4 mm and a thickness of 6 mm were divided into 4 groups, namely the GIC control group, GIC modified with 0.5wt%, 1wt%, 2 wt% nanochitosan. Each sample was immersed in artificial saliva for 24 hours and 7 days. Surface hardness before and after immersion was tested using a Vickers Microhardness tester (Shimadzu, Japan). The data were analyzed using the Kruskal Wallis test to determine the effect of horn beetle nanochitosan addition and the Wilcoxon Signed-Ranked test to determine the effect of immersion time on GIC surface hardness. Results: The Kruskal Wallis statistical test showed significant difference (p<0.05) between the control group and the 24 hours treatment group with the addition of 2wt% nanochitosan, which was the highest surface hardness value (133.1 ± 49.0 HV), followed by 1wt% (127.4 ± 25.5 HV) and 0.5wt% (117.7 ± 22.5 HV). The Wilcoxon Signed-Ranked test statistic also showed a significant difference (p<0.05) between the 24-hour and 7-day immersion time with the surface hardness value at 24 hours immersion greater than 7 days. Conclusion: The addition of 0.5wt%, 1wt% and 2wt% horn beetle nanochitosan can increase the GIC surface hardness value. ABSTRAK Pendahuluan: Glass ionomer cement (GIC) merupakan bahan restorasi sewarna gigi yang sering digunakan oleh praktisi klinis karena dapat melepaskan fluor, mudah diaplikasikan pada gigi, dan memiliki teknik preparasi yang minimal. Erosi dan sifat sensitif kelembaban dari GIC menjadi masalah untuk restorasi estetika yang tahan lama. Oleh karena itu, dilakukan modifikasi untuk meningkatkan sifat mekaniknya dengan menambahkan nanokitosan (NCH) dari kumbang tanduk (Xylotrupes gideon). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan nanokitosan kumbang tanduk ke dalam cairan GIC terhadap kekerasan permukaan dan dibandingkan dengan Semen Ionomer Kaca (SIK) konvensional. Metode: Empat puluh sampel silinder GIC (GC Fuji® IX Extra, Tokyo-Japan, Lot 1912201) dengan diameter 4 mm dan ketebalan 6 mm dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol GIC, GIC dimodifikasi dengan nanokitosan 0,5wt%, 1 wt%, 2wt%. Setiap sampel direndam dalam saliva buatan selama 24 jam dan 7 hari. Kekerasan permukaan sebelum dan sesudah perendaman diuji menggunakan Vickers Microhardness tester. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui pengaruh penambahan nanokitosan kumbang tanduk dan uji Wilcoxon Signed-Ranked untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman terhadap kekerasan permukaan GIC. Hasil: Uji statistik Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan perendaman 24 jam dengan penambahan nanokitosan 2wt% yang merupakan nilai kekerasan permukaan tertinggi (133,1 ± 49,0 HV), diikuti sebesar 1wt% (127,4 ± 25,5 HV) dan 0,5% (117,7 ± 22,5 HV). Statistik uji Wilcoxon Signed-Ranked juga menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) antara lama perendaman 24 jam dan 7 hari dengan nilai kekerasan permukaan pada perendaman 24 jam lebih besar dari 7 hari. Kesimpulan: Penambahan nanokitosan kumbang tanduk 0,5wt%, 1% , dan 2wt% dapat meningkatkan nilai kekerasan permukaan GIC.
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Anorganik Berkelanjutan Desa Ginanjar, Sukabumi : Pengabdian Sheilla Megagupita Putri Marendra; Ratna Mira Yojana; Florencia Livia Kurniawan; Dorothea Narendra Widiatmaja; Putera Nova Azalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.452

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan di sekitar Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat adalah persampahan. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Multidisiplin dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti bertujuan untuk Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi produksi sampah anorganik di Desa Ginanjar dan Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah anorganik di Desa Ginanjar sehingga memiliki sirkular ekonomi. Fasilitas tempat sampah di Desa Ginanjar kurang memadahi, hasil dari kuesioner mengatakan bahwa 80% responden membuang sampah dengan cara dikubur di tanah terbuka maupun dibakar, 10% responden membuang ke sungai sekitar supaya sampah tersebut hanyut. IPTEKS yang diimplementasikan Tim PKM membuatkan 2 bak sampah kepada Desa Ginanjar. Wadah 1 berisi sampah anorganik kering yang bernilai dan layak dijual. Wadah 2 berisi sampah anorganik residu yang kotor (tidak layak dijual). Kegiatan PKM ini melibatkan masyarakat untuk dapat memilah sampah anorganik skala rumah tangga
Pemberdayaan Kader Posyandu RPTA Mustika Kelurahan Cideng melalui Pengolahan Produk Milk Bun Dkelors (Moringa Oleifera) sebagai Makanan Tambahan 1000 Hari Pertama Kehidupan komariah, Komariah; Lestari, Sri; Suwartini, Tien; Laksmiastuti, Sri; Livia, Florencia; Darma, Joshua; Fernando, Theodorus Aldo; Lidwina, Naomi; Susanto, Shannon Winnie; Fitria, Nada; Aribah, Nada Erica
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15358

