Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Deteksi Dini Dehidrasi pada Anak Diare Mira, Mira; Yuhansyah, Yuhansyah; Daud, Izma; Masniah, Masniah; Apsari, Rosvita Maulida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22037

Abstract

ABSTRAK Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak balita di negara berkembang, terutama karena komplikasi dehidrasi yang tidak terdeteksi secara dini. Data Puskesmas Pekauman Banjarmasin menunjukkan bahwa pada Januari-Agustus 2024 terdapat 161 kasus diare pada balita. Selain itu, hasil survei menunjukkan adanya ketidakpuasan pasien terhadap layanan rawat jalan, khususnya dalam aspek edukasi kesehatan. Di era digital, media sosial menjadi sumber informasi kesehatan yang populer dan potensial digunakan sebagai sarana edukatif. Penelitian menunjukkan bahwa orang tua dengan literasi kesehatan yang baik cenderung memanfaatkan media sosial untuk memperoleh informasi kesehatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam mendeteksi dini dehidrasi pada anak diare melalui pemanfaatan media sosial, sekaligus mengevaluasi kepuasan mitra dan responden terhadap program yang diberikan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin menggunakan metode partisipatif yang mencakup empat tahapan utama: pelaksanaan program, keterlibatan mitra, evaluasi kegiatan, dan perencanaan keberlanjutan program. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan daring menggunakan WhatsApp dan Instagram yang dilengkapi dengan infografis dan video edukatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap responden. Sebelum intervensi, mayoritas ibu berada pada kategori pengetahuan dan sikap kurang. Setelah intervensi, 81,6% responden memiliki pengetahuan baik dan 94,7% menunjukkan sikap sangat baik terhadap deteksi dini dehidrasi. Seluruh responden juga menyatakan media sosial sangat membantu pemahaman materi. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa poster edukasi digital, infografis, dan video edukasi. Pemanfaatan media sosial terbukti efektif sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan dalam pemberdayaan ibu terhadap pencegahan komplikasi diare pada anak Kata Kunci: Media Sosial, Diare, Dehidrasi, Pengetahuan dan Sikap Ibu    ABSTRACT Diarrhea remains one of the leading causes of death among children under five in developing countries, primarily due to dehydration complications that often go undetected at an early stage. Data from Pekauman Public Health Center (Puskesmas Pekauman) in Banjarmasin recorded 161 cases of diarrhea among children under five from January to August 2024. Moreover, survey results indicated patient dissatisfaction with outpatient services, particularly in the aspect of health education. In the digital era, social media has emerged as a popular and potentially effective source of health information, and research shows that parents with good health literacy are more likely to use social media to seek child health information. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge and attitudes in the early detection of dehydration in children with diarrhea by utilizing social media, while also evaluating partner and participant satisfaction with the program. The activity was carried out in the working area of Pekauman Public Health Center, Banjarmasin, using a participatory method that included four key stages: program implementation, partner involvement, activity evaluation, and sustainability planning. The intervention was conducted through online health education using WhatsApp and Instagram, supported by infographics and educational videos. Evaluation results showed a significant increase in respondents' knowledge and attitudes. Before the intervention, most mothers were categorized as having low knowledge and poor attitudes. After the intervention, 81.6% of respondents demonstrated good knowledge, and 94.7% showed a very positive attitude toward early detection of dehydration. All respondents also stated that social media greatly facilitated their understanding of the material. The program produced outcomes in the form of digital educational posters, infographics, and videos. The use of social media proved effective as a practical and sustainable health promotion strategy for empowering mothers in preventing diarrhea-related complications in children Keywords: Social Media, Diarrhea, Dehydration, Maternal Knowledge and Attitudes.
Pengaruh Pemberian Video Be-Fast Terhadap Pengetahuan Keluarga Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Izma Daud; anas nasrullah; Zaqyyah Huzaifah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.333

Abstract

Stroke is one of the leading causes of death worldwide, ranking third after coronary heart disease and cancer. There are two main types of stroke: ischemic and hemorrhagic, which can affect various aspects of the lives of those affected. Timely and appropriate treatment during the golden window, which lasts about three hours after a stroke occurs, is crucial to reducing the risk of disability. In Indonesia, public awareness regarding stroke symptoms and initial management steps remains relatively low, contributing to the high incidence of stroke. This study aims to analyze the impact of BE-FAST educational videos on the knowledge of families of stroke patients at Puskesmas Kuin Raya. The research method employed is a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The results indicate that before the intervention, 56.38% of family members of stroke patients had a sufficient level of knowledge, while after the intervention, 61.70% showed an improvement to a good level of knowledge. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001, indicating a significant effect of the BE-FAST educational video on enhancing the knowledge of families of stroke patients. This study recommends that Puskesmas provide more engaging and effective educational media to increase public awareness and knowledge about stroke.
Faktor Faktor-Faktor yang Beruhubungan dengan Kejadian Gagal Jantung di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Fitri; Solikin; Diah Retno Wulan; Izma Daud
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.343

