Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Video Be-Fast Terhadap Pengetahuan Keluarga Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Izma Daud; anas nasrullah; Zaqyyah Huzaifah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.333

Abstract

Stroke is one of the leading causes of death worldwide, ranking third after coronary heart disease and cancer. There are two main types of stroke: ischemic and hemorrhagic, which can affect various aspects of the lives of those affected. Timely and appropriate treatment during the golden window, which lasts about three hours after a stroke occurs, is crucial to reducing the risk of disability. In Indonesia, public awareness regarding stroke symptoms and initial management steps remains relatively low, contributing to the high incidence of stroke. This study aims to analyze the impact of BE-FAST educational videos on the knowledge of families of stroke patients at Puskesmas Kuin Raya. The research method employed is a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The results indicate that before the intervention, 56.38% of family members of stroke patients had a sufficient level of knowledge, while after the intervention, 61.70% showed an improvement to a good level of knowledge. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001, indicating a significant effect of the BE-FAST educational video on enhancing the knowledge of families of stroke patients. This study recommends that Puskesmas provide more engaging and effective educational media to increase public awareness and knowledge about stroke.
Faktor Faktor-Faktor yang Beruhubungan dengan Kejadian Gagal Jantung di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Fitri; Solikin; Diah Retno Wulan; Izma Daud
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.343

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global yang serius dan tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, termasuk di Indonesia. Kondisi ini merupakan manifestasi klinis akhir dari berbagai gangguan kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, serta adanya komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal jantung di RSUD Sultan Suriansyah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 113 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara hipertensi (p=0,005), merokok (p=0,022), diabetes melitus (p=0,027), hiperlipidemia (p=0,005), riwayat keluarga (p=0,003), dan komorbiditas (p=0,042) dengan kejadian gagal jantung. Faktor-faktor tersebut terbukti berkontribusi terhadap terjadinya gagal jantung. Oleh karena itu, faktor risiko ini perlu dipertimbangkan dalam strategi pencegahan dan intervensi kesehatan, khususnya pada populasi berisiko tinggi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif faktor risiko untuk mengurangi beban gagal jantung.
Factors Associated with DASH Diet Therapy in Blood Pressure Control among the Elderly Jayadie, Afif Azhar Abulkhair; Solikin; Daud, Izma
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.55

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases with a high prevalence among the elderly in Indonesia. Efforts to control blood pressure through the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet therapy are essential; however, various factors are believed to influence its effectiveness at the primary healthcare level. This study aimed to analyze factors associated with DASH diet therapy in blood pressure control among the elderly at the Cempaka Public Health Center, Banjarmasin. This study employed a cross-sectional design with a sample of 188 elderly patients with hypertension selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire covering age, sex, educational level, and dietary adherence, as well as data on the frequency of healthcare visits obtained from patients’ medical records. Blood pressure measurements were conducted after the implementation of the DASH diet for 30 days. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed significant associations between age (p = 0.000), sex (p = 0.000), educational level (p = 0.000), dietary adherence (p = 0.000), and frequency of healthcare visits (p = 0.000) with DASH diet therapy in blood pressure control. Age, sex, educational level, dietary adherence, and frequency of healthcare visits significantly influenced the success of DASH diet therapy.
Effectiveness of Social Media–Based Education and Demonstration on Parental Knowledge of Choking Mitigation and Management in Children Satriani, Desy; Daud, Izma; Retno Wulan, Diah; Khalilati, Noor
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 5 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i5.575

Abstract

Introduction: Choking in children presents a life-threatening emergency that requires parents to recognize risks and act promptly. If parents lack sufficient knowledge, they may respond too slowly, worsening outcomes. Objective: This study examined how social media–based health education and demonstration impact parental knowledge and cognitive preparedness to mitigate and manage choking incidents in children. Method: Researchers used a quantitative quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest approach. The sample comprised 50 parents of children at Aisyiyah Bustanul Athfal 31 Kindergarten, Banjarmasin, divided into a social media education group and a demonstration education group. Result and Discussion: Researchers administered questionnaires before and after the interventions to collect data. Results showed that both the social media group (p < 0.001; r = 0.875) and the demonstration group (p < 0.001; r = 0.877) significantly improved parental knowledge and cognitive preparedness. Post-intervention outcomes for both groups remained comparable, revealing no statistically significant difference (p = 0.838). Conclusions: These findings show that both social media–based education and demonstration effectively enhance parental knowledge and cognitive preparedness for managing pediatric choking emergencies
Relationship Between Age and ASA Physical Status with Recovery Time for Post-General Anesthesia Patient Norhidayat, Muhammad; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Khalilati, Noor; Daud, Izma
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.980

