Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effectiveness of Tuba Root Extract Dosage (Paraderris elliptica) to Gold Fish Oxygen Consumption Rate (Carassius auratus) on Transportation Closed Devani, Khairul; Febri, Suri Purnama; Haser, Teuku Fadlon; Aprita, Ika Rezvani; Nazlia, Suraiya; Antoni, Antoni; Fuadi, Afdhal; Azmi, Fauziah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.10431

Abstract

Chef carp (Carassius auratus) is a freshwater ornamental fish that is one of the ornamental fish that is widely cultivated because it has a diverse body shape and has a variety of colors. The problem often faced by carp suppliers in the process of distributing fish with a closed fish transportation system is low survival pass. The use of such anesthesia materials is quite effective in closed transport systems. One of the natural compounds that can be used as an anesthetic agent is rotenon. The roots of tubal plants contain rotenon, a powerful poison for fish and insects. The method used in this study is an experimental method, this study uses Complete Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repeats. The dose of tubal root extract used was P1 (control), P2 (0.10 ml / L), P3 (0.15 ml / L), P4 (0.20 ml / L). The density of fish per plastic bag amounts to 10 heads with a transportation time of 9 hours. The parameters observed were length of intoxication time, survival rate, length of time recovered consciously, oxygen consumption rate and water quality. Giving doses of tubal root extract with different doses had a significant effect (P<0.05). The highest survival rate value in P2 treatment with a dose of 0.10 ml and saving the rate of oxygen consumption with the right dose is in P4 with a dose of 0.20 ml / L ranging from 0.039 mg O2 / minute.
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Meureubo melalui teknologi bubu dasar ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi; Arif, Muhammad; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Rusdi, Rusdi; Amir, Fachrurozi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27435

Abstract

AbstrakNelayan tradisional Lhok Meureubo melakukan penangkapan ikan di perairan <12 mil laut, sehingga hasil tangkapan yang diperoleh relatif kecil jika dibandingkan dengan kapal perikanan yang berukuran <5 GT yang melakukan penangkapan di perairan laut lepas pantai. Nelayan tradisional Lhok Meureubo masih menggunakan alat tangkap hand line untuk penangkapan ikan karang, sehingga nelayan tersebut memerlukan waktu yang lama dan hasil tangkapan yang belum pasti serta dapat merusak terumbu karang. Bubu dasar termasuk dalam alat tangkap ikan yang populer digunakan yang bersifat pasif dan menetap di dasar perairan yang bertujuan untuk menangkap ikan demersal nilai ekonomis tinggi sebagai komoditas ikan ekspor. Masyarakat yang terlibat langsung pada kegiatan pengabdian ini yaitu nelayan tradisional Lhok Meureubo sebanyak 30 nelayan. Tujuan kegiatan ini yaitu memperkenalkan teknologi bubu dasar untuk memudahkan nelayan tradisional Lhok Meureubo untuk menangkap ikan karang. Metode pada pengabdian ini yaitu memberikan sosialisasi dan edukasi mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan FGD persiapan kegiatan yang diperoleh adalah permasalahan nelayan tradisional Lhok Meureubo yang dihadapi selama ini dalam melakukan penangkapan ikan karang, nelayan yang akan terlibat langsung, waktu pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan edukasi. Memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada nelayan tradisional Lhok Meureubo terkait alat tangkap teknologi bubu berbasis sumberdaya lokal yang dapat digunakan oleh nelayan tradisional tersebut untuk menangkapa ikan karang.Kata kunci: nelayan tradisional; bubu dasar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal. AbstractLhok Meureubo traditional fishermen fish in waters <12 nautical miles, so the catch obtained is relatively small when compared to fishing vessels measuring <5 GT which fish in offshore sea waters. Lhok Meureubo traditional fishermen still use handline fishing gear to catch coral fish, so these fishermen need a long time and the catch is uncertain and can damage coral reefs. Bottom traps are one of the popular fishing tools used, which are passive and remain at the bottom of the waters with the aim of catching demersal fish with high economic value as export fish commodities. This community service activity directly involves 30 traditional fishermen from Lhok Meureubo. The purpose of this activity is to introduce basic trap technology to make it easier for traditional fishermen from Lhok Meureubo to catch reef fish. The method of this service is to provide socialization and education, starting with activity preparation, implementation, and evaluation. The results of the FGD activity in preparation for the activities obtained were the problems that Lhok Meureubo traditional fishermen have faced so far in fishing for coral fish, the fishermen who will be directly involved, and the timing of the socialization and education activities. Providing direct outreach and education to Lhok Meureubo traditional fishermen regarding local resource-based trap technology fishing equipment that can be used by traditional fishermen to catch coral fish. Keywords: traditional fishermen; bottom traps; environmentally friendly; local resources.
Peningkatan keterampilan ibu rumah tangga melalui pengolahan daun dan Labu Siam (Sechium Edule) menjadi produk krispi Fuadi, Afdhal; Syahputra, Bimo Arif; Putra, Tasa Maulana; Erlita, Adila; Defia, Defia; Lisa, Efi; Novita, Jeli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29066

