Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Meureubo melalui teknologi bubu dasar ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi; Arif, Muhammad; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Rusdi, Rusdi; Amir, Fachrurozi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27435

Abstract

AbstrakNelayan tradisional Lhok Meureubo melakukan penangkapan ikan di perairan <12 mil laut, sehingga hasil tangkapan yang diperoleh relatif kecil jika dibandingkan dengan kapal perikanan yang berukuran <5 GT yang melakukan penangkapan di perairan laut lepas pantai. Nelayan tradisional Lhok Meureubo masih menggunakan alat tangkap hand line untuk penangkapan ikan karang, sehingga nelayan tersebut memerlukan waktu yang lama dan hasil tangkapan yang belum pasti serta dapat merusak terumbu karang. Bubu dasar termasuk dalam alat tangkap ikan yang populer digunakan yang bersifat pasif dan menetap di dasar perairan yang bertujuan untuk menangkap ikan demersal nilai ekonomis tinggi sebagai komoditas ikan ekspor. Masyarakat yang terlibat langsung pada kegiatan pengabdian ini yaitu nelayan tradisional Lhok Meureubo sebanyak 30 nelayan. Tujuan kegiatan ini yaitu memperkenalkan teknologi bubu dasar untuk memudahkan nelayan tradisional Lhok Meureubo untuk menangkap ikan karang. Metode pada pengabdian ini yaitu memberikan sosialisasi dan edukasi mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan FGD persiapan kegiatan yang diperoleh adalah permasalahan nelayan tradisional Lhok Meureubo yang dihadapi selama ini dalam melakukan penangkapan ikan karang, nelayan yang akan terlibat langsung, waktu pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan edukasi. Memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada nelayan tradisional Lhok Meureubo terkait alat tangkap teknologi bubu berbasis sumberdaya lokal yang dapat digunakan oleh nelayan tradisional tersebut untuk menangkapa ikan karang.Kata kunci: nelayan tradisional; bubu dasar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal. AbstractLhok Meureubo traditional fishermen fish in waters <12 nautical miles, so the catch obtained is relatively small when compared to fishing vessels measuring <5 GT which fish in offshore sea waters. Lhok Meureubo traditional fishermen still use handline fishing gear to catch coral fish, so these fishermen need a long time and the catch is uncertain and can damage coral reefs. Bottom traps are one of the popular fishing tools used, which are passive and remain at the bottom of the waters with the aim of catching demersal fish with high economic value as export fish commodities. This community service activity directly involves 30 traditional fishermen from Lhok Meureubo. The purpose of this activity is to introduce basic trap technology to make it easier for traditional fishermen from Lhok Meureubo to catch reef fish. The method of this service is to provide socialization and education, starting with activity preparation, implementation, and evaluation. The results of the FGD activity in preparation for the activities obtained were the problems that Lhok Meureubo traditional fishermen have faced so far in fishing for coral fish, the fishermen who will be directly involved, and the timing of the socialization and education activities. Providing direct outreach and education to Lhok Meureubo traditional fishermen regarding local resource-based trap technology fishing equipment that can be used by traditional fishermen to catch coral fish. Keywords: traditional fishermen; bottom traps; environmentally friendly; local resources.
Mapping the distribution of potential octopus (Octopus sp.) fishing ground in the waters of Simeulue regency Arif, Muhammad; Fuadi, Afdhal; Oktavinanda, Giovanni
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.34548