Abstract

Latar Belakang: General anestesi merupakan salah satu jenis pembiusan yang menimbulkan hilangnya kesadaran, hilangnya persepsi nyeri, hilangnya memori dan relaksasi. Salah satu perhatian utama bagi pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi adalah waktu pemulihan kesadaran. Di antara faktor yang dapat mempengaruhi waktu pulih sadar adalah usia dan status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) pasien. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan general anestesi. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan Mei-Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,768 (p>0,05), dan tidak ada hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,278 (p>0,05). Kesimpulan: Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong penata anestesi untuk meningkatkan kualitas manajemen anestesi sehingga dapat meminimalkan terjadinya resiko komplikasi pasca pembedahan.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Murid tentang Penanganan Tersedak melalui Penyuluhan Demonstratif Teknik Heimlich Maneuver di TK Aisyiyah 31 Banjarmasin Salam, Abdus; Satriani, Desy; Wulan, Diah Retno; Daud, Izma; Julianto, Julianto; Aprilia, Hanura; Noorkhalilati, Noorkhalilati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24124

Abstract

ABSTRAK Tersedak (choking) merupakan kondisi kegawatdaruratan pada anak usia dini yang berpotensi menimbulkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Tingginya risiko tersedak pada anak prasekolah dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan motorik anak serta rendahnya keterampilan orang tua dan guru dalam melakukan pertolongan pertama yang sesuai prosedur medis. Panduan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan berbasis demonstrasi langsung teknik heimlich maneuver. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan orang tua dan guru TK dalam menangani kejadian tersedak pada anak usia dini. Metode Penelitian yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan disertai demonstrasi langsung dan praktik berkelompok, dengan desain evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di TK Aisyiyah 31 Kota Banjarmasin dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari orang tua murid dan guru TK. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta, di mana kategori pengetahuan dan keterampilan “Baik” meningkat dari 12% pada pre-test menjadi 92% pada post-test, serta tidak ditemukan lagi peserta pada kategori Kurang dan Cenderung Kurang. Metode demonstrasi langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotorik peserta. Penyuluhan kesehatan dengan metode demonstrasi langsung efektif meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi choking emergency pada anak usia dini, sehingga layak direkomendasikan sebagai model edukasi berkelanjutan di lingkungan pendidikan anak. Kata Kunci: Tersedak, Himlick Manuver, Keperawatan Gawatdarurat.   ABSTRACT Choking is an emergency condition in early childhood that can potentially cause death if not treated quickly and appropriately. The high risk of choking in preschool children is influenced by their limited motor skills and the low level of skills of parents and teachers in providing first aid in accordance with medical procedures. This community service activity guide is designed as a promotional and preventive effort through health education based on direct demonstrations of the Heimlich maneuver technique. This activity aims to improve the knowledge, skills, and preparedness of parents and kindergarten teachers in handling choking incidents in young children. Health education accompanied by direct demonstrations and group practice was used, with a pre-test and post-test evaluation design. The activity was carried out at Aisyiyah 31 Kindergarten in Banjarmasin City, involving 50 participants consisting of parents and kindergarten teachers. The evaluation showed a significant improvement in participants' abilities, with the “Good” category for knowledge and skills increasing from 12% in the pre-test to 92% in the post-test, and no participants remaining in the ‘Poor’ and “Tending to be Poor” categories. The live demonstration method proved effective in improving participants' cognitive understanding and psychomotor skills. Health education using the direct demonstration method is effective in improving preparedness and mitigation skills for choking emergencies in young children, making it a recommended model for continuing education in early childhood education settings. Keywords: Choking, Heimlich Manoeuvre, Emergency Nursing.
Pengaruh Kombinasi Metode Pembelajaran Berbasis Audiovisual dan Simulasi Terhadap Keterampilan Mahasiswa Keperawatan dalam Penanganan Fraktur dengan Pembidaian Mira Mira; Izma Daud; Julianto Julianto; Yuhansyah Yuhansyah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20955

