Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND THE INCIDENCE OF HYPERTENSION IN THE ELDERLY IN LAMME VILLAGE, JAYA DISTRICT, ACEH JAYA REGENCY Karma, Taufiq; Yurianda, Zuhra
PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/comorbid.v3i1.1123

Abstract

Hypertension is a condition where there is an increase in systolic blood pressure ≥ 130 mmHg and diastolic pressure ≥ 80 mmHg. Hypertension is a worldwide health problem that continues to increase. Physical activity is any body movement produced by skeletal muscles and requires energy expenditure. The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and the degree of hypertension in residents of Lamme village, Jaya sub-district. The research design is using analytical observations, using a Cross Sectional approach. The sample was 44 respondents who were taken with purposive sampling technique. Data was collected from respondents using the NCD questionnaire sheet. The results showed that there was a relationship between history of hypertension, age, and physical activity. However, there is no relationship between gender, indicating that gender has a risk of developing hypertension, it's just that its occurrence depends on age.
Edukasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Siswi SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar Seni, Wildan; Zahara, Hafni; Karma, Taufiq; Kala , Pasyamei Rembune; Idroes, Ghazi Mauer; Yustiana, Yustiana; Bako, Winanda; Wangi, Putri Ayu Sekar; Anggi, Tiara; Fauziah, Niken
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.958

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, kecelakaan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara mendadak sehingga mengakibatkan seseorang memerlukan penanganan dan_pertolongan secara cepat dan tepat. Tujuan penyelenggaraan kegiatan edukasi dan pelatihan ini adalah sebagai penguat keterampilan sehingga peserta mendapat bekal untuk dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Abulyatama Aceh dan sasaran dari kegiatan ini yaitu siswi SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar kelas X dan XI terdiri dari 1 70 siswi. Kegiatan pengabdian di awali dengan presentasi dan tanya jawab dilanjutkan dengan simulasi dan praktek oleh peserta. Metode yang di lakukan adalah dengan memberikan pretest dan posttest kepada 31 siswi kemudian menganalisis data dari lembar jawaban tersebut apakah peserta yang mengikuti penyuluhan tersebut mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan atau tidak. Dari hasil penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman dari sebelum dan sesudah pelatihan, diantaranya terjadi peningkatan pemahaman mengenai pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) 25,8%, peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan mitela dan bidai pada korban kecelakaan 80,7%, dan pengetahuan mengenai cidera kepala dan penanganannya mengalami peningkatan sebesar 54,8%. Pengetahuan tentang cidera patah dan penanganannya 61%, transportasi korban kecelakaan 35,5%. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir karena ini merupakan bentuk edukasi tentang P3K dan penanganan korban.
PENYULUHAN STUNTING UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA/SISWI MAN INDRAPURI ACEH BESAR Lensoni; Andriaty, Syarifah Nora; Zahara, Hafni; Kala, Pasyamei Rumbune; Anggriani, Yayu; Raisah, Putri; Karma, Taufik; Yanti, Murni; Ajaratudur; Merisa
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): DECEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v2i1.359

Abstract

The problem of stunting is one of the nutritional problems faced in the world, especially in poor and developing countries. Stunting is a form of growth failure (growth faltering) due to the accumulation of nutritional inadequacy that lasts for a long time starting from pregnancy until the age of 24 months. The population in this study were teenagers/students of Man Indrapuri. The sampling technique used is total sampling. In the study, the independent variable was the provision of counseling about stunting, while the dependent variable was the knowledge of the students of Man Indrapuri I Aceh Besar. The number of samples taken was 20 students. Based on the results of the study, where after counseling the knowledge of students about stunting increased from before being given counseling. Where the percentage before counseling is as much as 40% to 90% after counseling. If there is an increase in respondents after counseling, it can be said that the provision of education with the extension method is very effective for students' knowledge about stunting so that it can reduce the risk of stunting cases in the community.
PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA LAMBROE BILEU ACEH BESAR Lensoni; Andriaty, Syarifah Nora; Zahara, Hafni; Kala, Pasyamei Rumbune; Anggriani, Yayu; Raisah, Putri; Karma, Taufik; Khumairah, Rosika; Sari, Muliya; Naira, Alifya Zuriva
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): DECEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v2i1.360