Abstract

Simeulue Regency has the potential for diverse and abundant marine resources; one of which is octopus (Octopus sp.). However, the problem faced by Simeulue fishermen in carrying out octopus fishing activities is that they only rely on natural phenomena or natural signs studied from generation to generation (traditional) to catch octopus. Therefore, the catch obtained is uncertain and takes a long time. The purpose of this study was to determine the number and weight of octopus catches landed in three sub-districts namely Teupah Barat, Teupah Selatan and Alafan, and then make a map of distribution of potential octopus fishing groud in the three sub-districts. The research method used in this study was a survey method by observing octopus catching units. The results showed that the total number and total weight of octopus catches in three sub-districts from the highest to the lowest were Teupah Barat, amounting to 176 heads and weighing 90,47 kg; Teupah Selatan amounting to 115 heads and weighing to 69,54 kg; and Alafan amounting to 114 heads and weighing to 46,97 kg, where the octopuses caught were all adult categories and fit to be caught. As for the potential areas for octopus fishing in the three sub-districts were as follows: Teupah Barat with 3 potential areas (points E, F and A); Teupah Selatan with 2 potential areas (points E and F); Alafan with only 1 potential point (point K).Keywords:MappingFishing groundOctopusSimeulue
Mapping the distribution of potential octopus (Octopus sp.) fishing ground in the waters of Simeulue regency Arif, Muhammad; Fuadi, Afdhal; Oktavinanda, Giovanni
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.34548

Abstract

Simeulue Regency has the potential for diverse and abundant marine resources; one of which is octopus (Octopus sp.). However, the problem faced by Simeulue fishermen in carrying out octopus fishing activities is that they only rely on natural phenomena or natural signs studied from generation to generation (traditional) to catch octopus. Therefore, the catch obtained is uncertain and takes a long time. The purpose of this study was to determine the number and weight of octopus catches landed in three sub-districts namely Teupah Barat, Teupah Selatan and Alafan, and then make a map of distribution of potential octopus fishing groud in the three sub-districts. The research method used in this study was a survey method by observing octopus catching units. The results showed that the total number and total weight of octopus catches in three sub-districts from the highest to the lowest were Teupah Barat, amounting to 176 heads and weighing 90,47 kg; Teupah Selatan amounting to 115 heads and weighing to 69,54 kg; and Alafan amounting to 114 heads and weighing to 46,97 kg, where the octopuses caught were all adult categories and fit to be caught. As for the potential areas for octopus fishing in the three sub-districts were as follows: Teupah Barat with 3 potential areas (points E, F and A); Teupah Selatan with 2 potential areas (points E and F); Alafan with only 1 potential point (point K).Keywords:MappingFishing groundOctopusSimeulue
Penguatan Daya Saing Produk Terasi melalui Edukasi Hilirisasi Ikan Bycatch dan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Higiene Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Ridha, Arrazy Elba; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Fitriani, Aida
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20465

Abstract

Produk terasi merupakan salah satu hasil olahan perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Aceh Barat. Meskipun demikian, daya saing produk terasi tradisional kerap menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kualitas produk yang belum konsisten, sanitasi proses produksi yang kurang optimal, serta ketersediaan bahan baku yang fluktuatif dan berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas produk terasi melalui penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), perbaikan sanitasi dan higiene proses produksi, serta pemanfaatan ikan bycatch sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis namun selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya GMP dan sanitasi higiene dan evaluasi hasil pendampingan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan kelompok Pokhlahsar Camar Laut. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 55,5 poin meningkat menjadi 84,5 poin setelah edukasi, atau naik sekitar 52 persen. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan prinsip sanitasi dan prosedur GMP secara konsisten pada kegiatan produksi. Implementasi kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk terasi yang lebih higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. Keberlanjutan edukasi melalui pendampingan menjadi kunci untuk memastikan penerapan hasil edukasi dapat berjalan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LHOK ACEH JAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN MELALUI INOVASI RUMPON ATRAKTOR IJUK Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Khairi, Ikhsanul; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1395-1401