Abstract

AbstrakDesa Aih Selah merupakan salah satu desa yang lokasinya berada pada dataran tinggi sehingga membuat udaranya bersih dengan suhu yang sejuk yaitu di kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Desa tersebut memiliki tanah yang subur sehingga banyak lahan yang di manfaatkan oleh masyarakat untuk berkebun yaitu menanam tembakau, sayuran salah satunya adalah labu siam di sekitar perkarangan dan lahan rumah. Potensi sumberdaya yang ada di Desa Aih Selah yaitu labu siam yang selama ini dimanfaatkan untuk konsumsi seperti membuat sayuran. Sehingga pemanfaatan labu siam tersebut kurang adanya inovasi dalam pengolahan daun dan labu siam. Oleh karena itu tim pengabdian memberikan pelatihan pengolahan daun dan buah labu siam di Desa Aih Selah menjadi produk krispi yang mudah untuk di produksi dan di pasarkan oleh masyarakat, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat tersebut. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu sosialisasi pengenalan produk krispi dan workshop pengolahan daun dan buah labu siam menjadi krispi mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil dari kegiatan tersebut. Sasaran dari kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aih Selah kabupaten Gayo Lues berjumlah 20 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aih Selah sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dan keingintahuan dari masyarakat dan ibu-ibu PKK dalam membuat produk krispi yang berbahan dari buah labu siam pada saat dilakukan sosialisasi pengenalan produk olahan. Kemudian masyarakat dan ibu-ibu PKK juga berperan aktif serta terlibat langsung pada kegiatan workshop pengolahan daun dan buah labu siam menjadi produk krispi, sehingga kegiatan ini dapat menambahkan pengetahuan dan meningkatkan pendapatan atau mata pencaharian ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aih Selah kabupaten Gayo Lues. Hasil dari pengolahan produk krispi dari potensi sumberdaya lokal daun dan labu siam dapat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan membantu mengurangi angka kemiskinan ektrem yang ada di Desa Aih Selah. Kata kunci: labu siam krispi; perekonomian; produk olahan; sumberdaya lokal. AbstractAih Selah Village is one of the villages located on a plateau so that it makes the air clean with a cool temperature, namely in Gayo Lues district, Aceh Province. Aih Selah Village has fertile land so that a lot of land is used by the community for gardening, so that many Aih Selah Village people grow tobacco, vegetables, one of which is chayote around the yard and land at home. By looking at the potential that exists in Aih Village, one of them is chayote which has been used for consumption and lack of innovation in the processing of Siamese leaves and pumpkin, through training activities on the processing of chayote leaves and fruits in Aih Selah Village into crispy products that are easy to produce and market by the community. The method applied in this activity is social reflection through interviews then holding socialization activities by introducing products from processed leaves and fruits of chayote, and then conducting training workshop on processing chayote leaves and fruits into crispy products. The target of this activity is PKK mothers and the people of Aih Selah Village, Gayo Lues regency. The results of processing crispy products from the potential of local resources of Siamese leaves and pumpkins can improve the community's economy and help reduce extreme poverty in Aih Selah Village. Keywords: crispy chayote; economy; processed products; on-premises resources.
Mapping the distribution of potential octopus (Octopus sp.) fishing ground in the waters of Simeulue regency Arif, Muhammad; Fuadi, Afdhal; Oktavinanda, Giovanni
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.34548