Abstract

Stunting that has occurred if not balanced with catch-up growth (chasing growth) results in decreased growth, stunting problems are public health problems related to increased pain risk, death and inhibitions to growth both motor and mental. This study used a pre-expriemental design type of one group pretest-posttest design. The population in this study was the people of Lambroe Bileu Village. The sampling technique used is total sampling. In the independent variable research, it is the provision of counseling on stunting, while the dependent variable is the knowledge of the people of Lambroe Bileu Aceh Besar Village. Based on the results of the study, where after counseling, mothers' knowledge about stunting increased from before being given counseling. Where the percentage before counseling is 37.5% to 87.5% after counseling. If there is an increase in respondents after counseling, it can be said that providing education with the counseling method is very effective for maternal knowledge about stunting so as to reduce the risk of stunting cases in the community.
Penyuluhan Penanggulangan Kebakaran Menggunakan Karung Goni/Handuk Basah Pada Siswa SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar Seni, Wildan; Zahara, Hafni; Karma, Taufiq; Raisah, Putri; Idroes, Ghazi Mauer; Shofi, Shofi; Muksin, Muksin; Mirja, Mirja; Purnama, M. Risky; Jainury, Aldi; Diki, Diki; Irwana, Salman; Ifandi, Ilham; Jauna, Jauna; Sabri, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1751

Abstract

Penyebab kebakaran selain karena faktor alam juga karena faktor manusia terutama kelalaian dan juga ketidaksiapan menghadapi kebakaran. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kejadian kebakaran pada Pesantren Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar pada tanggal 25 Januari 2024 sehingga kegiatan penyuluhan ini sangat relevan dilaksanakan di SMA Swasta Babul Maghfirah yang merupakan bagian dari Pesantren tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Abulyatama Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 185 orang. Metode yang di lakukan adalah dengan memberikan pretest dan posttest kemudian menganalisis data dari lembar jawaban tersebut apakah peserta yang mengikuti penyuluhan tersebut mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan atau tidak mengenai api, penyebab kebakaran dan cara penggunaan karung goni/handuk basah sebagai alat penanggulangan kebakaran. Sebelum diadakan kegiatan penyuluhan ini, para peserta kurang memahami tentang api dan kebakaran serta cara penanggulangannya. Kegiatan pelatihan ini dimulai dari pemaparan materi, praktek penggunaan karung goni/handuk basah untuk memadamkan kebakaran, dan terakhir adalah tanya jawab. Dari hasil penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan, diantaranya terjadi peningkatan pemahaman mengenai konsep segitiga api sebesar 63,3%, peningkatan pemahaman pengetahuan penyebab atau pemicu kebakaran sebesar 36,7%, dan pemahaman pengetahuan penggunaan karung goni/handuk basah sebagai alat penanggulangan kebakaran mengalami peningkatan sebesar 53,3%. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir karena ini merupakan bentuk edukasi tentang kejadian kebakaran yang memang pernah dialami Pesantren tersebut.
Klasifikasi dan Autentifikasi Tanaman Seurapoh (Chromolaena odorata Linn) Menggunakan Metode Kombinasi Spektroskopi Inframerah dan Kemometrik: Classification and Authentication of Seurapoh Plant (Chromolaena odorata Linn) Using a Combination of Infrared Spectroscopy and Chemometric Methods Karma, Taufiq Karma; Kala, Pasyamei Rembune; Shofi, Shofi; Zafirah, Zafirah
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 10 No. 3 (2024): December Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2024.v10.i3.17460

