Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Lumi-lumi (Harpodon nehereus) Fish Fillet Processing Methods as Salted Fish to Short Drying Time Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Rahmawati Rahmawati; Akbardiansyah Akbardiansyah; Sri Ayu Insani; Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Muhammad Agam Thahir; Rudi Hermi
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i1.7152

Abstract

The downstream fishing industry in the form of fish processing has great potential to improve community welfare. In addition to providing added value to fishery products, fish processing is one solution if there is an overproduction of fishery catches. Salted fish processing producers at MSMEs Jaya Salted Fish in Langkak Village, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency are currently continuing to improve production efficiency for production optimization. There are technical limitations in terms of production efficiency by partners so that counseling and training on improving production efficiency are needed. The methods used in this service are counseling and training. This activity was carried out at the MSME Jaya Ikan Asin unit in Langkak Village, District. Kuala Pesisir Nagan Raya Regency on October 1-2, 2022. This activity began with the manufacture of fishery products in the form of Bombay Duck salted fish. In this activity, there are several stages of activities, namely surveys, salted fish processing processes, and salted fish drying. This activity is carried out well so that it can increase the number of types of Bombay Duck salted fish production in MSMEs jaya salted fish
Analisis Daerah Penangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Berdasarkan Sebaran Klorofil A Di Perairan Utara Provinsi Aceh Afdhal Fuadi; Maulana Wali Akbar; Muhammad Irham
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN TERPADU VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v2i2.4562

Abstract

Aceh merupakan salah satu penghasil komoditas tuna terutama ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terbesar di Indonesia, karena dikelilingi oleh perairan Samudra Hindia dan Laut Andaman, serta memiliki nilai jual yang tinggi. Kurangnya informasi daerah penangkapan membuat nelayan di wilayah Aceh masih menggunakan tanda-tanda alam seperti keberadaan burung dan lokasi penangkapan yang sama sebagai daerah penangkapan, sehingga hasil penangkapan kurang efektif dan efesien. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning, menganalisis pengaruh sebaran klorofil-a terhadap hasil tangkapan, dan membuat peta potensial daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati terhadap data primer dan pengamatan data sekunder. Hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning selama penelitian di perairan Utara Provinsi Aceh pada bulan November 2020 adalah 5,864 Kg dan bulan Desember 2020 adalah 3,342 Kg. Sebaran kandungan klorofil-a pada bulan November relatif tinggi yaitu berkisar antara 0,189-1,082 mg/m3 dengan rata-rata 0,635 mg/m3dan pada bulan Desember berkisar antara 0,101-2,568 mg/m3 dengan rata-rata 1,258 mg/m3. Berdasarkan hasil dari analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,18 artinya hubungan kandungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan adalah 18% dan sisanya 82% di pengaruhi oleh faktor lain. Sebaran daerah potensial penangkapan ikan tuna sirip kuning di perairan Utara Aceh terdapat di perairan sekitaran pulau Aceh dan perairan Barat Selatan Aceh.
Analisis Finansial Budidaya Ikan Air Tawar Di Kabupaten Nagan Raya Zuriat Zuriat; Sanawiyah Sanawiyah; Teuku Amarullah; Afdhal Fuadi
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN TERPADU VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v2i2.5202

Abstract

Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Mai  2018 yang berlokasi di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Metode pengambailan data dilakukan secara sensus dengan sasaran responden pembudidaya ikan untuk pengambilan data primer. Anlalisis finansial diperoleh melalui kajian terhadap data primer pembudidaya ikan dengan nilai finansial B/C ratio sebesar 2,25, perhitungan pendapatan menggunakan rumus π = TR – TC. Hasil yang diperoleh nilai sebesar Rp 2.087.234/panen alokasi biaya terbesar dikeluarkan petani untuk masing-masing usaha terdapat pada biaya pakan yaitu Rp 33.632.181,81 (77,72%) dan Rp.15.354.046.89 (46,46%) dari total biaya yang dikeluarkan petani ikan. Keuntungan yang diterima petani ikan untuk masing-masing usaha yaitu sebesar  Rp 4.241.255,56/periode produksi untuk usaha budidaya ikan nila dan ikan Mas dalam kolam dan Rp 3.708.062,35/periode produksi. Faktor yang pempengaruhi pendapatan usaha ikan nila dan ikan mas adalah benih ikan,  pupuk, dan pakan.
Pelagic Fish Caught Around Rumpon Ijuk Using Fishing Gear in Aceh Singkil Regency Khusnul Khatimah; Said Radius; Firma Warni; Hafinuddin Hafinuddin; Muhammad Rizal; Samsul Bahri; Afdhal Fuadi; Ihsanul Khairi
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 7, No 1 (2023): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v7i1.7795