Abstract

Simeulue Regency has the potential for diverse and abundant marine resources; one of which is octopus (Octopus sp.). However, the problem faced by Simeulue fishermen in carrying out octopus fishing activities is that they only rely on natural phenomena or natural signs studied from generation to generation (traditional) to catch octopus. Therefore, the catch obtained is uncertain and takes a long time. The purpose of this study was to determine the number and weight of octopus catches landed in three sub-districts namely Teupah Barat, Teupah Selatan and Alafan, and then make a map of distribution of potential octopus fishing groud in the three sub-districts. The research method used in this study was a survey method by observing octopus catching units. The results showed that the total number and total weight of octopus catches in three sub-districts from the highest to the lowest were Teupah Barat, amounting to 176 heads and weighing 90,47 kg; Teupah Selatan amounting to 115 heads and weighing to 69,54 kg; and Alafan amounting to 114 heads and weighing to 46,97 kg, where the octopuses caught were all adult categories and fit to be caught. As for the potential areas for octopus fishing in the three sub-districts were as follows: Teupah Barat with 3 potential areas (points E, F and A); Teupah Selatan with 2 potential areas (points E and F); Alafan with only 1 potential point (point K).Keywords:MappingFishing groundOctopusSimeulue
Mapping the distribution of potential octopus (Octopus sp.) fishing ground in the waters of Simeulue regency Arif, Muhammad; Fuadi, Afdhal; Oktavinanda, Giovanni
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.34548

Abstract

Simeulue Regency has the potential for diverse and abundant marine resources; one of which is octopus (Octopus sp.). However, the problem faced by Simeulue fishermen in carrying out octopus fishing activities is that they only rely on natural phenomena or natural signs studied from generation to generation (traditional) to catch octopus. Therefore, the catch obtained is uncertain and takes a long time. The purpose of this study was to determine the number and weight of octopus catches landed in three sub-districts namely Teupah Barat, Teupah Selatan and Alafan, and then make a map of distribution of potential octopus fishing groud in the three sub-districts. The research method used in this study was a survey method by observing octopus catching units. The results showed that the total number and total weight of octopus catches in three sub-districts from the highest to the lowest were Teupah Barat, amounting to 176 heads and weighing 90,47 kg; Teupah Selatan amounting to 115 heads and weighing to 69,54 kg; and Alafan amounting to 114 heads and weighing to 46,97 kg, where the octopuses caught were all adult categories and fit to be caught. As for the potential areas for octopus fishing in the three sub-districts were as follows: Teupah Barat with 3 potential areas (points E, F and A); Teupah Selatan with 2 potential areas (points E and F); Alafan with only 1 potential point (point K).Keywords:MappingFishing groundOctopusSimeulue
Penguatan Daya Saing Produk Terasi melalui Edukasi Hilirisasi Ikan Bycatch dan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Higiene Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Ridha, Arrazy Elba; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Fitriani, Aida
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20465

Abstract

Produk terasi merupakan salah satu hasil olahan perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Aceh Barat. Meskipun demikian, daya saing produk terasi tradisional kerap menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kualitas produk yang belum konsisten, sanitasi proses produksi yang kurang optimal, serta ketersediaan bahan baku yang fluktuatif dan berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas produk terasi melalui penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), perbaikan sanitasi dan higiene proses produksi, serta pemanfaatan ikan bycatch sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis namun selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya GMP dan sanitasi higiene dan evaluasi hasil pendampingan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan kelompok Pokhlahsar Camar Laut. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 55,5 poin meningkat menjadi 84,5 poin setelah edukasi, atau naik sekitar 52 persen. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan prinsip sanitasi dan prosedur GMP secara konsisten pada kegiatan produksi. Implementasi kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk terasi yang lebih higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. Keberlanjutan edukasi melalui pendampingan menjadi kunci untuk memastikan penerapan hasil edukasi dapat berjalan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LHOK ACEH JAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN MELALUI INOVASI RUMPON ATRAKTOR IJUK Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Khairi, Ikhsanul; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1395-1401