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global yang serius dan tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, termasuk di Indonesia. Kondisi ini merupakan manifestasi klinis akhir dari berbagai gangguan kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, serta adanya komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal jantung di RSUD Sultan Suriansyah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 113 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara hipertensi (p=0,005), merokok (p=0,022), diabetes melitus (p=0,027), hiperlipidemia (p=0,005), riwayat keluarga (p=0,003), dan komorbiditas (p=0,042) dengan kejadian gagal jantung. Faktor-faktor tersebut terbukti berkontribusi terhadap terjadinya gagal jantung. Oleh karena itu, faktor risiko ini perlu dipertimbangkan dalam strategi pencegahan dan intervensi kesehatan, khususnya pada populasi berisiko tinggi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif faktor risiko untuk mengurangi beban gagal jantung.
Factors Associated with DASH Diet Therapy in Blood Pressure Control among the Elderly Jayadie, Afif Azhar Abulkhair; Solikin; Daud, Izma
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.55

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases with a high prevalence among the elderly in Indonesia. Efforts to control blood pressure through the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet therapy are essential; however, various factors are believed to influence its effectiveness at the primary healthcare level. This study aimed to analyze factors associated with DASH diet therapy in blood pressure control among the elderly at the Cempaka Public Health Center, Banjarmasin. This study employed a cross-sectional design with a sample of 188 elderly patients with hypertension selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire covering age, sex, educational level, and dietary adherence, as well as data on the frequency of healthcare visits obtained from patients’ medical records. Blood pressure measurements were conducted after the implementation of the DASH diet for 30 days. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed significant associations between age (p = 0.000), sex (p = 0.000), educational level (p = 0.000), dietary adherence (p = 0.000), and frequency of healthcare visits (p = 0.000) with DASH diet therapy in blood pressure control. Age, sex, educational level, dietary adherence, and frequency of healthcare visits significantly influenced the success of DASH diet therapy.
Effectiveness of Social Media–Based Education and Demonstration on Parental Knowledge of Choking Mitigation and Management in Children Satriani, Desy; Daud, Izma; Retno Wulan, Diah; Khalilati, Noor
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 5 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i5.575

Abstract

Introduction: Choking in children presents a life-threatening emergency that requires parents to recognize risks and act promptly. If parents lack sufficient knowledge, they may respond too slowly, worsening outcomes. Objective: This study examined how social media–based health education and demonstration impact parental knowledge and cognitive preparedness to mitigate and manage choking incidents in children. Method: Researchers used a quantitative quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest approach. The sample comprised 50 parents of children at Aisyiyah Bustanul Athfal 31 Kindergarten, Banjarmasin, divided into a social media education group and a demonstration education group. Result and Discussion: Researchers administered questionnaires before and after the interventions to collect data. Results showed that both the social media group (p < 0.001; r = 0.875) and the demonstration group (p < 0.001; r = 0.877) significantly improved parental knowledge and cognitive preparedness. Post-intervention outcomes for both groups remained comparable, revealing no statistically significant difference (p = 0.838). Conclusions: These findings show that both social media–based education and demonstration effectively enhance parental knowledge and cognitive preparedness for managing pediatric choking emergencies
Relationship Between Age and ASA Physical Status with Recovery Time for Post-General Anesthesia Patient Norhidayat, Muhammad; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Khalilati, Noor; Daud, Izma
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.980

Abstract

Latar Belakang: General anestesi merupakan salah satu jenis pembiusan yang menimbulkan hilangnya kesadaran, hilangnya persepsi nyeri, hilangnya memori dan relaksasi. Salah satu perhatian utama bagi pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi adalah waktu pemulihan kesadaran. Di antara faktor yang dapat mempengaruhi waktu pulih sadar adalah usia dan status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) pasien. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan general anestesi. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan Mei-Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,768 (p>0,05), dan tidak ada hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,278 (p>0,05). Kesimpulan: Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong penata anestesi untuk meningkatkan kualitas manajemen anestesi sehingga dapat meminimalkan terjadinya resiko komplikasi pasca pembedahan.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Murid tentang Penanganan Tersedak melalui Penyuluhan Demonstratif Teknik Heimlich Maneuver di TK Aisyiyah 31 Banjarmasin Salam, Abdus; Satriani, Desy; Wulan, Diah Retno; Daud, Izma; Julianto, Julianto; Aprilia, Hanura; Noorkhalilati, Noorkhalilati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24124