Abstract

AbstractRumpon is one of the environmentally friendly fishing gear that functions to collect fish and can be used as a fishing ground. This research was carried out in the waters of Aceh Singkil in December 2022 and January 2023. The identification results were 6 species from 4 families of pelagic fish caught around rumpon in Aceh Singkil Waters, namely Elagatis bipinulata, Carangoides ignobilis, Scombrioides tala, Euthynus affinis, Selar crumenophthalmus, and Sardinella lemuru. The diversity index of Balai Island is low with a value of 0.90 and around Baguk Island the diversity index is high with a value of 0.93. The uniformity of pelagic fish around Balai Island is relatively low with a value of 0.30 and around Baguk Island the uniformity index is high with a value of 0.85. While the Pelagic fish dominance index around Balai Island is relatively high with a value of 0.68 and around Baguk Island the dominance index is also low with a value of 0.43.Keywords: Aceh Singkil, ikan pelagis, rumpon
Application of Fermented Starfruit (Asam Sunti) as an Antimicrobial in Keumamah Loin Aida, Aida; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fitriani, Fitriani; Rozi, Anhar; Fuadi, Afdhal; Nurhikma, Nurhikma
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v7i2.8875

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of sunti acid on the ALT and mold as an antimicrobial in keumamah loin. The research is experimental and uses a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Treatment 1 was soaking in sunti acid suspension as much as 10% (F1), as much as 20% (F2), as much as 30% (F3), and without immersion (F0). The parameters observed were ALT and mold. The results of these two studies were analyzed using one way analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan's test. The results showed that the highest ALT was in F0 (7.51x105CFU/mL) and the lowest was in sample F3 (6.36x105CFU/mL), then the highest mold value was in sample F0 (7.68x105CFU/mL), and the lowest was in F3 (6.46x105CFU/mL). The difference in the concentration of sunti acid suspension had a significant effect on the ALT and mold on keumamah loin at the 95% confidence interval
PEMETAAN ZONASI DAERAH PENANGKAPAN HIU DILINDUNGI DI PERAIRAN BARAT ACEH DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN UJONG BAROH ACEH BARAT Fuadi, Afdhal; Rizal, Muhammad; Akbardiansyah, Akbardiansyah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.4.2022.199-208

Abstract

Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi produksi hiu di Indonesia. Saat ini perikanan hiu di Indonesia termasuk di Provinsi Aceh sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, dimana populasi sumber daya hiu terus mengalami penurunan sementara permintaan akan produk hiu baik dari dalam negeri maupun luar negeri terus meningkat. Kondisi tersebut pastinya memerlukan upaya pengelolaan perikanan hiu secara terpadu agar pemanfaatan hiu di perairan Provinsi Aceh tetap lestari dan keberkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan hiu yang didaratkan di PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) Ujong Baroh dan juga membuat peta zonasi daerah penangkapan hiu yang dilindungi di perairan Barat Daya Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap, yaitu tahap pertama melakukan survey lapangan dengan mengikuti kapal nelayan penangkap hiu ke laut, dan tahap kedua dengan cara pengambilan data hasil tangkapan hiu di PPI Ujong Baroh kemudian membuat peta zonasi daerah penangkapan hiu dilindungi yang di daratkan di PPI Baroh Aceh Barat. Jumlah hasil tangkapan hiu yang didaratkan di PPI Ujong Baroh selama penelitian dari bulan Agustus-Oktober 2022 sebanyak 618 ekor. Hasil tangkapan hiu paling banyak didaratkan pada bulan September sebanyak 319 ekor dan paling sedikit tercatat pada bulan Oktober sebanyak 96 ekor. Persentase jenis hasil tangkapan hiu tertangkap pada bulan Agustus-Oktober 2022 yaitu Sphyrna lewini sebesar 56%, Carcharhinus sorrah 24%, Loxodon macrorhinus 9%, Chiloscyllium punctatum 5%, Carcharhinus falciformis 4%, dan Alopias superciliosus 2%. Hasil analisis zonasi daerah penangkapan hiu yang tergolong kedalam kategori Terancam/Endangered (EN) dan Rawan/Vulnerable (VU) tersebar dalam 3 lokasi di perairan Barat Daya Provinsi Aceh.Aceh Province is one of the regions that contributes to shark production in Indonesia. Currently, shark fisheries in Indonesia, including in Aceh Province, are facing considerable challenges, where the population of shark resources continues to decline while the demand for shark products both from within the country and abroad continues to increase. This condition certainly requires integrated shark fisheries management efforts so that the use of sharks in the waters of Aceh Province remains sustainable and sustainable. This study aims to determine the number of shark catches landed at PPI (Fish Landing Base) Ujong Baroh and also make a zoning map of protected shark fishing areas in the southwestern waters of Aceh Province. The method used in this study was carried out through 2 stages, namely the first stage of conducting a field survey by following a shark-catching fishing boat into the sea, and the second stage by taking shark catch data at PPI Ujong Baroh then making a zoning map of protected shark fishing areas landed in PPI Baroh West Aceh. The number of shark catches landed at PPI Ujong Baroh during the study from August-October 2022 was 618. The most shark catches were landed in September at 319 and the fewest recorded in October at 96. The percentage of shark catches caught in August-October 2022 is Sphyrna lewini at 56%, Carcharhinus sorrah at 24%, Loxodon macrorhinus at 9%, Chiloscyllium punctatum at 5%, Carcharhinus falciformis at 4%, and Alopias superciliosus at 2%. The results of the zoning analysis of shark fishing areas classified as Threatened/Endangered (EN) and Vulnerable/Vulnerable (VU) categories are spread in 3 locations in the waters of Southwest Aceh Province.
PENDARATAN IKAN PARI (BATOIDEA) PADA MUSIM BARAT DI PPI UJUNG BAROH, ACEH BARAT Ahmad, Dimas Kusmayadi; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Amarullah, Teuku
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.1.2024.45-54