Abstract

This study classifies the Seurapoh plant (Chromolaena odorata Linn) collected from various locations across Aceh Province. The analysis aims to determine the influence of geographic differences on the origin of Seurapoh plants by performing classification and authentication. Seurapoh leaf samples in this study were obtained from several locations, including Aceh Besar, Sabang, Southwest Aceh, South Aceh, Aceh Jaya, Bireun, Bener Meriah, and Central Aceh. Classification of Seurapoh leaf extracts was carried out using Principal Component Analysis (PCA), while authentication was conducted using Linear Discriminant Analysis (LDA). The PCA score plot analysis results indicate that it can explain a total data variance of 62%. Based on the PCA score plot, samples generally form three distinct groups: Group 1 consists of samples from the highland region of Gayo, specifically Central Aceh (TA) and Bener Meriah (BM); Group 2 consists of samples from the coastal areas of Aceh, namely Southwest Aceh (ABD), South Aceh (AS), Aceh Jaya (AJ), and Bireun (Br); and Group 3 comprises samples from geothermal manifestation areas of Seulawah Agam and Jaboi. The classifications derived from PCA analysis were subsequently authenticated using LDA. The LDA analysis results indicate that the LDA model, based on cross-validation, accurately predicts the origin locations of Seurapoh leaf samples with a 100% accuracy rate.
Demographic Profile and Illness Symptoms of Artisanal Gold Miners in Ujung Padang Rasian Health Center Area, South Aceh Lensoni, Lensoni; Putri, Rosalia; Rosdiana, Eka; Rizki, Muhammad; Diffa , Farah; Karma, Taufiq; Nurdin, Ambia
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.257

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between demographic characteristics and clinical symptoms experienced by artisanal gold mine workers due to mercury exposure at the UPTD Rasian Ujung Padang Community Health Center Work Area, South Aceh District, Aceh Province. A quantitative descriptive design with a cross-sectional survey approach was employed. The results showed that the most commonly reported chronic toxicity symptoms were headaches (34 respondents), coughing and pain during urination (24 respondents), pelvic pain (23 respondents), and nausea (22 respondents). Regarding acute toxicity symptoms, the majority of respondents experienced muscle cramps (17 respondents), headaches (16 respondents), irritability (3 respondents), and insomnia (2 respondents). Correlation tests indicated that gender was not significantly associated with disease symptoms (p-value = 0.66 > 0.05), while age (p-value = 0.00 < 0.05), education level (p-value = 0.00 < 0.05), and length of employment (p-value = 0.01 < 0.05) showed significant associations. In conclusion, age, education level, and length of employment were significantly associated with the clinical symptoms experienced by artisanal gold mine workers.
Sosialisasi Penggunaan Jamban Untuk Mencegah Penyakit Menular TBC di Desa Atong Aceh Besar Riansyah, Ferdi; Hidayattullah, Mhd; Karma, Taufiq; Halizasia, Gadis; Saputra, Mahruri; Fitria, Fitria; Ristiani, Ristiani; Julia Utama, Reka; Fajira, Mira
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3s9b0019

Abstract

Sanitasi yang buruk masih menjadi penyebab utama terjadinya berbagai penyakit menular di wilayah pedesaan. Banyak masyarakat belum memahami hubungan antara perilaku buang air besar sembarangan dengan penyebaran penyakit, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan jamban yang layak dan sehat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sanitasi dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, remaja, dan tokoh masyarakat. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur perubahan pengetahuan. Sebelum sosialisasi, hanya 33% peserta memiliki pemahaman yang cukup baik terkait sanitasi dan penularan penyakit. Setelah kegiatan, 87% peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai fungsi jamban dan bahaya buang air besar sembarangan. Selain itu, sebanyak 70% peserta menyatakan kesediaan untuk menggunakan atau membangun jamban sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat terhadap perilaku hidup bersih. Pelatihan lanjutan tentang pembuatan jamban sederhana dari bahan lokal sangat dianjurkan untuk keberlanjutan perubahan perilaku.
Edukasi Pencegahan Tuberkulosis Berbasis Lingkungan dengan Penerapan PHBS di Desa Teubang Phui Baro Aceh Besar: Pengabdian Mhd. Hidayattullah; Taufiq Karma; Nasywa Nabila; Arsita Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3050

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, including in Aceh Province, which reported more than 12,000 cases in 2024, most of which were found in rural areas. This situation is exacerbated by the low public awareness of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) and poor environmental hygiene. This community service activity aimed to improve community knowledge, attitudes, and practices related to TB prevention through environment-based CHLB education in Teubang Phui Baro Village, Aceh Besar District. The methods applied included interactive lectures, demonstrations, and participatory discussions involving 50 respondents, with knowledge evaluation conducted through pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in the average knowledge score from 55.0 to 86.4, indicating a 31.4% improvement, with TB prevention knowledge rising by 36% and CHLB understanding by 32%. These findings indicate that environment-based education is effective in enhancing community awareness of TB prevention. Similar programs are recommended to be implemented continuously as part of efforts to support the 2030 TB elimination target in Aceh and to strengthen clean and healthy living practices at the community level.
Determination of Total Flavonoid Content in Ethanolic Leaf Extract of Calotropis gigantea: A Comparison Between Geothermal and Non-Geothermal Areas Karma, Taufiq
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 7 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i7.9284

