Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peningkatan keterampilan ibu rumah tangga melalui pengolahan daun dan Labu Siam (Sechium Edule) menjadi produk krispi Afdhal Fuadi; Bimo Arif Syahputra; Tasa Maulana Putra; Adila Erlita; Defia Defia; Efi Lisa; Jeli Novita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29066

Abstract

AbstrakDesa Aih Selah merupakan salah satu desa yang lokasinya berada pada dataran tinggi sehingga membuat udaranya bersih dengan suhu yang sejuk yaitu di kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Desa tersebut memiliki tanah yang subur sehingga banyak lahan yang di manfaatkan oleh masyarakat untuk berkebun yaitu menanam tembakau, sayuran salah satunya adalah labu siam di sekitar perkarangan dan lahan rumah. Potensi sumberdaya yang ada di Desa Aih Selah yaitu labu siam yang selama ini dimanfaatkan untuk konsumsi seperti membuat sayuran. Sehingga pemanfaatan labu siam tersebut kurang adanya inovasi dalam pengolahan daun dan labu siam. Oleh karena itu tim pengabdian memberikan pelatihan pengolahan daun dan buah labu siam di Desa Aih Selah menjadi produk krispi yang mudah untuk di produksi dan di pasarkan oleh masyarakat, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat tersebut. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu sosialisasi pengenalan produk krispi dan workshop pengolahan daun dan buah labu siam menjadi krispi mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil dari kegiatan tersebut. Sasaran dari kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aih Selah kabupaten Gayo Lues berjumlah 20 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aih Selah sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dan keingintahuan dari masyarakat dan ibu-ibu PKK dalam membuat produk krispi yang berbahan dari buah labu siam pada saat dilakukan sosialisasi pengenalan produk olahan. Kemudian masyarakat dan ibu-ibu PKK juga berperan aktif serta terlibat langsung pada kegiatan workshop pengolahan daun dan buah labu siam menjadi produk krispi, sehingga kegiatan ini dapat menambahkan pengetahuan dan meningkatkan pendapatan atau mata pencaharian ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aih Selah kabupaten Gayo Lues. Hasil dari pengolahan produk krispi dari potensi sumberdaya lokal daun dan labu siam dapat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan membantu mengurangi angka kemiskinan ektrem yang ada di Desa Aih Selah. Kata kunci: labu siam krispi; perekonomian; produk olahan; sumberdaya lokal. AbstractAih Selah Village is one of the villages located on a plateau so that it makes the air clean with a cool temperature, namely in Gayo Lues district, Aceh Province. Aih Selah Village has fertile land so that a lot of land is used by the community for gardening, so that many Aih Selah Village people grow tobacco, vegetables, one of which is chayote around the yard and land at home. By looking at the potential that exists in Aih Village, one of them is chayote which has been used for consumption and lack of innovation in the processing of Siamese leaves and pumpkin, through training activities on the processing of chayote leaves and fruits in Aih Selah Village into crispy products that are easy to produce and market by the community. The method applied in this activity is social reflection through interviews then holding socialization activities by introducing products from processed leaves and fruits of chayote, and then conducting training workshop on processing chayote leaves and fruits into crispy products. The target of this activity is PKK mothers and the people of Aih Selah Village, Gayo Lues regency. The results of processing crispy products from the potential of local resources of Siamese leaves and pumpkins can improve the community's economy and help reduce extreme poverty in Aih Selah Village. Keywords: crispy chayote; economy; processed products; on-premises resources.
Mapping the distribution of stingray fishing grounds in the south west waters of Aceh during the east season Afdhal Fuadi; Muhammad Arif; Rahmat Dianshar; Dimas Kusumayadi; Giovanni Oktavinanda
Depik Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.34532

Abstract

One of the regions contributing to stingray fisheries production in Indonesia is Aceh province. The condition of stingray fisheries in Indonesia is currently facing challenges as the population is decreasing while the demand for stingray fishery resources domestically and abroad continues to increase. This condition certainly requires integrated stingray fisheries management efforts so that the rays population, especially in the waters of Aceh province, remains sustainable. This study aimed to determine the number, type, and distribution of stingray fishing grounds landed at the Ujong Baroh Fish Landing Base (PPI). The research was carried out in 2 stages; the first stage was to conduct a field survey by following fishermen directly to the sea and using interview questionnaires, and the second stage was to take satellite image data of sea depth, fishing location, and fishing distance and then make a map of stingray fishing ground distribution landed at Ujong Baroh Fish Landing Base, West Aceh. The number of stingray catches landed at Ujong Baroh Fish Landing Base during the study was 428, consisting of 11 species: 369 Maculabatis macrura, 42 Myliobatis tobijei, 14 Rhynchobatus australiae, 28 Dasyatis kuhlii, 8 Pateobatis uarnacoides, 7 Gymnura zonura, 6 Himantura leoparda, 2 Rhina ancylostoma, 2 Rhinobatos borneensis, 1 Aetobatus narinari, and 1 Taeniuriops meyeni. The results of the mapping analysis showed 18 distribution points of stingray fishing grounds and 4 fishing locations that obtained stingray catches, namely at the coordinates of 338.136'N and 9629.056'E, 42.144'N and 962.431'E, 416.599'N and 9532.000'E, 334.51472'N and 9625.80414'E.Keywords:MappingFishing GroundStingrayEastern Season
Peningkatan ketrampilan nelayan tradisional Desa Ujong Drien melalui teknologi budarjan (bubu dasar jaring) berbasis sumberdaya lokal Fuadi, Afdhal; Rizal, Muhammad; Rusdi, Rusdi; Fajri, Ilham; Ujirta, Randi; Yuslil, Adima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36671