Abstract

Penangkapan dan Tingkat reproduksi yang rendah merupakan ancaman terbesar bagi populasi hiu dan pari (selanjutnya disebut sebagai elasmobranch), hampir sepertiga jenis dalam status terancam. Populasi pari mengalami tekanan yang lebih tinggi dibanding hiu, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Meskipun begitu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pendaratan hiu dan pari yang dominan bagin ditingkat global maupun regional. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan pengelolaan perikanan untuk menjamin berkelanjutan populasi pari. Salah satu informasi yang diperlukan adalah pemetaan penangkapan dan musim penangkapan sebagai indikasi habitat kritis pari. Tujuan penelitian adalah menyediakan informasi jenis, jumlah, ukuran dan sebaran daerah penangkapan pari saat musim barat. Penelitian ini dilaksanakan bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di PPI Ujong Baroh, Aceh Barat. Informasi dikumpulkan dengan survei onboard perikanan jaring insang tetap dan pukat hela, enumerasi di lokasi pendaratan dan pemetaan sebaran daerah penangkapan. Sebanyak 2.232 individual pari didaratkan selama periode studi. Pendaratan didominasi 10 jenis yakni Maculabatis macrura (91,44%), Neotrygon caeruleopunctata (2,11%), Taeniurops meyeni (1,97%), Gymnura zonura (1,88%), Pateobatis uarnacoides (0,94%), Himantura undulata (0,63%), Rhynchobatus australiae (0,45%), Aetomylaenus nichofii (0,45%), Himantura leoparda australiae (0,09%) dan Mobula kuhlii australiae (0,04%). Pari yang didaratkan umumnya belum matang gonad 94,08%. Daerah penangkapan pari umumnya berjarak 2.16 mil  atau nmil dari PPI Ujung Baroh.
Studi Tingkat Penggunaan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Baroeh Kabupaten Aceh Barat Sauni, Sabtha Wahyudi; Hafinuddin, Hafinuddin; Hamidi, Hamidi; Fuadi, Afdhal; Annas, Ruesma Azhadin
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v10i2.10246

Abstract

Fishery port facilities play a pivotal role in supporting capture fisheries operations. Inadequate capacity, incomplete facilities, and inefficient layout can hinder the smooth operation of fisheries activities. PPI Ujong Baroeh, as a strategic center for capture fisheries, suffered severe damage from the tsunami disaster. Although reconstruction efforts have been made, an evaluation of the condition and utilization of post-disaster facilities is necessary. This study aims to analyze the physical condition and utilization level of facilities at PPI Ujong Baroeh through descriptive and case study methods. Data were collected through direct observation of the types, conditions, and utilization levels of facilities during the period of April 2023. The research results show a very high level of facility utilization at PPI Ujong Baroeh, with almost all facilities being utilized optimally.
Keragaan Unit Penangkapan Ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan Andriana, Mutia Rifka; Hafinuddin, Hafinuddin; Zuraidah, Syarifah; Fuadi, Afdhal
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v10i2.10248