Abstract

ABSTRACT The development of effective learning models is a critical focus in creating educational environments that foster active student engagement and enhance enjoyment throughout the learning process. One approach considered effective in improving the competencies of nursing students is the integration of audiovisual media with simulation-based learning. This study aimed to evaluate the effectiveness of this combined method in enhancing students’ skills in fracture management. A pre-experimental study was conducted using a one-group pre-test and post-test design, with measurements taken before and after the intervention in a single group that received instruction through audiovisual media and simulation. The study population consisted of all first-semester students enrolled in the RPL Program, Bachelor of Nursing Study Program, during the 2023–2024 academic year, totaling 134 participants. The sampling method employed was total sampling. The findings indicated that, prior to the intervention, most students were categorized as unskilled. However, following the intervention, all participants demonstrated notable improvements in fracture management skills, specifically in the application of splinting techniques. Statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test revealed a significant effect of the combined learning method on students’ skill levels, with a p-value of 0.000 ( 0.05). This study contributes to the advancement of nursing education models and offers a theoretical foundation for enhancing curriculum development related to pre-hospital fracture management Keywords: Audiovisual, Simulation, Fracture, Splinting  ABSTRAK Pengembangan model pembelajaran yang inovatif menjadi aspek penting dalam meningkatkan mutu pendidikan keperawatan. Model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna sangat dibutuhkan, terutama dalam penguasaan keterampilan klinis. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah kombinasi media audiovisual dan pembelajaran berbasis simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media audiovisual dan simulasi terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa dalam penanganan fraktur, khususnya teknik pembidaian. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa semester 1 Program RPL, Program Studi S1 Keperawatan Tahun Akademik 2023–2024, sebanyak 134 orang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pembelajaran kombinasi media audiovisual dan simulasi diberikan dalam satu sesi praktik. Keterampilan mahasiswa dalam melakukan pembidaian diukur menggunakan lembar observasi keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar mahasiswa berada dalam kategori tidak terampil. Setelah intervensi, seluruh mahasiswa mengalami peningkatan keterampilan yang signifikan dalam penanganan fraktur. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari metode pembelajaran tersebut terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran keperawatan dan menjadi dasar teoritis untuk penguatan kurikulum keterampilan klinis, khususnya penanganan fraktur di fase pra-rumah sakit. Kata Kunci: Audiovisual, Simulasi, Fraktur, Pembidaian
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Dan Frekuensi Respirasi Pada Pasien Kanker Paru Mahridha Dwi Ariyani; Mira Mira; Izma Daud
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.697

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia. Pasien kanker paru sering mengalami berbagai gangguan fisiologis dan psikologis, seperti sesak napas, kecemasan, serta perubahan tanda-tanda vital berupa peningkatan tekanan darah dan frekuensi respirasi. Kondisi tersebut dapat memperburuk kenyamanan dan kualitas hidup pasien selama menjalani proses pengobatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah relaksasi otot progresif. Teknik ini dilakukan dengan cara mengontraksikan dan merilekskan kelompok otot secara sistematis untuk menurunkan ketegangan otot serta meningkatkan respon relaksasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah dan frekuensi respirasi pada pasien kanker paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Sebanyak 60 responden dipilih menggunakan pengambilan sampel dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima terapi PMR dalam sesi terstruktur. Tekanan darah dan laju pernapasan diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dan Kesimpulan: Terjadi penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,000) tekanan darah diastolik (p = 0,000) dan laju pernapasan (p = 0,000) pada kelompok intervensi. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p > 0,05). Relaksasi Otot Progresif secara signifikan menurunkan tekanan darah dan laju pernapasan pada pasien kanker paru-paru dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer.