Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN NAIL ART & DIGITAL MARKETING BAGI GURU SMK KECANTIKAN SE SUMATERA BARAT UNTUK MENDUKUNG KURIKULUM MERDEKA Vici Syahril Chairani; Murni Astuti; Lativa Mursyida; Rima Agustia Utami; Rani Kartika; Siti Hajar Thaitami
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41562

Abstract

Guru-guru SMK Kecantikan di Sumatera Barat menghadapi tantangan dalam mengajarkan mata pelajaran Perawatan Tangan dan Kaki serta Merias Kuku (Nail Art) yang diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka. Kesulitan ini muncul karena para guru belum memiliki keterampilan dalam nail art dan belum mendapatkan pelatihan khusus terkait teknik merias kuku. Padahal, mata pelajaran ini telah dimasukkan dalam Kurikulum Merdeka dan harus dipelajari oleh seluruh siswa SMK Tata Kecantikan, termasuk yang ada di Sumatera Barat. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru SMK Kecantikan dalam mengajarkan mata pelajaran perawatan tangan, kaki dan merias kuku, serta meningkatkan kompetensi digital guru dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi jasa-jasa kecantikan yang ada di salon SMK Kecantikan. Metode pelaksanaan PkM ini menggunakan sosialisasi, demonstrasi dan praktek, yang dilakukan dalam tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil PkM ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan perawatan tangan, kaki dan merias kuku serta pelatihan digital marketing untuk pembuatan konten promosi salon SMK kecantikan memberikan manfaat dan sangat berguna bagi guru.
PELATIHAN RIAS PANGGUNG DAN RIAS KARAKTER SERTA VIDEO DOKUMENTASI UNTUK EVALUASI KEGIATAN P5 Mitra Lusiana; Vici Syahril Chairani; Rizkayeni Marta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43464

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru-guru MGMP Seni Budaya di Kabupaten Tanah Datar dalam merias wajah panggung, karakter, dan pembuatan video dokumentasi seni. MGMP Seni Budaya merupakan komunitas guru mata pelajaran Seni Budaya. Pelatihan ini dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi siswa dalam merias wajah untuk pertunjukan seni, yang mengharuskan siswa mencari bantuan di salon kecantikan dengan biaya tambahan. Metode pelaksanaannya meliputi ceramah dan tanya jawab, refleksi dan praktik, serta bimbingan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan guru dalam merias dan dokumentasi video, yang ditunjukkan oleh keterlibatan, antusiasme, dan kreativitas peserta. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui umpan balik dan analisis hasil dokumentasi video. Dengan adanya pelatihan ini, guru diharapkan dapat membantu mengurangi biaya siswa dalam kegiatan seni dan mendukung pengembangan keterampilan dalam menghadapi P5 Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merias dan membuat dokumentasi video, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
PELATIHAN HENNA PENGANTIN, VIDEO CONTENT CREATOR DAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENDUKUNG TEACHING FACTORY BAGI GURU-GURU SMK KECANTIKAN DI KOTA PADANG Vici Syahril Chairani; Murni Astuti; Lativa Mursyida; Rahmi Fadilah; Ringga Novelni; Annisa Hasna Fauzia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57860

Abstract

Henna pengantin semakin diminati di Sumatera Barat dan menjadi jasa bernilai tinggi dalam industri kecantikan. Namun, kompetensi dalam bidang ini masih rendah karena kurangnya keterampilan guru dalam mengajarkan materi henna pengantin, mengingat mata pelajaran ini baru ditambahkan dalam Kurikulum Merdeka. Selain itu, kemampuan video editing dan digital marketing juga menjadi aspek penting dalam meningkatkan promosi jasa henna di salon kecantikan sekolah. Keahlian ini tidak hanya berguna untuk menarik minat pelanggan terhadap layanan teaching factory di SMK, tetapi juga dapat diajarkan kepada siswa guna mendukung keterampilan kewirausahaan mereka serta memperluas jangkauan pasar di industri kecantikan. Oleh karena itu, pelatihan henna pengantin, video content creator, dan digital marketing bagi guru SMK kecantikan sangat diperlukan agar pembelajaran lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan henna pengantin sehingga dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja. Selain itu, pelatihan video content creator dan digital marketing diberikan agar guru dapat memanfaatkan media digital dalam mempromosikan salon kecantikan sekolah. Dengan demikian, diharapkan daya tarik masyarakat terhadap layanan yang disediakan di teaching factory SMK Kecantikan semakin meningkat. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik, yang dilakukan dalam tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil PkM ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan henna pengantin,  video content creator dan digital marketing untuk mendukung teaching factory bagi  guru-guru smk kecantikan di kota padang perawatan tangan  memberikan manfaat dan sangat berguna bagi guru.
Pengaruh Electronic Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Sunscreen Wardah di Shopee pada Mahasiswi Program Studi Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP Aura Ashfahani; Vici Syahril Chairani
ARZUSIN Vol 6 No 5 (2026): ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i5.11599