Abstract

Rumpon dikabupaten aceh jaya, terdapat berbagai permasalahan adat terutamanya dengan sering hilangnya rumpon, pengambilan hasil rumpon tanpa sepengetahuan pemiliknya jika diletakkan di laut, untuk mengatasi permasalah yang ada penulis mencoba untuk melakukan pengapdian tentang perancangan rumpon dan juga disertakan qanun atau hukum adat yang dikontrol penuh oleh panglima laot setempat, sehingga memudahkan panglima laot untuk kedepannya dalam pengelolaan rumpon.Tujuan dari pengapdian ini antara lain menerapkan inovasi rumpon ataktor ijuk untuk meingkatkan hasil tangkapan nelayan beserta dengan penegakan qanun atau hokum adat dalam pengelolaan rumpon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan dan edukasi nelayan dalam penerapan pembuatan rumpon untuk masyarakat nelayan Desa Gle Jong Kabupaten Aceh jaya atau Lhok Kuala Daya antara lain dilakukan Focus Discusi Group (FGD), Pelatihan pembuatan, Pendampingan. Kegiatan program yang dilakukan dengan bermitra nelayan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari DKP, panglima laot kabupaten, panglima loat lhok dan para nelayan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh. Hal yang urgen didiskusikan adalah mencari alternatif yang paling efektif dalam inovasi rumpon berbasis pengelolaa adat secara sustainable.Pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menambah ketrampilan teknis untuk nelayan dalam pembuatan rumpon atraktor ijuk dan juga mengukuhkan qanun/hukum adat terhadap pengelolan rumpon sehingga peran dari Panglima Laot semakin berperan. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat nelayan tidak terjadi lagi permasalahan terhadap pengelolaan dan mendapatkan ilmu inovasi rumpon untuk dapat diimplimentasikan oleh masyarakat nelayan dengan meningkatkan hasil tangkapannya
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PENGOLAHAN PRODUK IKAN ASIN BERBASIS PENGENDALIAN MUTU DI UMKM DESA LANGKAK, KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Ayu Insani, Sri; Khairi, Ikhsanul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.429-433

Abstract

Kecamatan Kuala Pesisir merupakan wilayah barat selatan Provinsi Aceh yang mempunyai keragaman hayati (bio-diversity) potensi ikan hasil tangkapan sangat tinggi (KKP Aceh 2015). Ikan-ikan demersal yang telah mulai di lakukan pengolahan ikan asin antara lain ikan kembung, ikan kambing-kambing, ikan kakap. Selain itu pada penelitian Riski et al. (2017) melaporkan bahwa pada sentral pengolahan ikan asin daerah Leupung Aceh Besar sebanyak 50% sampel yang diuji melebihi ambang batas SNI 8273:2016. Maka dari itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat terutama pada pelaku UMKM pengoalahan ikan asin guna untuk memberi pelatihan sehingga harapannya dengan adanya pengabdian ini bisa menambah pengetahuan lebih baik dalam proses pengolahan ikan. Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni, melakukan sosialisasi Sosialisasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan Pembuatan Para-para, Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi dan Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa, adanya peningkatan ketrampilan pelaku UMKM Ikan Asin terkait dengan teknik pembuatan para-para sebagai media penjemuran ikan asin. Adanya peningkatan pengetahuan teknik penggaraman dan pembuatan ikan asin lumi-lumi. Adanya antusias pelaku UMKM dan masyarakat Desa Langkak untuk melanjukan pembuatan ikan asin lumi-lumi.
Co-Authors Abdul Karim Abdul Karim Ahmad, Dimas Kusmayadi Aida Fitriani, Aida Aida, Aida Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Al Misbah, Iyan Al-misbah, Iyan Amir, Fachrorazi Amir, Fachrurozi Andriana, Mutia Rifka Anhar Rozi Anhar Rozi Annas, Ruesma Azhadin Antoni Antoni Arrazy Elba Ridha Ayu Insani, Sri Azmi, Fauziah Budy Wiryawan Defia, Defia Devani, Khairul Dianshar, Rahmat Dimas Kusumayadi Dwiriansyah, Ridha Edy Miswar Erfan, Erfan Erlita, Adila Fardian, Fardian Febri, Suri Purnama Firma Warni Fitriani Fitriani Gebrina Reski Giovanni Oktavinanda Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Haser, Teuku Fadlon Heriansyah Hidayat, Fiki Rebi Ifan Muliadi Ihsanul Khairi Ika Rezvani Aprita Ikhsanul Khairi Iqbal Irfany, Mohammad Ismail Sulaiman Iyan Al Misbah Khusnul Khatimah Kusumayadi, Dimas Lisa, Efi Maulana Wali Akbar Mauliza, Tania Melisa Rahayu Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Irham MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rizal Muhammad Rizal Mursyidin Mursyidin Musri Musman Mustaruddin Muthohharoh, Marhamah Nabila Ukhty Nazlia, Suraiya Novita, Jeli Nuansa, Fajar Nur Hatijah Nurhikma, Nurhikma Nursantika Adelia Putri Oktavinanda, Giovanni Putra, Tasa Maulana Rahayu, Rosi Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rosi Rahayu Rosmalinda, Rosmalinda Roza Yusfiandayani Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Said Radius Samsul Bahri Samsul Bahri Sanawiyah Sanawiyah Sauni, Sabtha Wahyudi Sri Ayu Insani Supartik Supartik Syahputra, Bimo Arif Syarifah Zuraidah Teuku Amarullah Zulfahmi Zulfahmi Zuriat Zuriat