Abstract

ABSTRAK Tersedak (choking) merupakan kondisi kegawatdaruratan pada anak usia dini yang berpotensi menimbulkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Tingginya risiko tersedak pada anak prasekolah dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan motorik anak serta rendahnya keterampilan orang tua dan guru dalam melakukan pertolongan pertama yang sesuai prosedur medis. Panduan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan berbasis demonstrasi langsung teknik heimlich maneuver. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan orang tua dan guru TK dalam menangani kejadian tersedak pada anak usia dini. Metode Penelitian yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan disertai demonstrasi langsung dan praktik berkelompok, dengan desain evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di TK Aisyiyah 31 Kota Banjarmasin dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari orang tua murid dan guru TK. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta, di mana kategori pengetahuan dan keterampilan “Baik” meningkat dari 12% pada pre-test menjadi 92% pada post-test, serta tidak ditemukan lagi peserta pada kategori Kurang dan Cenderung Kurang. Metode demonstrasi langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotorik peserta. Penyuluhan kesehatan dengan metode demonstrasi langsung efektif meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi choking emergency pada anak usia dini, sehingga layak direkomendasikan sebagai model edukasi berkelanjutan di lingkungan pendidikan anak. Kata Kunci: Tersedak, Himlick Manuver, Keperawatan Gawatdarurat.   ABSTRACT Choking is an emergency condition in early childhood that can potentially cause death if not treated quickly and appropriately. The high risk of choking in preschool children is influenced by their limited motor skills and the low level of skills of parents and teachers in providing first aid in accordance with medical procedures. This community service activity guide is designed as a promotional and preventive effort through health education based on direct demonstrations of the Heimlich maneuver technique. This activity aims to improve the knowledge, skills, and preparedness of parents and kindergarten teachers in handling choking incidents in young children. Health education accompanied by direct demonstrations and group practice was used, with a pre-test and post-test evaluation design. The activity was carried out at Aisyiyah 31 Kindergarten in Banjarmasin City, involving 50 participants consisting of parents and kindergarten teachers. The evaluation showed a significant improvement in participants' abilities, with the “Good” category for knowledge and skills increasing from 12% in the pre-test to 92% in the post-test, and no participants remaining in the ‘Poor’ and “Tending to be Poor” categories. The live demonstration method proved effective in improving participants' cognitive understanding and psychomotor skills. Health education using the direct demonstration method is effective in improving preparedness and mitigation skills for choking emergencies in young children, making it a recommended model for continuing education in early childhood education settings. Keywords: Choking, Heimlich Manoeuvre, Emergency Nursing.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Overcrowding Pada Pasien Access Block di Instalasi Gawat Darurat RSUD X Yulidah, Risma Risma; Julianto, Julianto; Daud, Izma; Mira, Mira
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24861

Abstract

ABSTRACT Overcrowding in the Emergency Department (ED) is a serious problem affecting service quality and patient safety, with access block as one of the main contributing factors. Access block occurs when patients who require hospitalization cannot be immediately transferred to inpatient wards, resulting in patient accumulation in the ED. This study aimed to analyze factors associated with overcrowding among access block patients in the Emergency Department of RSUD X.= This study employed a quantitative observational analytic design with a prospective cross-sectional approach. Data were collected through direct observation of service conditions in the Emergency Department during December 2025 with a total sample of 430 patients. Variables included access block, overcrowding level measured using the National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), human resources, facilities and infrastructure, and patient output. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most Emergency Department conditions experienced overcrowding (88.4%), and 45.6% of patients experienced access block. There was a significant relationship between access block and overcrowding (p = 0.008), human resources and overcrowding (p 0.001), facilities and infrastructure and overcrowding (p = 0.004), and patient output and overcrowding (p = 0.008). Access block and internal Emergency Department factors are significantly associated with overcrowding at RSUD X. Improvements in patient flow management, optimization of human resources, and enhancement of facilities and infrastructure are needed to reduce overcrowding in the Emergency Department. Keywords : Access Block, Overcrowding, Emergency Department, NEDOCS.  ABSTRAK Overcrowding di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan permasalahan serius yang berdampak pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Salah satu penyebab utama overcrowding adalah access block, yaitu kondisi ketika pasien yang telah diputuskan untuk rawat inap tidak dapat segera dipindahkan ke ruang perawatan sehingga terjadi penumpukan pasien di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian overcrowding pada pasien access block di Instalasi Gawat Darurat RSUD X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional prospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada setiap momen pelayanan di Instalasi Gawat Darurat RSUD X selama bulan Desember 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 430 pasien. Variabel penelitian meliputi kejadian access block, tingkat overcrowding berdasarkan National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), kondisi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta output pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi IGD mengalami overcrowding (88,4%) dan hampir setengah pasien mengalami access block (45,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara access block dengan overcrowding (p = 0,008), antara kondisi SDM dengan overcrowding (p 0,001), antara sarana dan prasarana dengan overcrowding (p = 0,004), serta antara output pasien dengan overcrowding (p = 0,008). Access block dan faktor internal IGD berhubungan signifikan dengan terjadinya overcrowding di Instalasi Gawat Darurat RSUD X. Diperlukan perbaikan manajemen alur pasien, optimalisasi sumber daya manusia, serta peningkatan sarana dan prasarana untuk menurunkan kejadian overcrowding di Instalasi Gawat Darurat. Kata Kunci: Access Block, Overcrowding, Instalasi Gawat Darurat, NEDOCS.