Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sabun Transparan Antibakteri Berbahan Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tanjung Atap, Ogan Ilir Harmida Harmida; Nina Tanzerina; Safrina Lamin; Salni Salni; Nita Aminasih; Poedji Loekitowati Hariani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.679

Abstract

Tanaman mengkudu (Morinda Citrifolia L.) telah dikenal masyarakat sebagai salah satu tanaman sebagai sumber obat tradisional. Ekstrak daun mengkudu mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid dan antrakuinon yang bersifat antibakteri dan antioksidan. Pemanfaatan ekstrak daun mengkudu sebagai bahan sabun padat transparan antibakteri untuk mendukung pengembangan produk alami, aman digunakan, dan yang paling utama adalah meningkatkan kebersihan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan sabun transparan antibakteri dari ekstrak daun mengkudu yang dilakukan di desa Tanjung Atap, kecamatan Tanjung Batu, kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putri sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil pre-test dan pos-test menunjukkan terjadinya peningkatkan pengetahuan peserta tentang sabun transparan antibakteri yang dari ekstrak daun mengkudu. Peserta yang menjawab pertanyaan dengan tepat dari sebelum pelatihan sebanyak 18,75% meningkat menjadi 76,67% setelah pelatihan. Selain itu masyarakat juga menyukai produk sabun yang dihasilkan. Hal ini mengindikasikan keberhasilan kegiatan pelatihan yang diberikan.
Strategi dan Implementasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bukit Asam (Persero) Tbk., Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Keberlanjutan Pertambangan Arief, Taufik; Lusitania; Sri Destita K; Mega Puspita; A.M.M.Rus; Bimbi Cahyaningsih; Eva Oktarinasari; Diana Purbasari; Nina Tanzerina; Rosihan Pebrianto; Eddy Ibrahim; Erwedi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/preajb83

Abstract

The mining sector is a strategic sector that impacts the environment and local communities. PT Bukit Asam (Persero) Tbk. implements a Community Development and Empowerment (PPM) program to strengthen harmonious relations between the company and surrounding communities, as well as to support sustainable development. Community Service (PKM) activities are carried out through direct visits to partner villages, including Desa Impian, a village established and developed for calliandra cultivation as part of reclamation efforts and as a training center for the surrounding community and former PETI mine employees located in Tanjung Karangan Village, Tanjung Agung Subdistrict, Muara Enim Regency, South Sumatra Province, as well as the Bukit Asam Small Industry Center (SIBA). Located in Tanjung Enim, Lawang Kidul Subdistrict, Muara Enim Regency. The SIBA program serves as the operational hub and primary focus of PT Bukit Asam Tbk’s (PTBA) SME empowerment initiatives.  The Community Engagement Program (PKM) activities, carried out in collaboration with PTBA, aim to identify local potential, assess community needs, conduct outreach, and provide assistance in various sectors, including economic, social, environmental, and educational. The implementation of this PKM program has yielded significant results, including improved harmonious relations with the surrounding community, the creation of economic self-reliance, and sustainable improvements in the quality of life.