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis. Untuk mengatasi kekurangan gizi, perlu dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT), khususnya masukkan gizi seimbang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam memenuhi kebutuhan zat gizi, yang bertujuan mengurangi risiko stunting. Kader posyandu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Kelurahan Cideng, sebagai wadah layanan dan tombak penggerak kesehatan masyarakat, harus mempunyai pengetahuan yang baik untuk memperbaiki gizi dalam pencegahan stunting. Salah satunya pemberian makanan tambahan selama 1000 HPK berbasis bahan alam lokal yang tersedia dengan harga terjangkau, salah satunya tanaman kelor (Moringa oleifera). Daun kelor, baik segar maupun kering, dapat digunakan sebagai bahan fortifikasi dalam produk makanan seperti Milk bun Dkelors. Kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kader posyandu dalam meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat daun kelor segar dan kering, serta produk fortifikasi makanan yang dihasilkan sebagai makanan tambahan pada masa 1000 HPK. Kegiatan ini meliputi tahap persiapan, survei serta analisis masalah. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian pre-test dan post-test materi paparan, yang diikuti dengan demonstrasi pembuatan produk makanan berbasis daun kelor, salah satunya Milk Bun Dkelors. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan kader posyandu serta ketertarikan terhadap pembuatan Milk Bun Dkelors berdasarkan hasil uji kesukaan. Terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang manfaat dan aplikasi fortifikasi daun kelor dalam produk makanan seperti Milk Bun Dkelors sebagai makanan tambahan selama 1000 HPK. Kata kunci: Stunting, daun kelor, makanan tambahan, milk bun dkelors  ABSTRACT Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition. To address malnutrition, it is essential to provide supplementary feeding (PMT), particularly by incorporating balanced nutrition during the first 1000 days of life (HPK) to meet nutritional needs and reduce the risk of stunting. Posyandu cadres at the Child-Friendly Integrated Public Space (RPTRA) Mustika in Cideng Village, as a service hub and health mobilization spearhead for the community, must have good knowledge to improve nutrition in stunting prevention. One approach is through supplementary feeding during the 1000 HPK based on locally available, affordable natural ingredients, such as the moringa plant (Moringa oleifera). Fresh or dried moringa leaves can be used as a fortification ingredient in food products, such as Milk Bun Dkelors. This activity aims to empower posyandu cadres by enhancing their knowledge about the benefits of fresh and dried moringa leaves and the fortified food products derived from them as supplementary feeding during the 1000 HPK. The activities include the preparation stage, survey, and problem analysis. The implementation stage includes a pre-test and post-test on the presented material, followed by a demonstration of making food products based on moringa leaves, such as Milk Bun Dkelors. The pre- and post-test results show an increase in posyandu cadres' knowledge and interest in making Milk Bun Dkelors, based on the preference test results. There was an increase in posyandu cadres' knowledge about the benefits and applications of moringa leaf fortification in food products like Milk Bun Dkelors as supplementary feeding during the 1000 HPK. Keywords: Stunting, moringa leaves, supplementary feeding, Milk Bun Dkelors
Co-Authors Achmad E. Z. Hasan Advita Azalia Andrietta, Gracia Anggreani, Febry Annisa Susilo, Fauziah Rahma Annisa, Fauziah Rahma Aribah, Nada Erica Armelia Widyarman Aryadi Subrata Avila Johannes, Gerald Binartha, Ciptadhi Tri Oka Caesary Cloudya Panjaitan Carolina Marpaung Carolina Marpaung, Carolina Catur Rahayu Martiningtiyas Cloudya Panjaitan, Caesary Darma, Joshua Deviyanti Pratiwi Dewi Liliany Margaretta Dewi Liliany Margaretta, Dewi Liliany Dewi Priandini, Dewi Dipankara, Jackson Dody Prayitno Dorothea Narendra Widiatmaja Eddy Eddy Eddy Eddy Eddy Eddy, Eddy Enrita Rahmadini Farah Nurlidar Fernando, Theodorus Aldo Fibryanto, Eko Fitria, Nada Gavin Benedict Iskandar Hayuningtyas, Ria Aryani Indrayadi Gunardi, Indrayadi Isya Hanin JK, Febry Anggreani Johanna Halim, Rafhaela Kardinal, Yessica Puspita Komala, Olivia Nauli Komariah Komariah Komariah Kusuma Widjaya, Sastra Laksmiastuti, Sri Lia Hapsari Andayani Lias, Steffy Lidwina, Naomi Louisa, Marie Melaniwati Melaniwati Melaniwati, Melaniwati Meliani Miranti Putri Darmawanti Muhammad Ihsan Rizal Niko Falatehan Octarina Ozora, Rochelle Gita Perwira Lubis, Novo Pratiwi , Deviyanti Prayitno , Dody Putera Nova Azalia Raden Roro Asyurati Asia Rahmi Amtha Ratna Mira Yojana Ratnasari, Dina Rosalina Tjandrawinata Rosalina Tjandrawinata Sastra Kusuma Widjaya Sheilla Megagupita Putri Marendra Siti Chandra Dwidjayanti SRI LESTARI Sri Lestari Sri Ratna Laksmiastuti Susanto, Shannon Winnie Suwartini, Tien Tansza Setiana Putri Thomas Aurelius Dharma Tiffany Hartono Tjandrawinata , Rosalina Tri Oka Binartha, Ciptadhi Trijani Suwandi Wiwiek Poedjiastuti Wulanasari, Selviana Yoana Winardi Yohana Yusra Yojana, Ratna Mira