Abstract

Rumpon dikabupaten aceh jaya, terdapat berbagai permasalahan adat terutamanya dengan sering hilangnya rumpon, pengambilan hasil rumpon tanpa sepengetahuan pemiliknya jika diletakkan di laut, untuk mengatasi permasalah yang ada penulis mencoba untuk melakukan pengapdian tentang perancangan rumpon dan juga disertakan qanun atau hukum adat yang dikontrol penuh oleh panglima laot setempat, sehingga memudahkan panglima laot untuk kedepannya dalam pengelolaan rumpon.Tujuan dari pengapdian ini antara lain menerapkan inovasi rumpon ataktor ijuk untuk meingkatkan hasil tangkapan nelayan beserta dengan penegakan qanun atau hokum adat dalam pengelolaan rumpon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan dan edukasi nelayan dalam penerapan pembuatan rumpon untuk masyarakat nelayan Desa Gle Jong Kabupaten Aceh jaya atau Lhok Kuala Daya antara lain dilakukan Focus Discusi Group (FGD), Pelatihan pembuatan, Pendampingan. Kegiatan program yang dilakukan dengan bermitra nelayan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari DKP, panglima laot kabupaten, panglima loat lhok dan para nelayan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh. Hal yang urgen didiskusikan adalah mencari alternatif yang paling efektif dalam inovasi rumpon berbasis pengelolaa adat secara sustainable.Pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menambah ketrampilan teknis untuk nelayan dalam pembuatan rumpon atraktor ijuk dan juga mengukuhkan qanun/hukum adat terhadap pengelolan rumpon sehingga peran dari Panglima Laot semakin berperan. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat nelayan tidak terjadi lagi permasalahan terhadap pengelolaan dan mendapatkan ilmu inovasi rumpon untuk dapat diimplimentasikan oleh masyarakat nelayan dengan meningkatkan hasil tangkapannya
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Mapping of fisheries centers in West Aceh Regency based on the distribution of fishing infrastructure Amir, Fachrurozi; Erfan, Erfan; Fardian, Fardian; Nuansa, Fajar; Dwiriansyah, Ridha; Rosmalinda, Rosmalinda; Mauliza, Tania; Zulfahmi, Zulfahmi; Fuadi, Afdhal
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.11994

Abstract

The availability of fisheries infrastructure data in an area is the first step in improving and enhancing the management of the fisheries system, because the existence of fisheries infrastructure is an inseparable part in supporting the success of fishing activities. With accurate infrastructure data, it can be used as a reference in planning the development of marine and fisheries centers. In West Aceh Regency, there are currently many marine and fisheries infrastructures, but no research has been conducted on mapping fisheries centers based on the distribution of existing fisheries infrastructure. The absence of updated infrastructure data is worried to have an impact on the optimization of marine and fisheries resource management. The purpose of this study is to map fisheries centers based on the distribution of fisheries infrastructure. The method used in this study is the survey method, where data collection in the field was carried out in three sub-districts that directly border the coastal area, namely Samatiga District, Johan Pahlawan District and Meureubo District. The infrastructure coordinates obtained from the field will be processed and presented in the form of a map using the ArcGIS application. The results of the study showed that in West Aceh Regency there are 1 PPI and 6 TPI, 31 infrastructure for procurement and repair of fishing vessels, and 9 infrastructures before and  after fishing. The fisheries center in Samatiga District is in the Kuala Bubon area, the fisheries center in Johan Pahlawan District is along the Krueng Cangkoi estuary river, while the fisheries center in Meureubo District is in one of the rivers in Gampong Meureubo and Gampong Ujong Drien.
Productivity of trap catches in different fishing ground at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Rahayu, Rosi; Al-misbah, Iyan
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.4.50266