Abstract

AbstrakSalah satu kabupaten yang berada di WPP 572 adalah kabupaten Aceh Barat dengan manyoritas sebagai nelayan tradisional sebagai pelaku usaha penangkapan ikan salah satunya adalah Desa Ujong Drien. Kelompok nelayan tradisional Desa Ujong Drien melakukan penangkapan ikan di perairan dibawah 12 mil laut, sehingga hasil tangkapan ikan yang diperoleh relatif kecil jika dibandingkan dengan kapal perikanan yang berukuran <5 GT melakukan penangkapan ikan di perairan laut lepas. Selama ini kelompok nelayan tradisional Desa Ujong Drien masih menggunakan alat tangkap sederhana untuk penangkapan ikan demersal yaitu dengan hand line dan gill net, sehingga nelayan tersebut memerlukan waktu yang lama untuk melakukan operasional penangkapan ikan, hasil tangkapan yang belum pasti dan dapat meningkatkan penggunaan BBM. Oleh karena itu perlu adanya teknologi BuDarJan (Bubu Dasar Jaring) untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan demersal. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan pendidikan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari memberikan sosialisasi dan edukasi, pelatihan pembuatan BuDarJan, dan monitoring hasil kegiatan. Adanya ketertarikan nelayan tradisional Desa Ujong Drien yaitu sebanyak 36 dari 40 nelayan untuk menggunakan teknologi BuDarjan sebagai alat penangkapan utama untuk menangkap ikan demersal. Hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak  75% dan 85% peningkatan ketrampilan dalam pembuatan teknologi BuDarJan sebanyak 40 nelayan sebagai penerima manfaat langsung. Kata kunci: budarjan; keterampilan; nelayan tradisional; peningkatan. AbstractOne of the districts in WPP 572 is West Aceh, with a majority of traditional fishermen as fishing business actors, one of which is Ujong Drien Village. The traditional fishing group of Ujong Drien Village catches fish in waters below 12 nautical miles, so the fish catch obtained is relatively small when compared to fishing vessels measuring <5 GT that catch fish in open sea waters. So far, the traditional fishing group of Ujong Drien Village still uses simple fishing gear for catching demersal fish, namely hand lines and gill nets, so that these fishermen need a long time to carry out fishing operations, the catch is uncertain, and fuel consumption can increase. Therefore, it is necessary to have BuDarJan (Net Bottom Trap) technology to increase demersal fish catches. The implementation method is educational through outreach, training, and mentoring. This includes outreach and education, training on creating BuDarJan, and monitoring the results of the activities. There is interest from traditional fishermen of Ujong Drien Village, namely 36 out of 40 fishermen, in using BuDarjan technology as the main fishing tool for catching demersal fish. Monitoring and evaluation results showed a 75% increase in knowledge and an 85% increase in skills in using BuDarJan technology for 40 fishermen, who directly benefited. Keywords: budarjan; skills; traditional fishermen; improvement.
Co-Authors Abdul Karim Abdul Karim Adila Erlita Ahmad, Dimas Kusmayadi Aida Fitriani, Aida Aida, Aida Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Al Misbah, Iyan Al-misbah, Iyan Amir, Fachrurozi Andriana, Mutia Rifka Anhar Rozi Anhar Rozi Annas, Ruesma Azhadin Antoni Antoni Arrazy Elba Ridha Azmi, Fauziah Bimo Arif Syahputra Budy Wiryawan Defia Defia Devani, Khairul Dianshar, Rahmat Dimas Kusumayadi Dimas Kusumayadi Dwiriansyah, Ridha Edy Miswar Efi Lisa Erfan, Erfan Fardian, Fardian Febri, Suri Purnama Firma Warni Fitriani Fitriani Gebrina Reski Giovanni Oktavinanda Giovanni Oktavinanda Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Haser, Teuku Fadlon Heriansyah Ifan Muliadi Ihsanul Khairi Ika Rezvani Aprita Ikhsanul Khairi Ilham Fajri, Ilham Iqbal Irfany, Mohammad Ismail Sulaiman Iyan Al Misbah Jeli Novita Khusnul Khatimah Kusumayadi, Dimas Maulana Wali Akbar Mauliza, Tania Melisa Rahayu Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Irham Muhammad Rizal Muhammad Rizal MUHAMMAD RIZAL Mursyidin Mursyidin Musri Musman Mustaruddin Muthohharoh, Marhamah Nabila Ukhty Nazlia, Suraiya Nuansa, Fajar Nurhikma, Nurhikma Nursantika Adelia Putri Oktavinanda, Giovanni Rahayu, Rosi Rahmat Dianshar Rahmawati Rahmawati Rosi Rahayu Rosmalinda, Rosmalinda Roza Yusfiandayani Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Said Radius Samsul Bahri Samsul Bahri Sanawiyah Sanawiyah Sauni, Sabtha Wahyudi Sri Ayu Insani Supartik Supartik Syarifah Zuraidah Tasa Maulana Putra Teuku Amarullah Ujirta, Randi Yuslil, Adima Zulfahmi Zulfahmi Zuriat Zuriat