Abstract

Calotropis gigantea (L.), commonly known as biduri, is a plant recognized for its pharmacological properties, including antioxidant and anti-inflammatory activities, largely attributed to its secondary metabolites, particularly flavonoids. The concentration of these bioactive compounds is strongly influenced by the environmental conditions in which the plant grows. Geothermal manifestation areas, characterized by extreme abiotic conditions, can induce metabolic responses in plants, potentially enhancing flavonoid production. This study aimed to determine and compare the total flavonoid content in ethanolic leaf extracts of C. gigantea collected from geothermal and non-geothermal areas in Aceh Province. Extraction was conducted using 96% ethanol, and total flavonoid content was quantified using UV-Vis spectrophotometry via the aluminum chloride (AlCl₃) complexation method. Quercetin served as the standard, and flavonoid levels were expressed as milligrams of quercetin equivalents per gram of extract (mg QE/g). The calibration curve showed a linear relationship between quercetin concentration and absorbance, with a regression equation of y = 0.0101x – 0.0098 (r = 0.9417). The results demonstrated significant differences in flavonoid content between samples from geothermal and non-geothermal sites. C. gigantea plants from geothermal areas exhibited altered flavonoid levels compared to those from non-geothermal regions, indicating that environmental factors play a role in modulating the biosynthesis of these bioactive compounds.
Co-Authors Ade Kiki Riezky Ajaratudur Ali Bakri Ali Bakri Alyya Munira Andriaty, Syarifah Nora Anggi, Tiara Anggriani, Yayu Arsita Wulandari Bako, Winanda Banta Cut Bukhari Dewi Astini Diffa , Farah Diki, Diki Fajira, Mira Farah Diffa Fauziah, Niken Ferdi Riansyah Fitri, Melsi Efrika Fitria Fitria Gadis Halizasia Ghazi Mauer Idroes Hafni Zahara Heri Setiawan Hewindati, Yuni Tri Ifandi, Ilham Irlan Wilianda Irvanizam, Irvanizam Irwana, Salman Jainury, Aldi Jauna, Jauna Kala, Pasyamei Rumbune Khumairah, Rosika Kusumo, Fitranto Lala, Andi Mahruri Saputra Marlinda Marlinda Maulana, Aga Mazkina, Mazkina Melsi Efrika Merisa Mhd Hidayattullah Mirja, Mirja Mohd Isa T.Ibrahim Muhammad Daud Muhammad Ichsan Muhammad Ichsan Muhammad Muhammad Muhammad Rizki Muhammad Sabri Muhammad Yusuf Murni Yanti Murtadhahadi Naira, Alifya Zuriva Nasywa Nabila Nazrratul Hadawiyah Nurdin, Ambia Nurdin, Ambia Nurul Arisfa Oriza, Mutia Pasyamei Rembune Kala Purnama, M. Risky Putri Raisah Putri, Rosalia Rahmiyani, Dini Raisah, Putri Reka Julia Utama Rinaldi Idroes Ristiani Ristiani Rosdiana, Eka Safhadi, Aulia Al-Jihad Saifuddin Saifuddin Saiful Basri Samsudin Samsudin Sari, Muliya Shofi, Shofi Siti Maulina Rukmana Siti Maulina Rukmana Siti Sarah Suhendra , Rivansyah Suhendra, Rivansyah Sukma, Nanda Syamsiar, Syamsiar Syarifah Rahmiza Teuku Rizky Noviandy Wangi, Putri Ayu Sekar Wildan Seni, Wildan Yanti, Murni Yayu Anggriani Yuni Agnes Lubis Yurianda, Zuhra Yustiana Yustiana, Yustiana Zafirah, Zafirah Zamzami Zamzami Zikra, Safaratul Zulmarhamah, Riya