Abstract

Trap fishing gear offers several advantages, including high selectivity, the ability to keep fish alive, and support for sustainable fisheries. The productivity of catches around coral reefs and fish aggregating devices (FADs) is important to study in order to evaluate fish diversity in deeper waters across biological, genetic, species, and ecological levels. Such assessments are crucial for environmental conservation and for management based on diversity and dominance indices. This study aimed to determine the productivity, diversity, and dominant species composition of trap catches in two fishing grounds (FGs): coral reef areas and FAD zones at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. The research employed an experimental fishing method, conducting five fishing operations in each zone. The overall diversity index of trap catches in Lhok Kuala Daya was 1.26, indicating a moderate level of diversity. The diversity index for catches around coral reefs was 1.15, while around FADs it was 1.58. The overall dominance index value of trap catches was 2.74, with dominance values of 0.74 in coral reef areas and 2.00 in FAD zones. These results indicate a low level of species dominance and a moderately diverse fish community in both fishing zones.Keywords:ProductivityTrapcatchFishing groundKuala daya
Productivity of trap catches in different fishing ground at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Rahayu, Rosi; Al-misbah, Iyan
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.4.50266

Abstract

Trap fishing gear offers several advantages, including high selectivity, the ability to keep fish alive, and support for sustainable fisheries. The productivity of catches around coral reefs and fish aggregating devices (FADs) is important to study in order to evaluate fish diversity in deeper waters across biological, genetic, species, and ecological levels. Such assessments are crucial for environmental conservation and for management based on diversity and dominance indices. This study aimed to determine the productivity, diversity, and dominant species composition of trap catches in two fishing grounds (FGs): coral reef areas and FAD zones at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. The research employed an experimental fishing method, conducting five fishing operations in each zone. The overall diversity index of trap catches in Lhok Kuala Daya was 1.26, indicating a moderate level of diversity. The diversity index for catches around coral reefs was 1.15, while around FADs it was 1.58. The overall dominance index value of trap catches was 2.74, with dominance values of 0.74 in coral reef areas and 2.00 in FAD zones. These results indicate a low level of species dominance and a moderately diverse fish community in both fishing zones.Keywords:ProductivityTrapcatchFishing groundKuala daya
Co-Authors Abdul Karim Abdul Karim Adila Erlita Ahmad, Dimas Kusmayadi Aida Fitriani, Aida Aida, Aida Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Al Misbah, Iyan Al-misbah, Iyan Amir, Fachrurozi Andriana, Mutia Rifka Anhar Rozi Anhar Rozi Annas, Ruesma Azhadin Antoni Antoni Arrazy Elba Ridha Azmi, Fauziah Bimo Arif Syahputra Budy Wiryawan Defia Defia Devani, Khairul Dianshar, Rahmat Dimas Kusumayadi Dimas Kusumayadi Dwiriansyah, Ridha Edy Miswar Efi Lisa Erfan, Erfan Fardian, Fardian Febri, Suri Purnama Firma Warni Fitriani Fitriani Gebrina Reski Giovanni Oktavinanda Giovanni Oktavinanda Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Haser, Teuku Fadlon Heriansyah Ifan Muliadi Ihsanul Khairi Ika Rezvani Aprita Ikhsanul Khairi Ilham Fajri, Ilham Iqbal Irfany, Mohammad Ismail Sulaiman Iyan Al Misbah Jeli Novita Khusnul Khatimah Kusumayadi, Dimas Maulana Wali Akbar Mauliza, Tania Melisa Rahayu Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Irham Muhammad Rizal Muhammad Rizal MUHAMMAD RIZAL Mursyidin Mursyidin Musri Musman Mustaruddin Muthohharoh, Marhamah Nabila Ukhty Nazlia, Suraiya Nuansa, Fajar Nurhikma, Nurhikma Nursantika Adelia Putri Oktavinanda, Giovanni Rahayu, Rosi Rahmat Dianshar Rahmawati Rahmawati Rosi Rahayu Rosmalinda, Rosmalinda Roza Yusfiandayani Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Said Radius Samsul Bahri Samsul Bahri Sanawiyah Sanawiyah Sauni, Sabtha Wahyudi Sri Ayu Insani Supartik Supartik Syarifah Zuraidah Tasa Maulana Putra Teuku Amarullah Ujirta, Randi Yuslil, Adima Zulfahmi Zulfahmi Zuriat Zuriat