Abstract

Although online reviews, ratings, and comments are increasingly used as sources of information when purchasing beauty products, the role of electronic word of mouth (e-WOM) in shaping Wardah sunscreen purchase decisions through Shopee still requires further investigation. This study aimed to analyze the effect of e-WOM on Wardah sunscreen purchase decisions among female students in the Cosmetology and Beauty Study Program at FPP UNP. The study employed a quantitative approach with a descriptive-explanatory design. Data were collected through questionnaires administered to female students who met the sampling criteria and were analyzed quantitatively. The results showed that e-WOM, particularly source credibility, review quantity, review valence, and argument quality, was associated with improved purchase decisions. Respondents also tended to use product reviews as references before making purchases. These findings confirm that e-WOM plays an important role in shaping consumer purchase decisions in marketplaces. In practical terms, sellers need to maintain product quality and encourage the development of credible positive reviews, while consumers need to be more selective in evaluating online information before making purchase decisions.
Validitas dan Praktikalitas Video Pembelajaran Berbantuan AI untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Pendidikan Vokasi Tata Rias dan Kecantikan Vici Syahril Chairani; Lativa Mursyida; Rima Agustia Utami; Febri Silvia; Rahmi Fadilah; Riski Gusri Utami; Rahmi Oktarina; Tyas Asih Surya Mentari
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 11 No. 3 (2026): Juli
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v11i3.21342

Abstract

This research addresses the low effectiveness of Occupational Health and Safety (OHS) learning in Cosmetology Education, where conventional lecture-based methods fail to realistically visualize occupational hazards in salon environments. Previous studies on OHS learning media in vocational education have primarily relied on conventional instructional videos or AI applications developed for other educational contexts, with limited attention to cosmetology-specific OHS instruction. Furthermore, no previous study has integrated multiple generative AI tools into a unified workflow for developing animated OHS learning media in cosmetology education. To address this gap, the study develops AI-assisted animated videos integrating multiple AI tools including ChatGPT, Veo Gemini, DeepSeek, JoggAI, Canva, and CapCut into a single OHS instructional media, representing the first multi-tool AI video developed specifically for cosmetology OHS contexts. This study uses the Research and Development method with the ADDIE model. Data were collected through expert validation sheets and student response questionnaires analyzed using descriptive percentage techniques. Validity results show an average score of 4.6 for material and 4.2 for media, both categorized as valid, while the practicality test with 18 students yielded a score of 4.76, categorized as highly practical. This AI-assisted animated video is therefore feasible and practical as a learning innovation for OHS in beauty vocational education, contributing to improved safety competence and more engaging instructional experiences for cosmetology students.
Augmented Reality-Based Learning Media as an Innovative Approach to Enhance Students’ Conceptual Comprehension and Creativity Oktarina, Rahmi; Sari, Yuni Mala; Chairani, Vici Syahril; Mentari, Tyas Asih Surya; Utami, Rima Agustia
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6193

Abstract

Low conceptual understanding and limited creativity remain persistent issues in Beauty and Cosmetology Education, primarily due to lecturer-centered instruction and the absence of interactive visual learning media. This study investigates the effect of Augmented Reality (AR)-based learning media on students’ conceptual understanding and creative thinking. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed involving 32 students divided into experimental and control groups. The experimental group was exposed to AR-integrated instruction, while the control group received conventional teaching. Data were collected using essay-based assessments measuring conceptual understanding and creative thinking across the dimensions of productivity, adaptability, novelty, and elaboration. Inferential statistical analysis was applied to test mean differences between groups. Results indicate that the experimental group significantly outperformed the control group (p < 0.05) in both conceptual understanding and creativity measures. These findings demonstrate that AR-based instructional media enhances cognitive processing and supports higher-order thinking through immersive visualization and contextualized learning experiences. Accordingly, AR integration offers a viable pedagogical approach for improving learning outcomes in cosmetology education, particularly in fostering conceptual mastery and creative competence