Abstract

South Aceh currently has 5 fish landing base points (PPI), namely PPI Lhok Bengkuang, PPI Labuhan Haji, PPI Sawang Ba'u, PPI Keude Mekek and PPI Keude Bakongan. There are three types of fishing fleets in South Aceh in 2019, namely motorboats, motorboats, and non-motorized boats. The fishing gear used by South Aceh fishermen is fishing rods, gill nets, shrimp nets, ring trawls, payang, rawai, tonda, beach trawls and bagan. The purpose of this study is to find out the types of fishing gear and fish catches in PPI Lhok Bengkuang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2022, data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder, data primer berupa data koesioner sebanyak 44 responden. The method of selecting respondents was carried out by the purposive sampling method for fishermen at PPI Lhok Bengkuang and secondary data was obtained from related agencies. This research method uses descriptive analysis, the data analysis process is in accordance with the instructions in the Decree of the Minister of Fisheries and Fisheries Regulation number 6 of 2010 concerning fishing equipment in the national standard WPPRI. The results of the study showed that there were 3 main fishing gear at PPI Lhok Bengkuang that were environmentally friendly, namely stretch fishing rods, bottom fishing gear and ring trawls, then there was 1 type of fishing gear that was prohibited, namely fishing gear that used a compressor. The type of fishing gear is included in PermenKP No. 6 of 2010 at PPI Lhok Bengkuang.
Pemetaan Tangkahan Pendaratan Ikan Berdasarkan Komoditas yang di Daratkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil: Pemetaan Tangkahan Pendaratan Ikan Berdasarkan Komoditas yang di Daratkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil Rizal, Muhammad; Hamidi, Hamidi; Arif, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Thahir, Muhammad Agam; Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 7 No 1 (2023): Journal of Tropical Fisheries Management (on progress)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v7i1.44217

Abstract

Pulau Banyak and Pulau Banyak Barat Districts. play an active role in advancing capture fisheries production, this can be seen from the larger number and size of vessels operated so as to produce larger capture fisheries production. To land and sell their catch, many private entrepreneurs do it in their private holdings, not in government-owned fishing ports. This Tangkahan generally has relatively little land and facilities, but the activities and production are relatively large. This study aims to analyze the catch landed on the Tangkahans of Banyak Island, Aceh Singkil and make a map of the location of the Tangkahans in Pulau Banyak, Aceh Singkil. The method used is in 2 stages, the first stage is conducting a field survey using interview questionnaires, and the second stage is collecting field data (coordinate points of Tangkahan, types of catches and aerial photos of Tangkahan Island many). The location of the research is on Banyak Island, Aceh Singkil. The results of the study showed that there were 12 Tangkahans in Pulawa many, of which 8 units were in Baguk Village and 4 units were in Balai Desai. The catches that landed consisted of Squid, Dencis Fish, Tuna, Coral Anchovy and others. This is because the fishing gear used by Pulau Banyak fishermen is dominated by Bagan.
Co-Authors Abdul Karim Abdul Karim Adila Erlita Ahmad, Dimas Kusmayadi Aida Fitriani, Aida Aida, Aida Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Al Misbah, Iyan Al-misbah, Iyan Amir, Fachrurozi Andriana, Mutia Rifka Anhar Rozi Anhar Rozi Annas, Ruesma Azhadin Antoni Antoni Arrazy Elba Ridha Azmi, Fauziah Bimo Arif Syahputra Budy Wiryawan Cut Meurah Nurul ‘Akla Defia Defia Devani, Khairul Dimas Kusumayadi Dimas Kusumayadi Edy Miswar Edy Miswar, Edy Efi Lisa Ewita, Felma Fachrorazi Amir Febri, Suri Purnama Fiki Rebi Hidayat Firma Warni Fitriani Fitriani Gebrina Reski Giovanni Oktavinanda Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Harahap, Yuni Angraini Haser, Teuku Fadlon Heriansyah Ifan Muliadi Ihsanul Khairi Ika Rezvani Aprita Ikhsanul Khairi Imamshadiqin, Imamshadiqin Imanullah, Imanullah Indra Indra Insani, Sri Ayu Iqbal Irfany, Mohammad Ismail Sulaiman Iyan Al Misbah Jeli Novita Khusnul Khatimah Kusumayadi, Dimas Maulana Wali Akbar Melisa Rahayu Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Irham Muhammad Rizal Muhammad Rizal MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rizal Muhammdar, Muhammadar Mursyidin Mursyidin Musri Musman Mustaruddin Muthohharoh, Marhamah Nabila Ukhty Nazlia, Suraiya Nurhatijah Nurhatijah Nurhikma, Nurhikma Nurmayana, Nurmayana Nursantika Adelia Putri Rahayu, Rosi Rahmat Dianshar Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Said Radius Samsul Bahri Samsul Bahri Sanawiyah Sanawiyah Sauni, Sabtha Wahyudi Siregar, Maika Khairiyah Sri Ayu Insani Supartik Supartik SYAHRIAL SYAHRIAL Syamsiar, Syamsiar Syarifah Zuraidah Tasa Maulana Putra Teuku Amarullah Ujirta, Randi Yuslil, Adima Zuriat Zuriat